MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 24 Januari 2018 11:26
Empu Rambut Perak si Pembuat Keris Asal Banjarmasin

Sering Diminta Membuat Keris Legenda

MEMBUAT BESI: Empu Rambut Perak atau M Amin saat membuat keris dari besi tua di tempat kerjanya, kemarin siang.

PROKAL.CO, Ting! Ting! Ting! Bunyi palu baja menghantam keras besi panas berwarna merah menyala.  Muhammad Amin terlihat berkeringat. Pria 57 tahun itu bolak-balik  memasukkan batangan besi yang dia tempa ke dalam bara api.

EKA PERTIWI, Banjarmasin

Empu Rambut Perak. Begitulah orang menjuluki Amin. Disebut empu karena memang ahli membuat keris. Ketenarannya sudah tersebar se-Kalsel.

Sementara Rambut Perak adalah gambaran bagi rambutnya yang telah memutih. Penuh dengan uban.

Tempat pembuatan kerisnya berada di Pasar Jati, Pekapuran A, Banjarmasin Tengah. Bangunannya sederhana. Berukuran 3x6 meter. Berada di antara deretan toko beras. Amin biasa menyebut tempat kerjanya itu balai atau pendopo.

“Saya seorang seniman,” begitulah dia menyebut dirinya.

Meski namanya sudah top, ayah dari Yadi, Rahma dan Fahmi itu tetap tampak sederhana. Saat bekerja, dia kerap hanya mengenakan kaus lusuh dan celana pendek.

Tak mudah menjadi pandai besi. Amin harus menempa ilmu ke Jawa Timur selama dua tahun. Dia berguru dengan Margono atau Habib Iberahim di Tuban.

Amin cuma sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SD. Itu tak membuatnya minder. Bahkan, adiknya yang sarjana dan kakaknya kepala sekolah juga menjadi pandai besi.

Membuat satu buah keris tak sudah bagi Amin. Dia hanya perlu menempanya selama dua jam. Kemudian diukir sesuai keinginan pemesan.

Menjadi pandai besi sudah dilakoninya selama 37 tahun. Puluhan karya mampu dia hasilkan setia hari.

Amin lantas bercerita soal keris. Menurutnya, membawa wasi (senjata tajam) di zaman modern seperti saat ini adalah pemandangan yang aneh. Bahkan menakutkan. “Tapi, bagi para pria di beberapa daerah yang jauh dari perkotaan, membawa wasi merupakan hal yang lumrah dan biasa. Apalagi daerahnya kental dengan budaya serta adat istiadat nenek moyangnya,” sebutnya.

Keberadaan wasi bagi para pemiliknya juga sering dianggap bertuah. Alias, mempunyai kekuatan yang dapat membentengi diri secara ghaib. “Disegani oleh orang-orang, sebagai syarat memperlancar urusan, rejeki bahkan soal jodoh," kata suami dari Kasmiah itu.

Banyak legenda di masyarakat Kalsel yang membuat wasi yang bernilai pusaka semakin diminati. Paling terkenal, tentang Patih Ampat. Masing-masing punya ilmu kanuragan dan senjata pusaka.

Sebut saja seperti Keris Sampana Carita, Naga Runting, Tilam Upih dan Belitung. Tiap senjata punya kelebihan masing-masing. “Contohnya seperti keris Sampana Carita. Konon siapa yang membawa keris tersebut bakal hebat dalam hal bicara, berdiplomasi dan lain-lain,” tuturnya.

Meski hanya sebatas legenda, Amin mengaku seringkali mendapat pesanan untuk membuat beberapa keris yang dimaksud. Datang dari berbagai kalangan dan daerah. “Kalau saya sama sekali tidak bisa membuat keris menjadi sakti. Yang saya lakukan sebelum menempa sebuah keris hanya berdoa kepada Allah. Semoga si pemilik keris terhindar dari marabahaya,” ucapnya seraya tersenyum.


Amin tergolong orang yang berdedikasi tinggi. Tak heran jika dia mendapat gelar Empu dari Kerajaan Banjar. Diberikan lima tahun silam oleh Sultan Khairul Saleh. Dulu masih bergelar Pangeran.

“Saya masih sering membuat keris untuk kerajaan. Tidak rutin, tapi sekekali ada, kalau diperlukan,” pungkasnya. (eka)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Jumat, 28 September 2018 10:17

Kisah Arbainah Perajin Tanggui di Sungai Pandai

Tahun 2011, katarak menyerang bola mata sebelah kanan milik Arbainah. Hingga yang sebelah kiri pun terenggut,…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .