MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Minggu, 28 Januari 2018 17:09
Sejarah Sasirangan, Banyak yang Belum Tahu
KHAS DAERAH: Kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan bukan sekedar tuntutan fashion namun juga bernilai sejarah.

PROKAL.CO, Siapa tak tahu Sasirangan. Motifnya unik. Coraknya juga cerah. Membuat siapapun yang memakainya terlihat elegan. Tapi tahu kah Anda sejarah dari kain khas Suku Banjar itu? Berikut ulasannnya.

====================================


Sasirangan. Bersal dari dua suku kata. “Sa” berarti “satu”. Sementara “sirang” berarti jelujur. Dibuat dengan cara menjelujur dan diikat lalu dicelup ke dalam pewarna.

Kain sakral ini diwariskan oleh Raja Lambung Mangkurat ketika masih menjadi Patih Negara Dipa pada abad ke-12.

“Dulunya sih sejarahnya sasirangan dibikin buat orang berobat atau dalam bahasa Banjar-nya betatamba,” sebut Andi Ida Fitria Kusuma. Dia adalah pencetus kain sasirangan untuk dibuat menjadi pakaian.

Perempuan berusia 72 tahun itu bercerita. Dulunya, kain sasirangan hanya dibuat laung (tudung kepala untuk laki-laki,red) atau serudung.

Fungsinya, untuk pengobatan. Siapapun yang sakit harus menggunakan laung bagi laki-laki dan kerudung untuk perempuan. Aturan pakainya ditentukan berdasarkan warna.


Sasirangan warna kuning dipakai dalam proses mengobati penyakit kuning (bahasa Banjar kana wisa). Sedangkan merah, untuk sakit kepala dan susah tidur (imsonia).

Kalau warna hijau merupakan tanda simbolis bahwa pemakainya sedang dalam proses pengobatan penyakit lumpuh (stroke). Sementara hitam untuk demam dan kulit gatal-gatal. Jika ada orang yang sedang sakit perut (diare, disentri, dan kolera), maka dipakaikan Sasirangan berwarna ungu.

Nah, untuk Sasirangan berwarna coklat dikhususkan untuk seseorang yang sedang mengalami tekanan jiwa (stress).

"Kain sasirangan juga dibedakan motifnya untuk membedakan kasta sesorang," kata Ida. Jika yang sakit adalah bangsawan, mereka harus menggunakan motif naga atau ular lidi.

Ular lidi adalah simbol kecerdikan. Meski bertubuh kecil, namun memiliki kekuatan yang ada pada bisanya. Sedangkan naga merupakan simbol kekuatan alam.

Bagi rakyat biasa, dikenakan motif kangkung keumbakan, bayam raja, atau iris pudak. Maknanya juga berbeda-beda.

Kangkung bermakna tangguh terhadap cobaan. Diibaratkan sebagai tanaman menjalar di permukaan air. Sekuat apapun ombak atau gelombang menerjang, batangnya tak bakal putus.

Bayam raja merupakan atribut untuk orang bermartabat dan dihormati dalam masyarakat. Lengkungan patah-patah yang tersusun secara vertikal dibikin sebagai garis pembatas antar motif atau pola. Sedangkan iris pudak merupakan bagian dari daun pudak. Tanaman itu sangat bermanfaat untuk berbagai hal. Entah masakan maupun dalam tradisi adat Banjar.

Tapi itu dulu. Sekarang Sasirangan tak lagi digunakan untuk pengobatan. Tapi untuk pakaian sehari-hari. Tahun 1980, Andi Ida Fitria Kusuma mulai memperkenalkan pakaian yang terbuat dari kain sasirangan. “Sasirangan sudah digunakan untuk pakaian resmi di Kalimantan Selatan,” tuntasnya. (eka/at/nur/ema)

 


BACA JUGA

Kamis, 09 Agustus 2018 12:25

Pesawat Tempur Manuver di Atas Pelaihari

PELAIHARI-Pesawat tempur yang melintas diatas Kota Pelaihari ternyata memberikan kejutan kepada Sekolah…

Rabu, 08 Agustus 2018 11:07

Tidak Banyak Orang Tahu, ini Manfaat Karaoke Bagi Kesehatan

Di tengah padatnya pekerjaan, hiburan menjadi pilihan untuk menghilangkan suntuk. Dari beberapa hiburan,…

Selasa, 07 Agustus 2018 10:04

Pilah Sampah Dengan Zero Waste

Komunitas Ibu Profesional (IP) Kalsel menggelar sesi berbagi tentang Zero Waste, kemarin (6/8). Acara…

Senin, 06 Agustus 2018 15:13

WOW... URANG SUGIH..!! Istri H Isam Hadiri Walimahan di Barabai Pakai Helikopter

BARABAI - Masyarakat Hulu Sungai Tengah Minggu (5/7) siang kemarin heboh. Pasalnya Helikopter berwarna…

Senin, 06 Agustus 2018 13:17

Wahana di Trans Studio Mini ini Jadi Favorit, Pengunjung Rela Antri Lama

Wahana liburan modern baru di Banjarmasin, Trans Studio Mini dipenuhi pengunjung, kemarin (5/8). Sejak…

Senin, 06 Agustus 2018 10:44

Fasilitas ini Bakal Dibangun di Wisata Hutan Pinus Banjarbaru

BANJARBARU - Mendapat DAK (dana anggaran khusus) Rp1,49 Miliar dari Kementerian Pariwisata. Dinas Pemuda,…

Jumat, 03 Agustus 2018 17:55

Membludak, Tiket Film Si Doel di XXI Duta Mall sampai Sold Out

Si Doel The Movie menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu bagi pencinta film tanah air. Setelah…

Jumat, 03 Agustus 2018 14:50

Jangan Sepelekan Menggosok Gigi Sebelum Tidur, ini Dampaknya

Menggosok gigi secara rutin adalah pola hidup sehat yang wajib dilakukan. Idealnya menggosok gigi dilakukan…

Jumat, 03 Agustus 2018 14:48

Manfaat Mengonsumsi Singkong bagi Kesehatan

Siapa yang tidak kenal singkong. Umbi-umbian yang satu ini begitu familiar di Indonesia. Baik diolah…

Kamis, 02 Agustus 2018 16:27

Dampak Menahan Kentut Terlalu Lama

Dalam kondisi tertentu, biasanya seseorang akan menahan mengeluarkan kentut. Misal sedang berada dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .