MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Rabu, 31 Januari 2018 11:30
RSUD Ulin Banjarmasin Siap Tangani Penyakit Hemofilia, Onkologi dan Thalasemia
SIMPOSIUM: Pembukaan kegiatan Simposium Update Diagnosis dan Tata Laksana Hemofilia, Onkologi, dan Thalasemia (HOT) dihadiri oleh Direktur RSUD Ulin Banjarmasin (dua dari kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, HM Muslim (dua dari kiri)

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Simposium Update Diagnosis dan Tata Laksana Hemofilia, Onkologi, dan Thalasemia (HOT) dilaksanakan dua hari, 27 dan 28 Januari 2018 di Aula Lantai IV Gedung Diagnostik RSUD Ulin Banjarmasin. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (MHI) dan Perhimpunan Hematologi Dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dengan dukungan berbagai pihak.

Mengingat saat ini kasus hemofilia, onkologi dan thalassemia di Indonesia cenderung semakin meningkat. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 220 juta jiwa, di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 20.000 penderita hemofilia, namun hingga Juni 2017 tercatat 1954 pasien hemofilia atau baru sekitar 7,5 persen dari perkiraan jumlah kasus yang seharusnya (data dari Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia). Meskipun demikian, menurut data BPJS tahun 2016 hemofilia merupakan salah satu dari 10 diagnosis dengan pembiayaan tertinggi, selain kanker dan thalassemia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, HM Muslim saat membuka acara tersebut mengatakan kegiatan ini sangat positif dalam rangka meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, karena penyakit ini langka dan keturunan, deteksinya pun harus melalui deteksi yang canggih dan pengobatannya juga mahal.

“Kami harapankan adanya deteksi dini sehingga dapat melakukan penanganan lebih awal. Karena hemofilia, onkologi dan thalasemia merupakan masalah kesehatan di bidang hematologi onkologi yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan khususnya tenaga medis dan masyarakat. Hal yang paling utama adalah kesiapan tenaga medis yang bekerja di semua lini, mulai dari tingkat pelayanan primer hingga rumah sakit rujukan tingkat provinsi. Untuk mencapai hal tersebut, perlu dilakukan upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga medis,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin dr Hj Suciati MKes mengungkapkan sangat mendukung kegiatan ini, melihat banyaknya kasus kesehatan yang terjadi pada anak—anak merupakan generasi penerus bangsa.

“Kita melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan seperti menggelar kegiatan ini, karena saat ini di era JKN pasien berobat terus meningkat dan untuk kasus ini ada 31 orang pasien yang sudah rutin berobat ke Rumah Sakit Ulin,” tuturnya

Ketua Pelaksana, dr Wulandewi Marhaeni SpA(K) menambahkan digelarnya kegiatan ini guna memberikan edukasi terhadap kasus penyakit hemophilia, onkologi dan thalasemia  kepada dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, spesialis patologi klinik,  PMI, analis kesehatan, perawat dan dokter umum se-Kalimatan, serta sebagai sarana untuk meningkatkan kewaspadaan  terhadap penyakit tersebut dan mengetahui tentang tindak lanjut penanganannya.

“Semoga dengan kegiatan ini nanti pasien dapat terlayani dengan baik lagi, masyarakat bisa sadar akan kesehatan dan tenaga kesehatannya pun siap. Alhamdulillah, RSUD Ulin Banjarmasin sudah menangani kasus kesehatan tersebut, karena disini ada Tim Onkologi dan Tim Hemafologi, jadi dukungan RSUD Ulin Banjarmasin sangat besar kepada kami,” ungkapnya.  (*/dyt/al/tas/ema)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 15:59

Warga Sepakat Kumpul Uang Bangun Rumah Nenek Mustika

Masih ingat dengan Nenek Mustika? Dia adalah guru mengaji yang pernah viral karena tinggal di rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .