MANAGED BY:
SENIN
19 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25
Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan
AKSI POSITIF: The Kutu Buku rutin menggelar lapak baca di Menara Pandang Siring Tendean tiap hari Minggu.

PROKAL.CO, Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda yang tergerak hatinya untuk menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya literasi.

EKA PERTIWI, Banjarmasin

Berdiri sejak 5 Maret 2016. Komunitas The Kutu Buku, mendorong minat baca di Banjarmasin. Lebih luas lagi untuk Kalsel.

Komunitas ini terbentuk dari sekumpulan remaja yang gemar membaca. Istilah kutu buku pun mereka jadikan nama agar bisa menggambarkan aktivitas mereka. Biar terkesan tak biasa, maka ditambahkan kata The di bagian depan. Sehingga terbentuk The Kutu Buku.

“Biar keren dan tidak cupu didengar. Jadi bukan mereka yang suka baca saja yang gabung di sini. Namun juga mereka yang mau belajar dan peduli dengan gerakan literasi di Banua,” kata Pendiri The Kutu Buku, Ahmad Syaiffudin. Panggilan akrabnya Saif.

Tak sekadar mendirikan komunitas, menurut Saif perlu ada gagasan untuk menarik minat baca warga. Dua tahun berjuang untuk membudayakan membaca tidak mudah. Berbagai gagasan dibuat. Tak semuanya efektif. Hingga akhirnya tercetuslah ide Project Lapak Baca. Digelar setiap hari Minggu di Menara Pandang Siring Pierre Tendean. “Lapak baca, rupanya, efektif. Banyak yang antusias dari anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak dan kalangan muda,” bebernya.

Untuk menunjang gagasan tersebut, komunitas ini tentu harus punya modal utama, yakni buku. Untung saja, mereka mendapat banyak sumbangan bahan bacaan. Mulai dari perpustakaan daerah, anggota komunitas hingga donatur. “Biasanya anggota baru menyumbang lima buah buku. Kami juga menggalang donasi buku,” bebernya.

Saat ini The Kutu Buku sudah punya 40 anggota. Berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar dan pekerja swasta. Saif mendirikan komunitas ini bersama temannya, Joko Purnomo.

Selain lapak baca, The Kutu Buku juga punya perpustakaan binaan di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islamiyah, Sungai Lulut. Sekolah itu berada di daerah terpencil. Lokasinya di Kelurahan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Masuk ke desa, melalui jalan tanah terlebih dahulu.

Saif cs sengaja mendirikan perpustakaan di sana. Sebab, sekolah itu tak memilikinya. “Kendala kami di lahan. Makanya mencari tempat yang bisa kami bina, ternyata ketemu di Kabupaten Banjar,” jelas kawyawan swasta tersebut.

18 Februari ini The Kutu Buku punya agenda. Mereka bakal menggelar event donasi buku dan donor darah. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan YOT, PMI, dan komunitas anak muda lainnya. Rencanya bakal digelar di Menara Pandang. Buku-buku yang terkumpul, nantinya akan diberikan ke rumah singgah anak kanker Banjarmasin.

Saif berharap komunitas ini menjadi inspirasi untuk menumbuhkan budaya membaca di Banjarmasin. Terlebih belum ada wadah khusus yang difasilitasi oleh pemerintah. “Mungkin ini hanya langkah kecil kami. Namun, semoga berbekas dan berarti,” tuntasnya. (at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:18

Kreatif, Hasilkan Uang dari Modifikasi Gundam

Penggemar anime Jepang, pasti tahu dengan Gundam. Tak sebatas hanya di film. Karakternya sudah menjelma…

Jumat, 02 Februari 2018 12:15

Ini Jadinya Kalau Polwan Gabung Pasukan Raimas

Polisi harus siap ditugaskan di mana saja. Termasuk ditunjuk sebagai pasukan pengurai massa. Seperti…

Kamis, 01 Februari 2018 15:31

Kisah Syarif, Warga Sungai Besar yang Terbaring Sakit karena Diabetes

Syarif, warga Komplek Jeruk Raya, Kelurahan Sungai Besar sedang memerlukan bantuan. Pria berusia 40…

Kamis, 01 Februari 2018 13:38

Menengok Perajin Ukiran di Pierre Tendean

Orang Banjar pasti tak asing dengan ram angin, les plang, hingga jamang yang terbuat dari kayu ulin.…

Rabu, 31 Januari 2018 14:29

Melukis dengan Kopi di Kedai Hudes

Masih ingat dengan liputan berjudul 'Mengangkat Derajat Kopi Pengaron'? Sang narasumber, pendiri Hudes…

Selasa, 30 Januari 2018 17:45

Ketika Warga "Demo" di Rumah Kepala Dinas Saat Jam Kerja

Entah karena lelah, banyak habis biaya pulang-pergi ke kota, sekelompok warga menumpahkan kekesalannya…

Selasa, 30 Januari 2018 12:06

Mengenal Klub Motor BRIKC, Melanggar Aturan, Dikeluarkan

Sama-sama suka RX King. Itulah yang mengawali terbentuknya Banjarmasin Riders King Club (BRIKC). Sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .