MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 02 Januari 2018 14:36
Cerita Sukses Psikolog Muda, Sekolah Psikolog Untuk Bantu Orang Sakit
Frida Yuserina, M.Psi

PROKAL.CO, Untuk mencapai kesuksesan tak harus menunggu tua. Kerja keras! Itu menjadi kunci utama. Hal itulah yang dilakukan oleh dosen muda psikologi Fakultas Kedoteran Universitas Lambung Mangkurat, Fridha Yuserina.

ENDANG, Banjarmasin.

Berawal dari keinginan untuk membantu orang sakit, Ida—panggilan akrab Fridha—bercita-cita pengin kuliah kedokteran. Tapi takdir berkata lain, anak pertama dari pasangan Fahmi Yuseran dan Yuniar Saparina ini tidak lulus. Atas saran dari sang ibu, perempuan berparas cantrik itu akhirnya mendaftar jurusan psikologi lewat jalur mandiri.

Kala itu Ida dinyatakan lulus. Tahun 2009 dia mulai menjalani masa-masa kuliah di Universitas Lambung Mangkurat jurusan Psikologi. Setelah mendapatkan gelar S1, perempuan berusia 25 tahun itu melanjutkan studi S2 profesi di Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Di sanalah dia menemukan jati dirinya. Ida merasa menjadi psikolog tak kalah dengan profesi dokter. “Semula biasa saja, tapi setelah di S2 saya baru merasa enjoy dan tahu bahwa ilmu yang saya pelajari ini ternyata bisa berguna dan membantu orang,” tutur cewek kelahiran Muara Teweh, Kalimantan Tengah 19 April 1992 itu.

Selama 2,5 tahun menempuh pendidikan Magister Psikologi Profesi, wanita yang hobi membaca dan jalan-jalan ini lulus dengan nilai yang memuaskan. Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,58. Kesibukannya saat ini selain berpraktek, juga mengajar sebagai dosen di Program pendidikan Psikologi FK Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Meski usianya masih terbilang muda, tapi pengalaman dalam praktek, anak pertama dari tiga bersaudara ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia sangat piawai. Meskipun pasien yang datang berobat banyak yang usianya tua, tapi itu tidak membuat kendala baginya.

Karena dalam menjalankan praktek, itu didasarkan ilmu pengetahuan yang sudah teruji, sehingga apa yang sudah didapat selama duduk di bangku kuliah dapat diterapkan dalam pekerjaannya.

“Setiap menghadapi pasien saya mengibaratkan seperti seorang dokter yang tengah mengobati pasien. Menanyai apa yang dikeluhkan pasien dan mencari pengobatannya,” jelasnya.

Ida mengaku apa yang sudah dicapainya selama ini tidak lepas dari dukungan dari orangtua. Ia berharap ini juga bisa diikuti oleh generasi muda lainnya. Di jaman serba canggih sekarang ini, generasi millennia bisa memanfaatkan teknologi internet untuk mencari bahan pelajaran. Mereka bisa lebih leluasa berkreativitas. “Dulu warung internet tidak banyak, sekarang menjamur, bahkan generasi sekarang cukup menggunakan smartphone sudah bisa berselancar di dunia maya,” tuturnya. (at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .