MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 23 Januari 2018 13:30
Tri Nurahmi, Pemeran Utama Ratu Zaleha, Berlatih Ekstra hingga Cedera
TOTALITAS: Tri Nurahmi tampil memukau dalam pertunjukkan. Dia mampu memerankan sosok Ratu Zaleha dengan baik.

PROKAL.CO, Pentas Seni Drama Tari (Sendratari) Kolosal berjudul Manjalung Ratu Zaleha, Sabtu (21/1) malam, sukses digelar. Pementasan yang berlangsung di di Gedung Sultan Suriansyah melibatkan 200 mahasiswa-mahasiswi STIKP PGRI Banjarmasin. Salah satunya, Tri Nurahmi. Dialah pemeran sosok Ratu Zaleha.

===========================

Dalam medan perang. Ratu Zaleha, dikepung oleh pasukan Belanda. Hutan yang mengelilingi cucu dari Pangeran Antasari itu, dibakar hingga menjadi lautan api. Namun, dia mampu bertahan.

Rambutnya yang panjang dan disanggul rapi, putus dilanda peluru. Lengan kirinya juga tertembak.

Darah berkucuran membasahi tubuh Ratu Zaleha. Namun air matanya tak pernah jatuh setetes pun mengiringi perjuangannya. "Haram manyarah !!! Waja sampai ka puting," teriak Tri Nurahmi, sang pemeran Ratu Zaleha. Itulah sepenggal cuplikan pementasan kala itu.

Menjadi aktor utama dalam pementasan, tentu saja sangat membanggakan. Apalagi yang diperankan adalah sosok yang melegenda di Kalsel.

Tentu saja tak sesederhana itu. Rahmi, begitulah panggilannya. Sebelumnya cewek kelahiran 24 Juni itu harus melakukan riset.

Selain membaca berbagai tulisan soal Ratu Zaleha, dia juga berkonsultasi dengan zuriat sang pejuang. Yakni Gusti Nor Maulana. "Segala hal yang perlu ketahui saya konsultasikan. Termasuk, bagaimana rupa sang Ratu Zaleha," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Senin (22/1) sore.

Rahmi mempunyai basic gerak tari gagahan atau ke laki-lakian. Bermodal hal itu, dia pun ditunjuk memerankan Ratu Zaleha.

Dia menjalani latihan tiga bulan. Bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya. "Tak mudah untuk menjadi tokoh utama. Tanggung jawabnya sangat besar. Untuk mencapai hasil maksimal, saya juga memerlukan latihan tambahan. Karena selain harus banyak gerak improvisasi dan gerak bela diri, makna dari gerakan yang ditampilkan pun harus tersampaikan dengan sesuai," ungkapnya.

Tiga hari menjelang pementasan, Rahmi sempat cedera di bagian kaki. Penyebabnya karena latihan keras.
"Tapi, karena dunia pertunjukan merupakan suatu tantangan yang mampu memacu adrenalin, hal semacam itu kami anggap merupakan sebuah ujian saja. Yang penting, bagi kami, seni pertunjukan bisa membuat seseorang mampu mengekspresikan diri, serta ambil bagian melestarikan kesenian daerah untuk selalu berkembang," pungkasnya. (war/at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…

Jumat, 11 Mei 2018 16:00

Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai…

Jumat, 11 Mei 2018 15:56

Kisah Purnawirawan TNI yang Menjadi Relawan Penyeberangan Pejalan Kaki

Kopral Effendie sedang menyeberangkan pejalan kaki. Truk tentara melintas. Sejenak dia terdiam. Tangan…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Rabu, 09 Mei 2018 16:15

Ini Nih Relawan Ojek Gratis di SBMPTN ULM

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) selalu merepotkan karena digelar di tempat berbeda.…

Selasa, 08 Mei 2018 14:35

Kisah Hidup Mahmud Ropi, Ayah Dua Anak Penyandang Disabilitas

Mahmud Ropi banyak bersyukur dalam hidupnya. Meski mengalami berbagai kesulitan hidup, dia bangkit dan…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .