MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 18 Januari 2018 19:17
Kejati Tak Jadi tetapkan Tersangka Kasus Perjalanan Fiktif DPRD Kalsel
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel tak jadi menetapkan tersangka dalam kasus perjalanan dinas fiktif DPRD Kalsel. Meski telah menjanjikannya akan diumumkan pekan ini, Kejati menundanya dengan alasan masih akan berkoordinasi lagi dengan Kejaksaan Agung.

Kepala Kejati Kalsel, Abdul Muni, kepada awak media mengungkapkan hal ini dilakukan untuk menyamakan persepsi setelah pihaknya mendapat supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa waktu lalu. “Akan kami ekspose dulu di Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Jadi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” tutur Muni kemarin.

Menurut Muni dalam kasus ini, untuk calon tersangka memang banyak. “Akan dipadukan dulu dengan hasil KPK. Baru ditetapkan,” ucapnya.

Hal ini jelas mengecewakan pasalnya Asisten Pidana Khusus (Adpidsus) Kejati Kalsel Munaji dengan yakin telah berjanji akan membeberkan nama tersangka kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif anggota DRPD Kalsel pekan ini.

Dituturkan kMunaji, selama ini pemeriksaan saksi dan alat bukti sudah cukup, begitu pula saksi ahli yang diminta pihak KPK juga sudah terpenuhi. “Calon tersangkanya sudah ada, yang jelas yang bertanggungjawab dalam keuangan terutama pembuat peraturan gubernur,” ucap Munaji ketika itu.

Diterangkannya, dari sekian banyak perjalanan dinas Anggota DPRD Kalsel, ada sebanyak 23 perjalanan anggota dewan yang fiktif, disitulah muara penyidik dalam melakukan penyidikan untuk mencari siapa yang harus mempertanggungjawabkannya.

Ketika kasus ini mencuat. Tak sedikit para Anggota DPRD Kalsel diperiksa pihak kejaksaan tinggi. Uang yang sudah dikembalikan sekitar Rp5 miliar. “Uang itu merupakan kelebihan dari perjalanan dinas, dan itu pun ada yang hanya sebagian saja mengembalikan,” ujar Munaji.

Pengamat Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Mohammad Effendy menilai Kejati Kalsel harusnya perlu cepat mengungkap kasus ini. Pasalnya, masyarakat sejak lama menunggu hasil dari kasus ini.

Dia menilai, seperti ada pergeseran kasus ini, kasus yang semula soal perjalanan dinas fiktif, malah mencuat kembali ke peraturan gubernur yang berbeda persepsi dengan Kementerian Keuangan. “Masyarakat menunggu. Kasus mana yang menjadi persoalan. Apakah perjalanan dinas fiktif atau soal beda penafsiran Pergub,” ujarnya.

Menyegarkan ingatan pembaca, kasus ini menyeret 55 anggota DPRD Kalsel periode 2014-2019, ada yang diduga memalsukan perjalanan dinas. Penelusuran Radar Banjarmasin dari kasus perjalanan fiktif ini juga menemukan ada beberapa anggota dewan yang mengaku tak berangkat tapi mengaku berangkat. Parahnya, mereka mengambil uang perjalanan dinas tersebut.

Meski demikian, kasus awal ini seakan hilang karena temuan baru soal beda penafsiran antara Pergub dan Permendagri soal status nilai perjalanan dinas anggota DPRD Kalsel. Mengacu pada Pergub Nomor 093 Tahun 2014 yang mengatur perjalanan dinas anggota DPRD itu setara dengan pejabat eselon I.

Padahal, surat edaran dari Kementerian Keuangan menyatakan anggota DPRD hanya setara dengan pejabat eselon II.Karena kesalahan ini, beberapa anggota DPRD mengembalikan selisih uang. Gubernur Kalsel Rudy Ariffin sendiri sempat diperiksa oleh Kejati Kalsel terkait hal ini. Total, sejak awal kasus, kejati telah memeriksa 123 orang. (mof/ay/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 15:30

Kapolda Kalsel Segera Diusulkan Jadi Bintang Dua

BANJARBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, Kamis (24/5) kemarin resmi bertipe A. Usai digelarnya…

Jumat, 25 Mei 2018 14:16

DORR..!! Warga Banjarbaru Ditembak Orang Misterius

BANJARBARU - Suasana santai Kamis (24/5) malam di sebuah warung gorengan di Jalan Karang Rejo, Kelurahan…

Kamis, 24 Mei 2018 12:18

Berkat Laporan Warga, Pengedar Ribuan Zenith Diringkus

BANJARMASIN - Syaiful Akhyar (48) tak berkutik tertangkap anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin…

Kamis, 24 Mei 2018 12:07

Diduga Depresi, Pria 30 Tahun Ditemukan Tergantung di Atas Pohon

PELAIHARI - Hati Simon (30) tak kuasa melihat jasad ayahnya,  Sudiran (58) dalam keadaaan tergantung…

Rabu, 23 Mei 2018 14:23

Warung Sakadup Digrebek Satpol PP, Eh Pelanggan Kabur Belum Bayar Lagi

BANJARMASIN - Pengunjung warung sakadup di belakang Terminal Induk Banjarmasin sontak berhamburan saat…

Rabu, 23 Mei 2018 13:00

Tersenggol Taksi, Nyawa Deddy Melayang

RANTAU - Deddy Irawan (38) harus kehilangan nyawa di Jalan A Yani atau tepatnya di depan Pondok Pesantren…

Rabu, 23 Mei 2018 11:43

Kasihannya.. Pria ini Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa di Bawah Jembatan

BANJARBARU - Nasib malang dialami M Yunan. Pria berusia 60 tahun itu ditemukan sudah tak bernyawa di…

Selasa, 22 Mei 2018 14:39

Dua Madi asal Sungai Danau Terciduk Bawa 18 Kilo Sabu

BANJARMASIN - 18 Kilogram Sabu gagal beredar di Kalsel. Narkoba tersebut dibawa oleh dua orang kurir…

Selasa, 22 Mei 2018 12:38

Pencuri Batu Bara di Sungai Barito Diringkus, Begini Cara Mereka Beraksi

BANJARMASIN - Delapan kawanan pencurian batu bara karungan yang diduga kerap beraksi di perairan Sungai…

Senin, 21 Mei 2018 13:29

Aparat Desa Manarap Tengah Akhirnya Meminta Maaf kepada Pengembang

Ini pelajaran bagi aparat desa. Karena permintaannya ditolak, mereka memasang portal untuk memblokade…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .