MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 05 Januari 2018 11:15
27 Pedagang Kuliner Baiman Nyatakan Bangkrut

Listrik Kios Sudah Diputus

SEPI: Kawasan wisata Kuliner Baiman di Jalan Lingkar Dalam, difoto pada jam makan siang, kemarin. Tiga pekan lagi, kontrak sewa lahan itu habis.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Tiga pekan jelang kontrak sewa lahan Kuliner Baiman habis, pedagang makin resah. Kemarin (4/1), mereka pasrah menyaksikan petugas PLN memutus aliran listrik ke sejumlah kios.

"Kami disodori kertas, disuruh meneken. Rupanya berita acara pemutusan sambungan listrik," ungkap seorang ibu pedagang yang enggan menyebutkan namanya.

Dibuka awal 2017 lalu. Kawasan wisata kuliner di Jalan Lingkar Dalam itu merupakan relokasi dari kaki lima di Jalan Ahmad Yani. Mereka ditertibkan Satpol PP karena berdagang di atas sungai dan hinggap di badan trotoar.

Agar PKL mau dibujuk pindah, pemko bersedia menanggung uang sewa lahan relokasi, Rp100 juta setahun. Terhitung tanggal 25 Januari ini, kontrak itu habis.

Namun, pemko enggan membayar pembaharuan kontrak. Alasannya agar pedagang bisa mandiri. Menyisihkan sebagian laba berdagang dan patungan untuk membayar sewa lahan.

Masalahnya, wisata kuliner di Banjarmasin Timur itu tak bisa disebut sukses. Baru tiga bulan dibuka, sudah delapan pedagang yang menyatakan bangkrut.

Dari data Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Banjarmasin, ketika dibuka, Kuliner Baiman dihuni 68 pedagang. Sekarang, tersisa 41 pedagang yang masih bertahan.

Sejak pindah, rupanya sebagian pedagang kehilangan pelanggan. Ketika Radar Banjarmasin mengunjungi Kuliner Baiman pada jam makan siang kemarin, hanya ada satu-dua lapak yang buka. Sepi sekali.

"Awalnya memang ramai, sekarang sunyi. Di sebelah kanan saya, sudah empat kios tutup. Di seberang, sudah lima. Banyak yang memutuskan berhenti berdagang karena terus merugi," kata Riki, pedagang Soto Banjar.

Apakah hanya sepi pada hari kerja, Riki menampik. "Malam Minggu pun bisa sepi. Tidak menentu," imbuhnya. Biasanya, pedagang mulai membuka kios pada jam lima sore. Tutup setelah lewat tengah malam.

Pemuda bertubuh gempal itu makin gelisah begitu mengetahui listriknya sudah diputus. "Aneh. Tiap malam kami bayar retribusi listrik. Rp3 ribu per bola lampu," ujarnya.

Baginya, tidak masuk akal jika pedagang dituding menunggak tagihan listrik. "Ada petugasnya kok yang datang rutin memungut," tukasnya.

Seorang pembeli, Fadli, 30 tahun, mengakui sepinya Kuliner Baiman. "Saya punya langganan favorit sejak masih di Ahmad Yani. Tapi cuma bisa pas makan malam. Pada jam makan siang, susah mencari warung yang sudah buka," ungkap warga Pemurus Dalam tersebut. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 08:17

Satpol PP Amankan Belasan Manusia Gerobak

BANJARBARU - Mulai marak mangkal di beberapa jalan utama dan…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:09

Belasan Perda Pajak dan Retribusi Cacat Hukum

BANJARBARU – Belasan Perda yang digunakan oleh Pemko Banjarbaru untuk…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:06

Lensa Foto Pemkab Tanah Laut Pekan ke-3 Januari 2019

ADIPURA: Bupati Tanah Laut Sukamta menerima Piala Adipura dari Wakil…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:20

BSF 3 Gandeng Perajin Sasirangan Sungai Jingah

BANJARMASIN - Rangkaian persiapan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 3 terus…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:14

PUPR Kalsel Tuntut Pemko Banjarmasin Lebih Serius

BANJARMASIN – Dinas PUPR Kalsel mengharapkan, pembebasan kawasan Sungai Lulut…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:08

Pengusaha THM Keluhkan Penerapan Pajak Pemko

BANJARMASIN – Pajak hiburan malam yang ditetapkan Pemko Banjarmasin dikeluhan…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:02

Walikota dan Wawali Sepakat Menaikan Tunjangan Pasukan Kuning

Piala Adipura yang diraih Banjarmasin membawa berkah bagi petugas kebersihan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:52

KPUD Tanbu Bentuk Relawan Demokrasi

BATULICIN - Untuk menyukseskan Pemilu serentak yang akan diselenggarakan bulan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:48

Tingkatkan Produksi Ikan Melalui Pokdakan

BATULICIN - Kabupaten Tanah Bumbu terus melakukan pembinaan terhadap kelompok…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:43

Wahh, Tanbu Punya Motif Sasirangan Sendiri

BATULICIN - Kain Sasirangan merupakan kain khas Provinsi Kalimantan Selatan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*