MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 09 Januari 2018 15:09
Karyawan Tambang Bijih Besi Mengadu ke DPRD Kotabaru

Mengaku Takut Di-PHK karena Izin PT Silo Terkendala

KURANG DATA: Suasana hearing para karyawan tambang bijih besi dengan anggota DPRD Kotabaru, Senin (8/1) siang kemarin. Foto ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Karyawan perusahaan tambang bijih besi di Pulau Sebuku sedang kebat-kebit. Perusahaan mengeluarkan pengumuman bahwa izin korporasi sedang terkendala. Bagi mereka ini artinya hanya satu: karyawan bisa di -PHK?

ZALYAN SHODIQIN ABDI, Kotabaru

"Ada tiga ratus tenaga kerja lokal kontrak di Sebuku yang terancam putus kontrak. Perusahaan bilang izin lagi ada masalah," kata Ketua SP PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO), Bahrudin di hadapan anggota DPRD Kotabaru, Senin (8/1) siang kemarin.

Bahrudin datang ke dewan bersama beberapa warga dan kepala desa. Pada tanggal 18 Desember tadi Bahrudin sudah bersurat ke DPRD meminta hearing (dengar pendapat) terkait masalah perizinan PT SILO.

Bahrudin memaparkan, baru-baru tadi PT SILO di Pulau Sebuku mengeluarkan pengumuman. Isinya izin perusahaan ada masalah di Distamben Provinsi Kalsel. Jika izin itu tidak kelar, maka perusahaan terpaksa memutus kontrak kerja atau PHK.

"Sudah sejak November tadi perusahaan tidak ada kegiatan," ucapnya.

Sebutnya, ini kali ke dua perusahaan tambang bijih besi terbesar di Banua mengalami guncangan. Kali pertama di era tahun 2013 sampai 2015. Saat itu pemerintah pusat memberlakukan aturan bahwa perusahaan tidak boleh ekspor bahan mentah, harus diolah dulu dengan smelter.

"Waktu itu ada seratus yang di-PHK, dan ada seratusan juga dirumahkan," ungkapnya.

Dan yang ke dua ini akunya berdampak lebih besar lagi, karena perusahaan tidak bisa melakukan kegiatan. "Semua bantuan ke warga dari perusahaan sudah stop," kata Haji Amin warga Sebuku yang hadir saat itu.

Amin mengatakan, selama ini perusahaan memberikan banyak andil di Sebuku. Misalnya jika ada nikahan, maka PT SILO akan bantu daya listrik dan sound system. "Awal masuk perusahaan tahun 2004 yang punya sepeda motor bisa dihitung, sekarang sudah banyak punya," kata Amin

Amin berharap anggota DPRD bisa memberikan solusi. Karena sebutnya, perputaran uang dari para karyawan lumayan tinggi. "Mereka rata-rata gajinya Rp5 juta. Kalau 250 karyawan saja, sudah dua koma lima miliar perputaran uang," paparnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sungai Bali Pulau Sebuku, Abdul Sahid. Warga Pulau Sebuku kata dia sangat bergantung dengan aktivitas perusahaan. Beberapa bisnis warga bergantung di sana, seperti bisnis rumah kontrakan dan lainnya.

Sayangnya saat itu mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan izin PT SILO. DPRD Kotabaru sudah mengundang perusahaan namun tidak hadir. Sempat terlihat Humas SILO Budi Suryadi di Gedung DPRD tapi tidak terlihat ikut dalam hearing.

Anggota DPRD Genta Kusan menyesalkan tidak adanya hadir perwakilan perusahaan. Sehingga hearing terkesan kekurangan informasi dan data.

Pun begitu dia mengatakan, agar warga dan pejabat di Sebuku juga mulai sekarang berinovasi. Karena tambang cepat atau lambat akan tutup. "Semua akan musnah. Jadi coba juga warga tanya sisa berapa deposit tambangnya. Supaya bisa merencanakan ke depan bagaimana," sarannya.

Sementara itu anggota DPRD lainnya, Arbani mengatakan masalah perizinan tambang sekarang semua sudah wewenang Distamben Kalsel. Daerah tidak memiliki lagi wewenang itu. "Apakah izin habis karena pertimbangan Sebuku itu pulau kecil, kita juga tidak tahu, itu ada di Distamben Provinsi," paparnya.

Usai hearing, Ketua DPRD Alfisah kepada wartawan mengatakan, dalam waktu dekat rapat kerja akan dikakukan komisi terkait. Mencari tahu apa yang terjadi. "Kalau sudah nanti kita gelar hearing lagi," katanya.

Mengenai PT SILO dia mengatakan, perusahaan ada berkirim surat resmi kalau mereka tidak bisa hadir saat itu. "Ada suratnya. Nanti kita undang lagi mereka."

Dari informasi SP PT SILO, jumlah karyawan di Sebuku sekarang berkisar 900 orang. Tiga ratusnya adalah karyawan kontrak yang merupakan warga lokal. Juga ada tiga ratus karyawan tetap, lokal dan dari luat daerah. Sisanya adalah para pekerja yang merupakan kontraktor perusahaan.

Masih dari data SP, Perusahaan masuk ke Sebuku di akhir 2003. Puncak kejayaan perusahaan ini di era tahun 2006. Saat itu hampir dua ribu pekerjanya. Semakin ke sini geliat bisnis terlihat turun. Salah satunya adalah jatuhnya harga bijih besi di pasar dunia.

Kadistamben Kalsel, Isharwanto, dihubungi via seluler mengatakan, tidak ada masalah izin PT SILO di Sebuku. "Gak ada di kita. Itu sepertinya izin pinjam pakai kawasan. Kalau itu di Kehutanan," ujarnya.

Sayang sampai saat berita ini diturunkan, Kadishut Kalsel Hanif Faisol belum memberikan keterangan. Dia sempat membalas pesan wartawan jika sedang berada di perjalanan, dan akan memberikan keterangan nanti.

Begitu juga dengan Dirut PT SILO Henry Yulianto juga belum memberikan keterangan. Pesan wartawan tidak dibalas, dan dihubungi kemudian juga belum merespons. (zal/by/ran)


BACA JUGA

Minggu, 22 April 2018 12:28
BREAKING NEWS

CATAT..! Malam Ini Debat Kandidat Pilkada Tabalong

TANJUNG -Ingat malam debat kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tabalong. KPU setempat sudah…

Minggu, 22 April 2018 11:03
BREAKING NEWS

Ada 7.019 Nasi Kabuli Gratis di Murjani untuk Pecahkan MURI

BANJARBARU - Guna memperingati HUT ke-19 Kota Banjarbaru, Minggu (22/4) pagi ini digelar pemecahan…

Sabtu, 21 April 2018 11:39

Konsep Pasar Wadai di Banjarmasin Tahun ini Berbeda

BANJARMASIN - Soal konsep, Pasar Wadai pada Ramadhan Tahun 1439 Hijriyah ini takkan jauh berbeda dibanding…

Sabtu, 21 April 2018 11:37

PARAH..!! Taksi Online Jadi Korban Sweeping Lagi

BANJARMASIN - Aksi sweeping terhadap taksi online masih saja terjadi. Yang terbaru terjadi pada Kamis…

Sabtu, 21 April 2018 11:29

Lampu PJU di persimpangan R.O Ulin-Trikora Jadi 'Lampu Disko'

BANJARBARU – Sudah seminggu terakhir lampu penerangan jalan di persimpangan R.O Ulin-Trikora kedap-kedip.…

Sabtu, 21 April 2018 11:18

Bus Wisata dan Rumah Disabilitas di Banjarbaru Diresmikan

BANJARBARU - Acara puncak HUT ke-19 Banjarbaru, Jumat (20/4) kemarin digelar. Ada beberapa inovasi dan…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Warga Desa Kintapura Tuntut PT PKIS Hentikan Panen Sawit

PELAIHARI - Puluhan orang dari warga Desa Kintapura, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut (Tala) meminta…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Camat Sungai Loban Berpesan Jaga Persatuan dan Kesatuan

BATULICIN - Sampai saat ini, telah banyak prestasi yang diukir Kecamatan Sungai Loban, baik di tingkat…

Sabtu, 21 April 2018 10:12

Tanah Bumbu Book Fair Kembali Digelar

BATULICIN - Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Tanah Bumbu dan Pesta Adat Mappanretasi…

Sabtu, 21 April 2018 10:10

Wabup Tanbu Lepas Kontingen Peparpeda Tingkat Provinsi

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor melepas Kontingen Pekan Paralympic Pelajar Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .