MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 12 Januari 2018 13:52
Pelajaran Berharga AKP Ade Papa Rihi dari DEA dan FBI
PELAJARAN: AKP Ade Papa Rihi (kiri) ketika memimpin sebuah operasi.

PROKAL.CO, Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Ungkapan itu pantas dialamatkan untuk Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ade Papa Rihi. Meski sudah menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polresta Banjarmasin, dia masih haus menimba ilmu kepolisian sampai ke luar negeri. 

ENDANG, Banjarmasin.

Ade Papa Rihi anak seorang polisi. Anak pertama dari tiga bersaudara. Almarhum bapaknya seorang anggota polisi. Namanya adalah Kalie Rihi. Pangkat terakhirnya Komisaris Polisi (Kompol).

Ade lahir 35 tahun silam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Cita-citanya menjadi polisi seperti sang ayah. Selepas SMA, dia mendaftar di Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 2006. Setelah melalui berbagai tes, akhirnya dinyatakan lulus dan mulai mengikuti pendidikan. Selepas pendidikan ditugaskan di Jawa Barat.

Selama bertugas lebih banyak ditempatkan di bidang reskrim. Sampai pindah tugas ke Kalsel, Ade dipercaya kembali menjadi Kasat Reskrim di sejumlah Polres.

Meski sudah kenyang pengalaman, tidak lantas membuatnya puas. Apalagi berhenti menimba ilmu. Belum lama tadi suami dari Edu Pramawati ini baru saja menyelesaikan S2 Hukum di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung. Bukan hanya bidang akademik, juga sudah beberapa kali ikut pendidikan dan pelatihan di bidang kepolisian di luar negeri.

Tercatat ada beberapa pendidikan bidang kepolisian yang diikuti. Financial Investigation di JCLEC Semarang, Tactical Safety and Planning Course tahun 2015 di Bangkok, Comparative Study In Japan Police Angkatan XVI tahun 2016 di Tokyo Jepang, terakhir Advance Tactical Safety and Planning Course di Bangkok tahun 2017.

Menurut Ade, banyak hal didapatnya selama mengikuti pendidikan di sana. Terutama networking alias jaringan. Apalagi saat mengikuti Desember 2017 lalu, mentor yang mengajari tidak main-main. Langsung dari DEA (Drug Enforcement Administration) dan FBI (Federal Bureau Investigation).

Dia bersama dengan beberapa rekan polisi dari Indonesia yang diberangkatkan ke Bangkok diberi berbagai latihan. Antara lain mengenai bagaimana proses dalam suatu penangkapan, penggeledahan. Secara teknik memang tidak jauh berbeda. Yang membedakan, polisi luar negeri sebelum melakukan giat kepolisian sudah mempersiapkan sistem manajemen operasi. Seperti harus mengenakan rompi pengaman, tameng, dan peralatan lainnya.

“Sebelum penangkapan, mereka selalu sesuai System Operation Procedure. SOP itu harus benar-benar dipegang, itu yang mereka jalankan,” tutur Ade.

Menurutnya, kehebatan polisi luar negeri dengan polisi Indonesia secara ilmu kepolisian tidak jauh berbeda. Sebelas duabelas-lah. Yang membedakan jika dalam setiap kegiatan kepolisian, mereka selalu mengutamakan keselamatan anggota. Berbeda di negara kita. Tapi satu hal yang tidak bisa dipungkiri, polisi Indonesia punya nyali besar. “Ketika saya ceritakan di Indonesia kalau mau nangkap pelaku, ya langsung gerebek dan tangkap saja. Tanpa harus menggunakan pengaman, dan sebagainya. Setelah mendengar itu, mereka bilang crazy,” ujarnya.(at/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:55

Kisah Subur, Raja Pengamen di Pasar Lama

Jangan pandang remeh pengamen jalanan. Di balik penampilan dekil dan lusuh, tidak sedikit yang menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .