MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 24 Januari 2018 11:26
Empu Rambut Perak si Pembuat Keris Asal Banjarmasin

Sering Diminta Membuat Keris Legenda

MEMBUAT BESI: Empu Rambut Perak atau M Amin saat membuat keris dari besi tua di tempat kerjanya, kemarin siang.

PROKAL.CO, Ting! Ting! Ting! Bunyi palu baja menghantam keras besi panas berwarna merah menyala.  Muhammad Amin terlihat berkeringat. Pria 57 tahun itu bolak-balik  memasukkan batangan besi yang dia tempa ke dalam bara api.

EKA PERTIWI, Banjarmasin

Empu Rambut Perak. Begitulah orang menjuluki Amin. Disebut empu karena memang ahli membuat keris. Ketenarannya sudah tersebar se-Kalsel.

Sementara Rambut Perak adalah gambaran bagi rambutnya yang telah memutih. Penuh dengan uban.

Tempat pembuatan kerisnya berada di Pasar Jati, Pekapuran A, Banjarmasin Tengah. Bangunannya sederhana. Berukuran 3x6 meter. Berada di antara deretan toko beras. Amin biasa menyebut tempat kerjanya itu balai atau pendopo.

“Saya seorang seniman,” begitulah dia menyebut dirinya.

Meski namanya sudah top, ayah dari Yadi, Rahma dan Fahmi itu tetap tampak sederhana. Saat bekerja, dia kerap hanya mengenakan kaus lusuh dan celana pendek.

Tak mudah menjadi pandai besi. Amin harus menempa ilmu ke Jawa Timur selama dua tahun. Dia berguru dengan Margono atau Habib Iberahim di Tuban.

Amin cuma sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SD. Itu tak membuatnya minder. Bahkan, adiknya yang sarjana dan kakaknya kepala sekolah juga menjadi pandai besi.

Membuat satu buah keris tak sudah bagi Amin. Dia hanya perlu menempanya selama dua jam. Kemudian diukir sesuai keinginan pemesan.

Menjadi pandai besi sudah dilakoninya selama 37 tahun. Puluhan karya mampu dia hasilkan setia hari.

Amin lantas bercerita soal keris. Menurutnya, membawa wasi (senjata tajam) di zaman modern seperti saat ini adalah pemandangan yang aneh. Bahkan menakutkan. “Tapi, bagi para pria di beberapa daerah yang jauh dari perkotaan, membawa wasi merupakan hal yang lumrah dan biasa. Apalagi daerahnya kental dengan budaya serta adat istiadat nenek moyangnya,” sebutnya.

Keberadaan wasi bagi para pemiliknya juga sering dianggap bertuah. Alias, mempunyai kekuatan yang dapat membentengi diri secara ghaib. “Disegani oleh orang-orang, sebagai syarat memperlancar urusan, rejeki bahkan soal jodoh," kata suami dari Kasmiah itu.

Banyak legenda di masyarakat Kalsel yang membuat wasi yang bernilai pusaka semakin diminati. Paling terkenal, tentang Patih Ampat. Masing-masing punya ilmu kanuragan dan senjata pusaka.

Sebut saja seperti Keris Sampana Carita, Naga Runting, Tilam Upih dan Belitung. Tiap senjata punya kelebihan masing-masing. “Contohnya seperti keris Sampana Carita. Konon siapa yang membawa keris tersebut bakal hebat dalam hal bicara, berdiplomasi dan lain-lain,” tuturnya.

Meski hanya sebatas legenda, Amin mengaku seringkali mendapat pesanan untuk membuat beberapa keris yang dimaksud. Datang dari berbagai kalangan dan daerah. “Kalau saya sama sekali tidak bisa membuat keris menjadi sakti. Yang saya lakukan sebelum menempa sebuah keris hanya berdoa kepada Allah. Semoga si pemilik keris terhindar dari marabahaya,” ucapnya seraya tersenyum.


Amin tergolong orang yang berdedikasi tinggi. Tak heran jika dia mendapat gelar Empu dari Kerajaan Banjar. Diberikan lima tahun silam oleh Sultan Khairul Saleh. Dulu masih bergelar Pangeran.

“Saya masih sering membuat keris untuk kerajaan. Tidak rutin, tapi sekekali ada, kalau diperlukan,” pungkasnya. (eka)


BACA JUGA

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Kamis, 02 Agustus 2018 17:32

Kasihannya..!! Ayah Rela Meminta-Minta Demi Biayai Anak di Rumah Sakit

Tetes air mata menetes dari mata Rosila (46) saat bercerita tentang suaminya, Suparyono(50) yang meminta-minta…

Rabu, 01 Agustus 2018 15:12

Cerita Adittya Regas, Penulis Muda Asal Banjarmasin

Patah hati tak lantas melarutkan Adittya Regas (23) dalam kesedihan. Sajak-sajak pilu yang tadi berkecamuk…

Selasa, 31 Juli 2018 15:03

Mengenang Jasa Transportasi Getek, Berawal dari Lima Puluh Perak

Jasa transportasi jukung getek dilindas zaman. Hasan memilih jalan sunyi. Bertahan dengan sampan tua,…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…

Senin, 30 Juli 2018 18:00

Antusias Warga Menyambut Salat Gerhana Bulan di Masjid Istiqomah

Warga Kota Banjarbaru turut menyambut peristiwa astronomi langka, gerhana bulan terlama abad ini, dengan…

Minggu, 29 Juli 2018 16:25

Berkenalan dengan Pratiwi Juliani, Penulis asal Lokpaikat yang Terpilih dalam Festival Literasi Internasional di Bali

Namanya masuk sebagai salah satu dari lima penulis Emerging Ubud Writer & Reader Festival (UWRF)…

Sabtu, 28 Juli 2018 15:25

Belajar Mengaji Kilat dengan Metode Nursyifa Temuan Muslim Aridho

Bertekad ingin sebanyak-banyaknya mengentaskan umat Muslim dari buta huruf arab, Ustaz Muslim Aridho…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .