MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 08 Januari 2018 13:21
Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah
KREATIF: Moses tak hanya memahat. Tapi juga melukis. Karyanya sudah terjual hingga luar negeri.

PROKAL.CO,  

Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses. Seperti halnya Moses Foresto seniman pahat asal Kota Banjarmasin.

ENDANG, Banjarmasin.


Sejak SD, Moses sudah senang melihat orang memahat. Kala itu sang ayah sering mengajaknya pergi ke pedalaman Kalimantan Tengah. Di sana dia kerap melihat warga yang sedang melakukan aktivitas memahat.

Dari sanalah awal mula hobi memahat Moses muncul. Ketika kelas 4 SD dia dihadiahi sang ayah (Widagdo) sebilah pahat. Pria kelahiran 23 Oktober 1968 itupun mulai menuangkan kreativitas. Medianya, kursi dan meja di rumah. Untungnya kedua orang tua tak pernah marah

“Ayah malah menyalurkan bakat saya, itu didikan ayah yang paling berkesan. Kalau dimarahi mungkin tidak seperti ini jadinya,” tutur Moses.

Latihan rutin membuat Moses makin matang dalam seni pahat. Dia juga tak segan bertanya pada pemahat senior. Termasuk ayahnya sendiri. Terutama soal kayu.

Jenis kayu apa yang bagus dipahat? Agatis Gading (Agathis alba) dan Meranti (Shorea spp), kayu Jati (Tectona grandis) serta Cempaka (Michelia champaka). Kayunya berserat lurus dan halus kompak. Kuat tidak mudah pecah atau sempal. Warna dan teksturnya indah. Mudah dihaluskan dan awet alami dan tak mudah busuk atau diserang bubuk.

Kini hobinya itu sudah menjelma menjadi bisnis. Dimulai sejak 15 tahun silam. Tepatnya semenjak usaha batubara di Kalsel mulai turun. Yap, sebelumnya Moses adalah salah satu karyawan di sebuah perusahaan batubara.

Kualitas pahatan Moses tak diragukan lagi. Karyanya sudah dibeli orang dari berbagai daerah. Bahkan luar negeri. Sebut saja seperti Malaysia, Singapura dan Chili.

Untuk tahun ini saja sudah ada 300 karya yang terjual. Harganya bervariasi. Berkisar antara ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tergantung tingkat kesulitan. “Ini hobi yang dijadikan bisnis. Hasilnya bagus meski awalnya penuh perjuangan,” tutur suami dari Ester Vemy Tundugi tersebut.

Kiprah Moses dalam dunia pahat memang lebih banyak di pulau Jawa. Sebab, di Kalsel peminatnya masih kurang. Dia sering mengikuti berbagai pameran. Seperti di Malang, Jogja dan Semarang.

“Bagi pemahat muda di Kalsel jangan mudah menyerah, tunjukan kalau kamu bisa. Berkesenian, harus punya etos kerja kuat dan etika tinggi. Dari situ timbul disiplin, kerja keras, keindahan dan akhirnya proses yang baik dan menyenangkan pasti menghasilkan karya yang menyenangkan pula,” tutur Moses.

Baginya, seniman harus berani melebarkan sayap. Supaya lebih matang dan bisa bersaing. “Ikuti pameran-pameran di Jawa, gunakan pemasaran secara online dengan maksimal, sehingga karya dikenal oleh orang,” sarannya. (ma/nur)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .