MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 11 Januari 2018 12:49
Kasus Penyelewengan Raskin, Kemendag dan Bulog No Comment
SIDAK BERAS: Ojak Simon Manurung (kanan) dari Kementerian Perdagangan menyidak operasi pasar beras Bulog di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, kemarin. Foto SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Tim gabungan Bulog dan Kementerian Perdagangan blusukan ke pasar-pasar tradisional di Banjarmasin, kemarin (10/1). Tak lama setelah terungkapnya kasus penyelewengan beras bersubsidi untuk rakyat miskin di Pelabuhan Trisakti.

Namun, Kabid Operasional dan Pelayanan Bulog Kalsel, Agus Setyawan Siregar buru-buru menepis keterkaitan itu. "Tidak. Tidak ada, itu urusan kepolisian," bantahnya.

Agus menegaskan, tujuan sidak adalah mengecek hasil operasi pasar yang digelar sejak Desember kemarin. Tak ada kaitannya dengan kasus tersebut. "Operasi ini kan mau diperpanjang sampai 31 Maret. Jadi Kemendag mau evaluasi," jelasnya.

Dalam operasi pasar ini, Bulog menggelontorkan beras kualitas medium dengan harga Rp8.100 per kilogram. Dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp9.859 per kilogram.

Sidak menyasar sejumlah pusat perdagangan sembako. Yang tersebar di Pasar Ahad, Pasar Sentra Antasari dan Pasar Lama.

Senada dengan jawaban Kemendag. Ditekankan, kasus itu sudah masuk ranah pidana dan penyelidikan kepolisian, Kemendag tak berwenang memberi komentar.

"Kalau berputar-putar di sekitaran Kalsel, tak apa. Yang tidak boleh kalau dijual keluar daerah," kata Ojak Simon Manurung dari Direktorat Tertib Niaga Kemendag.

Namun, Ojak cukup kaget dengan gaya berdagang beras di Banjarmasin. Beras dijual secara curah. Menggunakan harga satuan per liter, bukan kilogram.

Satu lagi yang membuatnya heran, beras Banjar yang memang belum memiliki kemasan dan label. "Ketika muncul masalah, jadi sulit ditelusuri," tukas Ojak.

Kasus ini berhasil diungkap Polda Kalsel, akhir pekan tadi. Dari sebuah kontainer di Trisakti, polisi menemukan 375 karung atau 18.750 kilogram beras. Yang diam-diam hendak dijual ke Surabaya.

Beras bersubsidi dengan label Bulog itu beralih kemasan untuk dijual kepada masyarakat sebagai beras reguler. Beras itu dibeli dari berbagai tempat berbeda selama Bulog menggelar operasi pasar.

Katanya Dikirim ke Perkebunan Sawit

JIKA Bulog dan Kemendag sepakat irit bicara, lain halnya dengan pedagang. Ansyari, penjual beras di Pasar Lama itu mengaku pernah digoda seorang kawan.

Beras operasi pasar Bulog dengan harga miring itu ditimbun. Kemudian dijual ke luar daerah. Ia dijanjikan keuntungan berlipat dari selisih harga beras bersubsidi tersebut.

Syukur, Ansyari masih sanggup menolak. "Saya merasa itu salah. Kan dilarang pemerintah. Kasihan juga sama pembeli," ujarnya.

Kabar yang ia dengar, beras Bulog itu hendak dijual lagi ke suatu daerah di luar Kalimantan. "Katanya buat dijual ke pemukiman buruh perkebunan sawit," sebutnya.

Ansyari tak heran jika ada pedagang yang tergoda. Di lapaknya, beras Bulog dijual dengan satuan liter, bukan kilogram. Tepatnya Rp6.500 per liter. Keuntungan yang ia peroleh Rp250. "Untungnya tidak seberapa," tukasnya.

Meski murah, tak bisa disebut laku. Sebab, favorit pembeli masih beras lokal. Seperti Unus atau Siam. Walaupun harganya lebih mahal, dari Rp7 ribu sampai Rp8.500 per liter.

"Untuk beras Bulog, dalam dua hari ini saya baru berhasil menjual enam liter," pungkasnya.

Sementara pedagang beras lainnya, Ardi dari Pasar Sentra Antasari, mengaku tak pernah mengalami hal serupa. Ia hanya mengetahui kasus ini dari pemberitaan di surat kabar.

"Saya cuma menjual beras Banjar dan Jawa. Semuanya saya ambil langsung dari Muara Kelayan," ujarnya.

Ardi mengiyakan jika ada beras-beras dengan jenis berbeda yang coba memasuki pasar. Namun, di tempatnya berdagang, Toko Sumber Rezeki, tidak tertarik membeli. "Iya, kadang ada ibu-ibu yang menawari beras jenis ini-itu. Enggak tertarik," tukasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 09:17
BREAKING NEWS

Malang..! Penumpang Kapal Berusia 60 Tahun, Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

BANJARMASIN - Penumpang Kapal KM Samudera 1 yang sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, ditemukan…

Rabu, 18 Juli 2018 15:34

Mantan Kades Penyeleweng Dana Desa di Balangan Akhirnya Divonis

BANJARMASIN – Rahmansyah diadili lantaran menyelewengkan anggaran dana desa. Mantan Kepala Desa…

Rabu, 18 Juli 2018 15:05

Pasutri Curi Uang Juragan Bawang di Pasar Harum Manis

BANJARMASIN - Pasangan suami istri yang sehari-sehari bekerja sebagai buruh serabutan di Pasar Harum…

Selasa, 17 Juli 2018 13:39

Gunakan Jalur Laut, 20 Kilo Sabu Gagal Beredar di Kalsel

BANJARMASIN – Para bandar narkoba selalu berubah-ubah modus setiap kali mengirimkan barang haram…

Selasa, 17 Juli 2018 12:57

Petani Karet di Karang Intan Diserang Beruang Madu, Begini Kronologinya

MARTAPURA – Warga Kecamatan Karang Intan, tepatnya Desa Sungai Alang,  kembali resah dengan…

Selasa, 17 Juli 2018 12:52

38 Kilo Lebih Sabu Dimusnahkan di Polda Kalsel

BANJARMASIN – Beberapa bulan terakhir,  jajaran Polda Kalsel banyak mengungkap kasus narkoba.…

Selasa, 17 Juli 2018 12:48

Ayah Setubuhi Anak Tiri Hingga Hamil, Ibu Langsung Lapor Polisi

MARABAHAN - Pelajar sekolah dasar (SD) berusia 14 tahun di Kabupaten Barito Kuala (Batola) terpaksa…

Minggu, 15 Juli 2018 14:18
Breaking News

Ngeri! Laka Palam, Kepala Korban Pecah

BANJARBARU -Kecelakaan maut terjadi di Jalan Palam, kelurahan Guntung Manggis Minggu (15/7) pagi. Korbannya…

Sabtu, 14 Juli 2018 14:42

Mabuk Bareng di Kamar Kos, 14 Pria dan 7 Wanita Diamankan

BANJARBARU - Lagi-lagi, kamar indekos disalahgunakan menjadi lokasi mabuk-mabukan. Jumat (13/7) malam,…

Jumat, 13 Juli 2018 15:52

Razia Lapas, Petugas Temukan Barang Terlarang

BATULICIN - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru, Rabu (11/7) malam digeledah petugas. Penggeledahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .