MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 09 Januari 2018 14:32
FKH Banjarmasin Tak Gentar Menanam Rambai di Tengah Kota
Hasan Zainuddin

PROKAL.CO, Gbo Green bukan sekadar kaos oblong bertema lingkungan. Atau kemana-mana pakai sepatu gunung. Ini menyangkut kerja yang tak menuntut upah atau mencari pujian.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

MELINTASI Jembatan Pangeran, menengok ke bawah, Anda akan melihat pohon-pohon muda tertanam rapi di bantaran Sungai Kuin. Itu bukan sembarang pohon. Melainkan bibit Rambai.

Rambai lazim tumbuh di tengah Mangrove. Tumbuh subur di lahan rawa yang rentan terendam pasang-surut air. Agak nekat, mengingat ditanam di pusat kota yang padat. Tempo doeloe, Rambai memang pernah menutupi dataran Banjarmasin.

Namun, banyak yang ditebang demi derap pembangunan. Atau mati perlahan karena keracunan. Menahan air sungai yang terus dilimpahi dengan sampah dan limbah industri.

Bagi Urang Banjar, tanaman dengan nama latin Baccaurea Motleyana itu lekat dengan Bekantan. Maklum, Rambai adalah menu favorit maskot kebanggaan Kalsel tersebut.

Lantas, siapa yang menanamnya? Jawabnya bukan dia, melainkan mereka. Sebab, penanaman ini bukan kerja perseorangan. Ini hasil kerja relawan dari Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin.

Koordinatornya, Hasan Zainuddin menceritakan, upaya penanaman Rambai dan Bakau tidak selalu mulus. "Pernah kami menanam 40 bibit Bakau di Sungai Martapura, kawasan taman Siring Pierre Tendean. Semuanya mati," ujarnya lirih.

Pohon-pohon Bakau yang begitu berharga itu keburu mati. Lantaran tak sanggup menahan hantaman gelombang dari kelotok wisata dan speed boat yang lalu lalang di sungai. "Pada kondisi pasang, airnya juga terlalu dalam. Jadi tenggelam," imbuh Hasan.

Jika Rambai menjadi habitat berharga Bekantan, maka Bakau bermanfaat menahan abrasi. Atau pengikisan daratan akibat gempuran air laut atau endapan lumpur dari hulu. Bakau juga sanggup menahan intrusi, masuknya air asin ke air tawar.

Namanya juga usaha, tentu bukan hanya kisah sedih yang Hasan punya. Selain di Sungai Kuin, pohon-pohon Bakau yang masih bertahan hidup juga ada di Sungai Kerokan, Jalan Jafri Zamzam.

"Juga bagus untuk ikan sungai. Tempat ikan mencari makan. Atau tempat pemijahan untuk berkembang biak," jelas pecinta Anggrek ini.

FKH juga pernah menanam seribu bibit pohon Rambai di perbatasan Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, Aluh Aluh. Penanaman digelar bareng Sat Polair Banjarmasin. Lantaran pohon-pohon Rambai lama hancur karena dihantam gelombang dari lalu-lalang tongkang batubara.

Syarat untuk bergabung dalam aksi FKH tidak njelimet. "Yang penting tulus, ayo! Tidak mengejar upah, tidak mencari pujian," tegasnya.

Pernyataannya agak keras. Maklum, Hasan agak trauma. Melihat rekan aktivis lingkungan yang dicibirnya sebagai tukang ketik proposal.

"Makanya kami senang kerja bareng mahasiswa. Entah aktivitas pecinta alam atau bukan. Mereka muda, semangat dan idealis," imbuhnya.

Selain aksi penanaman, FKH juga rajin gowes bareng. Atau naik kelotok ramai-ramai. Mencari bibit-bibit pohon langka. Yang dulu pernah memenuhi dataran Banjarmasinm, tapi kini langka karena dibabat derap pembangunan.

"Kemarin kami ke Kuin Kacil. Disitu melihat buah Nipah. Pernah lihat? Wah, ini buah langka," ujarnya bersemangat. Setiap temuan, didokumentasikan dalam foto dan video, guna disebarkan via Facebook.

Sekarang, FKH sedang menyiapkan aksi penanaman di Handil Bakti, daerah Kabupaten Barito Kuala yang berbatasan dengan Banjarmasin. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 10:28

Cerita Pemain Pantonim Cilik Asal Banjarbaru

Tidak terbersit bakal menjadi pemain pantomim. Sekarang, Rizky begitu mencintai…

Rabu, 19 Desember 2018 09:45

Hidup Mandiri Agar Dewasa Bisa Jadi Tentara

Muhammad Ramadhan selalu ceria. Ia gampang tersenyum dan tertawa. Tapi…

Selasa, 18 Desember 2018 12:40

Perjuangan Rosyadi Mengenalkan Gua Limbuhang Haliau ke Publik Wisata

Sepekan usai Muhammad Rosyadi beserta sejumlah pemuda desa meresmikan objek…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .