MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25
Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis
CANTIK: Dina Mizanie sudah gemar menggambar sejak masih SD.

PROKAL.CO, Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak hanya terbatas pada pajangan media kanvas atau buku gambar. Tapi bisa berupa apa saja. Itulah yang sedang dilakoni Dina Mizanie.

----------------------------------

TIA LALITA, Banjarmasin.

----------------------------------

Dina adalah alumni Universitas Lambung Mangkurat. Jurusan ilmu komunikasi. Hobinya, tentu saja menggambar.

Sejak SD, Dina sudah gemar menggambar. Kala itu masih menggunakan peralatan manual. Seperti kertas, pensil warna, hingga spidol. Saat SMA, mahasiswi cantik itu mulai mencoba digital art. Dia hanya belajar melalui dunia maya.

Imajinasinya pun terus berkembang. Hingga akhirnya cewek berusia 22 tahun mengenal fan art, dan menjadikannya sebagai bisnis.

Kemarin (5/1) siang, Dina terlihat duduk di sebuh kafe ternama di Kilometer 6. Dia sedang fokus menatap laptop. Tangan kanannya terlihat sibuk menulis. Bukan di atas kertas, tapi pada sebuah pen tablet berwarna biru muda. Sesekali dia membuka ponsel. Seperti memastikan sesuatu.

Ternyata benar. Saat dihampiri, Dina memang tengah asyik membuat fan art. Karakter yang dibuatnya adalah Goblin.  Pemeran drama Korea berjudul The Lonely and Great God.

Kala itu cewek kelahiran 1995 tersebut sedang cantik-cantiknya. Menganakan baju pink bergaris dan dibalut dengan rompi berwarna abu-abu. So beautiful.

Perbincangan kami mengalir. Objek pembicaraan tentu saja soal fan art. Dina bercerita kalau karyanya sudah melebihi angka 100. Bentuknya beragam. Mulai dari gantungan kunci, pin, stiker, art print hingga comician.

Karya fan art Dina tak sekadar untuk koleksi. Dia juga menjadikannya sebagai bisnis. Tayp, cewek kelahiran Banjarmasin itu menjual hasil kreativitasnya tersebut.

“Sekali dalam sebulan, aku bersama dua fanartist Banjarmasin lainnya menyewa sebuah stand buat jualan,” katanya. Fanartist adalah serbutan untuk penggiat fan art.

Dina juga memasarkan karyanya media sosial. Atau menawarkan langsung kepada teman-temannya.

 

Harga yang dipatok sangat terjangkau. Untuk sebuah gantungan kunci berkarakter chibi, Dina menjualnya seharga Rp25 ribu. Pin Rp10 ribu, stiker Rp5 ribu, art print Rp8 ribu dan Rp40 ribu untuk comician.

Sejauh ini, bisnis fan art Dina mendapat respon positif. Biasanya yang paling laris adalah gantungan kunci. “Kandang ada yang meminta untuk dibuatkan fan art sesuai keinginan mereka,” sebutnya.

Kelihatannya bukan bisnis besar. Tapi hasilnya cukup menguntungkan. Dina bahkan pernah meraup keuntungan Rp2 juta dalam sehari. Kala itu dia membuka lapak di sebuah festival bernuansa Jepang di Banjarmasin.

Untuk menggambar fanart berbentuk mungil atau chibi, Dina memerlukan waktu 3-4 jam. Sedangkan untuk karakter berbentuk full body, memakan waktu paling lama 2 hari. Karya tersebut masih dalam bentuk softfile. “Mencetaknya menjadi gantungan kunci dan pin perlu waktu lebih lagi. Soalnya diproduksi di pulau Jawa,” ungkapnya.

Dina pernah menerima konsumen unik. Ketika itu dia diminta membuatkan fan art berbentuk karakter dalam video game. Permintaan tersebut bikin kaget. Sebab, karakter yang bakal digambar lebih keras dan detail. “Armor-nya banyak banget. Warnanya juga lebih detail,” tuturnya.

Tapi, permintaan pelanggan adalah tantangan. Kepuasan pelanggan menjadi kesenangan tersendiri bagi alumni FISIP ULM Banjarmasin tersebut.

Saat sedang asyik ngobrol, Dina menyodorkan hasil fan art bikinannya. Keren. Bentuknya unik dan lucu. Warna-warna pastel adalah ciri khas karya pemilik akun Instagram @cyanicship itu.

Kemampuan Dina tak muncul begitu saja. Berawal dari sering menonton anime dan membaca komik sejak kecil, kemudian mulai mempelajari seni menggambar. Capcaptor Sakura adalah karakter yang pernah dia gambar ketika awal mula belajar. “SD kelas lima, untuk pertama kalinya aku bikin gambaran karakter,” kenangnya.

Waktu kecil masih menggambar menggunakan peralatan manual. Sekarang, tentu saja sudah canggih. Putri pasangan Al Qomar dan Dian Indah itu menggunakan Paint Tools Sai dan Adobe Photoshop. Kedua perangkat lunak itu jadi andalannya.  “Keduanya aku pelajari secara otodidak,” ungkapnya.

Ketertarikannya pada dunia fan art semakin kuat setelah menyaksikan serial anime Love Live. Saat itu dia kesulitan mencari gambar Yazawa Nico, yakni karakter favorit dalam serial itu. Dina pun berinisiatif menggambarnya. Dari situlah akhirnya ia mencoba untuk membuat fan art sendiri. “Tentunya dengan pose sesuai dengan keinginan aku,” tambahnya.

Saat ini Dina sedang disibukkan dengan persiapan melanjutkan studi S2 di Australia. Fan art menjadi selingan ketika dirinya merasa suntuk. “Sekarang memang bukan jadi prioritas. Namun ada kemungkinan suatu saat fan art menjadi sumber pendapatan utama bagi aku,” pungkasnya. (at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .