MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 31 Januari 2018 14:51
Muslih dan Trensis Legawa Terima Vonis Hakim
BERI DUKUNGAN MORAL: Pengunjung sidang mencegat Muslih saat akan dibawa kembali ke mobil tahanan. (FOTO M OSCAR FRBAY/RADAR BANJARMASIN)

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Muslih hanya bisa tertunduk lesu di kursi pesakitan. Dia divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, pidana penjara 1 tahun 5 bulan dan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan, di sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (30/1) kemarin.

Sedangkan Trensis, mantan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih di vonis lebih ringan, yakni hanya 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. Kedua terpidana dianggap majelis hakim yang diketuai Sihar Hamonangan Purba dengan didampingi dua hakim anggota, Afandi Widarijanto dan Dana Hanura terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sihar membacakan amar putusan setebal 50 halaman yang diringkas selama kurang lebih satu jam dari pukul 10.00 hingga 11.00 WITA. Majelis hakim menyatakan Muslih dan Trensis secara bersama-sama terbukti menyuap Iwan Rusmali (mantan Ketua DPRD Banjarmasin) dan Andi Effendi (Ketua Pansus Perda Penyertaan Modal Pemkot Banjarmasin ke PDAM Bandarmasin sebesar Rp 50,7 miliar), dengan barang bukti suap Rp 100 juta yang juga dibagi-bagikan kepada beberapa anggota DPRD.

Vonis yang diketuk majelis hakim lebih ringan jika dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Dimana, Muslih dituntut 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan, dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Begitu pula vonis terhadap Trensis, dimana JPU KPK sebelumnya menuntut 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Yang meringankan hukuman kedua terpidana ini, disampaikan Sihar, bahwa keduanya dinilai tak pernah melakukan kejahatan, apalagi PDAM Bandarmasih, ketika dipimpin oleh Muslih selalu menunjukkan prestasi yang bagus. Sedangkan yang memberatkan adalah, keduanya tak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sidang pembacaan vonis kemarin, cukup menjadi perhatian publik. Ruangan persidangan penuh sesak. Tak hanya masyarakat biasa, puluhan karyawan PDAM Bandarmasih pun datang untuk memberikan dukungan moral kepada Muslih.

Keharuan sempat terjadi ketika usai sidang. Muslih yang langsung dimasukkan ke mobil tahanan, dicegat beberapa karyawan PDAM yang ingin memeluk. Muslih sendiri terlihat tegar, tak seperti pada pembacaan pledoi lalu. Saat itu, air mata Muslih sempat menetes.

Terhadap vonis hakim pun, Muslih legawa. Bahkan dia bersama-sama dengan Trensis tak mengajukan hak banding. “Apapun keputusan hakim kami terima dan itu sudah risiko yang harus kami hadapi,” tutur Muslih.

Muslih mengaku menyesal atas perbuatan yang diakuinya khilaf itu kepada awak media. “Secara manusiawi pasti sangat menyesal. Ini sudah risikonya,” imbuhnya.

Dia berpesan, meski dirinya ditahan, Perda ini terus berjalan sehingga PDAM Bandarmasih dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga Banjarmasin,

Di sisi lain, JPU KPK, Amir Nurdianto menyatakan, dirinya menghormati putusan hakim yang memvonis lebih ringan jika dibandingkan tuntutan yang mereka sampaikan. Amir tak berani menyimpulkan apakah akan ada upaya banding atau menerima murni vonis majelis hakim kemarin. “Akan saya laporkan dulu ke pimpinan untuk mengambil sikap selanjutnya, namun secara pribadi saya apresiasi hakim dan putusannya sudah bagus karena pertimbangannya sesuai dakwaan dan tuntutan kami,” ujarnya.

Muslih sendiri bersyukur, harapan agar tak ditahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Jawa Barat, dikabulkan majelis hakim.

Majelis hakim berpendapat, apa yang diajukan terpidana lalu pada sidang pledoi dapat diterima. Pada sidang pembelaan Muslih lalu, dia memohon dengan alasan agar keluarganya gampang menjenguk tanpa mengeluarkan biaya. “Alhamdulillah tetap di Banjarbaru. Saya ucapkan terimakasih kepada JPU dan majelis hakim,” ucap Muslih.
Ada alasan Muslih dan Trensis tak dibawa ke luar pulau. Mereka berdua bakal dihadirkan kembali menjadi saksi persidangan dua terdakwa, Iwan Rusmali (mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin) dan Ketua Pansus Raperda, Andi Effendi. Sepertri diketahui, Iwan dan Andi lah yang disebut Muslih terus mendesaknya untuk menyuap mereka.

“Mereka (Muslih dan Trensis) bakal dihadirkan sebagai saksi pada sidang 6 Februari nanti dengan tersangka Iwan dan Andi,” kata JPU KPK, Amir Nurdianto kemarin.

Sidang keduanya bakal digelar pada 6 Februari mendatang di PN Tipikor Banjarmasin. Salah satu JPU KPK nanti adalah M Asri. Dia sempat datang ke PN Banjarmasin pada Jumat (26/1) lalu mengambil penetapan jadwal sidang perdana Iwan dan Andi.

Pasal yang didakwakan kepada Iwan dan Andi, diungkapkan Asri, akan dijerat pasal 12 huruf a. “Dua terdakwa ini penerima. Berbeda dengan dua terdakwa sebelumnya, mereka dijerat pasal 12 huruf b,” sebut Asri ketika itu.

Diterangkan Ketua Panitera Muda Tipikor Banjarmasin Mulyadi, jadwal persidangan Iwan dan Andi sudah diagendakan pada 6 Februari mendatang usai vonis Muslih dan Trensis. Dikatakannya, majelis hakim pada sidang nanti sama dengan terpidana Muslih dan Trensis, yakni Sihar Hamonangan Purba dengan anggota Afandi dan Dana Hanura. “Majelis hakim juga sudah disiapkan, tinggal disidangkan saja,” imbuhnya. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:40

Lapas Kelebihan Kapasitas, Dewan: Pisahkan Bandar Narkoba dan Pengguna

BANJARMASIN - Persoalan kelebihan kapasitas di dalam Lembaga Pemasyarakat (Lapas) tak kunjung bisa diselesaikan.…

Selasa, 18 September 2018 15:52

Duel Adu Kuat dengan Adik Ipar, Ilyas Akhirnya Terkapar Bersimbah Darah

BANJARMASIN-M Ilyas (40) akhirnya meregang nyawa setelah duel satu lawan satu dengan Fazri (43) warga…

Selasa, 18 September 2018 10:53

Ibnu Minta Satpol PP Back Up BNN Berantas Narkoba

SATUAN polisi pamong praja dituntut untuk membantu aparat. Apakah itu kepolisian atau BNN (Badan Narkotika…

Selasa, 18 September 2018 10:08

Pencari Barang Bekas Temukan Mayat Tinggal Tengkorak di Bibir Pantai

PELAIHARI - Tak Disangka, berniat ingin mencari barang bekas di sekitar bibir pantai, Jamal alias Rambo…

Selasa, 18 September 2018 10:05

Sebulan Diburu, Jambret ini Akhirnya Berhasil Diringkus

BANJARMASIN - Kerja keras selama sebulan, akhirnya berbuah manis. Personel Opsnal Polsekta Banjarmasin…

Selasa, 18 September 2018 09:58

Hery Sasmita Peluk Erat H Jainuri Saat Pemeriksaan

MARABAHAN - Pengadilan Negeri Marabahan menggelar Pemeriksaan Setempat (PS) kasus pemukulan yang dilakukan…

Senin, 17 September 2018 13:03

NGERII..!! Orang Gila Mengamuk di PAUD, Begini Kejadiannya

BATULICIN - Warga sekitar lingkungan PAUD Ikhlas Membangun di Desa Sungai Danau Kecamatan Satui, mendadak…

Senin, 17 September 2018 12:59

Dibom 31 Kali Setiap Hari, Pilot Heli Sampai Geleng-Geleng

Guntung Damar, Landasan Ulin, Banjarbaru selalu menjadi medan perang antara api dan pemadam. Api tak…

Senin, 17 September 2018 11:53

Asik Mabuk, Tiga Remaja Diamankan

BANJARBARU - Meski masih tergolong anak di bawah umur, ironisnya tiga remaja berinisial AH, 14, NIR,…

Senin, 17 September 2018 10:05

Sisir Jalan Dianggap Rawan, Belasan Pemuda Mabuk Dijaring

BANJARMASIN - Belasan pemuda terjaring operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar jajaran Polsekta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .