MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 08 Januari 2018 13:21
Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah
KREATIF: Moses tak hanya memahat. Tapi juga melukis. Karyanya sudah terjual hingga luar negeri.

PROKAL.CO,  

Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses. Seperti halnya Moses Foresto seniman pahat asal Kota Banjarmasin.

ENDANG, Banjarmasin.


Sejak SD, Moses sudah senang melihat orang memahat. Kala itu sang ayah sering mengajaknya pergi ke pedalaman Kalimantan Tengah. Di sana dia kerap melihat warga yang sedang melakukan aktivitas memahat.

Dari sanalah awal mula hobi memahat Moses muncul. Ketika kelas 4 SD dia dihadiahi sang ayah (Widagdo) sebilah pahat. Pria kelahiran 23 Oktober 1968 itupun mulai menuangkan kreativitas. Medianya, kursi dan meja di rumah. Untungnya kedua orang tua tak pernah marah

“Ayah malah menyalurkan bakat saya, itu didikan ayah yang paling berkesan. Kalau dimarahi mungkin tidak seperti ini jadinya,” tutur Moses.

Latihan rutin membuat Moses makin matang dalam seni pahat. Dia juga tak segan bertanya pada pemahat senior. Termasuk ayahnya sendiri. Terutama soal kayu.

Jenis kayu apa yang bagus dipahat? Agatis Gading (Agathis alba) dan Meranti (Shorea spp), kayu Jati (Tectona grandis) serta Cempaka (Michelia champaka). Kayunya berserat lurus dan halus kompak. Kuat tidak mudah pecah atau sempal. Warna dan teksturnya indah. Mudah dihaluskan dan awet alami dan tak mudah busuk atau diserang bubuk.

Kini hobinya itu sudah menjelma menjadi bisnis. Dimulai sejak 15 tahun silam. Tepatnya semenjak usaha batubara di Kalsel mulai turun. Yap, sebelumnya Moses adalah salah satu karyawan di sebuah perusahaan batubara.

Kualitas pahatan Moses tak diragukan lagi. Karyanya sudah dibeli orang dari berbagai daerah. Bahkan luar negeri. Sebut saja seperti Malaysia, Singapura dan Chili.

Untuk tahun ini saja sudah ada 300 karya yang terjual. Harganya bervariasi. Berkisar antara ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tergantung tingkat kesulitan. “Ini hobi yang dijadikan bisnis. Hasilnya bagus meski awalnya penuh perjuangan,” tutur suami dari Ester Vemy Tundugi tersebut.

Kiprah Moses dalam dunia pahat memang lebih banyak di pulau Jawa. Sebab, di Kalsel peminatnya masih kurang. Dia sering mengikuti berbagai pameran. Seperti di Malang, Jogja dan Semarang.

“Bagi pemahat muda di Kalsel jangan mudah menyerah, tunjukan kalau kamu bisa. Berkesenian, harus punya etos kerja kuat dan etika tinggi. Dari situ timbul disiplin, kerja keras, keindahan dan akhirnya proses yang baik dan menyenangkan pasti menghasilkan karya yang menyenangkan pula,” tutur Moses.

Baginya, seniman harus berani melebarkan sayap. Supaya lebih matang dan bisa bersaing. “Ikuti pameran-pameran di Jawa, gunakan pemasaran secara online dengan maksimal, sehingga karya dikenal oleh orang,” sarannya. (ma/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:55

Kisah Subur, Raja Pengamen di Pasar Lama

Jangan pandang remeh pengamen jalanan. Di balik penampilan dekil dan lusuh, tidak sedikit yang menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .