MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 11 Januari 2018 13:19
Darmatasiah, TKW yang Dua Tahun Stroke di Arab Saudi akhirnya Kembali

Rumah Sakit Kesulitan Identifikasi, Komunikasi Keluarga Terputus

AKHIRNYA KEMBALI: Darmatasiah, 61, saat akan dibawa ke Rumah Sakit Balangan menggunakan ambulance, kemarin. Foto SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Darmatasiah tak mampu menutupi rasa harunya, saat diturunkan dari pesawat oleh petugas menggunakan tandu. Mata wanita berusia 61 tahun ini terlihat berbinar, seakan tak percaya dirinya dapat kembali ke Banua.

SUTRISNO, Banjarbaru

Darmatasiah 14 tahun berada di Makkah, sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Ironisnya, selama di Makkah, dua tahun terakhir TKW asal Desa Karuh, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, Kalsel ini terbaring sakit di Rumah Sakit Ibnu Sina, Jeddah, lantaran menderita stroke.

Pihak rumah sakit pun kesulitan mencari keluarga Darmatasiah. Karena saat dirujuk majikannya, dia tidak membawa identitas apapun. Termasuk informasi kontak keluarganya di Indonesia.

Selama dia sakit, keluarganya pun tak mengetahui bagaimana keadaannya. Sebab, komunikasi mereka telah terputus sejak lama. Bahkan, banyak yang percaya bahwa ibu dua anak itu tidak akan kembali lagi.

Tak ayal, kembalinya Darmatasiah, Rabu (10/1) kemarin membuat semua orang merasa terharu. Termasuk keponakannya yang menjemput kedatangannya di Bandara Syamsudin Noor.

Pria bernama Ida Ruswan itu langsung menghampiri bibinya itu, ketika dimasukkan ke dalam mobil ambulance untuk langsung dibawa ke RSUD Balangan. "Saya tak percaya dia pulang, karena sudah lama dia pergi, wajahnya pun saya sudah lupa," katanya.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Banjarbaru, Amanullah, merasa bersyukur akhirnya Darmatasiah dapat dipulangkan. Setelah, pihak KJRI Jeddah sempat kesulitan mencari identitasnya. "Dia terkategorikan sebagai WNI overstayer di Arab Saudi dan tidak memiliki dokumen apapun, jadi KJRI Jeddah kesulitan mencari identitasnya," ujarnya.

Pihak rumah sakit sendiri melaporkan keberadaan Darmatasiah kepada KJRI Jeddah lantaran selama dua tahun dirawat tak ada keluarganya yang menjemput, ataupun menjenguk. "Majikannya hanya menjenguk di bulan-bulan awal, setelah itu tidak lagi," ungkap Amanullah.

Dia menambahkan, melihat kondisi Darmatasiah, pihak KJRI Jeddah kemudian berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI/BHI Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI untuk menelusuri keberadaan keluarganya. "Identitasnya baru terungkap, saat sidik jarinya diperiksa oleh pihak imigrasi," tambahnya.

Usai mengetahui daerah asalnya, Darmatasiah kemudian dipulangkan dari Arab Saudi ke Jakarta pada 12 Desember 2017. Dan selanjutnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. "Setelah menjalani perawatan selama 34 hari, dia akhirnya dipulangkan ke Kalsel yang difasilitasi oleh BP3TKI Serang," ujar Amanullah.

Dia menuturkan, sebelum diserahkan ke keluarganya Darmatasiah akan dirawat terlebih dahulu di RSUD Balangan. Guna, memastikan bahwa dirinya boleh dirawat di rumah. "Mudah-mudahan, kasus seperti ini tidak ada lagi. Masyarakat yang ingin jadi TKI harus mendaftar terlebih dahulu, agar punya data diri lengkap ketika berada di luar negeri," pungkasnya.


Sementara itu, Kabid Pelatihan dan Penempatan Disnaker Balangan Abdul Hamid saat ikut menjemput Darmatasiah di Bandara Syamsudin Noor mengungkapkan, kasus keterlambatan TKI Balangan pulang ke asalnya bukan sekali ini saja terjadi.

Terhitung, sejak 2016 hingga saat ini sudah ada tiga kasus termasuk Darmatasiah. "Ketiganya sama-sama warga dari Desa Karuh, Kecamatan Batumandi," ungkapnya.

Salah satunya, TKI yang dipulangkan pada tahun 2017 tadi. Karena tak pulang selama belasan tahun, keluarganya pun mengira dia sudah meninggal dunia. "Keluarganya bahkan sudah menggelar haul empat tahun berturut-turut, ternyata orangnya masih hidup," tambahnya.

Dia menuturkan, warga Desa Karuh memang banyak yang bekerja sebagai TKI. Sebab, sebagian dari mereka ada yang sukses. Sehingga, warga lainnya ikut-ikutan. "Suksesnya padahal biasa saja, paling hanya bisa membeli tanah dan rumah," ujarnya.

Yang sangat disayangkan, kebanyakan dari mereka jadi tenaga kerja secara ilegal. Tanpa prosedur yang resmi. "Yang TKI dipulangkan pada tahun 2016, malah berani mengubah identitasnya. Saat berangkat dia sebenarnya berusia 12 tahun, tapi diubahnya menjadi 17 tahun," kata Abdul Hamid.

Dia berharap, dengan semakin ketatnya peraturan pemerintah. Tidak ada lagi TKI yang bisa berangkat ke luar negeri secara non prosedural. "Karena mereka juga yang kasihan. Kalau bermasalah di sana, di sini sulit melacak lantaran datanya tak terdaftar," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:55

Kisah Subur, Raja Pengamen di Pasar Lama

Jangan pandang remeh pengamen jalanan. Di balik penampilan dekil dan lusuh, tidak sedikit yang menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .