MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 08 Januari 2018 13:21
Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah
KREATIF: Moses tak hanya memahat. Tapi juga melukis. Karyanya sudah terjual hingga luar negeri.

PROKAL.CO,  

Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses. Seperti halnya Moses Foresto seniman pahat asal Kota Banjarmasin.

ENDANG, Banjarmasin.


Sejak SD, Moses sudah senang melihat orang memahat. Kala itu sang ayah sering mengajaknya pergi ke pedalaman Kalimantan Tengah. Di sana dia kerap melihat warga yang sedang melakukan aktivitas memahat.

Dari sanalah awal mula hobi memahat Moses muncul. Ketika kelas 4 SD dia dihadiahi sang ayah (Widagdo) sebilah pahat. Pria kelahiran 23 Oktober 1968 itupun mulai menuangkan kreativitas. Medianya, kursi dan meja di rumah. Untungnya kedua orang tua tak pernah marah

“Ayah malah menyalurkan bakat saya, itu didikan ayah yang paling berkesan. Kalau dimarahi mungkin tidak seperti ini jadinya,” tutur Moses.

Latihan rutin membuat Moses makin matang dalam seni pahat. Dia juga tak segan bertanya pada pemahat senior. Termasuk ayahnya sendiri. Terutama soal kayu.

Jenis kayu apa yang bagus dipahat? Agatis Gading (Agathis alba) dan Meranti (Shorea spp), kayu Jati (Tectona grandis) serta Cempaka (Michelia champaka). Kayunya berserat lurus dan halus kompak. Kuat tidak mudah pecah atau sempal. Warna dan teksturnya indah. Mudah dihaluskan dan awet alami dan tak mudah busuk atau diserang bubuk.

Kini hobinya itu sudah menjelma menjadi bisnis. Dimulai sejak 15 tahun silam. Tepatnya semenjak usaha batubara di Kalsel mulai turun. Yap, sebelumnya Moses adalah salah satu karyawan di sebuah perusahaan batubara.

Kualitas pahatan Moses tak diragukan lagi. Karyanya sudah dibeli orang dari berbagai daerah. Bahkan luar negeri. Sebut saja seperti Malaysia, Singapura dan Chili.

Untuk tahun ini saja sudah ada 300 karya yang terjual. Harganya bervariasi. Berkisar antara ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tergantung tingkat kesulitan. “Ini hobi yang dijadikan bisnis. Hasilnya bagus meski awalnya penuh perjuangan,” tutur suami dari Ester Vemy Tundugi tersebut.

Kiprah Moses dalam dunia pahat memang lebih banyak di pulau Jawa. Sebab, di Kalsel peminatnya masih kurang. Dia sering mengikuti berbagai pameran. Seperti di Malang, Jogja dan Semarang.

“Bagi pemahat muda di Kalsel jangan mudah menyerah, tunjukan kalau kamu bisa. Berkesenian, harus punya etos kerja kuat dan etika tinggi. Dari situ timbul disiplin, kerja keras, keindahan dan akhirnya proses yang baik dan menyenangkan pasti menghasilkan karya yang menyenangkan pula,” tutur Moses.

Baginya, seniman harus berani melebarkan sayap. Supaya lebih matang dan bisa bersaing. “Ikuti pameran-pameran di Jawa, gunakan pemasaran secara online dengan maksimal, sehingga karya dikenal oleh orang,” sarannya. (ma/nur)


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 10:28

Cerita Pemain Pantonim Cilik Asal Banjarbaru

Tidak terbersit bakal menjadi pemain pantomim. Sekarang, Rizky begitu mencintai…

Rabu, 19 Desember 2018 09:45

Hidup Mandiri Agar Dewasa Bisa Jadi Tentara

Muhammad Ramadhan selalu ceria. Ia gampang tersenyum dan tertawa. Tapi…

Selasa, 18 Desember 2018 12:40

Perjuangan Rosyadi Mengenalkan Gua Limbuhang Haliau ke Publik Wisata

Sepekan usai Muhammad Rosyadi beserta sejumlah pemuda desa meresmikan objek…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .