MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 28 Januari 2018 17:16
Gara-gara Kayu Langka, Hibah Kapal dari Fiberglass
KAPAL KAYU MAKIN LANGKA: Seorang anak nelayan bermain layang-layang di Desa Rampa berlatar belakang kapal nelayan.

PROKAL.CO, Semakin terbatasnya kayu, membuat tahun ini tidak ada kapal kayu untuk para nelayan. Pemprov memilih menghibahkan kapal fiberglass.

------------------------

2017 lalu Pemprov Kalsel hanya menghibahkan 5 unit kapal ikan kepada para nelayan. Tahun 2018 ini, jumlahnya meningkat tiga kali lipat. Sebanyak 15 kapal akan dihibahkan.

Meski demikian, jika tahun-tahun sebelumnya kapal berjenis kayu, sejak tahun ini kapal yang dihibahkan berbahan fiber. Praktis, model kapal ini akan membuat para nelayan untuk beradaptasi karena mereka telah terbiasa dengan model kapal kayu ulin.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Syaiful Azhar menerangkan, satu kapal nelayan tersebut dianggarkan Rp700 juta. Disinggung soal model kapal berbahan fiberglass, Syaiful mengatakan ini sesuai keinginan gubernur agar tak ketergantungan dengan kayu ulin yang saat ini susah dicari.

Dia mengakui, nelayan di daerah ini sangat terbiasa dengan kapal berbahan kayu. Untuk itu, dia mengharapkan agar dengan kapal berbahan fiber nanti para nelayan juga tetap tangguh. “Total yang akan kita buat dan hibahkan ke nelayan totalnya 15 unit dengan alokasi semua anggaran mencapai Rp13,5 miliar,” terangnya.

Angka itu meningkat jauh jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya disuntikkan anggaran Rp3,5 miliar untuk pembuatan sebanyak lima unit kapal kayu. “Ini bentuk perhatian serius Pemprov kepada nelayan di daerah ini di tengah sulitnya perekonomian saat ini,” imbuhnya.

Kapal nelayan ini sebutnya khusus untuk nelayan kecil. Dimana muatan kapal yang akan dibuat ini adalah sekitar 5 sampai 10 Gross Tonase (GT). “Ini khusus para nelayan-nelayan kecil, bukan nelayan besar. Makanya kami sesuaikan GT nya dibawah 10,” bebernya.

Bahan fiberglass sendiri memang banyak bermunculan seiring jumlah bahan kayu yang semakin terbatas dan berkaitan erat dengan kerusakan hutan. Selain itu, kapal yang terbuat dari kayu membutuhkan banyak sekali perawatan dan masa pakai yang terbatas, maka kapal kayu pun lambat laun mulai ditinggalkan dan digantikan oleh kapal fiberglass.

Kelebihan kapal yang terbuat dari bahan fiberglass jika dibandingkan dengan kapal yang terbuat dari kayu antara lain, bahan fiberglass lebih tahan terhadap proses pelapukan sehingga usia atau masa pakai kapal dari bahan fiberglass tentu lebih lama, selain itu perawatan kapal fiber juga lebih mudah dan lebih minim. Jangka waktu pembuatan kapal dari fiberglass lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan dengan pembuatan kapal kayu. Selain itu, dengan ketebalan yang sama, kapal yang terbuat dari bahan fiberglass memiliki kekuatan yang lebih dibandingkan dengan kapal yang terbuat dari kayu.

Lalu nelayan mana yang akan mendapat bantuan kapal ini? Syaiful mengatakan, sementara untuk para nelayan yang berada di kawasan Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tanah Laut. “Sementara nelayan di tiga daerah ini dulu, karena para nelayannya memang sangat membutuhkan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Cabang Tanah Bumbu, Kasim mengatakan, meski kapal bermodel fiber kurang cocok. Namun, pihaknya tak bisa memilih apapun model kapal yang akan dibantu nanti. “Sejak dulu para nelayan lebih familiar dengan kapal kayu. Tapi apa boleh buat jika bantuannya kapal bermodel fiber,” ujarnya. (mof/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .