MANAGED BY:
RABU
23 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 12 Februari 2018 11:03
Satpol PP dan Damkar Wujudkan Tanah Bumbu Ramah Anak
ANAK JALANAN: Petugas Satpol-PP dan Damkar Tanbu menggaruk empat anak jalanan (Anjal) dibawah umur yang sedang meminta-minta di lampu merah di wilayah Kecamatan Simpang Empat, Selasa (6/2) lalu. (Foto Diskominfo Tanbu For Radar Banjarmasin).

PROKAL.CO, BATULICIN - Petugas Satpol-PP dan Damkar Tanbu menggaruk empat Anak Jalanan (Anjal) dibawah umur yang sedang meminta-minta di lampu merah di wilayah Kecamatan Simpang Empat, Selasa (6/2). Setelah didata, ternyata hanya satu anak saja yang sering minta-minta, sementara sisanya tidak pernah.

Kasatpol-PP dan Damkar H Riduan mengatakan, operasi ini merupakan upaya mewujudkan Kabupaten Tanah Bumbu yang ramah anak dengan melarang anjal berkeliaran di jalanan, apalagi sampai mengganggu ketertiban umum.

“Berdasarkan hasil patroli anggota kami serta pantauan sebelumnya, anjal itu kerap berkeliaran hingga sangat berpotensi mengganggu ketertiban umum. Mereka kami bawa ke Kantor Satpol-PP untuk didata dan dibuatkan berita acaranya,” jelasnya.

Tindak lanjut penanganan anjal ini, pihaknya turut berkoordinasi dengan SKPD yang turut terlibat dalam menuntaskan persoalan anjal itu. Sebab ini berkaitan erat dengan kapasitas dan penanganan tanggung jawab di masing-masing SKPD berwenang.

Dijelaskannya, anjal yang diamankan ini merupakan anak di bawah umur, dengan demikian tindak lanjut dan penanganannya berada pada posisi SKPD yang menangani perlindungan anak.

“Sebagai catatan, Satpol-PP hanya menangani hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban umum dalam ranah penegakan Perda, maka disitulah program dijalankan. Sementara tindak lanjut penanganan pembinaan maupun pemberdayaanya kami serahkan kepada SKPD yang berwenang,” papar Riduan.

Meskipun sejauh ini pihaknya masih menelusuri latar belakang aktivitas anak itu, terutama mencari bukti ada pihak yang mencoba melakukan eksploitasi anak di bawah umur.

“Kalau terbukti terorganisasi dan mengancam ketertiban umum berikutnya, maka kami akan siap mendampingi SKPD perlindungan anak itu pada saat menindaklanjuti ke pihak berwenang lain maupun kepolisian,” terangnya.

Senada dikatakan Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Tanbu Narni.

Terkait penanganan status anjal dibawah umur ini, pihaknya akan menelusuri latar belakang dan orang tuanya.

“Setelah menerima berita acara pelimpahan kewenangan penanganan yang menjadi tanggung jawab kami, maka kami akan meminta pendampingan kepala desa dengan membuat perjanjian kepada orang tuanya agar menjaga anaknya. Jika ada pembiaran maka dianggap menelantarkan anak,” ucapnya.

Dia menambahkan, dalam penanganan kasus ini hanya memastikan apakah ada unsur eksploitasi maupun penelantaran terhadap anak itu.

"Namun bila pelanggaran itu ada, maka akan kami serahkan pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk proses selanjutnya. Kalau tak ada unsur pidananya, akan kami limpahkan kepada Dinas Sosial sebagai kewenangan pembinaan maupun pemberdayaan berikutnya,” pungkas Narni. (kry/ij/ram)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 15:47

1001 Kisah Pesantren: Hadapi dengan Perhatian

Setiap pesantren punya cara untuk menekan kebandelan para santrinya. Begitu juga dengan Pondok Pesantren…

Rabu, 23 Mei 2018 15:44

Tak Penuhi Syarat, Dua Bakal Calon DPD RI asal Kalsel ini Dicoret

BANJARMASIN – Dua orang bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dipastikan tak memenuhi…

Rabu, 23 Mei 2018 15:35

Komisioner KPU Kalsel Didominasi Orang Baru

BANJARMASIN – Sarmuji terus menyunggingkan senyum. Wajahnya berbinar-binar saat menyambut ucapan…

Rabu, 23 Mei 2018 15:01

Rumah Kuno di Teluk Kelayan ini Bakal Jadi Museum Kota

Pemko Banjarmasin berencana membuat museum kota. Sebagai bentuk perhatian terhadap perkembangan peradaban.…

Rabu, 23 Mei 2018 12:22

Warga Pulau Laut Berikan Sumbangan kepada Aktivis Tolak Tambang

KOTABARU - Suasana simpang tiga lampu merah Pal 1 mendadak ramai. Aktivis berorasi, dan meminta sumbangan…

Rabu, 23 Mei 2018 11:55

Mentan Amran Bangkitkan Optimisme Pertanian

JAKARTA - Minat generasi muda di perdesaan kembali meningkat pada sektor pertanian. Seiring dengan membaiknya…

Rabu, 23 Mei 2018 11:47

Tambang Galian C Ilegal di Banjarbaru Masih Banyak Beroperasi

BANJARBARU - Hilir mudik truk angkutan galian C di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Sungai Ulin yang dikeluhkan…

Rabu, 23 Mei 2018 11:38
Pemko Banjarbaru

Ririen Nadjmi Adhani Hadiri Sosialisasi Forum Anak Daerah Banjarbaru

BANJARBARU - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani didampingi Kepala Dinas Pengendalian…

Rabu, 23 Mei 2018 11:23
Pemkab Batola

Safari Ramadan ke Batola, Gubernur dan Bupati Salurkan Bantuan

BATOLA - Memasuki hari ke lima Ramadan 1439 Hijriah, Senin (21/5) Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel)…

Selasa, 22 Mei 2018 14:54

1001 Kisah Pesantren: Bahasa Banjar Kena Hukum

Para siswa yang baru masuk pesantren memang ada-ada saja pikirannya, sesekali ingin kabur. Apalagi kondisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .