MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 18 Januari 2018 19:17
Kejati Tak Jadi tetapkan Tersangka Kasus Perjalanan Fiktif DPRD Kalsel
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel tak jadi menetapkan tersangka dalam kasus perjalanan dinas fiktif DPRD Kalsel. Meski telah menjanjikannya akan diumumkan pekan ini, Kejati menundanya dengan alasan masih akan berkoordinasi lagi dengan Kejaksaan Agung.

Kepala Kejati Kalsel, Abdul Muni, kepada awak media mengungkapkan hal ini dilakukan untuk menyamakan persepsi setelah pihaknya mendapat supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa waktu lalu. “Akan kami ekspose dulu di Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Jadi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” tutur Muni kemarin.

Menurut Muni dalam kasus ini, untuk calon tersangka memang banyak. “Akan dipadukan dulu dengan hasil KPK. Baru ditetapkan,” ucapnya.

Hal ini jelas mengecewakan pasalnya Asisten Pidana Khusus (Adpidsus) Kejati Kalsel Munaji dengan yakin telah berjanji akan membeberkan nama tersangka kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif anggota DRPD Kalsel pekan ini.

Dituturkan kMunaji, selama ini pemeriksaan saksi dan alat bukti sudah cukup, begitu pula saksi ahli yang diminta pihak KPK juga sudah terpenuhi. “Calon tersangkanya sudah ada, yang jelas yang bertanggungjawab dalam keuangan terutama pembuat peraturan gubernur,” ucap Munaji ketika itu.

Diterangkannya, dari sekian banyak perjalanan dinas Anggota DPRD Kalsel, ada sebanyak 23 perjalanan anggota dewan yang fiktif, disitulah muara penyidik dalam melakukan penyidikan untuk mencari siapa yang harus mempertanggungjawabkannya.

Ketika kasus ini mencuat. Tak sedikit para Anggota DPRD Kalsel diperiksa pihak kejaksaan tinggi. Uang yang sudah dikembalikan sekitar Rp5 miliar. “Uang itu merupakan kelebihan dari perjalanan dinas, dan itu pun ada yang hanya sebagian saja mengembalikan,” ujar Munaji.

Pengamat Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Mohammad Effendy menilai Kejati Kalsel harusnya perlu cepat mengungkap kasus ini. Pasalnya, masyarakat sejak lama menunggu hasil dari kasus ini.

Dia menilai, seperti ada pergeseran kasus ini, kasus yang semula soal perjalanan dinas fiktif, malah mencuat kembali ke peraturan gubernur yang berbeda persepsi dengan Kementerian Keuangan. “Masyarakat menunggu. Kasus mana yang menjadi persoalan. Apakah perjalanan dinas fiktif atau soal beda penafsiran Pergub,” ujarnya.

Menyegarkan ingatan pembaca, kasus ini menyeret 55 anggota DPRD Kalsel periode 2014-2019, ada yang diduga memalsukan perjalanan dinas. Penelusuran Radar Banjarmasin dari kasus perjalanan fiktif ini juga menemukan ada beberapa anggota dewan yang mengaku tak berangkat tapi mengaku berangkat. Parahnya, mereka mengambil uang perjalanan dinas tersebut.

Meski demikian, kasus awal ini seakan hilang karena temuan baru soal beda penafsiran antara Pergub dan Permendagri soal status nilai perjalanan dinas anggota DPRD Kalsel. Mengacu pada Pergub Nomor 093 Tahun 2014 yang mengatur perjalanan dinas anggota DPRD itu setara dengan pejabat eselon I.

Padahal, surat edaran dari Kementerian Keuangan menyatakan anggota DPRD hanya setara dengan pejabat eselon II.Karena kesalahan ini, beberapa anggota DPRD mengembalikan selisih uang. Gubernur Kalsel Rudy Ariffin sendiri sempat diperiksa oleh Kejati Kalsel terkait hal ini. Total, sejak awal kasus, kejati telah memeriksa 123 orang. (mof/ay/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 11:18

Kala Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir Pulang Kampung

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kedatangan tamu tak biasa. Kemarin (20/2) kampus tertua di Banua…

Rabu, 21 Februari 2018 10:51

Buat Resah, Warga Jalan Banyiur Laporkan Pengedar Sabu

BANJARMASIN - Sebuah rumah di Jalan Banyiur Dalam RT 40 Banjarmasin Barat, disinyalir menjadi tempat…

Rabu, 21 Februari 2018 10:31

Dua Kaka Beradik Pengeroyok Suriadi Digelandang Aparat

BANJARMASIN - Perburuan kakak beradik yang terjerat kasus penganiayaan dan pengeroyokan,  akhirnya…

Selasa, 20 Februari 2018 14:42

Tersenggol Pagar, Terjatuh, Abbas Akhirnya Bisa Diringkus

BANJARMASIN – Mencari rejeki sebagai buruh angkut rupanya belum cukup bagi Hariyadi. Demi uang…

Selasa, 20 Februari 2018 13:46

Ditinggal Salat Magrib, Motor Lenyap Digondol Maling

TANJUNG - Jangan pernah meninggalkan kunci sepeda motor ketika sedang parkir. Hal itu menjadi peluang…

Selasa, 20 Februari 2018 13:37

Bawa Kabur Mobil Rental ke Kutai Barat, Pelaku Akhirnya Diciduk

BANJARMASIN - Kurang lebih dua pekan memburu pelaku pembawa mobil rental, Tim Gabungan Unit Reskrim…

Senin, 19 Februari 2018 14:42

Heboh Berita Orang Mengamuk di Masjid Amuntai, Ternyata Begini Kejadiannya

AMUNTAI - Kabar yang beredar tentang orang yang mengusir jemaah termasuk Imam di Masjid At-Taqwa, Amuntai,…

Senin, 19 Februari 2018 13:20

Tak Bisa Berenang, Pelajar SMP Tenggelam di Pantai Pagatan

BATULICIN - Keluarga besar SMPN 2 Kusan Hilir berduka. Salah satu pelajarnya, Fahrul Rozi (14), ditemukan…

Minggu, 18 Februari 2018 00:48

Kapok! Pemko Banjarbaru Laporkan Pria Hidung Belang ke Istrinya

BANJARBARU - Permasalahan praktik prostitusi di Banjarbaru tak ada habisnya. Meski Lokalisasi Pembatuan…

Sabtu, 17 Februari 2018 18:00

HEBOH! Aktivis Kotabaru Diserang, Pelaku Diduga Sudah Lama Mengintai

KOTABARU – Warga Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, mendadak geger, Jumat (16/2) pagi. Aktivis terkenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .