MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 16 Januari 2018 14:49
700 Siswa di Banjarmasin Dipastikan 'Tercecer' dari UNBK
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Janji pemko menggelar UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) 100 persen pada tahun ini gagal dipenuhi. Ada 700 siswa yang dipastikan 'tercecer'. Alias harus menjalani UNKP (Ujian Nasional Kertas dan Pensil).

Fakta ini terungkap dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan Banjarmasin di ruang rapat Komisi IV DPRD Banjarmasin, kemarin (15/1).

"Padahal pak walikota sudah berjanji, tahun 2018 UNBK di Banjarmasin bakal seratus persen," kata Ketua Komisi IV, Faisal Hariyadi.

Wajar jika Faisal heran. Secara nasional, UNBK bukan barang baru. Banjarmasin juga sudah melaksanakannya dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun hanya sejumlah sekolah ternama yang mampu.

Dari pengalaman itu, sambung Faisal, harusnya pemko bisa lebih siap. Kendala teknis seperti jaringan internet, kekurangan komputer dan daya listrik pastinya sudah terdeteksi jauh-jauh hari.

Politisi PAN (Partai Amanat Nasional) itu bahkan menuding Disdik tak serius. Kalau dana yang jadi masalah, DPRD bisa diajak berkonsultasi untuk pembahasan pos anggarannya.

"Harapan dewan, tahun 2019 tidak ada lagi siswa yang masih ujian tertulis dengan kertas dan pensil. Kasihan, tertinggal dari teman-temannya," tegasnya.

Yang dikhawatirkan Komisi IV adalah dampak psikologis. Muncul perasaan minder atau tak pede dari siswa. Lantaran satu sekolah masih berkutat dengan ujian gaya lama. Menghitamkan bulatan-bulatan di atas kertas lembar jawaban.

Sedangkan teman mereka di sekolah lain sudah lebih maju. Tinggal klik mouse, pertanyaan ujian pun terjawab. "Terkena dampak psikologis karena merasa berbeda dengan sekolah lain," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menjelaskan, pangkal masalahnya. Yakni lantaran kecilnya nominal alokasi anggaran untuk pendidikan.

"Dari APBD tahun ini, ada penurunan. Dari sebelumnya Rp58 miliar menjadi Rp49 miliar. Itu pun kebanyakan untuk kegiatan non fisik," jelas Totok. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 15:17

Sudah 29 Kotak Suara Ditemukan Rusak Dalam Proses Perakitan

MARABAHAN - Dijaga pihak kepolisian, Proses perakitan kotak suara terus…

Jumat, 15 Februari 2019 15:13

Salut!! Tradisi Bahalarat Masih Eksis di Ulu Benteng

MARABAHAN - Memasuki musim tanam, Warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:32

Tak Main-main, Pengkot PTMSI Tunjuk Pelatih dari Binpres

BANJARMASIN – Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkot…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

TAK DIBAYAR..! Ini Ternyata Motivasi Petugas Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul Ke-14 Abah Guru Sekumpul digelar 9-10 Maret…

Jumat, 15 Februari 2019 11:46

BANUA PEDIA: Kambang Sarai, Kerajinan Spesialis Acil Kampung Kembang

MARTAPURA – Ada istilah kambang barenteng dan kambang sarai. Keduanya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

BANUA PEDIA: Legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau

MARTAPURA – Sebagian besar bunga yang dijajakan di pasar, sekitar…

Jumat, 15 Februari 2019 11:41

Kapolda Kalsel Terjun ke Lapangan Pantau Logistk Pemilu 2019

BANJARMASIN - Kiriman surat suara pertama tiba di Pelabuhan Trisakti,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:39

Berikut Desa Pengasil Kembang di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Sentra kembang Kabupaten Banjar sering disebut kampung kembang.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:33

Kecewa Berat, Caleg Sebut Bawaslu Tebang Pilih Dalam Menindak

Baliho milik Partai Nasdem diturunkan di Amuntai. Semua pihak bersuara,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:12

BANUA PEDIA: Mengenal Istilah Kambang Barenteng Khas Martapura

MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*