MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 24 Januari 2018 11:26
Empu Rambut Perak si Pembuat Keris Asal Banjarmasin

Sering Diminta Membuat Keris Legenda

MEMBUAT BESI: Empu Rambut Perak atau M Amin saat membuat keris dari besi tua di tempat kerjanya, kemarin siang.

PROKAL.CO, Ting! Ting! Ting! Bunyi palu baja menghantam keras besi panas berwarna merah menyala.  Muhammad Amin terlihat berkeringat. Pria 57 tahun itu bolak-balik  memasukkan batangan besi yang dia tempa ke dalam bara api.

EKA PERTIWI, Banjarmasin

Empu Rambut Perak. Begitulah orang menjuluki Amin. Disebut empu karena memang ahli membuat keris. Ketenarannya sudah tersebar se-Kalsel.

Sementara Rambut Perak adalah gambaran bagi rambutnya yang telah memutih. Penuh dengan uban.

Tempat pembuatan kerisnya berada di Pasar Jati, Pekapuran A, Banjarmasin Tengah. Bangunannya sederhana. Berukuran 3x6 meter. Berada di antara deretan toko beras. Amin biasa menyebut tempat kerjanya itu balai atau pendopo.

“Saya seorang seniman,” begitulah dia menyebut dirinya.

Meski namanya sudah top, ayah dari Yadi, Rahma dan Fahmi itu tetap tampak sederhana. Saat bekerja, dia kerap hanya mengenakan kaus lusuh dan celana pendek.

Tak mudah menjadi pandai besi. Amin harus menempa ilmu ke Jawa Timur selama dua tahun. Dia berguru dengan Margono atau Habib Iberahim di Tuban.

Amin cuma sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SD. Itu tak membuatnya minder. Bahkan, adiknya yang sarjana dan kakaknya kepala sekolah juga menjadi pandai besi.

Membuat satu buah keris tak sudah bagi Amin. Dia hanya perlu menempanya selama dua jam. Kemudian diukir sesuai keinginan pemesan.

Menjadi pandai besi sudah dilakoninya selama 37 tahun. Puluhan karya mampu dia hasilkan setia hari.

Amin lantas bercerita soal keris. Menurutnya, membawa wasi (senjata tajam) di zaman modern seperti saat ini adalah pemandangan yang aneh. Bahkan menakutkan. “Tapi, bagi para pria di beberapa daerah yang jauh dari perkotaan, membawa wasi merupakan hal yang lumrah dan biasa. Apalagi daerahnya kental dengan budaya serta adat istiadat nenek moyangnya,” sebutnya.

Keberadaan wasi bagi para pemiliknya juga sering dianggap bertuah. Alias, mempunyai kekuatan yang dapat membentengi diri secara ghaib. “Disegani oleh orang-orang, sebagai syarat memperlancar urusan, rejeki bahkan soal jodoh," kata suami dari Kasmiah itu.

Banyak legenda di masyarakat Kalsel yang membuat wasi yang bernilai pusaka semakin diminati. Paling terkenal, tentang Patih Ampat. Masing-masing punya ilmu kanuragan dan senjata pusaka.

Sebut saja seperti Keris Sampana Carita, Naga Runting, Tilam Upih dan Belitung. Tiap senjata punya kelebihan masing-masing. “Contohnya seperti keris Sampana Carita. Konon siapa yang membawa keris tersebut bakal hebat dalam hal bicara, berdiplomasi dan lain-lain,” tuturnya.

Meski hanya sebatas legenda, Amin mengaku seringkali mendapat pesanan untuk membuat beberapa keris yang dimaksud. Datang dari berbagai kalangan dan daerah. “Kalau saya sama sekali tidak bisa membuat keris menjadi sakti. Yang saya lakukan sebelum menempa sebuah keris hanya berdoa kepada Allah. Semoga si pemilik keris terhindar dari marabahaya,” ucapnya seraya tersenyum.


Amin tergolong orang yang berdedikasi tinggi. Tak heran jika dia mendapat gelar Empu dari Kerajaan Banjar. Diberikan lima tahun silam oleh Sultan Khairul Saleh. Dulu masih bergelar Pangeran.

“Saya masih sering membuat keris untuk kerajaan. Tidak rutin, tapi sekekali ada, kalau diperlukan,” pungkasnya. (eka)


BACA JUGA

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .