MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 17 Januari 2018 15:30
Muslih Minta Ditahan di Banjarbaru

Wakafkan Pesangon ke Fakir Miskin

BELA DIRI: Muslih dan Trensis dalam sidang di Pengadilan negeri di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (16/1) siang. Foto M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Suara Muslih terbata-bata. Dia bahkan meneteskan air mata ketika membacakan nota pembelaan pada sidang lanjutan kasus suap Perda Penyertaan Modal Pemko Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (16/1) siang.

Mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih itu dalam nota pembelaannya mengaku, perbuatannya melakukan suap didasari paksaan dari dua tersangka lain, Iwan Rusmali dan Andi Effendi. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Sihar Simanongan Purba, Muslih mengungkapkan dirinya terus menerus ditelepon keduanya agar menyiapkan dana untuk memuluskan perda tersebut.

Dia sendiri mengaku sempat tak mengangkat telepon Iwan dan Andi. Bahkan, sang istri mempertanyakan kenapa tak mengangkat panggilan telepon dari mereka. Dia tahu, pasti Iwan dan Andi akan menghubungi lagi bahkan akan datang ke rumah.

Ternyata memang benar. Keduanya datang ke rumah Muslih seperti yang terungkap pada fakta persidangan lalu. “Kejadian semua ini atas paksaan Iwan Rusmali dan Andi Effendi. Saya tak ada niat sedikit pun untuk memberi suap agar Raperda pernyataan modal berjalan lancar," tutur Muslih terbata.


Secara sadar Muslih mengakui perbuatan suapnya tersebut didasari keadaan PDAM Bandarmasih yang masih perlu pembenahan. “Saya akui saya khilaf setelah ada paksaan itu. Padahal niat saya melakukan pembenahan air bersih di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Pada sidang tuntutan sebelumnya, Muslih dituntut pidana selama 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan, dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Melalui nota pembelaannya kemarin, dirinya memohon dengan besar hati hakim meringankan hukumannya.

Jelang akhir pledoi, Muslih sempat membuat pengunjung sidang terdiam. Dia membacakan pesan khusus kepada majelis hakim, bahwa uang pesangon dan sisa gaji dirinya sebelum pengunduran diri pada 9 November 2017 lalu yang nilainya jika di total hampir Rp1 miliar, dinafkahkan untuk fakir miskin dan PDAM.

Dengan berat hati pula Muslih menyampaikan permintaan maafnya kepada keluaga Trensis yang turut terseret di kasus ini. Dituturkannya sebagai anak buah, Trensis hanya menjalankan perintah dari atasan. “Saya sangat menyesal. Saya minta maaf kepada keluarga Trensis,” ucapnya.

Muslih juga memohon agar dirinya tetap ditahan di Banjarbaru, bukan di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat yang selama ini menjadi tempat tahanan KPK. “Pekerjaan saya dan keluarga tak ada lagi. Saya memohon kepada KPK agar tetap ditahan di Lapas Banjarbaru supaya tetap dekat dengan keluarga,” tandasnya.

Sementara, Trensis dalam pembelaannya menuturkan, perbuatan dirinya atas perintah Muslih sebagai atasan. “Saya memohon kepada ketua majelis hakim untuk meringankan tuntutan hukuman saya,” tutur Trensis. Mantan manajer keuangan PDAM Bandarmasih ini dituntut penjara 1 tahun 6 bulan dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Sidang lanjutan dengan agenda putusan hakim dijadwalkan akan dihelat 30 Januari mendatang.
Sekadar mengingatkan, Muslih dan Trensis ditangkap KPK pada 14 Oktober 2017 silam. Mereka terjerat dalam kasus suap Raperda Penyertaan modal untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih.
KPK juga menangkap Ketua DPRD Iwan Rusmali dan Ketua Pansus Andi Effendi. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 15:30

Kapolda Kalsel Segera Diusulkan Jadi Bintang Dua

BANJARBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, Kamis (24/5) kemarin resmi bertipe A. Usai digelarnya…

Jumat, 25 Mei 2018 14:16

DORR..!! Warga Banjarbaru Ditembak Orang Misterius

BANJARBARU - Suasana santai Kamis (24/5) malam di sebuah warung gorengan di Jalan Karang Rejo, Kelurahan…

Jumat, 25 Mei 2018 11:50

MAKI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah di Pemkab Balangan

BANJARMASIN –  Satu lagi perkara dugaan korupsi dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Koordinator…

Kamis, 24 Mei 2018 12:18

Berkat Laporan Warga, Pengedar Ribuan Zenith Diringkus

BANJARMASIN - Syaiful Akhyar (48) tak berkutik tertangkap anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin…

Kamis, 24 Mei 2018 12:07

Diduga Depresi, Pria 30 Tahun Ditemukan Tergantung di Atas Pohon

PELAIHARI - Hati Simon (30) tak kuasa melihat jasad ayahnya,  Sudiran (58) dalam keadaaan tergantung…

Rabu, 23 Mei 2018 14:23

Warung Sakadup Digrebek Satpol PP, Eh Pelanggan Kabur Belum Bayar Lagi

BANJARMASIN - Pengunjung warung sakadup di belakang Terminal Induk Banjarmasin sontak berhamburan saat…

Rabu, 23 Mei 2018 13:00

Tersenggol Taksi, Nyawa Deddy Melayang

RANTAU - Deddy Irawan (38) harus kehilangan nyawa di Jalan A Yani atau tepatnya di depan Pondok Pesantren…

Rabu, 23 Mei 2018 11:43

Kasihannya.. Pria ini Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa di Bawah Jembatan

BANJARBARU - Nasib malang dialami M Yunan. Pria berusia 60 tahun itu ditemukan sudah tak bernyawa di…

Selasa, 22 Mei 2018 14:39

Dua Madi asal Sungai Danau Terciduk Bawa 18 Kilo Sabu

BANJARMASIN - 18 Kilogram Sabu gagal beredar di Kalsel. Narkoba tersebut dibawa oleh dua orang kurir…

Selasa, 22 Mei 2018 12:38

Pencuri Batu Bara di Sungai Barito Diringkus, Begini Cara Mereka Beraksi

BANJARMASIN - Delapan kawanan pencurian batu bara karungan yang diduga kerap beraksi di perairan Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .