MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 28 Januari 2018 17:16
Gara-gara Kayu Langka, Hibah Kapal dari Fiberglass
KAPAL KAYU MAKIN LANGKA: Seorang anak nelayan bermain layang-layang di Desa Rampa berlatar belakang kapal nelayan.

PROKAL.CO, Semakin terbatasnya kayu, membuat tahun ini tidak ada kapal kayu untuk para nelayan. Pemprov memilih menghibahkan kapal fiberglass.

------------------------

2017 lalu Pemprov Kalsel hanya menghibahkan 5 unit kapal ikan kepada para nelayan. Tahun 2018 ini, jumlahnya meningkat tiga kali lipat. Sebanyak 15 kapal akan dihibahkan.

Meski demikian, jika tahun-tahun sebelumnya kapal berjenis kayu, sejak tahun ini kapal yang dihibahkan berbahan fiber. Praktis, model kapal ini akan membuat para nelayan untuk beradaptasi karena mereka telah terbiasa dengan model kapal kayu ulin.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Syaiful Azhar menerangkan, satu kapal nelayan tersebut dianggarkan Rp700 juta. Disinggung soal model kapal berbahan fiberglass, Syaiful mengatakan ini sesuai keinginan gubernur agar tak ketergantungan dengan kayu ulin yang saat ini susah dicari.

Dia mengakui, nelayan di daerah ini sangat terbiasa dengan kapal berbahan kayu. Untuk itu, dia mengharapkan agar dengan kapal berbahan fiber nanti para nelayan juga tetap tangguh. “Total yang akan kita buat dan hibahkan ke nelayan totalnya 15 unit dengan alokasi semua anggaran mencapai Rp13,5 miliar,” terangnya.

Angka itu meningkat jauh jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya disuntikkan anggaran Rp3,5 miliar untuk pembuatan sebanyak lima unit kapal kayu. “Ini bentuk perhatian serius Pemprov kepada nelayan di daerah ini di tengah sulitnya perekonomian saat ini,” imbuhnya.

Kapal nelayan ini sebutnya khusus untuk nelayan kecil. Dimana muatan kapal yang akan dibuat ini adalah sekitar 5 sampai 10 Gross Tonase (GT). “Ini khusus para nelayan-nelayan kecil, bukan nelayan besar. Makanya kami sesuaikan GT nya dibawah 10,” bebernya.

Bahan fiberglass sendiri memang banyak bermunculan seiring jumlah bahan kayu yang semakin terbatas dan berkaitan erat dengan kerusakan hutan. Selain itu, kapal yang terbuat dari kayu membutuhkan banyak sekali perawatan dan masa pakai yang terbatas, maka kapal kayu pun lambat laun mulai ditinggalkan dan digantikan oleh kapal fiberglass.

Kelebihan kapal yang terbuat dari bahan fiberglass jika dibandingkan dengan kapal yang terbuat dari kayu antara lain, bahan fiberglass lebih tahan terhadap proses pelapukan sehingga usia atau masa pakai kapal dari bahan fiberglass tentu lebih lama, selain itu perawatan kapal fiber juga lebih mudah dan lebih minim. Jangka waktu pembuatan kapal dari fiberglass lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan dengan pembuatan kapal kayu. Selain itu, dengan ketebalan yang sama, kapal yang terbuat dari bahan fiberglass memiliki kekuatan yang lebih dibandingkan dengan kapal yang terbuat dari kayu.

Lalu nelayan mana yang akan mendapat bantuan kapal ini? Syaiful mengatakan, sementara untuk para nelayan yang berada di kawasan Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tanah Laut. “Sementara nelayan di tiga daerah ini dulu, karena para nelayannya memang sangat membutuhkan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Cabang Tanah Bumbu, Kasim mengatakan, meski kapal bermodel fiber kurang cocok. Namun, pihaknya tak bisa memilih apapun model kapal yang akan dibantu nanti. “Sejak dulu para nelayan lebih familiar dengan kapal kayu. Tapi apa boleh buat jika bantuannya kapal bermodel fiber,” ujarnya. (mof/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 13:06

Kisah Haru Pedagang BBM Eceran Tunanetra di Banjarmasin

Kebutaan tak menghalangi ayah satu anak ini mencari nafkah. Nistam Juhansyah (66) mengais rejeki dengan…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:12

Kiprah Youtuber Banua Meraih Silver Play Button dan Sukses dari Youtube

Di era digital sekarang, dunia maya tidak hanya menjadi tempat memanjakan mata, melainkan juga bisa…

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .