MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07
Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing
Amang Arul memberikan pengarahan kepada puluhan Acil Jukung Pasar Terapung sebelum tampil, Jumat (19/1) dalam acara Festival Jukung Berenteng di sungai dengan Menara Pandang.

PROKAL.CO, Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik itu semua ternyata ada sosok yang memandunya. Bernama Arul. Berikut ceritanya.

ENDANG SYAFRUDDIN, Banjarmasin.

Kemarin (19/1) sore,  Arul  terlihat sibuk. Dia mempersiapkan acil-acil Pasar Terapung untuk tampil dalam Festival Jukung Barengteng.

Ketika ditemui, pria 45 tahun itu menyambut hangat.  Dia lebih senang dipanggil dengan nama Amang Arul. Rambutnya sudah ditumbuhi banyak uban, tapi tubuhnya masih terlihat tegap.

Amang Arul lantas bercerita. Dia ternyata sudah membina acil-acil jukung sejak 2010. Waktu yang cukup lama.

Awalnya tak ada formasi khusus. Amang Arul hanya mengarahkan agar acil-acil berjejer memanjang ke belakang. Orang Banjar menyebutnya barenteng.

Nah, tahun 2015 ada permintaan untuk menampilkan formasi jukung yang unik untuk dipotret.  Request datang dari seorang fotografer asing.  Sayang, Arul lupa nama dan asalnya.

Lantas, Amang Arul menyanggupinya. Dia pun mengumpulkan acil jukung untuk berlatih. Membentuk berbagai formasi sesuai keinginan si pemesan.

Sesederhana itu? Tentu saja tidak. Sulit untuk mengatur orang banyak. Apalagi kendaraan yang digunakan adalah jukung.  Mereka harus berjuang melawan arus sungai.

Itu belum termasuk asil-asil yang sudah berusia tua. “Suka dukanya itu hanya saat mengatur acil jukung yang sudah tua saja. Karena ada yang sering lupa dan ada yang keras kepala, itu saja,” tuturnya sembari tersenyum.

Hal itu membuat Amang Arul makin tertantang. Baginya, apa saja mungkin. Asalkan ada keinginan dan semangat untuk menampilkan sesuatu yang unik.

Berkat latihan rutin usaha yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil.  Puluhan acil jukung binaannya bisa menampilkan berbagai formasi. Bahkan hingga saat ini. Formasi bunga Teratai dan kipas, menjadi andalan.  “Dan ternyata orang luar negeri itu senang dengan hasil penampilan kami,” kata warga asli Desa Lok Baintan terserbut.

Jauh sebelumnya, apa yang dilakukan Amang Arul adalah inisiatifnya sendiri. Dia ingin ada sesuatu yang menarik selain aktivitas jual beli di Pasar Terapung.

Singkat cerita, penampilan acil jukung terdengar oleh pemko. Akhirnya, mereka pun sering diminta untuk tampil dalam berbagai event.  “Akhirnya sampai sekarang kami sering diminta tampil,” pungkasnya. (at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*