MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 31 Januari 2018 14:51
Muslih dan Trensis Legawa Terima Vonis Hakim
BERI DUKUNGAN MORAL: Pengunjung sidang mencegat Muslih saat akan dibawa kembali ke mobil tahanan. (FOTO M OSCAR FRBAY/RADAR BANJARMASIN)

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Muslih hanya bisa tertunduk lesu di kursi pesakitan. Dia divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, pidana penjara 1 tahun 5 bulan dan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan, di sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (30/1) kemarin.

Sedangkan Trensis, mantan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih di vonis lebih ringan, yakni hanya 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. Kedua terpidana dianggap majelis hakim yang diketuai Sihar Hamonangan Purba dengan didampingi dua hakim anggota, Afandi Widarijanto dan Dana Hanura terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sihar membacakan amar putusan setebal 50 halaman yang diringkas selama kurang lebih satu jam dari pukul 10.00 hingga 11.00 WITA. Majelis hakim menyatakan Muslih dan Trensis secara bersama-sama terbukti menyuap Iwan Rusmali (mantan Ketua DPRD Banjarmasin) dan Andi Effendi (Ketua Pansus Perda Penyertaan Modal Pemkot Banjarmasin ke PDAM Bandarmasin sebesar Rp 50,7 miliar), dengan barang bukti suap Rp 100 juta yang juga dibagi-bagikan kepada beberapa anggota DPRD.

Vonis yang diketuk majelis hakim lebih ringan jika dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Dimana, Muslih dituntut 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan, dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Begitu pula vonis terhadap Trensis, dimana JPU KPK sebelumnya menuntut 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Yang meringankan hukuman kedua terpidana ini, disampaikan Sihar, bahwa keduanya dinilai tak pernah melakukan kejahatan, apalagi PDAM Bandarmasih, ketika dipimpin oleh Muslih selalu menunjukkan prestasi yang bagus. Sedangkan yang memberatkan adalah, keduanya tak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sidang pembacaan vonis kemarin, cukup menjadi perhatian publik. Ruangan persidangan penuh sesak. Tak hanya masyarakat biasa, puluhan karyawan PDAM Bandarmasih pun datang untuk memberikan dukungan moral kepada Muslih.

Keharuan sempat terjadi ketika usai sidang. Muslih yang langsung dimasukkan ke mobil tahanan, dicegat beberapa karyawan PDAM yang ingin memeluk. Muslih sendiri terlihat tegar, tak seperti pada pembacaan pledoi lalu. Saat itu, air mata Muslih sempat menetes.

Terhadap vonis hakim pun, Muslih legawa. Bahkan dia bersama-sama dengan Trensis tak mengajukan hak banding. “Apapun keputusan hakim kami terima dan itu sudah risiko yang harus kami hadapi,” tutur Muslih.

Muslih mengaku menyesal atas perbuatan yang diakuinya khilaf itu kepada awak media. “Secara manusiawi pasti sangat menyesal. Ini sudah risikonya,” imbuhnya.

Dia berpesan, meski dirinya ditahan, Perda ini terus berjalan sehingga PDAM Bandarmasih dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga Banjarmasin,

Di sisi lain, JPU KPK, Amir Nurdianto menyatakan, dirinya menghormati putusan hakim yang memvonis lebih ringan jika dibandingkan tuntutan yang mereka sampaikan. Amir tak berani menyimpulkan apakah akan ada upaya banding atau menerima murni vonis majelis hakim kemarin. “Akan saya laporkan dulu ke pimpinan untuk mengambil sikap selanjutnya, namun secara pribadi saya apresiasi hakim dan putusannya sudah bagus karena pertimbangannya sesuai dakwaan dan tuntutan kami,” ujarnya.

Muslih sendiri bersyukur, harapan agar tak ditahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Jawa Barat, dikabulkan majelis hakim.

Majelis hakim berpendapat, apa yang diajukan terpidana lalu pada sidang pledoi dapat diterima. Pada sidang pembelaan Muslih lalu, dia memohon dengan alasan agar keluarganya gampang menjenguk tanpa mengeluarkan biaya. “Alhamdulillah tetap di Banjarbaru. Saya ucapkan terimakasih kepada JPU dan majelis hakim,” ucap Muslih.
Ada alasan Muslih dan Trensis tak dibawa ke luar pulau. Mereka berdua bakal dihadirkan kembali menjadi saksi persidangan dua terdakwa, Iwan Rusmali (mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin) dan Ketua Pansus Raperda, Andi Effendi. Sepertri diketahui, Iwan dan Andi lah yang disebut Muslih terus mendesaknya untuk menyuap mereka.

“Mereka (Muslih dan Trensis) bakal dihadirkan sebagai saksi pada sidang 6 Februari nanti dengan tersangka Iwan dan Andi,” kata JPU KPK, Amir Nurdianto kemarin.

Sidang keduanya bakal digelar pada 6 Februari mendatang di PN Tipikor Banjarmasin. Salah satu JPU KPK nanti adalah M Asri. Dia sempat datang ke PN Banjarmasin pada Jumat (26/1) lalu mengambil penetapan jadwal sidang perdana Iwan dan Andi.

Pasal yang didakwakan kepada Iwan dan Andi, diungkapkan Asri, akan dijerat pasal 12 huruf a. “Dua terdakwa ini penerima. Berbeda dengan dua terdakwa sebelumnya, mereka dijerat pasal 12 huruf b,” sebut Asri ketika itu.

Diterangkan Ketua Panitera Muda Tipikor Banjarmasin Mulyadi, jadwal persidangan Iwan dan Andi sudah diagendakan pada 6 Februari mendatang usai vonis Muslih dan Trensis. Dikatakannya, majelis hakim pada sidang nanti sama dengan terpidana Muslih dan Trensis, yakni Sihar Hamonangan Purba dengan anggota Afandi dan Dana Hanura. “Majelis hakim juga sudah disiapkan, tinggal disidangkan saja,” imbuhnya. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 11:29

Saksi Mangkir, Polemik Sengketa Tanah di Tegal Arum Belum Temui Titik Terang

BANJARBARU - Sidang Perdata lanjutan polemik sengketa tanah tumpang tindih…

Minggu, 16 Desember 2018 10:41

Darurat!! Hermansyah Nyatakan Banjarmasin Darurat Ngelem

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyatakan kotanya sedang…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:47

Apes Salah Target!! Aksi Jambret Gagal Setelah Korbannya Menerjang Pelaku

BANJARMASIN - Noor Rahman alias Rahman  (46), tertangkap setelah mengambil…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:38

Korsleting Listrik Hanguskan Salah Satu Rumah Warga Sarang Halang

KANDANGAN – Warga Desa Sarang Halang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:28

Disidang, Bos Miras Ungkap Alasannya Menjual Minuman Keras

BANJARBARU - Teka teki pemilik dari 485 botol minuman keras…

Jumat, 14 Desember 2018 10:33

Warga Tala Dibuat Geger, Penjaga Warung Akhiri Hidup Dengan Gantung DiriĀ 

PELAIHARI - Warga Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut…

Jumat, 14 Desember 2018 10:27

Hidup Lagi, Satpol PP Amankan Dua PSK di Eks Lokalisasi Pal 18

BANJARBARU - Usai ditutup Pemko Banjarbaru sekitar dua tahun yang…

Jumat, 14 Desember 2018 09:42

Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

BANJARMASIN - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai…

Jumat, 14 Desember 2018 09:21

Begini Kronologi Penemuan Mayat Elsa Siswi AKPER Kesdam

BANJARMASIN – Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1 AKPER…

Jumat, 14 Desember 2018 09:12

Karyawan Curi ATM Bos, Tarik Uang Hingga Rp 76 Juta

BANJARMASIN – Kartu ATM hilang. Tapi, isinya terus berkurang hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .