MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 11 Januari 2018 13:19
Darmatasiah, TKW yang Dua Tahun Stroke di Arab Saudi akhirnya Kembali

Rumah Sakit Kesulitan Identifikasi, Komunikasi Keluarga Terputus

AKHIRNYA KEMBALI: Darmatasiah, 61, saat akan dibawa ke Rumah Sakit Balangan menggunakan ambulance, kemarin. Foto SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Darmatasiah tak mampu menutupi rasa harunya, saat diturunkan dari pesawat oleh petugas menggunakan tandu. Mata wanita berusia 61 tahun ini terlihat berbinar, seakan tak percaya dirinya dapat kembali ke Banua.

SUTRISNO, Banjarbaru

Darmatasiah 14 tahun berada di Makkah, sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Ironisnya, selama di Makkah, dua tahun terakhir TKW asal Desa Karuh, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, Kalsel ini terbaring sakit di Rumah Sakit Ibnu Sina, Jeddah, lantaran menderita stroke.

Pihak rumah sakit pun kesulitan mencari keluarga Darmatasiah. Karena saat dirujuk majikannya, dia tidak membawa identitas apapun. Termasuk informasi kontak keluarganya di Indonesia.

Selama dia sakit, keluarganya pun tak mengetahui bagaimana keadaannya. Sebab, komunikasi mereka telah terputus sejak lama. Bahkan, banyak yang percaya bahwa ibu dua anak itu tidak akan kembali lagi.

Tak ayal, kembalinya Darmatasiah, Rabu (10/1) kemarin membuat semua orang merasa terharu. Termasuk keponakannya yang menjemput kedatangannya di Bandara Syamsudin Noor.

Pria bernama Ida Ruswan itu langsung menghampiri bibinya itu, ketika dimasukkan ke dalam mobil ambulance untuk langsung dibawa ke RSUD Balangan. "Saya tak percaya dia pulang, karena sudah lama dia pergi, wajahnya pun saya sudah lupa," katanya.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Banjarbaru, Amanullah, merasa bersyukur akhirnya Darmatasiah dapat dipulangkan. Setelah, pihak KJRI Jeddah sempat kesulitan mencari identitasnya. "Dia terkategorikan sebagai WNI overstayer di Arab Saudi dan tidak memiliki dokumen apapun, jadi KJRI Jeddah kesulitan mencari identitasnya," ujarnya.

Pihak rumah sakit sendiri melaporkan keberadaan Darmatasiah kepada KJRI Jeddah lantaran selama dua tahun dirawat tak ada keluarganya yang menjemput, ataupun menjenguk. "Majikannya hanya menjenguk di bulan-bulan awal, setelah itu tidak lagi," ungkap Amanullah.

Dia menambahkan, melihat kondisi Darmatasiah, pihak KJRI Jeddah kemudian berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI/BHI Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI untuk menelusuri keberadaan keluarganya. "Identitasnya baru terungkap, saat sidik jarinya diperiksa oleh pihak imigrasi," tambahnya.

Usai mengetahui daerah asalnya, Darmatasiah kemudian dipulangkan dari Arab Saudi ke Jakarta pada 12 Desember 2017. Dan selanjutnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. "Setelah menjalani perawatan selama 34 hari, dia akhirnya dipulangkan ke Kalsel yang difasilitasi oleh BP3TKI Serang," ujar Amanullah.

Dia menuturkan, sebelum diserahkan ke keluarganya Darmatasiah akan dirawat terlebih dahulu di RSUD Balangan. Guna, memastikan bahwa dirinya boleh dirawat di rumah. "Mudah-mudahan, kasus seperti ini tidak ada lagi. Masyarakat yang ingin jadi TKI harus mendaftar terlebih dahulu, agar punya data diri lengkap ketika berada di luar negeri," pungkasnya.


Sementara itu, Kabid Pelatihan dan Penempatan Disnaker Balangan Abdul Hamid saat ikut menjemput Darmatasiah di Bandara Syamsudin Noor mengungkapkan, kasus keterlambatan TKI Balangan pulang ke asalnya bukan sekali ini saja terjadi.

Terhitung, sejak 2016 hingga saat ini sudah ada tiga kasus termasuk Darmatasiah. "Ketiganya sama-sama warga dari Desa Karuh, Kecamatan Batumandi," ungkapnya.

Salah satunya, TKI yang dipulangkan pada tahun 2017 tadi. Karena tak pulang selama belasan tahun, keluarganya pun mengira dia sudah meninggal dunia. "Keluarganya bahkan sudah menggelar haul empat tahun berturut-turut, ternyata orangnya masih hidup," tambahnya.

Dia menuturkan, warga Desa Karuh memang banyak yang bekerja sebagai TKI. Sebab, sebagian dari mereka ada yang sukses. Sehingga, warga lainnya ikut-ikutan. "Suksesnya padahal biasa saja, paling hanya bisa membeli tanah dan rumah," ujarnya.

Yang sangat disayangkan, kebanyakan dari mereka jadi tenaga kerja secara ilegal. Tanpa prosedur yang resmi. "Yang TKI dipulangkan pada tahun 2016, malah berani mengubah identitasnya. Saat berangkat dia sebenarnya berusia 12 tahun, tapi diubahnya menjadi 17 tahun," kata Abdul Hamid.

Dia berharap, dengan semakin ketatnya peraturan pemerintah. Tidak ada lagi TKI yang bisa berangkat ke luar negeri secara non prosedural. "Karena mereka juga yang kasihan. Kalau bermasalah di sana, di sini sulit melacak lantaran datanya tak terdaftar," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .