MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 17 Januari 2018 15:30
Muslih Minta Ditahan di Banjarbaru

Wakafkan Pesangon ke Fakir Miskin

BELA DIRI: Muslih dan Trensis dalam sidang di Pengadilan negeri di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (16/1) siang. Foto M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Suara Muslih terbata-bata. Dia bahkan meneteskan air mata ketika membacakan nota pembelaan pada sidang lanjutan kasus suap Perda Penyertaan Modal Pemko Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (16/1) siang.

Mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih itu dalam nota pembelaannya mengaku, perbuatannya melakukan suap didasari paksaan dari dua tersangka lain, Iwan Rusmali dan Andi Effendi. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Sihar Simanongan Purba, Muslih mengungkapkan dirinya terus menerus ditelepon keduanya agar menyiapkan dana untuk memuluskan perda tersebut.

Dia sendiri mengaku sempat tak mengangkat telepon Iwan dan Andi. Bahkan, sang istri mempertanyakan kenapa tak mengangkat panggilan telepon dari mereka. Dia tahu, pasti Iwan dan Andi akan menghubungi lagi bahkan akan datang ke rumah.

Ternyata memang benar. Keduanya datang ke rumah Muslih seperti yang terungkap pada fakta persidangan lalu. “Kejadian semua ini atas paksaan Iwan Rusmali dan Andi Effendi. Saya tak ada niat sedikit pun untuk memberi suap agar Raperda pernyataan modal berjalan lancar," tutur Muslih terbata.


Secara sadar Muslih mengakui perbuatan suapnya tersebut didasari keadaan PDAM Bandarmasih yang masih perlu pembenahan. “Saya akui saya khilaf setelah ada paksaan itu. Padahal niat saya melakukan pembenahan air bersih di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Pada sidang tuntutan sebelumnya, Muslih dituntut pidana selama 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan, dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Melalui nota pembelaannya kemarin, dirinya memohon dengan besar hati hakim meringankan hukumannya.

Jelang akhir pledoi, Muslih sempat membuat pengunjung sidang terdiam. Dia membacakan pesan khusus kepada majelis hakim, bahwa uang pesangon dan sisa gaji dirinya sebelum pengunduran diri pada 9 November 2017 lalu yang nilainya jika di total hampir Rp1 miliar, dinafkahkan untuk fakir miskin dan PDAM.

Dengan berat hati pula Muslih menyampaikan permintaan maafnya kepada keluaga Trensis yang turut terseret di kasus ini. Dituturkannya sebagai anak buah, Trensis hanya menjalankan perintah dari atasan. “Saya sangat menyesal. Saya minta maaf kepada keluarga Trensis,” ucapnya.

Muslih juga memohon agar dirinya tetap ditahan di Banjarbaru, bukan di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat yang selama ini menjadi tempat tahanan KPK. “Pekerjaan saya dan keluarga tak ada lagi. Saya memohon kepada KPK agar tetap ditahan di Lapas Banjarbaru supaya tetap dekat dengan keluarga,” tandasnya.

Sementara, Trensis dalam pembelaannya menuturkan, perbuatan dirinya atas perintah Muslih sebagai atasan. “Saya memohon kepada ketua majelis hakim untuk meringankan tuntutan hukuman saya,” tutur Trensis. Mantan manajer keuangan PDAM Bandarmasih ini dituntut penjara 1 tahun 6 bulan dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Sidang lanjutan dengan agenda putusan hakim dijadwalkan akan dihelat 30 Januari mendatang.
Sekadar mengingatkan, Muslih dan Trensis ditangkap KPK pada 14 Oktober 2017 silam. Mereka terjerat dalam kasus suap Raperda Penyertaan modal untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih.
KPK juga menangkap Ketua DPRD Iwan Rusmali dan Ketua Pansus Andi Effendi. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 15:52

Duel Adu Kuat dengan Adik Ipar, Ilyas Akhirnya Terkapar Bersimbah Darah

BANJARMASIN-M Ilyas (40) akhirnya meregang nyawa setelah duel satu lawan satu dengan Fazri (43) warga…

Selasa, 18 September 2018 10:53

Ibnu Minta Satpol PP Back Up BNN Berantas Narkoba

SATUAN polisi pamong praja dituntut untuk membantu aparat. Apakah itu kepolisian atau BNN (Badan Narkotika…

Selasa, 18 September 2018 10:08

Pencari Barang Bekas Temukan Mayat Tinggal Tengkorak di Bibir Pantai

PELAIHARI - Tak Disangka, berniat ingin mencari barang bekas di sekitar bibir pantai, Jamal alias Rambo…

Selasa, 18 September 2018 10:05

Sebulan Diburu, Jambret ini Akhirnya Berhasil Diringkus

BANJARMASIN - Kerja keras selama sebulan, akhirnya berbuah manis. Personel Opsnal Polsekta Banjarmasin…

Selasa, 18 September 2018 09:58

Hery Sasmita Peluk Erat H Jainuri Saat Pemeriksaan

MARABAHAN - Pengadilan Negeri Marabahan menggelar Pemeriksaan Setempat (PS) kasus pemukulan yang dilakukan…

Senin, 17 September 2018 13:03

NGERII..!! Orang Gila Mengamuk di PAUD, Begini Kejadiannya

BATULICIN - Warga sekitar lingkungan PAUD Ikhlas Membangun di Desa Sungai Danau Kecamatan Satui, mendadak…

Senin, 17 September 2018 12:59

Dibom 31 Kali Setiap Hari, Pilot Heli Sampai Geleng-Geleng

Guntung Damar, Landasan Ulin, Banjarbaru selalu menjadi medan perang antara api dan pemadam. Api tak…

Senin, 17 September 2018 11:53

Asik Mabuk, Tiga Remaja Diamankan

BANJARBARU - Meski masih tergolong anak di bawah umur, ironisnya tiga remaja berinisial AH, 14, NIR,…

Senin, 17 September 2018 10:05

Sisir Jalan Dianggap Rawan, Belasan Pemuda Mabuk Dijaring

BANJARMASIN - Belasan pemuda terjaring operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar jajaran Polsekta…

Senin, 17 September 2018 09:45

Pejabat Polda Kalsel Pantau Personel yang Bertugas di Lombok

BANJARMASIN- Jajaran Polda Kalsel bertolak meninjau langsung personel yang ditugaskan ke Lombok NTB,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .