MANAGED BY:
SENIN
19 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Minggu, 28 Januari 2018 17:09
Sejarah Sasirangan, Banyak yang Belum Tahu
KHAS DAERAH: Kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan bukan sekedar tuntutan fashion namun juga bernilai sejarah.

PROKAL.CO, Siapa tak tahu Sasirangan. Motifnya unik. Coraknya juga cerah. Membuat siapapun yang memakainya terlihat elegan. Tapi tahu kah Anda sejarah dari kain khas Suku Banjar itu? Berikut ulasannnya.

====================================


Sasirangan. Bersal dari dua suku kata. “Sa” berarti “satu”. Sementara “sirang” berarti jelujur. Dibuat dengan cara menjelujur dan diikat lalu dicelup ke dalam pewarna.

Kain sakral ini diwariskan oleh Raja Lambung Mangkurat ketika masih menjadi Patih Negara Dipa pada abad ke-12.

“Dulunya sih sejarahnya sasirangan dibikin buat orang berobat atau dalam bahasa Banjar-nya betatamba,” sebut Andi Ida Fitria Kusuma. Dia adalah pencetus kain sasirangan untuk dibuat menjadi pakaian.

Perempuan berusia 72 tahun itu bercerita. Dulunya, kain sasirangan hanya dibuat laung (tudung kepala untuk laki-laki,red) atau serudung.

Fungsinya, untuk pengobatan. Siapapun yang sakit harus menggunakan laung bagi laki-laki dan kerudung untuk perempuan. Aturan pakainya ditentukan berdasarkan warna.


Sasirangan warna kuning dipakai dalam proses mengobati penyakit kuning (bahasa Banjar kana wisa). Sedangkan merah, untuk sakit kepala dan susah tidur (imsonia).

Kalau warna hijau merupakan tanda simbolis bahwa pemakainya sedang dalam proses pengobatan penyakit lumpuh (stroke). Sementara hitam untuk demam dan kulit gatal-gatal. Jika ada orang yang sedang sakit perut (diare, disentri, dan kolera), maka dipakaikan Sasirangan berwarna ungu.

Nah, untuk Sasirangan berwarna coklat dikhususkan untuk seseorang yang sedang mengalami tekanan jiwa (stress).

"Kain sasirangan juga dibedakan motifnya untuk membedakan kasta sesorang," kata Ida. Jika yang sakit adalah bangsawan, mereka harus menggunakan motif naga atau ular lidi.

Ular lidi adalah simbol kecerdikan. Meski bertubuh kecil, namun memiliki kekuatan yang ada pada bisanya. Sedangkan naga merupakan simbol kekuatan alam.

Bagi rakyat biasa, dikenakan motif kangkung keumbakan, bayam raja, atau iris pudak. Maknanya juga berbeda-beda.

Kangkung bermakna tangguh terhadap cobaan. Diibaratkan sebagai tanaman menjalar di permukaan air. Sekuat apapun ombak atau gelombang menerjang, batangnya tak bakal putus.

Bayam raja merupakan atribut untuk orang bermartabat dan dihormati dalam masyarakat. Lengkungan patah-patah yang tersusun secara vertikal dibikin sebagai garis pembatas antar motif atau pola. Sedangkan iris pudak merupakan bagian dari daun pudak. Tanaman itu sangat bermanfaat untuk berbagai hal. Entah masakan maupun dalam tradisi adat Banjar.

Tapi itu dulu. Sekarang Sasirangan tak lagi digunakan untuk pengobatan. Tapi untuk pakaian sehari-hari. Tahun 1980, Andi Ida Fitria Kusuma mulai memperkenalkan pakaian yang terbuat dari kain sasirangan. “Sasirangan sudah digunakan untuk pakaian resmi di Kalimantan Selatan,” tuntasnya. (eka/at/nur/ema)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 14:18

WOW..! Tak Tanggung-tanggung H Isam Akan Umrohkan 250 Orang

BATULICIN - Puluhan guru di SMPN I Mantewe, lagi bergembira ria. Mereka bakal berangkat umrah tahun…

Senin, 19 Februari 2018 13:45

Ternyata Melukis Bisa Membantuk Rasa Pede, Begini Caranya

BANJARMASIN – Menggambar tentu mengasyikkan. Terumata bagi anak-anak. Manfaatnya luar biasa. Tak…

Senin, 19 Februari 2018 13:25

Meriahnya Acara Jalan Santai di Siring Laut Kotabaru

KOTABARU - Hiburan dan hadiah yang dikemas dalam jalan santai rupanya mampu menyedot warga tumpah ruah…

Rabu, 14 Februari 2018 15:42

Cinta yang Jatuh pada Bukan Lawan Jenis

Dora menjadi transpuan karena pelecehan seksual di masa kecil. Keket tidak, dia memilihnya dengan sadar.…

Senin, 12 Februari 2018 12:55

Maras..!! Ini Nasib Meriam yang Ditemukan di Bawah Jembatan Tatas Dulu

BANJARMASIN - Masih ingatkah dengan meriam yang ditemukan 8 Agustus 2016 lalu? Ya, senjata sepanjang…

Jumat, 09 Februari 2018 13:56

Serunya Bermain RC Car, Beradu Layaknya Mobil Sungguhan

BANJARMASIN - Banyaknya pehobi mobil-mobilan Remote Control (RC) di Banua, membuat para pencintanya…

Rabu, 07 Februari 2018 14:04

Perkenalkan, Komunitas Cari Jodoh Buhan Banjar

Mencari jodoh susah-susah gampang. Jika memang rezeki, mudah ditemukan. Tapi kalau apes, sulitnya minta…

Selasa, 06 Februari 2018 12:28

Membuat Furniture Cantik Dari Kayu Bekas

BANJARMASIN - Seiring dengan makin tingginya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, segala sesuatu…

Rabu, 31 Januari 2018 14:18

Super Blue Blood Moon Malam ini, Perpaduan Tiga Fenomena Bulan

Super Blue Blood Moon. Begitulah sebutannya. Gerhana bulan yang pernah terjadi 152 tahun lalu itu bakal…

Minggu, 28 Januari 2018 17:21

CATAT..! Haul Akbar Guru Sekumpul Jatuh Tanggal 25 Maret

MARTAPURA – Haul Akbar ke-13 Alimul `allamah Al `Arif Billah Asy-Syekh Haji Muhammad Zaini Abdul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .