MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 11 Januari 2018 12:49
Kasus Penyelewengan Raskin, Kemendag dan Bulog No Comment
SIDAK BERAS: Ojak Simon Manurung (kanan) dari Kementerian Perdagangan menyidak operasi pasar beras Bulog di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, kemarin. Foto SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Tim gabungan Bulog dan Kementerian Perdagangan blusukan ke pasar-pasar tradisional di Banjarmasin, kemarin (10/1). Tak lama setelah terungkapnya kasus penyelewengan beras bersubsidi untuk rakyat miskin di Pelabuhan Trisakti.

Namun, Kabid Operasional dan Pelayanan Bulog Kalsel, Agus Setyawan Siregar buru-buru menepis keterkaitan itu. "Tidak. Tidak ada, itu urusan kepolisian," bantahnya.

Agus menegaskan, tujuan sidak adalah mengecek hasil operasi pasar yang digelar sejak Desember kemarin. Tak ada kaitannya dengan kasus tersebut. "Operasi ini kan mau diperpanjang sampai 31 Maret. Jadi Kemendag mau evaluasi," jelasnya.

Dalam operasi pasar ini, Bulog menggelontorkan beras kualitas medium dengan harga Rp8.100 per kilogram. Dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp9.859 per kilogram.

Sidak menyasar sejumlah pusat perdagangan sembako. Yang tersebar di Pasar Ahad, Pasar Sentra Antasari dan Pasar Lama.

Senada dengan jawaban Kemendag. Ditekankan, kasus itu sudah masuk ranah pidana dan penyelidikan kepolisian, Kemendag tak berwenang memberi komentar.

"Kalau berputar-putar di sekitaran Kalsel, tak apa. Yang tidak boleh kalau dijual keluar daerah," kata Ojak Simon Manurung dari Direktorat Tertib Niaga Kemendag.

Namun, Ojak cukup kaget dengan gaya berdagang beras di Banjarmasin. Beras dijual secara curah. Menggunakan harga satuan per liter, bukan kilogram.

Satu lagi yang membuatnya heran, beras Banjar yang memang belum memiliki kemasan dan label. "Ketika muncul masalah, jadi sulit ditelusuri," tukas Ojak.

Kasus ini berhasil diungkap Polda Kalsel, akhir pekan tadi. Dari sebuah kontainer di Trisakti, polisi menemukan 375 karung atau 18.750 kilogram beras. Yang diam-diam hendak dijual ke Surabaya.

Beras bersubsidi dengan label Bulog itu beralih kemasan untuk dijual kepada masyarakat sebagai beras reguler. Beras itu dibeli dari berbagai tempat berbeda selama Bulog menggelar operasi pasar.

Katanya Dikirim ke Perkebunan Sawit

JIKA Bulog dan Kemendag sepakat irit bicara, lain halnya dengan pedagang. Ansyari, penjual beras di Pasar Lama itu mengaku pernah digoda seorang kawan.

Beras operasi pasar Bulog dengan harga miring itu ditimbun. Kemudian dijual ke luar daerah. Ia dijanjikan keuntungan berlipat dari selisih harga beras bersubsidi tersebut.

Syukur, Ansyari masih sanggup menolak. "Saya merasa itu salah. Kan dilarang pemerintah. Kasihan juga sama pembeli," ujarnya.

Kabar yang ia dengar, beras Bulog itu hendak dijual lagi ke suatu daerah di luar Kalimantan. "Katanya buat dijual ke pemukiman buruh perkebunan sawit," sebutnya.

Ansyari tak heran jika ada pedagang yang tergoda. Di lapaknya, beras Bulog dijual dengan satuan liter, bukan kilogram. Tepatnya Rp6.500 per liter. Keuntungan yang ia peroleh Rp250. "Untungnya tidak seberapa," tukasnya.

Meski murah, tak bisa disebut laku. Sebab, favorit pembeli masih beras lokal. Seperti Unus atau Siam. Walaupun harganya lebih mahal, dari Rp7 ribu sampai Rp8.500 per liter.

"Untuk beras Bulog, dalam dua hari ini saya baru berhasil menjual enam liter," pungkasnya.

Sementara pedagang beras lainnya, Ardi dari Pasar Sentra Antasari, mengaku tak pernah mengalami hal serupa. Ia hanya mengetahui kasus ini dari pemberitaan di surat kabar.

"Saya cuma menjual beras Banjar dan Jawa. Semuanya saya ambil langsung dari Muara Kelayan," ujarnya.

Ardi mengiyakan jika ada beras-beras dengan jenis berbeda yang coba memasuki pasar. Namun, di tempatnya berdagang, Toko Sumber Rezeki, tidak tertarik membeli. "Iya, kadang ada ibu-ibu yang menawari beras jenis ini-itu. Enggak tertarik," tukasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 12:07

Tepat Dini Hari, Remaja 18 Tahun di Mantuil Ditemukan Gantung Diri

BANJARMASIN – Kabar memilukan datang dari Banjarmasin Selatan. Seorang remaja 18 tahun, bernama…

Sabtu, 21 April 2018 11:32

KLOP DAH..! Suami Menjambret, Istri yang Carikan Penadah

BANJARMASIN - Mereka bukan hanya pasangan hidup, tapi juga rekanan dalam aksi kejahatan. Jika suaminya…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Lagi, Tempat Prostitusi di Tanbu Berhasil Dibongkar

BATULICIN - Praktik prostitusi secara sembunyi-sembunyi masih saja terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu.…

Sabtu, 21 April 2018 10:27

Tujuh Pemabuk di Pelabuhan Trisakti Digelandang Aparat

BANJARMASIN - Tujuh orang pemabuk diamankan aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL),  Jumat…

Sabtu, 21 April 2018 10:22

Meresahkan, Permainan Boling Asmara di Tanah Bumbu Ditutup

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersikap tegas dengan menutup permainan boling asmara yang biasa beroperasi…

Sabtu, 21 April 2018 09:49
BREAKING NEWS

Pengendara Motor Tabrak Sepeda, Dua Ibu-ibu Terkapar Dijalan, Begini Kondisinya

BANJARBARU - Lakalantas terjadi di Jalan A Yani Km 23, Landasan Ulin. Sabtu (21/4) sekitar pukul 07.45…

Jumat, 20 April 2018 20:53
Breaking News

Api Mengamuk di Pasar Empat Serangkai Kotabaru

KOTABARU - Api mengamuk di Pasar Empat Serangkai pusat kota Kabupaten Kotabaru, Jumat (20/4) malam…

Jumat, 20 April 2018 13:33

Sabri Tipu Puluhan Pencari Kerja, Ternyata Begini Modusnya

BANJARMASIN - Bermodalkan akal licik dan dusta, Sabri (36) warga Jalan Kelayan A No 33 RT 4 Rw 1 Kelurahan…

Jumat, 20 April 2018 13:23

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Seruduk Mobil Lagi Parkir

BANJARMASIN - Setelah melindas pohon dan menabrak mobil Xenia, pengemudi truk tanpa muatan diamankan…

Kamis, 19 April 2018 14:18

Keluarga Korban Akhirnya Angkat Bicara Terkait Hubungan Mulin dan Pelaku

MARTAPURA – Jenazah Siti Mulinnikmah dikebumikan bersebelahan dengan kubur kakeknya di alkah keluarga,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .