MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

LIFESTYLE

Senin, 01 Februari 2016 13:42
Awas! Anak Kecanduan Game
CANDU: Sejumlah anak bermain di lokasi jasa game online di Banjarmasin. | Foto: Muhammad Rifani / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">RADARBANJARMASIN.CO.ID - Bagi anak-anak sekarang, game merupakan sebuah kebutuhan pokok dalam mengisi kesehariannya. Banyaknya varian game yang bermunculan makin menambah wahana ini menjadi semakin diminati mereka. Namun, akan berbeda ceritanya jika dari wahana yang dikhususkan buat mengisi waktu luang ini, malah melahap keseharian anak-anak.

Kecanduan dengan game adalah hal yang biasanya di alami anak-anak, baik semasa SD hingga SMA, bahkan bisa berlanjut ketika mereka beranjak remaja. Sarjana Psikologi sekaligus Dosen Bimbingan Konseling FKIP Unlam, Ririanti Rachmayanie Jamain S.Psi, M.Pd mengatakan jika buah hati kecanduan dengan game ini bisa berdampak buruk.

“Kalau kecanduan berlebihan itu menyebabkan mereka akan malas belajar dan lupa aktivitasnya. Selain itu, juga mempersempit kesempatannya untuk berinteraksi sosial dengan orang di sekitar serta lingkungannya,” jelasnya.

Maka dari itulah, menurut Ririn –panggilan akrabnya- game ini seperti dua sisi yang berlawanan. Satu hal game juga punya dampak baik namun, apabila tidak sesuai batasannya bisa berimbas terhadap tingkah laku dan sikap anak.

“Sisi baiknya, sebenarnya game ini mampu menjadi media anak untuk meningkatkan aspek perkembangan kognitifnya. Sebab, mereka dapat mengembangkan pola pikir, kreativitas serta pemecahan masalah,” paparnya.

Namun, apabila anak benar-benar kecanduan dengan game, maka bisa saja dia tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh orang tuanya. Imbasnya, anak akan menjadi pribadi yang pendiam, antis sosial dan tingginya rasa malas dalam diri mereka selain bermain game. Sehingga, sikap anak yang mulanya dinilai baik-baik saja, bisa saja akan berubah drastis ketika dia kecanduan game.

Apalagi dengan perkembangan game yang setiap waktu semakin berkembang akan makin membuatnya tertarik untuk bermain. Anak-anak cenderung akan penasaran untuk mencoba game terbaru yang muncul. Faktor teman-teman juga menjadi pemicu mereka kecanduan dalam bermain game.

Sehingga, ancaman anak kecanduan berlebihan terhadap game berpeluang besar. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam menangani hal semacam ini. Jadilah orang tua yang memahami rutinitas buah hati. Jangan jadi ortu yang membiarkan mereka seenaknya bermain, tetaplah pantau dan jalin komunikasi intens dengan mereka.

Orang tua harus mampu mengendalikan ketertarikan anak tersebut. “Komunikasikan dengan buah hati mengenai pemahaman game tersebut. Jelaskan, jika bermain game, hanya sebatas hiburan saja, bukan sebagai rutinitas wajib mereka,” kata Ririn. (mr-142/ema)


BACA JUGA

Jumat, 18 September 2015 09:32

Dua Kapal Perang TNI Singgah di Banjarmasin

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .