MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25
Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan
AKSI POSITIF: The Kutu Buku rutin menggelar lapak baca di Menara Pandang Siring Tendean tiap hari Minggu.

PROKAL.CO, Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda yang tergerak hatinya untuk menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya literasi.

EKA PERTIWI, Banjarmasin

Berdiri sejak 5 Maret 2016. Komunitas The Kutu Buku, mendorong minat baca di Banjarmasin. Lebih luas lagi untuk Kalsel.

Komunitas ini terbentuk dari sekumpulan remaja yang gemar membaca. Istilah kutu buku pun mereka jadikan nama agar bisa menggambarkan aktivitas mereka. Biar terkesan tak biasa, maka ditambahkan kata The di bagian depan. Sehingga terbentuk The Kutu Buku.

“Biar keren dan tidak cupu didengar. Jadi bukan mereka yang suka baca saja yang gabung di sini. Namun juga mereka yang mau belajar dan peduli dengan gerakan literasi di Banua,” kata Pendiri The Kutu Buku, Ahmad Syaiffudin. Panggilan akrabnya Saif.

Tak sekadar mendirikan komunitas, menurut Saif perlu ada gagasan untuk menarik minat baca warga. Dua tahun berjuang untuk membudayakan membaca tidak mudah. Berbagai gagasan dibuat. Tak semuanya efektif. Hingga akhirnya tercetuslah ide Project Lapak Baca. Digelar setiap hari Minggu di Menara Pandang Siring Pierre Tendean. “Lapak baca, rupanya, efektif. Banyak yang antusias dari anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak dan kalangan muda,” bebernya.

Untuk menunjang gagasan tersebut, komunitas ini tentu harus punya modal utama, yakni buku. Untung saja, mereka mendapat banyak sumbangan bahan bacaan. Mulai dari perpustakaan daerah, anggota komunitas hingga donatur. “Biasanya anggota baru menyumbang lima buah buku. Kami juga menggalang donasi buku,” bebernya.

Saat ini The Kutu Buku sudah punya 40 anggota. Berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar dan pekerja swasta. Saif mendirikan komunitas ini bersama temannya, Joko Purnomo.

Selain lapak baca, The Kutu Buku juga punya perpustakaan binaan di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islamiyah, Sungai Lulut. Sekolah itu berada di daerah terpencil. Lokasinya di Kelurahan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Masuk ke desa, melalui jalan tanah terlebih dahulu.

Saif cs sengaja mendirikan perpustakaan di sana. Sebab, sekolah itu tak memilikinya. “Kendala kami di lahan. Makanya mencari tempat yang bisa kami bina, ternyata ketemu di Kabupaten Banjar,” jelas kawyawan swasta tersebut.

18 Februari ini The Kutu Buku punya agenda. Mereka bakal menggelar event donasi buku dan donor darah. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan YOT, PMI, dan komunitas anak muda lainnya. Rencanya bakal digelar di Menara Pandang. Buku-buku yang terkumpul, nantinya akan diberikan ke rumah singgah anak kanker Banjarmasin.

Saif berharap komunitas ini menjadi inspirasi untuk menumbuhkan budaya membaca di Banjarmasin. Terlebih belum ada wadah khusus yang difasilitasi oleh pemerintah. “Mungkin ini hanya langkah kecil kami. Namun, semoga berbekas dan berarti,” tuntasnya. (at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*