MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 23 Januari 2018 13:30
Tri Nurahmi, Pemeran Utama Ratu Zaleha, Berlatih Ekstra hingga Cedera
TOTALITAS: Tri Nurahmi tampil memukau dalam pertunjukkan. Dia mampu memerankan sosok Ratu Zaleha dengan baik.

PROKAL.CO, Pentas Seni Drama Tari (Sendratari) Kolosal berjudul Manjalung Ratu Zaleha, Sabtu (21/1) malam, sukses digelar. Pementasan yang berlangsung di di Gedung Sultan Suriansyah melibatkan 200 mahasiswa-mahasiswi STIKP PGRI Banjarmasin. Salah satunya, Tri Nurahmi. Dialah pemeran sosok Ratu Zaleha.

===========================

Dalam medan perang. Ratu Zaleha, dikepung oleh pasukan Belanda. Hutan yang mengelilingi cucu dari Pangeran Antasari itu, dibakar hingga menjadi lautan api. Namun, dia mampu bertahan.

Rambutnya yang panjang dan disanggul rapi, putus dilanda peluru. Lengan kirinya juga tertembak.

Darah berkucuran membasahi tubuh Ratu Zaleha. Namun air matanya tak pernah jatuh setetes pun mengiringi perjuangannya. "Haram manyarah !!! Waja sampai ka puting," teriak Tri Nurahmi, sang pemeran Ratu Zaleha. Itulah sepenggal cuplikan pementasan kala itu.

Menjadi aktor utama dalam pementasan, tentu saja sangat membanggakan. Apalagi yang diperankan adalah sosok yang melegenda di Kalsel.

Tentu saja tak sesederhana itu. Rahmi, begitulah panggilannya. Sebelumnya cewek kelahiran 24 Juni itu harus melakukan riset.

Selain membaca berbagai tulisan soal Ratu Zaleha, dia juga berkonsultasi dengan zuriat sang pejuang. Yakni Gusti Nor Maulana. "Segala hal yang perlu ketahui saya konsultasikan. Termasuk, bagaimana rupa sang Ratu Zaleha," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Senin (22/1) sore.

Rahmi mempunyai basic gerak tari gagahan atau ke laki-lakian. Bermodal hal itu, dia pun ditunjuk memerankan Ratu Zaleha.

Dia menjalani latihan tiga bulan. Bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya. "Tak mudah untuk menjadi tokoh utama. Tanggung jawabnya sangat besar. Untuk mencapai hasil maksimal, saya juga memerlukan latihan tambahan. Karena selain harus banyak gerak improvisasi dan gerak bela diri, makna dari gerakan yang ditampilkan pun harus tersampaikan dengan sesuai," ungkapnya.

Tiga hari menjelang pementasan, Rahmi sempat cedera di bagian kaki. Penyebabnya karena latihan keras.
"Tapi, karena dunia pertunjukan merupakan suatu tantangan yang mampu memacu adrenalin, hal semacam itu kami anggap merupakan sebuah ujian saja. Yang penting, bagi kami, seni pertunjukan bisa membuat seseorang mampu mengekspresikan diri, serta ambil bagian melestarikan kesenian daerah untuk selalu berkembang," pungkasnya. (war/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 18:24

Di Belakang Layar Seorang Dalang: Hidupnya Tak Sekocak Wayangnya

Orang Kalimantan hanya mengenal satu Wayang Kulit. Namanya Wayang Kulit Banjar. Di pedesaan Hulu Sungai,…

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Sabtu, 04 Agustus 2018 15:11

Berkenalan dengan BPK dan Tim Emergency Landu, Banjarbaru

Memadamkan api, menolong orang kecelakaan, mengevakuasi korban, itulah yang sering dilakukan BPK dan…

Kamis, 02 Agustus 2018 17:32

Kasihannya..!! Ayah Rela Meminta-Minta Demi Biayai Anak di Rumah Sakit

Tetes air mata menetes dari mata Rosila (46) saat bercerita tentang suaminya, Suparyono(50) yang meminta-minta…

Rabu, 01 Agustus 2018 15:12

Cerita Adittya Regas, Penulis Muda Asal Banjarmasin

Patah hati tak lantas melarutkan Adittya Regas (23) dalam kesedihan. Sajak-sajak pilu yang tadi berkecamuk…

Selasa, 31 Juli 2018 15:03

Mengenang Jasa Transportasi Getek, Berawal dari Lima Puluh Perak

Jasa transportasi jukung getek dilindas zaman. Hasan memilih jalan sunyi. Bertahan dengan sampan tua,…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .