MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 02 Januari 2018 15:19
WOW! Film Pangeran Antasari Diserbu Ribuan Penonton

Ingin Filmkan Sejarah yang Lain

SIAP MENYAKSIKAN: Egi Fedly (tengah depan) bersama para pemeran film Pangeran Antasari yang ikut dalam penayangan perdana di Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin, Senin (1/1).

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Senin (1/1) kemarin, Duta Mall Banjarmasin bahkan belum buka, tetapi, studio XXI sudah dipadati pengunjung. Mereka adalah undangan yang akan menghadiri Gala Premiere Film Pangeran Antasari di bioskop satu-satunya di Banjarmasin itu. Kemarin, secara khusus Pemprov Kalsel menyewa semua studio di sana untuk memutar perdana film Pangeran Antasari di pagi hari.

Bisa dikatakan penayangan perdana ini sukses. Semua kursi di delapan studio XXI penuh sesak. Bahkan, saking antusiasnya penonton yang datang, mereka rela menonton di tangga selasar hingga lorong pintu masuk. Tercatat, sekitar 1.400 penonton lebih yang berhadir.

Semua penonton diberi tiket sehari sebelumnya. Meski demikian, masih ada masyarakat yang tak kebagian tiket gratis tersebut. Panitia yang tak ingin mengecewakan penonton yang datang tetap memberi masuk meski ada yang tak membawa karcis.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Ahmad Subakti tak mengira antusias penonton yang datang kemarin membeludak. “Jangan takut tak bisa menonton, silahkan masuk saja jika tak punya tiket,” tukas Subakti ketika menjawab pertanyaan pengunjung yang ingin masuk.

Toh, Pemprov memutar perdana film ini di XXI sudah menggelontorkan uang yang tak sedikit. angkanya mencapai Rp70 juta. “Tiket yang kami bagikan gratis jumlahnya mencapai 1.400 lebih. Ternyata masih ada yang datang tanpa tiket. Kami prediksi angka penonton yang hadir jumlahnya mencapai 1.500 orang,” klaimnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammad Yusuf Effendi mengatakan penayangan perdana diikuti oleh penonton dari berbagai kalangan. Dari jajaran pegawai yang berada dalam ruang lingkup SKPD Pemprov Kalsel hingga beragam lapisan masyarakat.

"Macam-macam kalangan, ada dari seniman serta budayawan, alim ulama, dan tokoh-tokoh masyarakat lain yang sudah mendapatkan undangan," ujar Yusuf.

Sementara, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang turut membawa serta istri dan dua orang anaknya mengaku terkesan dengan antusias penonton yang hadir. Diyakininya, film ini akan menjadi film sejarah yang bermanfaat bagi penerus bangsa. “Alhamdulillah pemutaran perdana sukses. Semoga film ini menjadi edukasi bagi penerus bangsa,” ucapnya yang juga turut bermain di film ini sebagai rakyat biasa dengan nama “Utuh Buntat”.

Dengan kesuksesan film ini, dia berencana akan membuat film sejarah Banjar yang lain. Seperti perjuangan Demang Lehman, Prabu Anom dan yang lainnya.“Kita punya banyak tokoh heroik saat memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan tanah air. Tak menutup kemungkinan akan ada film serupa mengangkat pahlawan lain,” ujar Sahbirin.

Disinggung perannya di film yang disutradarai Irwan siregar itu, Sahbirin mengaku senang meski hanya terlibat beberapa scene. Salah satu anaknya, Azkia mengatakan, sang ayah memerankan dengan baik. Dia pun sempat tak mengenali sang ayah di film tersebut. Pasalnya, wajah Sahbirin di film yang di produksi oleh PT Cahaya Kristal Media Utama itu disolek berbeda. “Senang Abah (Ayah) ikut main, perannya bagus,” tutur Azkia.

Film berdurasi 90 menit ini bercerita tentang perjuangan Pangeran Antasari di Benteng Orange, Pengaron, Kabupaten Banjar. Sineas muda Banua, Ade Hidayat menilai meski penggarapan film ini sukses,meski dengan beberapa catatan. Seperti bahasa yang dipakai oleh pemeran utama yang masih kaku, selain itu adegan yang terlalu cepat. “Yang pasti kami bersyukur Kalsel punya film sejarah pertama, meski gaya bertutur dari film ini tangga dramatiknya belum didapat maksimal,” tutur Ade.

Ade menambahkan, di film ini sangat banyak dialog. Padahal segmen film ini sendiri adalah segmennya anak-anak. Menurutnya, daya tangkap anak melalui motorik mereka yang seharusnya disampaikan lewat gambar, bukan melalui dialog. “Di film ini mengenalkan tokohnya lebih banyak melalui dialog. Padahal dengan segmen anak-anak harusnya pengenalan tokoh melalui gambar. Apalagi durasi film ini mencapai 90 menit. Seharusnya sutradara memahami ini,” ujarnya.

Selain masyarakat Banua, turut hadir aktor serta aktris utama dari film Pangeran Antasari seperti Egy Fedli dan Helmalia Putri. Egy selaku pemeran utama Pangeran Antasari mengatakan hasil film yang anggarannya berasal dari APBD Kalsel ini cukup memuaskan.

"Ada pekerjaan-pekerjaan rumah apabila Pemprov Kalsel ingin menggarap film lagi ke depannya. Seperti kesiapan SDM yang menggarap film dan lama waktu pembuatan film," ujarnya usai pelaksanaan penayangan film perdana kemarin kepada Radar Banjarmasin.

Namun, terlepas dari itu, ia mengaku terkesan dengan sejarah serta kebudayaan yang ada di Kalimantan Selatan. "Saya kira kebudayaan Kalsel seperti budaya sungai masyarakat bagus untuk digarap dalam bentuk film," kata dia.

Ia juga mengapresiasi Pemprov Kalsel yang sudah berani memulai mengangkat kebudayaan dan sejarah masyarakat Banjar dalam film layar lebar. "Saya kira, penggarapa film seperti ini memang harus dimulai oleh para pemerintah daerah. Kalsel sudah bagus," tandasnya.

Lantas, bagaimana dengan rencana Pemprov Kalsel untuk menayangkannya secara terbuka pada 13 kabupaten/kota di Kalsel? "Masih dibahas, pastinya langkah tersebut akan direalisasikan. Kita tunggu saja instruksi dari Paman Birin," kata Yusuf.

Untuk diketahui, penayangan perdana film Pangeran Antasari menghabiskan dana sebesar 70 juta rupiah. Manajer Cinema XXI Duta Mall, Yoyo mengatakan hitungan tersebut didapat dari harga tiket masuk dan jumlah kursi yang disewa.(dom/mof//ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 15:32
Parlementaria Balangan

DPRD Balangan Tengahi Permasalahan Warga dan Perusahaan Tambang

PARINGIN - Untuk menengahi permasalahan yang terjadi antara warga Desa Padang Batung dan Tawahan Kecamatan…

Selasa, 23 Januari 2018 14:48

DPRD Kotabaru dan DPRD Kalsel Saling Tuding Soal Tambang

KOTABARU - Aksi saling tuding antara anggota DPRD Kotabaru dan DPRD Kalsel sempat mewarnai jalannya…

Selasa, 23 Januari 2018 14:08

Meriahkan Hari Jadi Batola, Wayang Kulit Digelar

MARABAHAN - Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang…

Selasa, 23 Januari 2018 13:51

Februari Portal Pasar Minggu Akan Difungsikan

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Perdagangan menganggarkan dana sebesar Rp200 juta untuk membangun…

Selasa, 23 Januari 2018 13:50

IGTKI Tanbu Terima Bantuan Laptop

BATULICIN - Pemkab Tanbu memberikan bantuan laptop kepada Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia…

Selasa, 23 Januari 2018 13:49

ASN Purnabakti Terima Tali Asih

BATULICIN - Aparatur Sipil Negara (ASN) yang purnabakti atau pensiun menerima bantuan sosial pensiun…

Selasa, 23 Januari 2018 13:44

Satpol PP Bubar, PKL Siring Tandean Balik Berjualan Lagi

BANJARMASIN - Satpol PP bubar, pedagang kaki lima (PKL) menyebar. Begitulah yang tergambar di Siring…

Selasa, 23 Januari 2018 13:36

Jalan Lakstarda Rusak Parah, Pemko Harus Turun Tangan

BANJARMASIN –  Jalan Lakstarda Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, rusak parah. Kerusakannya…

Selasa, 23 Januari 2018 13:29

30 BTS Tak Berizin di Banjarmasin Akan Dibongkar Paksa

BANJARMASIN - Revisi Perda tentang Base Transceiver Station (BTS) bakal disahkan tahun ini. Isinya mengatur…

Selasa, 23 Januari 2018 11:56

Lensa Pemko Banjarbaru Sepekan

Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menerima nasi tumpeng yang diserahkan oleh kepala sekolah SMA Negeri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .