MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 24 Januari 2018 11:03
Berita Tabalong
Warga Tujuh Desa Terpencil di Tabalong Kini Bisa Nelpon
TANDA TANGAN PRASASTI : Direktorat Jenderal (Dirjend) SDPPI Kementrian Kominfo, Ismail ketika menandatangani prasasti BTS di Desa Purui, Kecamatan Jaro, Selasa (23/1/18).

PROKAL.CO, TANJUNG - Masyarakat di desa-desa terpencil di Kabupaten Tabalong kini bisa menelpon. Hal itu sejak diresmikannya tower base transceiver station (BTS) sebagai alat pendukung signal seluler telpon genggam di kawasan tersebut oleh Direktorat Jenderal (Dirjend) SDPPI Kementrian Kominfo, Ismail di Desa Purui, Kecamatan Jaro, Selasa (23/1/18). 

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani beserta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabalong menyaksikannya, berikut anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H Syaiful Tamlihah dan Vice President North Region PT XL Axiata, Desi Sari Dewi, selaku pemilik tower. 

Desa-desa terpencil yang mendapat perhatian itu adalah Desa Dambung, Panaan, Desa Hegarmanah, Binjai, Sungai Komap, Salikung, Muara Uya dan Purui. Semuanya terletak di tiga kecamatan. Yakni, Bintang Ara, Jaro dan Muara Uya.

Dirjend mengatakan keberadaan BTS ini merupakan langkah awal untuk warga desa bisa memanfaatkan infrastruktur yang dibangun oleh Pemkab Tabalong melalui jaringan telekomunikasi.

Ia menjelaskan, keberadaan BTS di tujuh titik ini bisa membantu warga setempat dalam rangka meningkatkan ekonomi. "Jadi adanya BTS ini tidak hanya untuk komunikasi dengan sanak saudara, tetapi juga bisa membantu mensejajarkan kecerdasan anak, atau membantu petani untuk meningkatkan pendapatan," ujarnya.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani menyambut baik dibangunnya BTS di tujuh desa karena bisa mengangkat potensi warga desa di Tabalong. "Karena potensi desa kita sangat luar biasa, terutama untuk komoditi karet. Nah, adanya jaringan telekomunikasi ini menjawab untuk meningkatkan kebutuhan warga," ujarnya. 

Ia berharap ke depannya pembangunan BTS bekerja sama dengan provider dari PT XL Axiata itu terus bisa berlanjut. Bahkan, bisa membangun 15 titik lain wilayah Tabalong. 

Vice President North Region PT XL Axiata, mengatakan pembangunan tower BTS sengaja di tempatkan di desa-desa terpencil yang belum memiliki akses jaringan telpon. "Dalam dua tahun terakhir, kami telah membangun BTS di kota-kota terpencil, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk pemerataan ekonomi melalui komunikasi," jelasnya. 

Ia menjelaskan, BTS yang dipasang di tujuh desa tersebut merupakan jenis perintis dengan layanan jarigan 2G. Layanan tersebut cukup efektif dalam komunikasi jarak jauh, dengan jelas. 

Sebagai buktinya, dia pun memperkenankan bupati dan kepala desa setempat langsung mengujicoba operasional BTS, dengan cara menelpon ke Sulawesi. Dan hasilnya, mendapat apreasi, karena suara yang diterima cukup jelas. 

Mengetahui dibangunnya tower BTS di dekat tempat tinggalnya, warga Desa Dambung sangat senang. Sebab, mereka tidak akan lagi kesulitan berkomunikasi. “Kalau dulu kami perlu ke gunung dulu kalau mau nelpon, dan perlu menempuh jarak sejauh dua kilometer. Apalagi kami harus mengeluarkan biaya seperti bensin," kata Mulyadi. 

Perasaan sama juga dirasakan warga sekitar di tujuh desa yang dibangun BTS. "Kalau dulu, warga desa perlu menempuh tiga kilometer menuju arah luar desa menggunakan sepeda atau pun ojek untuk berbagi informasi, sekarang tidak lagi," ujar Arbain, Kepala Desa Namun, bersyukur. (Mc tabalong/ibn/ema)


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 15:28

Staf Ahli Mentan Sam Herodian Kunjungi SMK Pertanian Banjarbaru

BANJARBARU ---SMK PP Negeri Banjarbaru kali ini kedatangan salah satu…

Rabu, 19 Desember 2018 14:10

Jelang Natal dan Tahun Baru Dishub Mulai Antisipasi Lonjakan Arus Kendaraan

BANJARMASIN – Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah di depan…

Rabu, 19 Desember 2018 14:02

Penghapusan Denda Pajak Untuk Kendaraan Tahun 2014-2018

BANJARMASIN - Badan Keuangan Daerah (Bekauda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)…

Rabu, 19 Desember 2018 13:39

Kasus Tunggakan Klaim BPJS Menuai Kekecewaan Berbagai Pihak

BANJARMASIN – Kasus penunggakan klaim BPJS Kesehatan kepada RSUD Ulin…

Rabu, 19 Desember 2018 13:29

Strategis Pertanian, Menteri Pertanian Mimpikan Kalsel Jadi Penopang Pangan di Luar Jawa

MARTAPURA – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengunjungi Desa…

Rabu, 19 Desember 2018 13:17

Disebut Menyatakan Ada Jual Beli KTP, M Noor Sanggah Pemberitaan Radar Banjarmasin

BANJARMASIN – Disebut menyatakan adanya jual beli KTP sebagai bentuk…

Rabu, 19 Desember 2018 11:56

Bulog Apresiasi Strategi Balangan Jamin Stabilitas Pangan

PARINGIN --- Bupati Balangan H Ansharuddin pada Senin (17/12) kemarin…

Rabu, 19 Desember 2018 11:00

Dapat Bantuan Dari Kemenhub, Bus Sekolah Dishub Banjarbaru Nambah Satu

BANJARBARU - Usai mengajukan proposal permohonan sejak Januari 2018 lalu…

Rabu, 19 Desember 2018 10:14

Hermansyah Sampai Geram, Ternyata Karena Ini Walikota Sebelumnya Tak Menyentuh Sudimampir

BANJARMASIN - Perwakilan pedagang, pemilik dan penyewa toko dari Pasar…

Rabu, 19 Desember 2018 10:04

Disdukcapil Tegaskan KTP Rusak dan Invalid Tidak Pernah di Selewengkan

SEJAK tahun 2012 sampai 2018, di Banjarmasin terkumpul 22.807 keping…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .