MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 03 Januari 2018 12:40
Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

Suara Halus, Jalan Lebih Mulus

MANGKAL: Salah satu unit bajaj terbaru di kawasan Pasar Sudimampir. Foto Eka Pertiwi/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, “Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin. Nah, kemarin Radar Banjarmasin mencoba menaikinya.

------------------------------------------

EKA PERTIWI, Banjarmasin

------------------------------------------

Jumlahnya baru 12 buah. Mencarinya tak sulit. Saya hanya mengitari kawasan Pasar Sudimampir. Dua buah bajaj pun langsung terlihat. Sepertinya mereka sedang mangkal.

Saya mencoba mendekati salah satu bajaj. Tapi saya salah orang. Dia belum dapat giliran nge-trip. Saya diarahkan untuk menghampiri pengemudi satunya. Karena mereka punya aturan untuk menerima penumpang secara bergiliran.

Saya sempat dibuat kaget saat menanyakan tarif. Untuk berkeliling kota Banjarmasin pengemudi bernama Udin itu mematok harga Rp 200 ribu. Wow.

Tarif yang dipatok tentu saja tak sesuai dengan ekspektasi.  Saya mencoba menego harga. Hanya dalam waktu lima menit, Udin luluh. Kami sepakat dengan angka Rp 80 ribu.

Udin mempersilakan saya masuk. Dia membukakan pintu bak di negeri dongeng. Bajaj pun dinyalakan. Tak seperti dulu yang menggunakan gagang besar. Untuk menghidupkannya hanya perlu memencet tombol starter.

Jalur yang ingin saya lewati kali ini bukan jalan protokol yang lebar dan besar. Tapi jalan yang sempit. Dimulai, dari jalan Pangeran Antasari menuju Kelayan B. Kecepatannya sekitar 30 kilometer per jam. Itu keinginan saya. Sebenarnya bisa lebih cepat hingga 65 kilometer per jam.

Suara bajaj bermerek Bajaj tipe Twin Spark itu terdengar halus. Tak seperti jenis lama. Kapasitas mesinnya juga cukup besar, yakni 200 cc dengan mesin 4-stroke berbahan bakar gas (BBG). Tipe suspensinya double acting hydraulic shock absorber, sehingga hentakannya terasa halus. “Enak kan bisa ngobrol begini. Dulu gak bisa. Berisik,” kata Udin yang sudah mengemudikan bajaj sejak 1987 itu.

Dari Kelayan B kami menuju Jalan Geriliya. Dalam perjalanan, telepon pribadi Udin berdering dua kali. Saya sempat mengira itu adalah panggilan dari keluarganya. Namun ternyata dari rekan pengemudi bajaj lainnya. “Itu tadi teman saya. Siapa tahu minta jemput, ya saya jemput,” kata pria asal Pekauman tersebut.

Sepanjang perjalanan kami ngobrol banyak. Udin juga aktif bertanya pada saya. Mulai dari asal, hingga alamat. “Kalau diantar ke rumahnya kada disariki abahnya lah,” tanya Udin. Saya lantas menjawab tak punya suami.

Oke, kembali pada perjalanan saya naik bajaj. Kali ini saya memasuki Jalan Raya AMD menuju Pemurus Dalam. Di sana terdapat jalan rusak. Tanpa ragu Udin menghindari lubang jalan dengan gesit.

Kemudian kami masuki kawasan Jalan Nakula. Di sana terdapat beberapa buah polisi tidur dan jalan rusak. Namun, hentakannya tak terasa. Saya bahkan merasa seperti naik kendaraan roda empat dengan mesin 1.000 cc. Bedanya tak ada AC dan sabuk pengaman. Kalau pengin adem, cukup keluarkan kepala ke luar dari jendela bajaj. Slurp, sejuk alami dari alam.

Membicarakan jendela, bentuknya sama seperti bajaj jadul. Masih menggunakan penutup kain anti air.

Tujuan selanjutnya adalah Banjar Indah menuju Jalan A Yani. Kemudian dari A Yani menuju Gatot Subroto, Pangeran Hidayatullah dan Sultan Adam. Dari Sultan Adam menuju Kayu Tangi kembali ke Pasar Sudimampir. Perjalanan kami selasai. Waktu yang ditempuh sekitar satu jam. Dimulai pukul 13.15 Wita dan finish pukul 14.15 Wita.

Soal bahan bakar, jangan ditanya. Karena belum ada stasiun khusus pengisian bahan bakar gas, bajaj bisa diisi dengan bensin. Cukup irit. Untuk jalur tempuh 30 kilometer hanya memerlukan bensin satu liter. Hmm, lumayan.

Selain mesin dan model, bajaj baru tersebut lebih lebar lima centimeter dibandingkan jenis lama. Tempat duduknya cukup untuk tiga orang.

Bajaj baru tersebut ternyata tak cuman mengantar penumpang dalam kota. Tapi juga luar kota. Bahkan hinga ke Martapura. “Ada yang minta antar ke Martapura. Jadi saya antar. Tarifnya Rp 100 ribu. Sekarang harus kerja ekstra. Cicilan Bajaj mencapai Rp 1,5 juta per bulan dengan jangka empat tahun. Semoga rezekinya lancar,” harapnya.

Apakah cicilan sebesar itu mampu dibayar Udin? Udin mengaku sanggup membayar cicilan tersebut. Bahkan cukup untuk menyekolahkan anaknya ketiga anaknya. Satu tinggal menunggu wisuda, dua diantaranya masih duduk di bangku SMA dan SD.

“Paling minim sih Rp 50 ribu. Paling banyak Rp 200 ribu. Sekarang kerjanya lebih semangat. Karena ada cicilan. Kalau bajaj yang dulu sih murah hanya Rp 2 juta. Kalau sekarang beli kontan Rp 54 juta. Karena tidak sanggup saya nyicil dengan cicilan Rp 1,5 juta tenor empat tahun dan uang muka Rp 10 juta,” jelasnya.

Untuk diketahui. Bajaj baru tersebut merupakan hasil peremajaan dari Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin. Jumlahnya ada 12 buah. Program peremajaan tersebut melalui koperasi. Rencananya, seluruh bajaj yang sudah tua bakal diremajakan.

Selama ini ada 90 unit bajaj yang terdaftar di Banjarmasin, namun hanya ada 40 unit yang beroperasi. (at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Kamis, 11 Januari 2018 12:39

Rifky, Atlet Muda Banjarmasin. Raih Prestasi Lewat Karate

Muda, berprestasi. Dua kata itu cukup untuk menggambarkan seorang Rifky Akbar Khair. Dia adalah siswa…

Rabu, 10 Januari 2018 15:27

Mengenal Pemeran Saranti Dalam Film Sejarah Perang Banjar

Film Perang Banjar sudah ditayangkan beberapa waktu lalu. Yang menontonnya tentu ingat dengan sosok…

Selasa, 09 Januari 2018 14:32

FKH Banjarmasin Tak Gentar Menanam Rambai di Tengah Kota

Gbo Green bukan sekadar kaos oblong bertema lingkungan. Atau kemana-mana pakai sepatu gunung. Ini menyangkut…

Senin, 08 Januari 2018 13:21

Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah

  Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses.…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .