MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 10 Januari 2018 15:27
Mengenal Pemeran Saranti Dalam Film Sejarah Perang Banjar

Tak Sengaja Ikut Casting

Nurbaiti Nasir

PROKAL.CO, Film Perang Banjar sudah ditayangkan beberapa waktu lalu. Yang menontonnya tentu ingat dengan sosok Saranti. Dia berani melawan tentara Belanda. Nah, perempuan pemberani itu diperankan oleh Nurbaiti Nasir. Siapakah dia, berikut ulasannya.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin.

Panggilan akrabnya Titi. Lahir 22 silam di Pandawan, Hulu Sungai Tengah. Dia adalah anak kedua pasangan Muhammad Nasir dan Nurhidayah.

Cewek berparas cantik itu menjadi buah bibir.  Dia sukses memerankan sosok Saranti dalam film Perang Banjar.  Merupakan anak Datu Aling, pejuang dari daerah Rantau.

Salah satu adegan, yakni saat Saranti dihadang serdadu Mersose Walanda.  Sosoknya begitu heroik. Meski ditodong senjata di dada, dia tetap tak gentar.  Bahkan berani melawan hanya dengan sebilah golok. Akhirnya, musuh pun berhasil dikalahkan.

Proses pengambilan gambar adegan perkelahian Saranti tak berjalan begitu saja. Untuk durasi 18 detik, Titi harus berakting berulang kali selama satu jam. Syuting berlangsung di Gunung Mawar, Desa Kiram, Kabupaten Banjar.

“Saya sempat terpeleset waktu berkelahi. Maklum, area syuting menjadi licin setelah diguyur hujan,” kenangnya.

Meski begitu, Titi merasa sangat senang dengan perannya. Dia begitu semangat. Apalagi, banyak hal lucu yang terjadi di lokasi syuting. Terutama saat berakting. Kesalahan menjadi hiburan tersendiri kala itu.

Titi tak cuma memeragakan adegan pertarungan. Ada scene berkesan lainnya. Yakni ketika Gusti Mat Said yang diperankan oleh Bayu Bastari meminang Saranti. Kala itu syuting berlatar air terjun Haratai Loksado, Hulu Sungai Selatan. Kala itu pengambilan adegan berlangsung sekitar setengah jam.

Dalam adegan tersebut , Titi mengenakan baju polos merah jambu dan sarung batik. Rambutnya dicepol dan make up minimalis. Mencerminkan sisi kelembutan seorang  Saranti. 

Riuh suara air terjun menemani percakapan mereka. “Ulun minta, pian bawakan tiga kepala Walanda”. Kalimat itu menjadi titik klimaks adegan. Ya, itulah syarat meminang yang dilontarkan Saranti kepada  Gusti Mat Said.

Kalimat tersebut rupanya menjadi perhatian netizen. Pasalnya untuk mendapatkan cinta, tak hanya cukup lewat rayuan saja. “Ada orang yang ngirim Instastory ketika aku ngucapin kalimat itu dalam film. Dengan keterangan video, sulitnya mencari cinta. Menurut aku lucu,” tutur Titi.

Komentar pujian juga membanjiri pemilik akun Instagram @titiananasir itu. 13 Desember 2017 lalu dia mengunggah potongan film Perang Banjar ke akun miliknya. Sekilas video menampilkan aksi Titi berkelahi.

“Alhamdulillah waktu posting video itu, teman-teman banyak yang nggak sabar ingin nonton,” ucapnya.

Kesuksesan Titi memerankan Saranti takkan berhasil tanpa kerja keras. Dia belajar menguasai naskah, olah vokal, hingga gerak tubuh selama satu pekan penuh.

Setiap hari dia mempelajari naskah dan praktik melafalkannya. Tak cuma di rumah, tapi saat ngumpul di Taman Budaya Banjarmasin.  Dia juga dibantu oleh teman-temannya.

Jauh sebelum itu, Titi sebenarnya tak pernah berniat ikut bermain dalam film Perang Banjar. Oktober 2017, dia hanya menemani teman untuk mengikuti casting. Namun, tanpa diduga namanya juga dipanggil saat audisi.

“Tau-tau namaku disebut. Ya sudah, coba ikutan buat rame-rame,” ucapnya. Rupanya ada teman yang diam-diam mendaftarkan Titi untuk ikut  casting.

Singkat cerita, nama Titi akhirnya diputuskan untuk memerankan sosok Saranti.

Titi ternyata sempat berniat mengundurkan diri dari film itu.  Dia kewalahan dengan jadwal yang bentrok. Namun, keluarga dan teman-teman berhasil membujuknya untuk bertahan.

Tantangan lainnya, masalah fisik dan pikiran. Dia harus menghadapi rasa lelah.  Begitu juga soal cuaca. Namun, hal itu tak membuatnya tumbang. Kebersamaan antar pemain, menjadi motivasi tersendiri untuk dirinya.  “Berangkat dan pulang syuting selalu ditemani pemeran Demang Lehman, Gusti Mat Said dan Gusti Mat Seman. Mereka sudah seperti kakak yang setia menjagaku seperti adiknya sendiri,” sebutnya.

1 Januari lalu, film itu dirilis. Penayangan perdana dilakukan di XXI Duta Mall Banjarmasin. Banyak yang tak menyangka Titi mampu memerankan sosok Saranti. Bahkan orang tuanya sendiri.  “Orang tua aku seakan tidak percaya bahwa anaknya bisa bertarung dan membuat orang terbunuh,” tuturya.

Ditanya apakah puas, Titi lantas menjawab tidak. Dia merasa masih harus belajar banyak soal seni peran. Apalagi cita-citanya menjadi pemain FTV dan layar lebar.

Titi merasa bangga. Dia menjadi bagian dari film sejarah Banjar tersebut. Apalagi Galuh HST 2015 itu juga bermain bersama aktor kenamaan, Egi Fedly. “Ini perdana main film, biasanya cuma di panggung teater,” ucap mahasiswi Fakultas Hukum ULM tersebut. Titi juga aktif sebagai anggota Sanggar Seni Teater Banjarmasin dan Forum Apresiasi Seni Fakultas Hukum ULM. (at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:55

Kisah Subur, Raja Pengamen di Pasar Lama

Jangan pandang remeh pengamen jalanan. Di balik penampilan dekil dan lusuh, tidak sedikit yang menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .