MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 09 Januari 2018 14:32
FKH Banjarmasin Tak Gentar Menanam Rambai di Tengah Kota
Hasan Zainuddin

PROKAL.CO, Gbo Green bukan sekadar kaos oblong bertema lingkungan. Atau kemana-mana pakai sepatu gunung. Ini menyangkut kerja yang tak menuntut upah atau mencari pujian.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

MELINTASI Jembatan Pangeran, menengok ke bawah, Anda akan melihat pohon-pohon muda tertanam rapi di bantaran Sungai Kuin. Itu bukan sembarang pohon. Melainkan bibit Rambai.

Rambai lazim tumbuh di tengah Mangrove. Tumbuh subur di lahan rawa yang rentan terendam pasang-surut air. Agak nekat, mengingat ditanam di pusat kota yang padat. Tempo doeloe, Rambai memang pernah menutupi dataran Banjarmasin.

Namun, banyak yang ditebang demi derap pembangunan. Atau mati perlahan karena keracunan. Menahan air sungai yang terus dilimpahi dengan sampah dan limbah industri.

Bagi Urang Banjar, tanaman dengan nama latin Baccaurea Motleyana itu lekat dengan Bekantan. Maklum, Rambai adalah menu favorit maskot kebanggaan Kalsel tersebut.

Lantas, siapa yang menanamnya? Jawabnya bukan dia, melainkan mereka. Sebab, penanaman ini bukan kerja perseorangan. Ini hasil kerja relawan dari Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin.

Koordinatornya, Hasan Zainuddin menceritakan, upaya penanaman Rambai dan Bakau tidak selalu mulus. "Pernah kami menanam 40 bibit Bakau di Sungai Martapura, kawasan taman Siring Pierre Tendean. Semuanya mati," ujarnya lirih.

Pohon-pohon Bakau yang begitu berharga itu keburu mati. Lantaran tak sanggup menahan hantaman gelombang dari kelotok wisata dan speed boat yang lalu lalang di sungai. "Pada kondisi pasang, airnya juga terlalu dalam. Jadi tenggelam," imbuh Hasan.

Jika Rambai menjadi habitat berharga Bekantan, maka Bakau bermanfaat menahan abrasi. Atau pengikisan daratan akibat gempuran air laut atau endapan lumpur dari hulu. Bakau juga sanggup menahan intrusi, masuknya air asin ke air tawar.

Namanya juga usaha, tentu bukan hanya kisah sedih yang Hasan punya. Selain di Sungai Kuin, pohon-pohon Bakau yang masih bertahan hidup juga ada di Sungai Kerokan, Jalan Jafri Zamzam.

"Juga bagus untuk ikan sungai. Tempat ikan mencari makan. Atau tempat pemijahan untuk berkembang biak," jelas pecinta Anggrek ini.

FKH juga pernah menanam seribu bibit pohon Rambai di perbatasan Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, Aluh Aluh. Penanaman digelar bareng Sat Polair Banjarmasin. Lantaran pohon-pohon Rambai lama hancur karena dihantam gelombang dari lalu-lalang tongkang batubara.

Syarat untuk bergabung dalam aksi FKH tidak njelimet. "Yang penting tulus, ayo! Tidak mengejar upah, tidak mencari pujian," tegasnya.

Pernyataannya agak keras. Maklum, Hasan agak trauma. Melihat rekan aktivis lingkungan yang dicibirnya sebagai tukang ketik proposal.

"Makanya kami senang kerja bareng mahasiswa. Entah aktivitas pecinta alam atau bukan. Mereka muda, semangat dan idealis," imbuhnya.

Selain aksi penanaman, FKH juga rajin gowes bareng. Atau naik kelotok ramai-ramai. Mencari bibit-bibit pohon langka. Yang dulu pernah memenuhi dataran Banjarmasinm, tapi kini langka karena dibabat derap pembangunan.

"Kemarin kami ke Kuin Kacil. Disitu melihat buah Nipah. Pernah lihat? Wah, ini buah langka," ujarnya bersemangat. Setiap temuan, didokumentasikan dalam foto dan video, guna disebarkan via Facebook.

Sekarang, FKH sedang menyiapkan aksi penanaman di Handil Bakti, daerah Kabupaten Barito Kuala yang berbatasan dengan Banjarmasin. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…

Jumat, 05 Januari 2018 11:46

Bripda Anna Meirina, Polwan yang Aktif di Dunia Olahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam hidup manusia. Pastinya bikin sehat jasmani dan rohani. Lebih dari…

Rabu, 03 Januari 2018 12:40

Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

“Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin.…

Selasa, 02 Januari 2018 14:36

Cerita Sukses Psikolog Muda, Sekolah Psikolog Untuk Bantu Orang Sakit

Untuk mencapai kesuksesan tak harus menunggu tua. Kerja keras! Itu menjadi kunci utama. Hal itulah yang…

Jumat, 29 Desember 2017 15:40

Kisah-Kisah di Balik Penerjemahan Alquran Berbahasa Banjar

Bolehkah memakai kata ganti sidin untuk Allah? Apakah maha punya padanan kata dalam Bahasa Banjar? Pertanyaan-pertanyaan…

Jumat, 29 Desember 2017 15:23

Ini Pesan Buya Yahya di Masjid Agung Al Munawwarah

Masjid Agung Al Munawwarah, Kamis (28/12) kemarin dipadati ratusan jemaah. Kedatangan mereka untuk mendengarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .