MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 03 Februari 2018 14:43
Mengunjungi Taman HR Seribu Bunga di Desa Tanah Bangkang

Niat Senangkan Orang, Diminati Lokasi Swafoto

POTONG BUNGA: Riduan menyempatkan waktu untuk merawat Taman HR Seribu Bunga miliknya

PROKAL.CO, Bagi penikmat pemandangan pegunungan, silakan coba kawasan yang baru saja dibuka di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada pertengahan tahun 2017 tadi. Namanya, Taman HR Seribu Bunga.

Salahudin, Kandangan

Hanya sekitar 20 menit naik kendaraan bermotor dari Kandangan, ibu kota Kabupaten HSS untuk menuju lokasi Taman HR Seribu Bunga. Lokasinya terletak di Desa Tanah Bangkang, Kecamatan Sungai Raya.

Tidak ada plang penunjuk arah. Di seberang Masjid Bani Azam Al Ahdal, berbelok ke jalan tak beraspal. Terus masuk sekitar dua kilometer.

Tak ada pintu gerbang ketika sampai ke kawasan ini. Saya bisa sampai setelah diantar teman yang pernah ke situ.

Lahan seluas 6 hektare ini milik Haji Riduan (63). Tokoh masyarakat Desa Malutu, Kecamatan Padang Batung. Namun, Riduan tidak tinggal di sana.

Setelah area parkir, sebuah rumah berwarna hijau pertama kali ditemui saat mengunjungi lokasi ini. Rumah ini diberi nama Vila HR, persis nama si pemilik lahan Haji Riduan.

Ada dua kursi kayu di pelataran depan. Ada pula tangga kayu buat naik ke atas pelataran, seperti posko penjaga. Pengunjung bisa beristirahat di sini. Namun, vila tidak disewakan.

Di samping rumah tersedia jalan setapak menanjak. Namun, jalan kecil itu sudah permanen. Disertai tangga beton berkelok-kelok menuju tiga gazebo yang posisinya tepat berada di atas bukit Vila HR.

Di kiri kanan jalan setapak itu ditanami berbagai bunga. Ukuran bunganya masih kecil, belum begitu rimbun. Ada bunga matahari, pukul sembilan, delima, kertas, tulip, dan ratusan jenis tanaman bunga lainnya. Baru tiga hektare sebenarnya lahan yang digunakan untuk taman dan vila.

Meski belum dijadikan obyek wisata untuk umum, hampir setiap hari ada saja warga berdatangan ke lokasi. Tidak hanya untuk menikmati taman bunga, juga swafoto dengan pemadangan alam. Pengunjung saat ini tidak dikenakan biaya masuk.

Riduan menceritakan ide membuat Taman HR Seribu Bunga bermula dari kedatangan warga melakukan swafoto di lahan agrobisnis miliknya. Sebelumnya hanya ditanami pohon durian, lengkeng, cempedak, pisang, dan berbagai buah lainnya. Seiring berjalannya waktu, pengunjung makin banyak. “Awalnya hanya untuk menjadikan agrobisnis saja,” ujarnya.

Lahan agrobisnis sebagai tempat peristirahatan keluarganya itu kemudian dilengkapi tiga gazebo. Selain itu, juga ditanami bunga meniru tempat-tempat yang pernah didatanginya sewaktu berlibur ke objek wisata di Bogor, Yogyakarta, bahkan Arab Saudi saat umrah. “Niatnya untuk menyenangkan orang, sekaligus menjadikan tempat istirahat pribadi saja,” tuturnya.

Supaya tambah menarik, fasilitas pendukung lainnya akan ditingkatkan. Seperti menambah gazebo, membangun rumah adat, menanam bunga, sampai lapangan futsal. “Rencananya gazebo ditambah empat lagi, sehingga menjadi tujuh. Untuk rumah adat dibangun rumah Banjar dan Papua,” tekadnya.

Bagi pengunjung, Riduan hanya berpesan ikut menjaga tanaman agar tidak rusak. Jaga pula ketertiban selama berada di lahan miliknya.

Taman HR Seribu Bunga biasanya banyak dikunjungi saat akhir pekan. Pengunjung datang siang dan sore.

Iwan (36) warga Kandangan tertarik berkunjung karena tempat ini ditanami berbagai bunga. Posisinya juga berada di atas bukit, sehingga bisa melihat pemandangan ke bawah. “Indah sekali pemandangannya. Apalagi ada gazebo sehingga bisa santai duduk sambil melihat pemandangan alam,” nilainya.(ma/dye)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .