MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 13 Januari 2018 15:55
Salut..!! Ini Nih Para Srikandi Relawan Kebakaran Banjarmasin

Guru TK, Tak Takut Api

BERANI: Inilah salah squad perempuan dari Konoy Crane Kayu Bulan. Mereka berani terjun langsung saat terjadinya kebakaran. Foto EKA PERTIWI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Pernah mendengarkan lagu Sang Penakluk Api dari The Cangcuters? Kalau belum, coba saja dengarkan. Liriknya menggambarkan aksi heroik pemadam kebakaran. Nah, bagaimana jadinya jika sosok yang digambarkan adalah perempuan, berikut ulasannya.

EKA PERTIWI, Banjarmasin

Di Banjarmasin ada perempuan-perempuan tangguh penakluk api. Salah satunya adalah Auliani Rahima. Dia tergabung dalam Konoy Crane Kayu Bulan. Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dari Sungai Andai.

Dalam aksinya, Aulia, begitulah panggilannya, itu tak takut berjibaku memadamkan si jago merah. Semakin besar api, nyali mereka makin menjadi.  Slogan pantang pulang sebelum padam dipegang teguh oleh kelimanya.

Kemarin (12/1) siang, markas Konoy Crane Kayu Bulan terlihat tenang. Tak ada sirine yang terdengar meraung. Mobil pemadam berwarna kuning dan merah terparkir siaga. Saat itu terlihat beberapa orang sedang beraktivitas. Salah satunya Aulia.

Kala dihampiri, Aulia menyambut hangat. Obrolan santai pun dimulai. Cewek 22 tahun itu lantas  bercerita seputar aktivitasnya sebagai relawan kebakaran. Dia baru setahun bergabung.

Tugas Aulia sama dengan relawan laki-laki. Bergelut dengan api. Dia juga harus menguasai perlengkapan dan teknik pemadaman.

Kalau ada info kebakaran, dia juga harus bergegas mendatangi lokasi kejadian. Di manapun dan kapanpun. Contohnya seperti yang terjadi Kamis (11/1) lalu di kilometer 5.

 “Saat itu saya sedang tidak mengajar,” sebut Aulia. Dia ternyata adalah seorang guru TK di Sungai Andai.

Aulia sama sekali tak takut berhadapan dengan api. Padahal, resikonya besar. Salah-salah bikin celaka. “Menjadi pemadam kebakaran itu panggilan jiwa,” katanya.

Tentu saja tak sekadar modal keberanian. Aulia ternyata juga tergabung dalam Lady Fire Banjarmasin. Kelompok BPK yang isinya cuma perempuan. Di sanalah dia banyak dilatih. “Setiap dua pekan kami latihan bersama,” bebernya.

Aulia tak begitu saja menjadi relawan kebakaran. Dia terinspirasi dari ibunya sendiri, Masitah. Bedanya, sang ibu tak berhadapan langsung dengan api. “Ibu saya ikut. Tapi di mobil saja,” ungkapnya.

Ada satu pengalaman yang paling melekat. Bahkan berulang. “Handphone sering basah terkena air,” sebut Aulia.

Sebagai perempuan, Aulia berkomitmen untuk terus menjadi relawan kebakaran. Dia ingin membantu orang lain. Seperti yang sudah dilakukan keluarganya. “Kami satu keluarga memang anggota BPK,” tuturnya.

Aulia bukan satu-satunya pemadam perempuan Konoy Crane Kayu Bulan. Masih ada empat lainnya. Selain Masitah, ada Sherly, Novita Wulandari serta Mala Sari. Mereka adalah sosok-sosok hebat dan pemberani. “Siapa pun bisa. Yang penting pemberani dan memiliki mental yang tangguh,” pungkas Ketua Konoy Crane Kayu Bulan, Ade Robbiadi. (at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…

Sabtu, 30 Juni 2018 11:00

Mereka yang Bergerak Memerangi Polusi Udara

Ancaman polusi udara bukan isu populer untuk diperangi di Banjarmasin. Serbuan asap dari pabrik dan…

Minggu, 24 Juni 2018 11:27

Setelah Toko Kaset-CD di Banjarmasin Berguguran: Membeli Karya Orisinal adalah Perlawanan

Diserang aplikasi pemutar musik dan barang bajakan, sebagian orang memilih bertahan. Mengkoleksi kaset…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .