MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

LIFESTYLE

Sabtu, 13 Januari 2018 16:07
Si Cantik yang Beraliran Klasik

Nyeret Jari Susah, Siap Unggah ke Youtube

GITARIS: Adinda Maulidya Safira menekuni gitar beraliran klasik sejak kecil.

PROKAL.CO, Hidup di keluarga pencinta musik, Adinda Maulidya Safira juga menggemarinya. Dari sekian banyak instrumen musik, gitar menjadi primadonanya. Namun, alirannya tak biasa.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Mengikuti arahan Google Map, akhirnya tibalah di sebuah rumah bertingkat dua berwarna cokelat muda. Terpampang jelas papan nama “Adinda Music School” di dinding depan lantai dua. Lokasinya di Jalan Bintang Mas Residence II, Banjarmasin Timur.

Rupanya, dara 17 tahun itu membuka kelas musik di sana. Bersama sang mama dan beberapa instruktur musik lainnya, Adinda juga turut mengajar beberapa murid. Khususnya untuk alat musik gitar.

Di tengah maraknya pop, jazz, reggae dan rock, Adinda lebih memilih aliran musik klasik. Bukan popularitas yang dikejar, melainkan teknik bermain musik klasik menurutnya lebih classy. Inilah yang membedakan Adinda dari gitaris kebanyakan.

Ditemani secangkir teh, Dinda mengajak ngobrol di ruang belajar musik di lantai dasar. Ada dua lantai berukuran sekitar 3x6 meter sebenarnya digunakan untuk ruang belajar musik. Di lantai dasar terdapat dua kursi bulat, dua gitar akustik, satu gitar listrik, seperangkat piano beserta kursinya, cajon, biola, plus beberapa figura yang memajang foto Adinda sedang bermain gitar. Posisi tangga berada di luar. Kalau naik ke lantai atas, di ruang itu hanya terlihat seperangkat drum dan papan tulis.

Mengenakan jaket jeans dan celana panjang hitam, rambutnya dibiarkan tergerai dengan sedikit sentuhan blow. Ditambah anting dan lipstik berwarna senada dikenakan putri pasangan Fahmi Nurrahman dan Sally Aulia Chairina itu terlihat makin manis. Bicaranya ramah, tawanya renyah.

Sebenarnya gadis yang akrab disapa Dinda itu bisa memainkan piano, gitar, dan drum. Maklum, gadis yang akrab disapa Dinda pernah mengikuti les musik. Tepatnya saat duduk di bangku kelas tiga SD, pada 2008 silam. Belakangan juga menjajal seni musik gesek. Biola kini menjadi salah satu alat musik kegemarannya.

Di awal mengikuti les, Dinda mencoba berbagai alat musik. Pelatihnya menyarankan untuk lebih mendalami alat musik gitar. Bukan keputusan sepihak, melainkan potensi bergitar Dinda kala itu sudah mumpuni. Padahal usianya baru delapan tahun.

Lagu klasik berjudul Sakura menjadi lagu pertamanya dipelajari. Lagu ini sekaligus menjadi yang pertama ditampilkan di depan banyak orang. Tepatnya ketika sekolah musiknya dulu mengadakan malam penampilan.

Dinda juga giat mendalami beberapa musik klasik lainnya. Sebut saja seperti Lagrima, Romance De Amor, Waltz, dan Maria Louisa. Judul-judul tersebut memang selalu menjadi pilihan bagi pemusik klasik untuk dipelajari. Bahkan gitaris klasik ternama Tatsuo Tabei dan Francisco Tarrega pernah memainkannya.

Musik klasik punya arti tersendiri bagi Dinda. Petikan dari senar nilonnya yang khas, ditambah ritme tak biasa menjadikan musik ini terasa berbeda. Tak sekadar alunan nada, musik klasik menyimpan emosi tak terduga. “Contohnya, di awal terdengar happy dengan petikan sedang. Terus tiba-tiba di pertengahan ada bagian yang lambat banget, dan di akhir berubah jadi cepat. Nah di situlah letak emosinya,” jelas Dinda.

Ketika jenuh dengan aliran musik keras, mendayu-dayu ataupun disko, musik klasik menurutnya bisa jadi pilihan untuk relaksasi.

Sepengetahuan Dinda, musik ini dulunya diperuntukkan untuk kalangan bangsawan. Itulah yang membuatnya berkelas. Semakin maju zaman, musik klasik juga diperdengarkan untuk seluruh kalangan. Begitu banyak orang yang menyukai, sehingga musik ini menjadi abadi.

Di balik alunan nada yang kental emosi, musik klasik mengandung tak sembarang teknik. Sebut saja seperti fingering alias teknik memainkan jemari. Katanya sih lebih rumit. Lantas Dinda mencoba mempraktikkannya. Lagu Lagrima pun dimainkan. Senar gitar merek Cort tipe AC120CE 0P ia petik. Benar saja, permainan jarinya sangat rumit. Tidak ada istilah “asal gonjreng” ketika Dinda bergitar. Perpindahan jarinya yang gesit tentu bikin terpana.

Teknik lainnya ialah tremolo arm. Gerakannya jauh lebih gesit dari yang pertama. Jika fingering hanya memakai tiga jari, maka tremolo arm menerapkan empat jari untuk petikan senarnya. Belum lagi penekanan chord yang juga tak kalah gesit, membuat penampilan singkatnya itu makin menawan.

Kelihaiannya memainkan lagu Lagrima tidak diperoleh begitu saja. Awalnya Dinda mengaku sempat kesulitan. Terutama pada bagian perpindahan jari dari fred 3 ke 8. “Nyeret jarinya itu loh susah. Apalagi dengan jarak yang lumayan jauh,” ucap Dinda.

Seiring waktu, Dinda akhirnya terbiasa. Banyak berlatih menjadi solusinya. “Learning by doing. Dengan sering melakukan, aku memperoleh pembelajaran,” tambahnya.

Dalam bermusik, Dinda sangat dipengaruhi oleh komponis musik klasik dunia, Ludwig van Beethoven. “Simfoni ciptaan Beethoven itu sangat menyentuh perasaan. Juara lah pokoknya,” ucapnya.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu juga bertekad ingin menjadi pemusik klasik handal nantinya. Sebagai langkah awal, Dinda telah menyiapkan beberapa videonya bermain gitar. Rencananya akan dipublikasikan ke media sosial seperti Instagram dan channel Youtube miliknya. “Kemarin-kemarin sih belum pede buat publish, takut dikatain yang aneh-aneh. Tapi kayaknya aku sudah siap memperlihatkan skill bergitar aku,” ucap pemilik akun instragram @adindams itu.

Keberadaan mama menjadi dorongan terkuat Dinda bermusik. Memang tidak mendorong pada alat musik gitar. Sang mama lebih mendalami musik piano. Namun, tak pernah ada paksaan. Dinda hanya diberi motivasi untuk mengeksplorasi kemampuan diri. Oleh karena itu, sejak usia dini didaftarkan untuk bergabung kelas musik oleh sang mama.

Walaupun tak pernah mengunggah di sosial media, teman-teman Dinda tahu akan kemampuannya. Tak jarang siswi SMAN 7 Banjarmasin itu diminta mengisi acara. Entah acara yang digelar oleh sekolah hingga kampus-kampus di Banjarmasin. Bukannya terbebani, Dinda justru merasa senang. Menurutnya, tampil di keramaian itu menjadikan skill-nya makin matang. Ia juga pernah diundang untuk tampil solo di salah satu media lokal.

Gitaris muda Banjarmasin itu sementara waktu tengah disibukkan dengan pelajaran sekolah. Ia yang kini duduk di kelas XII IPA 7 berencana kuliah jurusan kedokteran. Pilihan itu lantas tak menenggelamkan kegemarannya. “Nggak ada halangan dalam bermusik. Sekalipun jurusan kuliah yang aku ambil nantinya jauh berbeda,” tuntasnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Selasa, 10 April 2018 20:34
Female

Sssttt..! Iniloh Mimpi Masa Kecil Bripda Wiwin

Menjadi seorang polisi adalah cita-cita Wiwin sejak kecil. Tak heran, ketika berhasil menggapai cita-citanya,…

Selasa, 27 Maret 2018 15:09

Lebih Asyik Pakai kebaya

BANJARMASIN - Bagi model profesional asal banua, Adella Vanessa, ada makna mendalam kala ia mengenakan…

Sabtu, 24 Maret 2018 08:56

Menyanyi dan Memasak Sama Nikmatnya

SELAIN manggung bersama JEF Band, Winda Aldina Kesuma juga sibuk menulis skripsi. Gadis 21 tahun ini…

Jumat, 23 Maret 2018 16:02

Sibuk Kerja, Keluarga Tetap Utama

Menjadi wanita yang berkarier di pemerintahan, tak membuat Rahma Savitri melupakan perannya dalam keluarga.…

Kamis, 22 Maret 2018 12:54

Jadi Jaksa itu Keren

Berkutat dengan berkas perkara, penyelidikan dan penuntutan permasalahan hukum mungkin banyak membuat…

Kamis, 22 Maret 2018 12:30

Atur Waktu Agar Tak Ganggu Kuliah

BANJARMASIN - Menjadi seorang model tentu tak mudah. Selain harus memiliki wajah yang berkarakter, seorang…

Rabu, 21 Maret 2018 13:20

Bawa Buku Ke Mana Saja

Jarang model yang kutu buku. Tapi tidak bagi Putri Rezky. Tak hanya hobi bergaya di depan kamera, model…

Senin, 19 Maret 2018 15:46

Harus Hebat Atur Waktu

Sosok Destie Arisandi sangat memerhatikan waktu, karena ia tak ingin ada agenda yang harus dikalahkan…

Jumat, 16 Maret 2018 15:29

Selalu Berusaha Berikan yang Maksimal

SEABREK kegiatan kesenian masuk dalam rencana Febtika Reysne, wanita murah senyum yang menjabat sebagai…

Kamis, 15 Maret 2018 14:19

Karate Oke, Modeling Oke

  Menekuni bela diri sejak SD menjadikan karateka Kalsel Ana Hidayati terbiasa dengan olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .