MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25
Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan
AKSI POSITIF: The Kutu Buku rutin menggelar lapak baca di Menara Pandang Siring Tendean tiap hari Minggu.

PROKAL.CO, Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda yang tergerak hatinya untuk menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya literasi.

EKA PERTIWI, Banjarmasin

Berdiri sejak 5 Maret 2016. Komunitas The Kutu Buku, mendorong minat baca di Banjarmasin. Lebih luas lagi untuk Kalsel.

Komunitas ini terbentuk dari sekumpulan remaja yang gemar membaca. Istilah kutu buku pun mereka jadikan nama agar bisa menggambarkan aktivitas mereka. Biar terkesan tak biasa, maka ditambahkan kata The di bagian depan. Sehingga terbentuk The Kutu Buku.

“Biar keren dan tidak cupu didengar. Jadi bukan mereka yang suka baca saja yang gabung di sini. Namun juga mereka yang mau belajar dan peduli dengan gerakan literasi di Banua,” kata Pendiri The Kutu Buku, Ahmad Syaiffudin. Panggilan akrabnya Saif.

Tak sekadar mendirikan komunitas, menurut Saif perlu ada gagasan untuk menarik minat baca warga. Dua tahun berjuang untuk membudayakan membaca tidak mudah. Berbagai gagasan dibuat. Tak semuanya efektif. Hingga akhirnya tercetuslah ide Project Lapak Baca. Digelar setiap hari Minggu di Menara Pandang Siring Pierre Tendean. “Lapak baca, rupanya, efektif. Banyak yang antusias dari anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak dan kalangan muda,” bebernya.

Untuk menunjang gagasan tersebut, komunitas ini tentu harus punya modal utama, yakni buku. Untung saja, mereka mendapat banyak sumbangan bahan bacaan. Mulai dari perpustakaan daerah, anggota komunitas hingga donatur. “Biasanya anggota baru menyumbang lima buah buku. Kami juga menggalang donasi buku,” bebernya.

Saat ini The Kutu Buku sudah punya 40 anggota. Berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar dan pekerja swasta. Saif mendirikan komunitas ini bersama temannya, Joko Purnomo.

Selain lapak baca, The Kutu Buku juga punya perpustakaan binaan di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islamiyah, Sungai Lulut. Sekolah itu berada di daerah terpencil. Lokasinya di Kelurahan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Masuk ke desa, melalui jalan tanah terlebih dahulu.

Saif cs sengaja mendirikan perpustakaan di sana. Sebab, sekolah itu tak memilikinya. “Kendala kami di lahan. Makanya mencari tempat yang bisa kami bina, ternyata ketemu di Kabupaten Banjar,” jelas kawyawan swasta tersebut.

18 Februari ini The Kutu Buku punya agenda. Mereka bakal menggelar event donasi buku dan donor darah. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan YOT, PMI, dan komunitas anak muda lainnya. Rencanya bakal digelar di Menara Pandang. Buku-buku yang terkumpul, nantinya akan diberikan ke rumah singgah anak kanker Banjarmasin.

Saif berharap komunitas ini menjadi inspirasi untuk menumbuhkan budaya membaca di Banjarmasin. Terlebih belum ada wadah khusus yang difasilitasi oleh pemerintah. “Mungkin ini hanya langkah kecil kami. Namun, semoga berbekas dan berarti,” tuntasnya. (at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 18:24

Di Belakang Layar Seorang Dalang: Hidupnya Tak Sekocak Wayangnya

Orang Kalimantan hanya mengenal satu Wayang Kulit. Namanya Wayang Kulit Banjar. Di pedesaan Hulu Sungai,…

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…

Senin, 30 Juli 2018 18:00

Antusias Warga Menyambut Salat Gerhana Bulan di Masjid Istiqomah

Warga Kota Banjarbaru turut menyambut peristiwa astronomi langka, gerhana bulan terlama abad ini, dengan…

Minggu, 29 Juli 2018 16:25

Berkenalan dengan Pratiwi Juliani, Penulis asal Lokpaikat yang Terpilih dalam Festival Literasi Internasional di Bali

Namanya masuk sebagai salah satu dari lima penulis Emerging Ubud Writer & Reader Festival (UWRF)…

Sabtu, 28 Juli 2018 15:25

Belajar Mengaji Kilat dengan Metode Nursyifa Temuan Muslim Aridho

Bertekad ingin sebanyak-banyaknya mengentaskan umat Muslim dari buta huruf arab, Ustaz Muslim Aridho…

Jumat, 27 Juli 2018 17:01

Kisah Haru Nenek Mustika, Guru Ngaji yang Tinggal di Rumah Reot

Mengongkosi putranya yang mengalami keterbelakangan mental, Nenek Mustika hidup di sebuah rumah yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .