MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 03 Februari 2018 14:43
Mengunjungi Taman HR Seribu Bunga di Desa Tanah Bangkang

Niat Senangkan Orang, Diminati Lokasi Swafoto

POTONG BUNGA: Riduan menyempatkan waktu untuk merawat Taman HR Seribu Bunga miliknya

PROKAL.CO, Bagi penikmat pemandangan pegunungan, silakan coba kawasan yang baru saja dibuka di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada pertengahan tahun 2017 tadi. Namanya, Taman HR Seribu Bunga.

Salahudin, Kandangan

Hanya sekitar 20 menit naik kendaraan bermotor dari Kandangan, ibu kota Kabupaten HSS untuk menuju lokasi Taman HR Seribu Bunga. Lokasinya terletak di Desa Tanah Bangkang, Kecamatan Sungai Raya.

Tidak ada plang penunjuk arah. Di seberang Masjid Bani Azam Al Ahdal, berbelok ke jalan tak beraspal. Terus masuk sekitar dua kilometer.

Tak ada pintu gerbang ketika sampai ke kawasan ini. Saya bisa sampai setelah diantar teman yang pernah ke situ.

Lahan seluas 6 hektare ini milik Haji Riduan (63). Tokoh masyarakat Desa Malutu, Kecamatan Padang Batung. Namun, Riduan tidak tinggal di sana.

Setelah area parkir, sebuah rumah berwarna hijau pertama kali ditemui saat mengunjungi lokasi ini. Rumah ini diberi nama Vila HR, persis nama si pemilik lahan Haji Riduan.

Ada dua kursi kayu di pelataran depan. Ada pula tangga kayu buat naik ke atas pelataran, seperti posko penjaga. Pengunjung bisa beristirahat di sini. Namun, vila tidak disewakan.

Di samping rumah tersedia jalan setapak menanjak. Namun, jalan kecil itu sudah permanen. Disertai tangga beton berkelok-kelok menuju tiga gazebo yang posisinya tepat berada di atas bukit Vila HR.

Di kiri kanan jalan setapak itu ditanami berbagai bunga. Ukuran bunganya masih kecil, belum begitu rimbun. Ada bunga matahari, pukul sembilan, delima, kertas, tulip, dan ratusan jenis tanaman bunga lainnya. Baru tiga hektare sebenarnya lahan yang digunakan untuk taman dan vila.

Meski belum dijadikan obyek wisata untuk umum, hampir setiap hari ada saja warga berdatangan ke lokasi. Tidak hanya untuk menikmati taman bunga, juga swafoto dengan pemadangan alam. Pengunjung saat ini tidak dikenakan biaya masuk.

Riduan menceritakan ide membuat Taman HR Seribu Bunga bermula dari kedatangan warga melakukan swafoto di lahan agrobisnis miliknya. Sebelumnya hanya ditanami pohon durian, lengkeng, cempedak, pisang, dan berbagai buah lainnya. Seiring berjalannya waktu, pengunjung makin banyak. “Awalnya hanya untuk menjadikan agrobisnis saja,” ujarnya.

Lahan agrobisnis sebagai tempat peristirahatan keluarganya itu kemudian dilengkapi tiga gazebo. Selain itu, juga ditanami bunga meniru tempat-tempat yang pernah didatanginya sewaktu berlibur ke objek wisata di Bogor, Yogyakarta, bahkan Arab Saudi saat umrah. “Niatnya untuk menyenangkan orang, sekaligus menjadikan tempat istirahat pribadi saja,” tuturnya.

Supaya tambah menarik, fasilitas pendukung lainnya akan ditingkatkan. Seperti menambah gazebo, membangun rumah adat, menanam bunga, sampai lapangan futsal. “Rencananya gazebo ditambah empat lagi, sehingga menjadi tujuh. Untuk rumah adat dibangun rumah Banjar dan Papua,” tekadnya.

Bagi pengunjung, Riduan hanya berpesan ikut menjaga tanaman agar tidak rusak. Jaga pula ketertiban selama berada di lahan miliknya.

Taman HR Seribu Bunga biasanya banyak dikunjungi saat akhir pekan. Pengunjung datang siang dan sore.

Iwan (36) warga Kandangan tertarik berkunjung karena tempat ini ditanami berbagai bunga. Posisinya juga berada di atas bukit, sehingga bisa melihat pemandangan ke bawah. “Indah sekali pemandangannya. Apalagi ada gazebo sehingga bisa santai duduk sambil melihat pemandangan alam,” nilainya.(ma/dye)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .