MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 03 Februari 2018 14:43
Mengunjungi Taman HR Seribu Bunga di Desa Tanah Bangkang

Niat Senangkan Orang, Diminati Lokasi Swafoto

POTONG BUNGA: Riduan menyempatkan waktu untuk merawat Taman HR Seribu Bunga miliknya

PROKAL.CO, Bagi penikmat pemandangan pegunungan, silakan coba kawasan yang baru saja dibuka di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada pertengahan tahun 2017 tadi. Namanya, Taman HR Seribu Bunga.

Salahudin, Kandangan

Hanya sekitar 20 menit naik kendaraan bermotor dari Kandangan, ibu kota Kabupaten HSS untuk menuju lokasi Taman HR Seribu Bunga. Lokasinya terletak di Desa Tanah Bangkang, Kecamatan Sungai Raya.

Tidak ada plang penunjuk arah. Di seberang Masjid Bani Azam Al Ahdal, berbelok ke jalan tak beraspal. Terus masuk sekitar dua kilometer.

Tak ada pintu gerbang ketika sampai ke kawasan ini. Saya bisa sampai setelah diantar teman yang pernah ke situ.

Lahan seluas 6 hektare ini milik Haji Riduan (63). Tokoh masyarakat Desa Malutu, Kecamatan Padang Batung. Namun, Riduan tidak tinggal di sana.

Setelah area parkir, sebuah rumah berwarna hijau pertama kali ditemui saat mengunjungi lokasi ini. Rumah ini diberi nama Vila HR, persis nama si pemilik lahan Haji Riduan.

Ada dua kursi kayu di pelataran depan. Ada pula tangga kayu buat naik ke atas pelataran, seperti posko penjaga. Pengunjung bisa beristirahat di sini. Namun, vila tidak disewakan.

Di samping rumah tersedia jalan setapak menanjak. Namun, jalan kecil itu sudah permanen. Disertai tangga beton berkelok-kelok menuju tiga gazebo yang posisinya tepat berada di atas bukit Vila HR.

Di kiri kanan jalan setapak itu ditanami berbagai bunga. Ukuran bunganya masih kecil, belum begitu rimbun. Ada bunga matahari, pukul sembilan, delima, kertas, tulip, dan ratusan jenis tanaman bunga lainnya. Baru tiga hektare sebenarnya lahan yang digunakan untuk taman dan vila.

Meski belum dijadikan obyek wisata untuk umum, hampir setiap hari ada saja warga berdatangan ke lokasi. Tidak hanya untuk menikmati taman bunga, juga swafoto dengan pemadangan alam. Pengunjung saat ini tidak dikenakan biaya masuk.

Riduan menceritakan ide membuat Taman HR Seribu Bunga bermula dari kedatangan warga melakukan swafoto di lahan agrobisnis miliknya. Sebelumnya hanya ditanami pohon durian, lengkeng, cempedak, pisang, dan berbagai buah lainnya. Seiring berjalannya waktu, pengunjung makin banyak. “Awalnya hanya untuk menjadikan agrobisnis saja,” ujarnya.

Lahan agrobisnis sebagai tempat peristirahatan keluarganya itu kemudian dilengkapi tiga gazebo. Selain itu, juga ditanami bunga meniru tempat-tempat yang pernah didatanginya sewaktu berlibur ke objek wisata di Bogor, Yogyakarta, bahkan Arab Saudi saat umrah. “Niatnya untuk menyenangkan orang, sekaligus menjadikan tempat istirahat pribadi saja,” tuturnya.

Supaya tambah menarik, fasilitas pendukung lainnya akan ditingkatkan. Seperti menambah gazebo, membangun rumah adat, menanam bunga, sampai lapangan futsal. “Rencananya gazebo ditambah empat lagi, sehingga menjadi tujuh. Untuk rumah adat dibangun rumah Banjar dan Papua,” tekadnya.

Bagi pengunjung, Riduan hanya berpesan ikut menjaga tanaman agar tidak rusak. Jaga pula ketertiban selama berada di lahan miliknya.

Taman HR Seribu Bunga biasanya banyak dikunjungi saat akhir pekan. Pengunjung datang siang dan sore.

Iwan (36) warga Kandangan tertarik berkunjung karena tempat ini ditanami berbagai bunga. Posisinya juga berada di atas bukit, sehingga bisa melihat pemandangan ke bawah. “Indah sekali pemandangannya. Apalagi ada gazebo sehingga bisa santai duduk sambil melihat pemandangan alam,” nilainya.(ma/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…

Senin, 03 Desember 2018 12:33

Dianggap Terlalu Cepat, DE Walhi Khawatirkan Muncul Masalah Baru

BANJARMASIN – Pegunungan Meratus sudah resmi menjadi Geopark Nasional. Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .