MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 09 Januari 2018 15:09
Karyawan Tambang Bijih Besi Mengadu ke DPRD Kotabaru

Mengaku Takut Di-PHK karena Izin PT Silo Terkendala

KURANG DATA: Suasana hearing para karyawan tambang bijih besi dengan anggota DPRD Kotabaru, Senin (8/1) siang kemarin. Foto ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Karyawan perusahaan tambang bijih besi di Pulau Sebuku sedang kebat-kebit. Perusahaan mengeluarkan pengumuman bahwa izin korporasi sedang terkendala. Bagi mereka ini artinya hanya satu: karyawan bisa di -PHK?

ZALYAN SHODIQIN ABDI, Kotabaru

"Ada tiga ratus tenaga kerja lokal kontrak di Sebuku yang terancam putus kontrak. Perusahaan bilang izin lagi ada masalah," kata Ketua SP PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO), Bahrudin di hadapan anggota DPRD Kotabaru, Senin (8/1) siang kemarin.

Bahrudin datang ke dewan bersama beberapa warga dan kepala desa. Pada tanggal 18 Desember tadi Bahrudin sudah bersurat ke DPRD meminta hearing (dengar pendapat) terkait masalah perizinan PT SILO.

Bahrudin memaparkan, baru-baru tadi PT SILO di Pulau Sebuku mengeluarkan pengumuman. Isinya izin perusahaan ada masalah di Distamben Provinsi Kalsel. Jika izin itu tidak kelar, maka perusahaan terpaksa memutus kontrak kerja atau PHK.

"Sudah sejak November tadi perusahaan tidak ada kegiatan," ucapnya.

Sebutnya, ini kali ke dua perusahaan tambang bijih besi terbesar di Banua mengalami guncangan. Kali pertama di era tahun 2013 sampai 2015. Saat itu pemerintah pusat memberlakukan aturan bahwa perusahaan tidak boleh ekspor bahan mentah, harus diolah dulu dengan smelter.

"Waktu itu ada seratus yang di-PHK, dan ada seratusan juga dirumahkan," ungkapnya.

Dan yang ke dua ini akunya berdampak lebih besar lagi, karena perusahaan tidak bisa melakukan kegiatan. "Semua bantuan ke warga dari perusahaan sudah stop," kata Haji Amin warga Sebuku yang hadir saat itu.

Amin mengatakan, selama ini perusahaan memberikan banyak andil di Sebuku. Misalnya jika ada nikahan, maka PT SILO akan bantu daya listrik dan sound system. "Awal masuk perusahaan tahun 2004 yang punya sepeda motor bisa dihitung, sekarang sudah banyak punya," kata Amin

Amin berharap anggota DPRD bisa memberikan solusi. Karena sebutnya, perputaran uang dari para karyawan lumayan tinggi. "Mereka rata-rata gajinya Rp5 juta. Kalau 250 karyawan saja, sudah dua koma lima miliar perputaran uang," paparnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sungai Bali Pulau Sebuku, Abdul Sahid. Warga Pulau Sebuku kata dia sangat bergantung dengan aktivitas perusahaan. Beberapa bisnis warga bergantung di sana, seperti bisnis rumah kontrakan dan lainnya.

Sayangnya saat itu mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan izin PT SILO. DPRD Kotabaru sudah mengundang perusahaan namun tidak hadir. Sempat terlihat Humas SILO Budi Suryadi di Gedung DPRD tapi tidak terlihat ikut dalam hearing.

Anggota DPRD Genta Kusan menyesalkan tidak adanya hadir perwakilan perusahaan. Sehingga hearing terkesan kekurangan informasi dan data.

Pun begitu dia mengatakan, agar warga dan pejabat di Sebuku juga mulai sekarang berinovasi. Karena tambang cepat atau lambat akan tutup. "Semua akan musnah. Jadi coba juga warga tanya sisa berapa deposit tambangnya. Supaya bisa merencanakan ke depan bagaimana," sarannya.

Sementara itu anggota DPRD lainnya, Arbani mengatakan masalah perizinan tambang sekarang semua sudah wewenang Distamben Kalsel. Daerah tidak memiliki lagi wewenang itu. "Apakah izin habis karena pertimbangan Sebuku itu pulau kecil, kita juga tidak tahu, itu ada di Distamben Provinsi," paparnya.

Usai hearing, Ketua DPRD Alfisah kepada wartawan mengatakan, dalam waktu dekat rapat kerja akan dikakukan komisi terkait. Mencari tahu apa yang terjadi. "Kalau sudah nanti kita gelar hearing lagi," katanya.

Mengenai PT SILO dia mengatakan, perusahaan ada berkirim surat resmi kalau mereka tidak bisa hadir saat itu. "Ada suratnya. Nanti kita undang lagi mereka."

Dari informasi SP PT SILO, jumlah karyawan di Sebuku sekarang berkisar 900 orang. Tiga ratusnya adalah karyawan kontrak yang merupakan warga lokal. Juga ada tiga ratus karyawan tetap, lokal dan dari luat daerah. Sisanya adalah para pekerja yang merupakan kontraktor perusahaan.

Masih dari data SP, Perusahaan masuk ke Sebuku di akhir 2003. Puncak kejayaan perusahaan ini di era tahun 2006. Saat itu hampir dua ribu pekerjanya. Semakin ke sini geliat bisnis terlihat turun. Salah satunya adalah jatuhnya harga bijih besi di pasar dunia.

Kadistamben Kalsel, Isharwanto, dihubungi via seluler mengatakan, tidak ada masalah izin PT SILO di Sebuku. "Gak ada di kita. Itu sepertinya izin pinjam pakai kawasan. Kalau itu di Kehutanan," ujarnya.

Sayang sampai saat berita ini diturunkan, Kadishut Kalsel Hanif Faisol belum memberikan keterangan. Dia sempat membalas pesan wartawan jika sedang berada di perjalanan, dan akan memberikan keterangan nanti.

Begitu juga dengan Dirut PT SILO Henry Yulianto juga belum memberikan keterangan. Pesan wartawan tidak dibalas, dan dihubungi kemudian juga belum merespons. (zal/by/ran)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2018 06:41
Parlementaria Banjarbaru

DPRD: Santri di Banjarbaru Harus Melek Politik

BANJARBARU -- Hari Santri Nasional ditetapkan sebagai wujud pengakuan Pemerintah terhadap peran besar…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:38
Berita Banjarbaru

Bersih-bersih Sekaligus Deklarasikan Kampanye Damai

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama istrinya Ririen Nadjmi Adhani, Sabtu (20/10)…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:32
Berita Tanah Bumbu

Susun APBD, ini Formula Rahasia Keuangan Pemkab Tanbu

BATULICIN - Saat ini, Pemkab Tanbu memasuki masa penyusunan APBD.  Di titik inilah bagaimana pemerintah…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:27
Berita Tanah Bumbu

Hebat, Tanbu Mendapat Anugerah KASN 2018

BATULICIN - Pemkab Tanbu kembali menorehkan prestasi di tingkat Nasional dengan memboyong penghargaan…

Selasa, 23 Oktober 2018 20:03

Jangan Pasang Poster Politik Sembarang Tempat

BANJARMASIN – Berbagai atribut kampanye mulai menghiasi sudut kota. Sayangnya, semua terkesan…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:52

Rawan Penyimpangan, Dana Kelurahan Masih Tarik Ulur Ditahun Politik

BANJARMASIN - Pencairan dana kelurahan akan dimulai tahun depan. Anggaran sebesar Rp 3 triliun pun sudah…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:47

Pengumuman Hasil Tes CPNS Diundur

BANJARMASIN - Batas akhir pengumuman kelulusan seleksi administrasi rekrutmen CPNS sejatinya Minggu…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:44

Waduh, Ribuan Pelamar CPNS di Kalsel Gugur Gara-gara ini

BANJARMASIN - Sebanyak 1.354 pelamar gugur dalam seleksi administrasi rekruitmen CPNS Pemprov Kalsel.…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:31

Pedagang Pasar Bauntung Bantah Tudingan Sekda Banjarbaru

BANJARBARU - Polemik soal rencana relokasi pasar Bauntung Banjarbaru belum juga sirna. Sebagian pedagang…

Selasa, 23 Oktober 2018 16:01

PAUD Amalia Belajar Mengenal Tanaman di SMK Pertanian Banjarbaru

BANJARBARU -Usia dini khususnya bagi anak-anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) merupakan usia tumbuh kembang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .