MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 13 Januari 2018 15:18
Mencengangkan..! Kasus Peceraian di HSU Terus Meningkat
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, AMUNTAI - Fakta mencengangkan terungkap. Kasus cerai yang ditangani Pengadilan Agama Negeri Amuntai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus meningkat. Selain masalah ekonomi, faktor usia kurang matang juga menjadi penyebab angka perceraian bertambah banyak.

Tahun 2016 lalu, pengadilan agama setempat menangani sebanyak 1.040 kasus cerai. Pada tahun 2017 angka itu naik menjadi 1.150 kasus.

Fakta ini dibenarkan oleh Kepala Pengadilan Agama Amuntai M Fauzi, baru-baru tadi. Menurutnya, kasus cerai itu ada yang diajukan pihak istri dan suami. “Kenaikannya sekitar 150 kasus dari tahun 2016 ke 2017. Yang mendominasi, gugatan cerai diajukan istri,” ungkapnya.

Dijelaskan, angka tersebut merupakan gabungan kasus cerai dua kabupaten, yaitu Balangan dan HSU.  “Pengadilan Agama Amuntai membawahi dua kabupaten,” ucapnya.

Terkait fenomena itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) HSU Hj Gusti Iskandaria, mengakui pihaknya juga ada menangani beberapa kasus cerah yang menempatkan wanita sebagai korban. Seperti kasus anak tak ingin menikah muda, namun karena desakan orang tua membuat menikah pada usia di bawah 18 tahun.

"Kejadian ini banyak terjadi di desa-desa yang minim akses. Akibat tidak siap,  antara suami dan istri sering terjadi pertengkaran hingga mau bercerai. Kasus penceraian meningkat pada jenjang usia produktif,  yakni pada umur 21 sampai 30 tahun," terangnya.

Untuk menekan hal tersebut, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan advokasi dan sosialisasi ke desa-desa yang masih tinggi kasus pernikahan anak dengan sasaran orang tua.

"Kami ajak mereka untuk tidak lekas mengawinkan anak. Sebab dikhawatirkan menimbulkan masalah reproduksi pada perempuan,  yang bisa berdampak pada kematian saat melahirkan, sampai masalah kemiskinan dan kriminal lewat cekcok berbuntut kekerasan fisik,” ujarnya. (mar)

 


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 13:04

Ujian Kompetensi Wartawan, Hendro Beberkan Materi Tahun Depan Akan Semakin Sulit

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel setiap tahun memperbaiki kualitas wartawan.…

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .