MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 07 Januari 2018 07:28
Ini Aksi Lanjutan KPK di HST Usai OTT Bupati Abdul Latif
KPK: Komisi Pemberantaran Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah ruangan. Aksi ini menyusul OTT Bupati HST Abdul Latif oleh KPK. | Foto: Zepi Al Ayubi / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BARABAI - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) butuh tenaga ekstra menangani dugaan suap pembangunan RSUD H. Damanhuri Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Sebab, mereka harus menempuh perjalanan selama hampir 5 jam dari Kota Banjarmasin ke HST untuk sekadar melakukan penggeledahan. 

Perjalanan panjang jalur darat itu tentu menyita waktu penyidik KPK. Tim lembaga superbodi itu berangkat dari Banjarmasin pada pagi dan baru sampai di Hulu Sungai Tengah saat siang. Mayoritas anggota tim yang menangani kasus tersebut berasal dari Jakarta. ”Jadi pagi-pagi, tim berangkat dari Banjarmasin,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada Jawa Pos (Grup Radar Banjarmasin), kemarin (6/1).

 

Setelah sampai di Hulu Sungai Tengah, tim langsung bergerak menggeledah 4 lokasi. Antara lain, kantor pribadi bupati Abdul Latif, kantor dinas bupati, rumah dinas bupati dan RSUD H. Damanhuri. Penggeledahan itu dilakukan seiring penetapan Abdul Latif sebagai tersangka dalam dugaan suap senilai Rp 3,6 miliar itu. 

 

Ada 15 orang anggota KPK yang didampingi 6 anggota Satbrimobda Kalsel datang menggunakan 6 buah mobil Toyota Avanza warna hitam.  Empat buah mobil berisikan 9 anggota  KPK langsung menuju Kantor Bupati di jalan Perwira No 1 Barabai. Sedangkan 7 anggota KPK lainnya dengan menggunakan dua buah mobil, langsung menuju kantor tersangka Abdul Basid, Direktur PT Sugriwa Agung, di jalan Antasari Barabai.

 

Tim KPK pertama yang berjumlah 9 orang datang sampai dikantor Bupati HST sekitar pukul 12.15 Wita. Mereka langsung  masuk ruangan yang disegel. Termasuk ruang kerja bupati, ruang Bagian Umum, ruang Bagian Pembangunan dan ruang Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten HST.

 

Penggeledahan dikantor Bupati ini berlangsung hampir tiga jam. Sekitar pukul 15.02 Wita, timkomisi anti rasuah ini keluar kantor. Dengan membawa satu koper besar berwarna merah, dua buah tas dan satu kotak kardus yang diduga berkas hasil penggeledahan.

 

Dari kantor Bupati mereka langsung bergeser kerumah Dinas Bupati HST di jalan dijalan Bakti nomor 1 Barabai untuk melakukan penggeledahan.  Anggota Komisi anti rasuah ini langsung menuju ruang utama Rumah Dinas. Kedatangan mereka sempat menarik perhatian warga sekitar. Ratusan warga juga sempat memenuhi gerbang masuk depan  rumah dinas Bupati HST.

 

Menurut informasi sumber Radar Banjarmasin, anggota KPK langsung memasuki kamar utama, yang sebelumnya didiami oleh Bupati Abdul Latif. Penggeledahan di rumah dinas itu juga didampingi langsung oleh Wakil Bupati HST HA Chairansyah dan Sekda HST H Akhmad Tamzil.

 

Pada proses penggeledahan dirumah dinas Bupati ini, anggota KPK juga memeriksa garasi mobil yang sebelumnya disegel oleh KPK sejak Kamis (4/1) lalu. Mereka meriksa satu persatu nomor mesin dan nomor rangka mobil mewah milik Abdul Latif.

 

Mulai dari mobil Lexus putih, BMW Sport warna putih, Alphard Vellfire warna putih, Hummer, Cadillac Escalade warna putih, Jaguar dan dua buah mobil Rubicon. Serta memeriksa moge Harley Davidson,  Ducati, Husqivarna dan KTM  yang berada di garasi sebelahnya.

 

Sampai pukul 21.00 Wita tadi malam, anggota KPK masih berada didalam rumah dinas Bupati.

 

Sementara tujuh orang anggota KPK lainnya yang terpisah, juga melakukan penggeledahan di kantor PT Sugriwa Agung milik tersangka Abdul Basid di jalan Antasari Barabai, sekitar pukul 12.30 Wita. Selang dua jam lebih atau pukul 15.15 wita, mereka langsung bergeser ke Rumah Sakit Damanhuri Barabai. Dari dua tempat ini KPK berhasil mengamankan 1 koper besar berwarna hitam, yang diduga berkas hasil penggeledahan.

 

Febri menjelaskan, dari hasil penggeledahan yang dilakukan sampai sore kemarin, tim menyita sejumlah dokumen-dokumen proyek pembangunan RSUD H. Damanhuri dan pencairan dana serta dokumen perusahaan yang terkait dengan perkara tersebut. Selain itu, tim juga mendapati sejumlah mobil mewah berbagai merek yang terparkir di garasi rumah bupati. 

 

”Untuk sejumlah mobil mewah, tim sedang mencermati di lapangan,” ujarnya. KPK belum bisa memastikan apakah mobil-mobil itu berkaitan dengan perkara suap tersebut. Namun, bila ada petunjuk bahwa mobil mewah tersebut diduga berasal dari hasil korupsi, komisi antirasuah tersebut dipastikan akan melakukan penyitaan. ”Sejauh ini yang disita dokumen-dokumen,” imbuh dia. 

 

Sebagaimana diberitakan, pasca operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (4/1), KPK langsung menahan Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif. Abdul ditetapkan sebagai tersangka lantaran terlibat dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan RSUD H. Damanhuri. Selain Abdul, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Yakni Ketua Kadin Barabai Fauzan Rifani, Dirut PT Sugriwa Agung Abdul Basit, serta Dirut PT Menara Agung Donny Witono.

 

Berdasar konstruksi perkara, besar kemungkinan suap itu merupakan inisiatif Abdul. Sejauh ini, dugaan komitmen fee dalam proyek RSUD H. Damanhuri sebanyak 7,5 persen atau setara Rp 3,6 miliar. Komitmen fee tersebut diberikan dalam dua tahap. Pertama terjadi pada rentang September-Oktober 2017 sebanyak Rp 1,8 miliar. Sedangkan kedua senilai Rp 1,8 miliar diberikan pada 3 Januari. Seluruh uang tersebut masuk ke rekening PT Sugriwa Agung.

 

Sementara itu, Wakil Bupati HST HA Chairansyah didampingi Sekda Akhmad Tamzil kepada wartawan mengatakan pihaknya memang dilibatkan oleh KPK untuk menyaksikan proses penggeledahan kali ini.

 

"Sekda yang menandatangi berita acara penggeledahan KPK ini. Saya memang datang terlambat karena masih ada acara keluarg, kami hanya dilibatkan untuk menyaksikan proses ini," ungkapnya.

 

Dia juga mengakui, dirinya juga  telah memerintahkan para staf mengantar berkas ke Jakarta. Berkas tersebut salah satunya mengenai gaji PNS yang tertunda. Dampaknya jika tidak ditandatangani, maka ribuan PNS akan mengalami keterlambatan gaji karena tidak bisa dicairkan.

 

Surat ini seharusnya ditandatangani sebelum penangkapan terjadi. Karena ada penangkapan lalu semua ini tertunda. Jadi ini bisa ditandatangani ditempat,"ungkapnya.

 

Sementara itu Ketua DPRD HST H Saban Effendi mengaku sudah berkomunikasi dengan Sekda HST H Ahmad Tamzil mengenai permasalahan gaji PNS ini. Sekda HST akan langsung berangkat ke Jakarta.

 

“Saya dan Sekda HST sempat berdiskusi mengenai gaji PNS yang terlambat ini. Arahnya yang pertama akan menemui Bupati terkait tandatangan tersebut. Jika tidak bisa karena proses hukum makan  Sekda akan ke Kemendagri langsung," jelasnya. 

 

 

Jabatan Ketua Partai tetap Aman

 

 

Sementara itu, meski Abdul Latif ditetapkan sebagai tersangka oleh  KPK, posisi Latif sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Kalsel, tetap kokoh. Hingga saat ini, partai politik besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu masih kompak dan belum bersikap mengganti Abdul Latif.

 

Hal ini ditegaskan Sekretaris DPW Partai Berkarya Kalsel, Panji Harja Wibiksana.  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya sudah menyampaikan secara lisan kepada dirinya, bahwa Abdul Latif tetap menjadi Ketua DPW.

 

“Saya tegaskan, pucuk pimpinan partai masih diemban oleh Abdul Latif. Tak ada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) dengan agenda pergantian ketua,” tegas Panji, Sabtu (6/1) kemarin.

 

Meski terpukul dengan kasus yang menjerat ketua mereka. Namun, menurutnya musibah ini pasti ada hikmah dibaliknya. “Kami sendiri masih fokus dengan verifikasi faktual dari KPU. Tapi apa boleh buat, kami harus tetap jalan. DPP menginstruksikan selesaikan verifikasi demi lolosnya Partai Berkarya di Pemilu 2019 mendatang,” terangnya.

 

Abdul Latif ditunjuk menjadi Ketua DPW setelah pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Berkarya di Hotel Cosmo Amarossa, di Jakarta, 22-24 Januari 2017 lalu. Untuk diketahui, Latif sebelumnya merupakan kader Partai Golkar. Bahkan dia terpilih menjadi anggota DPRD Kalsel melalui partai berlambang pohon beringin itu di pemilihan legislatif 2014 lalu.

 

Tak sempat menyelesaikan amanah menjadi anggota DPRD. Dia diusung Partai Golkar menjadi calon Bupati HST pada Pilkada 2015-2020. Di Pilkada itu, Latif yang bepasangan dengan Chairansyah menang telak atas petahana dengan meraih 60,39 persen suara masyarakat HST.

 

Ketika itu, Latif meraih kemenangan besar di 10 kecamatan dari 11 Kecamatan di HST. Dia hanya kalah di satu kecamatan, yakni Haruyan yang merupakan tempat kelahiran petahana, Harun Nurasid.

 

Bahkan, di Kecamatan Batangalai, yang meliputi Batangalai Selatan (BAS), Batangalai Timur (BAT), Batangalai Utara (BAU) dan Limpasu, yang merupakan basis calon wakil Harun, Latif juga meraih kemenangan besar. Di Kecamatan BAS dia meraih 8.392. Penyumbang kemenangan Latif lainnya, adalah Kecamatan Barabai, Batangalai Utara, dan Pandawan.

 

Kurang lebih satu tahun usai terpilih dan dilantik oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada 17 Februari 2016 lalu di halaman kantor gubernur Kalsel di Banjarmasin sebagai Bupati HST, Latif berlabuh ke Partai Berkarya.


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:40

Lapas Kelebihan Kapasitas, Dewan: Pisahkan Bandar Narkoba dan Pengguna

BANJARMASIN - Persoalan kelebihan kapasitas di dalam Lembaga Pemasyarakat (Lapas) tak kunjung bisa diselesaikan.…

Selasa, 18 September 2018 15:52

Duel Adu Kuat dengan Adik Ipar, Ilyas Akhirnya Terkapar Bersimbah Darah

BANJARMASIN-M Ilyas (40) akhirnya meregang nyawa setelah duel satu lawan satu dengan Fazri (43) warga…

Selasa, 18 September 2018 10:53

Ibnu Minta Satpol PP Back Up BNN Berantas Narkoba

SATUAN polisi pamong praja dituntut untuk membantu aparat. Apakah itu kepolisian atau BNN (Badan Narkotika…

Selasa, 18 September 2018 10:08

Pencari Barang Bekas Temukan Mayat Tinggal Tengkorak di Bibir Pantai

PELAIHARI - Tak Disangka, berniat ingin mencari barang bekas di sekitar bibir pantai, Jamal alias Rambo…

Selasa, 18 September 2018 10:05

Sebulan Diburu, Jambret ini Akhirnya Berhasil Diringkus

BANJARMASIN - Kerja keras selama sebulan, akhirnya berbuah manis. Personel Opsnal Polsekta Banjarmasin…

Selasa, 18 September 2018 09:58

Hery Sasmita Peluk Erat H Jainuri Saat Pemeriksaan

MARABAHAN - Pengadilan Negeri Marabahan menggelar Pemeriksaan Setempat (PS) kasus pemukulan yang dilakukan…

Senin, 17 September 2018 13:03

NGERII..!! Orang Gila Mengamuk di PAUD, Begini Kejadiannya

BATULICIN - Warga sekitar lingkungan PAUD Ikhlas Membangun di Desa Sungai Danau Kecamatan Satui, mendadak…

Senin, 17 September 2018 12:59

Dibom 31 Kali Setiap Hari, Pilot Heli Sampai Geleng-Geleng

Guntung Damar, Landasan Ulin, Banjarbaru selalu menjadi medan perang antara api dan pemadam. Api tak…

Senin, 17 September 2018 11:53

Asik Mabuk, Tiga Remaja Diamankan

BANJARBARU - Meski masih tergolong anak di bawah umur, ironisnya tiga remaja berinisial AH, 14, NIR,…

Senin, 17 September 2018 10:05

Sisir Jalan Dianggap Rawan, Belasan Pemuda Mabuk Dijaring

BANJARMASIN - Belasan pemuda terjaring operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar jajaran Polsekta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .