MANAGED BY:
RABU
23 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Selasa, 16 Januari 2018 14:35
Kampung Bunga di Sungai Andai, Tempat Asik Berswafoto Ria

Berawal dari Jalan Retak

SWAFOTO: Beberapa remaja sengaja datang ke Kampung Bunga di Sungai Andai sekadar untuk berswafoto ria.

PROKAL.CO, Ada satu sudut di Kota Banjarmasin yang belakangan ini jadi perhatian. Sebutannya Kampung Bunga. Berada di Sungai Andai, Kompleks Herlina Perkasa, Blok Batu Virus, Banjarmasin Utara.

ENDANG, Banjarmasin.

Radar Banjarmasin menyempatkan untuk mampir ke kampung itu. Untuk menemukannya sedikit sullit. Apalagi bagi yang belum pernah ke Sungai Andai. Maklum, di sana banyak kompleks perumahan.

Pemandangan berbeda begitu terasa di kompleks itu. Tak seperti pada umumnya. Jalan sepanjang 225 meter yang membentang dilukis dengar berbagai macam jenis gambar. Tak cuma itu, dinding rumah juga dijadikan media lukisan.

Kampung Bunga di Kompleks Herlina Perkasa, Blok Batu Virus masuk wilayah RT 53. Ada 50 buah rumah di sana.

Seperti sebutannya. Gambar bermotif bunga mendominasi jalan dan dinding rumah. Sebenarnya ada juga gambar lainnya, seperti hewan dan tokoh kartun.

Kalau menengok ke atas, mata akan dimanjakan dengan warna-warni puluhan payung yang menggantung.

Di depan rumah warga juga ditanam berbagai tanaman hias. Termasuk bunga. Tak kalah dengan Kampung Pelangi yang ada di Banjarbaru.

Keunikan konsep di blok tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran jika banyak orang yang dating hanya untuk sekadar berfoto.

Contohnya, Ita. Warga Kayu Tangi itu sengaja datang bersama anaknya untuk selfie. Dia tahu keberadaankampung tersebut melalui medsos. “Setelah tahu saya langsung ke sini. Menarik, bisa buat  foto selfie,” ungkapnya.

Begitu juga Nabila dan Rafli, warga Jahri Saleh. Lantaran penasaran, mereka rela datang malam hari. “Akhirnya keinginan kami tercapai untuk selfie di Kampung Bunga," kata Nabila, pelajar kelas 8 SMPN 24 Banjarmasin.

Kampung Bunga tak dibuat begitu saja.  Berawal dari kekhawatiran warga lantaran ada jalan retak. Lalu, muncul ide untuk mengecatnya. Supaya, pengendara yang melintas melihat dan berhati-hati.

 “Tapi malah muncul ide kenapa tidak digambar saja dengan beraneka macam gambar. Kebanyakan gambar bunga , makanya orang menyebut Kampung Bunga,” tutur Ketua RT 53, Zainal Hakim. Karena itu, warga akhirnya sepakat untuk menggambarnya.

Semuanya disiapkan dan dikerjakan oleh warga setempat. Termasuk soal pembiayaan. Mereka patungan. Tak ada bantuan dari manapun. Bapak-bapak mengecat, sementara ibu-ibu menghiasi rumah dengan tanaman, plus hiasan payung yang digantung. “Yang pasti tujuan utamanya adalah untuk membangun kebersamaan warga. Karena setiap pekan pasti berkumpul untuk gotong royong,” pungkasnya. 

Menggambar satu rumah, dibutuhkan dua kaleng cat berat 1 kilogram. Harganya tak mahal. Hanya Rp50 ribu.

Untuk hiasan tanaman dan bunga, jauh lebih ekonomis. Pot dibuat dari botol air mineral bekas. “Dana yang disiapkan satu rumah totalnya sekitar Rp200 ribu, itupun tidak langsung, tapi bertahap. Sehingga tidak memberatkan warga. Ada juga yang menyumbang lebih, bisa menutupi yang lain,” jelasnya.

Kampung Bunga sebenarnya belum selesai dihias. Prosesnya baru mencapai 75 persen. Pengerjaannya dimulai sejak empat bulan lalu. Dikerjakan bertahap agar tak mengganggu rutinitas warga.

“Kalau ada yang sibuk nggak apa-apa, warga yang tidak sibuk tetap ikut membantu,” kata Zainal. Kampung Bunga ditargetkan selesai dalam dua bulan kedepan.

Sebenarnya, Kampung Bunga di Blok Virus baru pembuka. Rencananya semua wilayah yang masuk RT 53, bakal dihias. Seperti Blok Safir dan Jamrud.  “Konsepnya masih kita rembukkan,” pungkas ketua RT.  (at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 15:27

Waspada Puasa Tanpa Olahraga Picu Berat Badan Bertambah

Berolahraga saat menjalankan ibadah puasa hanya dilakukan beberapa orang saja. Kebanyakan memilih tidak…

Rabu, 23 Mei 2018 15:23

Kolak, Hidangan Berbuka Kaya Nutrisi

Kolak. Makanan manis yang satu ini selalu tak pernah absen dari bulan Ramadan. Biasanya kolak selalu…

Selasa, 22 Mei 2018 12:27

Bahaya Puasa Tanpa Makan Sahur, Penyakit ini Bakal Mengintai

Sering kali bagi beberapa orang malas bangun untuk sahur. Dari ketiduran hingga berasumsi jika tanpa…

Senin, 21 Mei 2018 12:20

Pasar Wadai Jadi Pilihan Ngabuburit Warga Banjarmasin

BANJARMASIN - Ngabuburit dilakukan untuk mengisi waktu menunggu berbuka. Di Banjarmasin, banyak warga…

Senin, 21 Mei 2018 10:23

Tidur Puasa hingga Siang Hari, Waspada Efeknya!

Banyak yang memilih begadang hingga sahur tiba. Lalu lanjut tidur dan bangun hingga siang hari. Dari…

Jumat, 18 Mei 2018 11:02

Tak Baik Gunakan Earphone Terlalu Lama, Rentan Jadi "Budek"

Mendengarkan musik menenangkan. Apalagi dibantu alat seperti earphone. Suara musik yang dihasilkan jadi…

Kamis, 17 Mei 2018 10:59

Berbuka "Kesetanan", Awas Gangguan Pencernaan

Memasuki hari pertama bulan Ramadan, kegiatan berbuka puasa menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu.…

Rabu, 16 Mei 2018 11:27
Medika

Pengaruh Minum Es Saat Cuaca Terik

BANJARMASIN - Cuaca terik begitu terasa akhir-akhir ini. Keadaan ini membuat kita berpikir bagaimana…

Senin, 14 Mei 2018 15:04

Jijik...! Kuku Sarang Kuman

Dokter Dinda Aulya menyebut kuku adalah tempat bersarangnya kuman-kuman yang bisa menimbulkan penyakit.…

Senin, 14 Mei 2018 15:02

Suka Ngupil ? Awas Infeksi

Selain jorok dan tidak sopan dilakukan di depan umum, mengambil kotoran yang menempel di hidung atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .