MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 24 Januari 2018 12:55
Kalsel Harus Mencari Sumber Energi Alternatif untuk Gantikan Batu Bara

SAMPAI KAPAN BANUA BERGANTUNG BATU BARA?

ENERGI TERBARUKAN: Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dibangun di Sidrap dan mulai beroperasi tahun 2018 ini. Ini adalah PLTB pertama di Indonesia.

PROKAL.CO, Batubara menjadi pilihan termudah bagi sumber energi karena melimpah di alam Indonesia dan siap diangkut. Tak heran, lebih dari separuh pasokan listrik di Indonesia berasal dari pembangkit batu bara. Hal ini menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang besar. Alih-alih mencoba merintis renewable energy yang ramah lingkungan, Banua terus dimanjakan batubara. Sampai kapan harus terus tergantung?

Di banua, pembangkit listrik selama ini masih sangat bergantung dengan batubara. Sebagian besar daya listrik yang disuplai datang dari PLTU Asam-Asam notabene memiliki bahan bakar batubara.
Padahal di Kalsel, ada banyak potensi energi baru terbarukan yang dapat menggantikan energi tak terbarukan. Seperti, tenaga air, angin, biomassa dari kayu atau sekam padi dan biogas dari sampah atau kotoran ternak. Itu membuktikan bahwa listrik di Kalsel dapat terus mengalir tanpa bergantung dengan emas hitam.

Peneliti Energi Afdi Mustafa mengatakan, semua energi tak terbarukan yang ada di Banua bisa dimanfaatkan. Sayangnya hingga kini belum dimaksimalkan. Sekam padi misalnya, menjadi potensi energi primer namun masih terabaikan. "Kita penghasil beras, tentu banyak sekam padi di sini. Ini potensi energi cukup besar," katanya.

Pria yang ikut merintis pendirian Prodi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik ULM ini mengungkapkan, pemerintah memiliki target capaian dalam pemberdayaan energi yang tertuang dalam Kebijakan Bauran Energi. Dari situ, semua sumber energi primer diharapkan dapat dimanfaatkan.

Hal ini agar kita tidak memiliki ketergantungan penggunaan energi. Khususnya energi fosil minyak bumi dapat dikurangi bertahap dengan memanfaatkan jenis energi non minyak bumi atau energi baru dan terbarukan. "Saat ini secara nasional pemberdayaan energi baru terbarukan semakin meningkat. Kita masih memiliki banyak potensi energi baru terbarukan untuk dimanfaatkan," ungkap Afdi.

Supervisor Humas, Kemitraan dan Bina Lingkungan PLN Kalselteng Bayu Aswenda membenarkan bahwa pembangkit listrik di Kalsel bisa dikonversi menggunakan sumber daya lain dan tak selalu bergantung dengan bahan bakar batubara. "Pemerintah sekarang punya program untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga Energi Baru Terbarukan (EBT)," jelasnya.


Peluangnya mungkin bisa melalui kerja sama dengan asing. Saat ini, salah satu perusahaan asal Korea Selatan yang bergerak di bidang energi saat ini getol menawarkan tenaga listrik berdaya tenaga surya kepada Pemko Banjarmasin dan Pemkab Tanah Bumbu.

Bahkan, untuk meyakinkan itu, pihak perusahaan membawa Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan, dan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina ke negeri Ginseng pekan lalu. Disana mereka dilihatkan langsung tenaga listrik dengan tenaga surya.

Untuk diketahui, perusahaan asal Korsel bernama PT Tae Su Construktion Co Ltd itu pernah berkunjung ke Pemprov dan Pemko Banjarmasin tahun 2017 lalu. perusahaan ini memiliki rencana untuk menghibahkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30.0000 watt untuk wilayah Tanah Bumbu dan Banjarmasin menggantikan PLN.

Salah satu rombongan yang di ajak ke Korsel adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Achmad Sofiani. Dia mengatakan, di Korsel hampir semua kebutuhan listrik menggunakan pembangkit tenaga surya.

Tak hanya praktis. Penggunaan tenaga surya ini juga jauh lebih murah dibandingkan dengan listrik jaringan biasa yang kita pakai. “Konsepnya, ketika dipasang. Tak perlu lagi berbayar. Hanya menyiapkan dana untuk perawatan seperti aki. Apalagi mereka mau menghibahkan alat tersebut,” kata Sofian.

Meski demikian, untuk mengganti energi listrik dari PLN dengan tenaga surya ini, terhalang regulasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Salah satunya adalah proses regulasi hibah. “Ini yang akan kami cari solusinya. Paling tidak untuk di perkantoran Pemprov yang saat kerap terkendala listrik,” tambahnya.

Sebelumnya, Rudy Resnawan mengatakan, Pemprov Kalsel membuka pintu investasi seluas-luasnya termasuk investasi di sektor pembangkit energi. Ia juga memberikan jaminan kemudahan dan keamanan untuk investasi PLTS tersebut. “Tentunya segala investasi yang akan masuk harus sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku di negara kita. Termasuk aspek legalitas dan keramahan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Tae Su Constuction Co,.Ltd Wilayah Indonesia, Mr. Park Yong Seok, mengatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini akan ditempatkan di salah satu sudut Kota dan Kabupaten. Dua daerah tersebut adalah di areal Siring Kota Banjarmasin dan Halaman Parkir Kantor Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Diungkapkannya, saat ini proses hibah sedang berproses di kementerian. “Ini sesuai prosedur dari Negara Indonesia. Dimana hibah antarnegara harus mendapatkan izin dari Kementerian dalam hal ini Kementerian ESDM,” terangnya. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 17:57

SMK PP N Banjarbaru Latih Siswa Siap Uji Sertifikasi Profesi

BANJARBARU - Untuk mempersiapkan para siswa dalam menghadapi uji sertifikasi profesi bidang pertanian,…

Rabu, 21 Februari 2018 12:20
Parlementaria Balangan

Dewan Balangan Imbau Masyarakat Beralih Dari Karet

PARINGIN – Hingga saat ini, mayoritas masyarakat Kabupaten Balangan masih ketergantungan dengan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:35

Harga Elpiji 3 Kg di Banua Makin Sulit Dikendalikan

Kelangkaan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram bikin rakyat kecil Banua menjerit. Dalam beberapa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:30
BREAKING NEWS

HMI Demo, Minta Kasus Penganiayaan Usman Diusut Tuntas

KOTABARU - Mahasiswa yang tergabung dalam naungan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Kotabaru berunjuk rasa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:29

Gugatan Sengketa Pilkada Tabalong Dipersidangkan

TANJUNG - Akhirnya sengketa gugatan Pilkada Kabupaten Tabalong yang disampaikan pasangan calon H Norhasani…

Rabu, 21 Februari 2018 11:07

Warga Kelayan Selatan Rela Antri Demi Satu Tabung Gas

BANJARMASIN - Puluhan warga di Laksana Intan, Kelayan Selatan, terpaksa antre di depan Pangkalan gas…

Rabu, 21 Februari 2018 11:04

Berkat Kapal Sapu-sapu, Invasi Eceng Gondok Digagalkan

BANJARMASIN - Eceng gondok kembali menyerang kota. Kemarin (20/2), tanaman yang tumbuh di permukaan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:00

Dirut Baru PDAM Nanti Bakal Ditunggu Utang

BANJARMASIN - Posisi Direktur Utama PDAM Bandarmasih sebentar lagi dilelang. Siapapun nanti yang terpilih,…

Rabu, 21 Februari 2018 09:48

Para Badut Banjarbaru di Panggil Satpol PP, Ini Kesepakatannya

BANJARBARU - Badut jalanan akhirnya bisa beraktivitas dengan tenang. Sebab, Satpol PP Banjarbaru telah…

Rabu, 21 Februari 2018 09:44
Parlementaria

Dewan Minta Tingkatkan Fasilitas Peserta Didik Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 di antaranya merupakan penyandang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .