MANAGED BY:
SELASA
18 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 24 Januari 2018 11:03
Berita Tabalong
Warga Tujuh Desa Terpencil di Tabalong Kini Bisa Nelpon
TANDA TANGAN PRASASTI : Direktorat Jenderal (Dirjend) SDPPI Kementrian Kominfo, Ismail ketika menandatangani prasasti BTS di Desa Purui, Kecamatan Jaro, Selasa (23/1/18).

PROKAL.CO, TANJUNG - Masyarakat di desa-desa terpencil di Kabupaten Tabalong kini bisa menelpon. Hal itu sejak diresmikannya tower base transceiver station (BTS) sebagai alat pendukung signal seluler telpon genggam di kawasan tersebut oleh Direktorat Jenderal (Dirjend) SDPPI Kementrian Kominfo, Ismail di Desa Purui, Kecamatan Jaro, Selasa (23/1/18). 

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani beserta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabalong menyaksikannya, berikut anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H Syaiful Tamlihah dan Vice President North Region PT XL Axiata, Desi Sari Dewi, selaku pemilik tower. 

Desa-desa terpencil yang mendapat perhatian itu adalah Desa Dambung, Panaan, Desa Hegarmanah, Binjai, Sungai Komap, Salikung, Muara Uya dan Purui. Semuanya terletak di tiga kecamatan. Yakni, Bintang Ara, Jaro dan Muara Uya.

Dirjend mengatakan keberadaan BTS ini merupakan langkah awal untuk warga desa bisa memanfaatkan infrastruktur yang dibangun oleh Pemkab Tabalong melalui jaringan telekomunikasi.

Ia menjelaskan, keberadaan BTS di tujuh titik ini bisa membantu warga setempat dalam rangka meningkatkan ekonomi. "Jadi adanya BTS ini tidak hanya untuk komunikasi dengan sanak saudara, tetapi juga bisa membantu mensejajarkan kecerdasan anak, atau membantu petani untuk meningkatkan pendapatan," ujarnya.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani menyambut baik dibangunnya BTS di tujuh desa karena bisa mengangkat potensi warga desa di Tabalong. "Karena potensi desa kita sangat luar biasa, terutama untuk komoditi karet. Nah, adanya jaringan telekomunikasi ini menjawab untuk meningkatkan kebutuhan warga," ujarnya. 

Ia berharap ke depannya pembangunan BTS bekerja sama dengan provider dari PT XL Axiata itu terus bisa berlanjut. Bahkan, bisa membangun 15 titik lain wilayah Tabalong. 

Vice President North Region PT XL Axiata, mengatakan pembangunan tower BTS sengaja di tempatkan di desa-desa terpencil yang belum memiliki akses jaringan telpon. "Dalam dua tahun terakhir, kami telah membangun BTS di kota-kota terpencil, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk pemerataan ekonomi melalui komunikasi," jelasnya. 

Ia menjelaskan, BTS yang dipasang di tujuh desa tersebut merupakan jenis perintis dengan layanan jarigan 2G. Layanan tersebut cukup efektif dalam komunikasi jarak jauh, dengan jelas. 

Sebagai buktinya, dia pun memperkenankan bupati dan kepala desa setempat langsung mengujicoba operasional BTS, dengan cara menelpon ke Sulawesi. Dan hasilnya, mendapat apreasi, karena suara yang diterima cukup jelas. 

Mengetahui dibangunnya tower BTS di dekat tempat tinggalnya, warga Desa Dambung sangat senang. Sebab, mereka tidak akan lagi kesulitan berkomunikasi. “Kalau dulu kami perlu ke gunung dulu kalau mau nelpon, dan perlu menempuh jarak sejauh dua kilometer. Apalagi kami harus mengeluarkan biaya seperti bensin," kata Mulyadi. 

Perasaan sama juga dirasakan warga sekitar di tujuh desa yang dibangun BTS. "Kalau dulu, warga desa perlu menempuh tiga kilometer menuju arah luar desa menggunakan sepeda atau pun ojek untuk berbagi informasi, sekarang tidak lagi," ujar Arbain, Kepala Desa Namun, bersyukur. (Mc tabalong/ibn/ema)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 15:56

Hujan Mengguyur, Kabut Asap Mulai Berkurang

BANJARBARU - Dampak kabut asap akibat kebakaran lahan di area Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di…

Selasa, 18 September 2018 15:45

Dewan Tak Cabut Laporan, Kasus Perusakan Tetap Lanjut

BANJARMASIN - Kasus perusakan di gedung DPRD Provinsi Kalsel pada aksi unjuk rasa beberapa hari lalu…

Selasa, 18 September 2018 15:41

Buruh Sawit di Kotabaru Tiga Bulan Tak Gajian, Uang BPJS Diduga Ditilep

Ribuan keluarga buruh sawit megap-megap, terancam kelaparan. Harga minyak sawit tinggi, tapi karyawan…

Selasa, 18 September 2018 14:38
Parlementaria

Area Dekat Bandara Potensial untuk Sentra Perdagangan

BANJARBARU - Soal pariwisata Banjarbaru. Wakil Ketua DPRD Banjarbaru, Wartono mengatakan kalau Kota…

Selasa, 18 September 2018 14:34
Pemko Banjarbaru

Gerakan Salat Subuh Berjamaah Membentuk Karakter Masyarakat Religius

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan didampingi Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah…

Selasa, 18 September 2018 13:43
Pemkab Tanah Bumbu

Haornas di Tanah Bumbu Dimeriahkan Aneka Perlombaan

BATULICIN - Ratusan masyarakat di Tanah Bumbu turut memeriahkan Peringatan Hari olah Raga Nasional (Haornas)…

Selasa, 18 September 2018 13:42
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Sampaikan Tiga Raperda 2018

BATULICIN - Plt Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Ambo…

Selasa, 18 September 2018 13:40
Pemkab Tanah Bumbu

Rumah Tahfiz Quran Dibuatkan Perda

BATULICIN - Demi mewujudkan generasi penghafal Quran  di Tanah Bumbu, saat ini pemerintah daerah…

Selasa, 18 September 2018 11:11

Kabut Asap Kian Pekat, DLH Akan Keluarkan Peringatan

BANJARMASIN - Dua hari terakhir, kabut asap kian pekat di Banjarmasin. Terutama pada pagi dan malam…

Selasa, 18 September 2018 10:59

Larangan Kresek di Pasar Tradisional Makin Digaungkan

BANJARMASIN - Kebijakan diet kantong plastik bakal benar-benar menyasar pasar tradisional. Artinya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .