MANAGED BY:
RABU
23 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07
Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing
Amang Arul memberikan pengarahan kepada puluhan Acil Jukung Pasar Terapung sebelum tampil, Jumat (19/1) dalam acara Festival Jukung Berenteng di sungai dengan Menara Pandang.

PROKAL.CO, Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik itu semua ternyata ada sosok yang memandunya. Bernama Arul. Berikut ceritanya.

ENDANG SYAFRUDDIN, Banjarmasin.

Kemarin (19/1) sore,  Arul  terlihat sibuk. Dia mempersiapkan acil-acil Pasar Terapung untuk tampil dalam Festival Jukung Barengteng.

Ketika ditemui, pria 45 tahun itu menyambut hangat.  Dia lebih senang dipanggil dengan nama Amang Arul. Rambutnya sudah ditumbuhi banyak uban, tapi tubuhnya masih terlihat tegap.

Amang Arul lantas bercerita. Dia ternyata sudah membina acil-acil jukung sejak 2010. Waktu yang cukup lama.

Awalnya tak ada formasi khusus. Amang Arul hanya mengarahkan agar acil-acil berjejer memanjang ke belakang. Orang Banjar menyebutnya barenteng.

Nah, tahun 2015 ada permintaan untuk menampilkan formasi jukung yang unik untuk dipotret.  Request datang dari seorang fotografer asing.  Sayang, Arul lupa nama dan asalnya.

Lantas, Amang Arul menyanggupinya. Dia pun mengumpulkan acil jukung untuk berlatih. Membentuk berbagai formasi sesuai keinginan si pemesan.

Sesederhana itu? Tentu saja tidak. Sulit untuk mengatur orang banyak. Apalagi kendaraan yang digunakan adalah jukung.  Mereka harus berjuang melawan arus sungai.

Itu belum termasuk asil-asil yang sudah berusia tua. “Suka dukanya itu hanya saat mengatur acil jukung yang sudah tua saja. Karena ada yang sering lupa dan ada yang keras kepala, itu saja,” tuturnya sembari tersenyum.

Hal itu membuat Amang Arul makin tertantang. Baginya, apa saja mungkin. Asalkan ada keinginan dan semangat untuk menampilkan sesuatu yang unik.

Berkat latihan rutin usaha yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil.  Puluhan acil jukung binaannya bisa menampilkan berbagai formasi. Bahkan hingga saat ini. Formasi bunga Teratai dan kipas, menjadi andalan.  “Dan ternyata orang luar negeri itu senang dengan hasil penampilan kami,” kata warga asli Desa Lok Baintan terserbut.

Jauh sebelumnya, apa yang dilakukan Amang Arul adalah inisiatifnya sendiri. Dia ingin ada sesuatu yang menarik selain aktivitas jual beli di Pasar Terapung.

Singkat cerita, penampilan acil jukung terdengar oleh pemko. Akhirnya, mereka pun sering diminta untuk tampil dalam berbagai event.  “Akhirnya sampai sekarang kami sering diminta tampil,” pungkasnya. (at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…

Jumat, 11 Mei 2018 16:00

Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai…

Jumat, 11 Mei 2018 15:56

Kisah Purnawirawan TNI yang Menjadi Relawan Penyeberangan Pejalan Kaki

Kopral Effendie sedang menyeberangkan pejalan kaki. Truk tentara melintas. Sejenak dia terdiam. Tangan…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Rabu, 09 Mei 2018 16:15

Ini Nih Relawan Ojek Gratis di SBMPTN ULM

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) selalu merepotkan karena digelar di tempat berbeda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .