MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 17 Januari 2018 15:30
Muslih Minta Ditahan di Banjarbaru

Wakafkan Pesangon ke Fakir Miskin

BELA DIRI: Muslih dan Trensis dalam sidang di Pengadilan negeri di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (16/1) siang. Foto M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Suara Muslih terbata-bata. Dia bahkan meneteskan air mata ketika membacakan nota pembelaan pada sidang lanjutan kasus suap Perda Penyertaan Modal Pemko Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (16/1) siang.

Mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih itu dalam nota pembelaannya mengaku, perbuatannya melakukan suap didasari paksaan dari dua tersangka lain, Iwan Rusmali dan Andi Effendi. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Sihar Simanongan Purba, Muslih mengungkapkan dirinya terus menerus ditelepon keduanya agar menyiapkan dana untuk memuluskan perda tersebut.

Dia sendiri mengaku sempat tak mengangkat telepon Iwan dan Andi. Bahkan, sang istri mempertanyakan kenapa tak mengangkat panggilan telepon dari mereka. Dia tahu, pasti Iwan dan Andi akan menghubungi lagi bahkan akan datang ke rumah.

Ternyata memang benar. Keduanya datang ke rumah Muslih seperti yang terungkap pada fakta persidangan lalu. “Kejadian semua ini atas paksaan Iwan Rusmali dan Andi Effendi. Saya tak ada niat sedikit pun untuk memberi suap agar Raperda pernyataan modal berjalan lancar," tutur Muslih terbata.


Secara sadar Muslih mengakui perbuatan suapnya tersebut didasari keadaan PDAM Bandarmasih yang masih perlu pembenahan. “Saya akui saya khilaf setelah ada paksaan itu. Padahal niat saya melakukan pembenahan air bersih di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Pada sidang tuntutan sebelumnya, Muslih dituntut pidana selama 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan, dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Melalui nota pembelaannya kemarin, dirinya memohon dengan besar hati hakim meringankan hukumannya.

Jelang akhir pledoi, Muslih sempat membuat pengunjung sidang terdiam. Dia membacakan pesan khusus kepada majelis hakim, bahwa uang pesangon dan sisa gaji dirinya sebelum pengunduran diri pada 9 November 2017 lalu yang nilainya jika di total hampir Rp1 miliar, dinafkahkan untuk fakir miskin dan PDAM.

Dengan berat hati pula Muslih menyampaikan permintaan maafnya kepada keluaga Trensis yang turut terseret di kasus ini. Dituturkannya sebagai anak buah, Trensis hanya menjalankan perintah dari atasan. “Saya sangat menyesal. Saya minta maaf kepada keluarga Trensis,” ucapnya.

Muslih juga memohon agar dirinya tetap ditahan di Banjarbaru, bukan di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat yang selama ini menjadi tempat tahanan KPK. “Pekerjaan saya dan keluarga tak ada lagi. Saya memohon kepada KPK agar tetap ditahan di Lapas Banjarbaru supaya tetap dekat dengan keluarga,” tandasnya.

Sementara, Trensis dalam pembelaannya menuturkan, perbuatan dirinya atas perintah Muslih sebagai atasan. “Saya memohon kepada ketua majelis hakim untuk meringankan tuntutan hukuman saya,” tutur Trensis. Mantan manajer keuangan PDAM Bandarmasih ini dituntut penjara 1 tahun 6 bulan dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Sidang lanjutan dengan agenda putusan hakim dijadwalkan akan dihelat 30 Januari mendatang.
Sekadar mengingatkan, Muslih dan Trensis ditangkap KPK pada 14 Oktober 2017 silam. Mereka terjerat dalam kasus suap Raperda Penyertaan modal untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih.
KPK juga menangkap Ketua DPRD Iwan Rusmali dan Ketua Pansus Andi Effendi. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 13:53

Ketua KNPI Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemkab Tala

PELAIHARI-Kejaksaan Negeri Tanah Laut (Tala) menetapkan Ketua Komite Nasional Pemuda…

Rabu, 19 Desember 2018 13:06

Jegal Penyelundupan dan Penambangan Liar, Dishut Selamatkan Kekayaan Negara Ratusan Juta

Meskipun penambangan dan penebangan liar dilarang dan dikenakan sanksi pidana,…

Rabu, 19 Desember 2018 11:41

Apes!! Kabel Jatuh Buat Aksi Pencurian Diketahui Warga

BANJARBARU – Ade Ramadhan (29) dan Fahmi (34), dua warga Kelurahan…

Rabu, 19 Desember 2018 09:54

Warga Anjir Pengedar Sabu Berhasil di Ringkus Polisi

BANJARMASIN - Suriyadi alias Yadi sudah lima hari mendekam di…

Selasa, 18 Desember 2018 10:51

80 Pengendara Yang Terjaring Razia Jalani Sidang di Tempat

MARABAHAN - Ratusan pengendara kendaraan bermotor (ranmor) dari Marabahan menuju…

Selasa, 18 Desember 2018 10:33

Dalam Kondisi Mabuk Oplosan, Tiga Remaja Keroyok Ojek Online

BANJARMASIN – Kelakuan tiga remaja masih di bawah umur ini…

Selasa, 18 Desember 2018 10:12

Mengaku Perlu Uang, Seorang Ibu Dua Anak Curi HP Teman

BANJARMASIN - Penyesalan selalu datang belakangan. Itu diakui Reri Raudhatul…

Minggu, 16 Desember 2018 11:29

Saksi Mangkir, Polemik Sengketa Tanah di Tegal Arum Belum Temui Titik Terang

BANJARBARU - Sidang Perdata lanjutan polemik sengketa tanah tumpang tindih…

Minggu, 16 Desember 2018 10:41

Darurat!! Hermansyah Nyatakan Banjarmasin Darurat Ngelem

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyatakan kotanya sedang…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:47

Apes Salah Target!! Aksi Jambret Gagal Setelah Korbannya Menerjang Pelaku

BANJARMASIN - Noor Rahman alias Rahman  (46), tertangkap setelah mengambil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .