MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 23 Januari 2018 13:30
Tri Nurahmi, Pemeran Utama Ratu Zaleha, Berlatih Ekstra hingga Cedera
TOTALITAS: Tri Nurahmi tampil memukau dalam pertunjukkan. Dia mampu memerankan sosok Ratu Zaleha dengan baik.

PROKAL.CO, Pentas Seni Drama Tari (Sendratari) Kolosal berjudul Manjalung Ratu Zaleha, Sabtu (21/1) malam, sukses digelar. Pementasan yang berlangsung di di Gedung Sultan Suriansyah melibatkan 200 mahasiswa-mahasiswi STIKP PGRI Banjarmasin. Salah satunya, Tri Nurahmi. Dialah pemeran sosok Ratu Zaleha.

===========================

Dalam medan perang. Ratu Zaleha, dikepung oleh pasukan Belanda. Hutan yang mengelilingi cucu dari Pangeran Antasari itu, dibakar hingga menjadi lautan api. Namun, dia mampu bertahan.

Rambutnya yang panjang dan disanggul rapi, putus dilanda peluru. Lengan kirinya juga tertembak.

Darah berkucuran membasahi tubuh Ratu Zaleha. Namun air matanya tak pernah jatuh setetes pun mengiringi perjuangannya. "Haram manyarah !!! Waja sampai ka puting," teriak Tri Nurahmi, sang pemeran Ratu Zaleha. Itulah sepenggal cuplikan pementasan kala itu.

Menjadi aktor utama dalam pementasan, tentu saja sangat membanggakan. Apalagi yang diperankan adalah sosok yang melegenda di Kalsel.

Tentu saja tak sesederhana itu. Rahmi, begitulah panggilannya. Sebelumnya cewek kelahiran 24 Juni itu harus melakukan riset.

Selain membaca berbagai tulisan soal Ratu Zaleha, dia juga berkonsultasi dengan zuriat sang pejuang. Yakni Gusti Nor Maulana. "Segala hal yang perlu ketahui saya konsultasikan. Termasuk, bagaimana rupa sang Ratu Zaleha," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Senin (22/1) sore.

Rahmi mempunyai basic gerak tari gagahan atau ke laki-lakian. Bermodal hal itu, dia pun ditunjuk memerankan Ratu Zaleha.

Dia menjalani latihan tiga bulan. Bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya. "Tak mudah untuk menjadi tokoh utama. Tanggung jawabnya sangat besar. Untuk mencapai hasil maksimal, saya juga memerlukan latihan tambahan. Karena selain harus banyak gerak improvisasi dan gerak bela diri, makna dari gerakan yang ditampilkan pun harus tersampaikan dengan sesuai," ungkapnya.

Tiga hari menjelang pementasan, Rahmi sempat cedera di bagian kaki. Penyebabnya karena latihan keras.
"Tapi, karena dunia pertunjukan merupakan suatu tantangan yang mampu memacu adrenalin, hal semacam itu kami anggap merupakan sebuah ujian saja. Yang penting, bagi kami, seni pertunjukan bisa membuat seseorang mampu mengekspresikan diri, serta ambil bagian melestarikan kesenian daerah untuk selalu berkembang," pungkasnya. (war/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 12:03

Jalan Untuk Kaum Difabel di DPRD Jatim

Hak penyandang disabilitas sekarang ini masih kurang, baik sarana maupun prasarana publik maupun pekerjaan.…

Selasa, 13 November 2018 15:04

Event Gowes Untukmu Pahlawanku Meriah dan Banyak Hadiah

WALAU Sempat diguyur hujan, Fun Gowes Untukmu Pahlawanku "Semangat Pahlawan di Dadaku" gelaran Dewan…

Selasa, 13 November 2018 14:47

Unik, Samsat Bergerak Sapu Jagad

BANJARMASIN - Untuk meningkatkan pendapatan di sektor pajak, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel…

Senin, 12 November 2018 12:52
Berita Tenaga Kerja Indonesia

Hongkong Paling Banyak, Baru Arab Saudi

September tadi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin bersama BP3TKI Banjarbaru mencegat keberangkatan…

Sabtu, 10 November 2018 11:34

Mengenang Gugurnya Sembilan Syuhada 9 November 1945 di Banua

Abdul Majid, lahir sepuluh tahun setelah penyerangan 9 November 1945. Tiga pamannya gugur dalam penyerangan…

Selasa, 06 November 2018 14:50

Sungai Baru Larut dalam Nostalgia Layar Tancap

Layar tancap adalah hiburan rakyat. Orang juga menyebutnya dengan misbar alias gerimis bubar. Di Banjarmasin,…

Jumat, 02 November 2018 10:50

Ada yang Jadi Mata Pilot, Ada yang Penjaga Cuaca

BANJARBARU - Bandara adalah sebuah dunia sendiri. Dengan ribuan orang yang bergegas, jadwal yang…

Jumat, 26 Oktober 2018 15:28

Menanti Hujan Turun di Pulau Laut, PDAM Andalkan Empang...Eh Waduk

Doa PDAM minta hujan rupanya masih tertahan di langit. Pulau Laut panas, walau siang kemarin sempat…

Rabu, 24 Oktober 2018 12:32

Lagu "Insya Allah" Fadly Padi Sejukkan Ribuan Napi

Lapangan besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru memutih. Ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .