MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 14 Februari 2018 15:08
Waspada DBD! Sudah Ada Warga Banjarmasin yang Meninggal
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Ini peringatan bagi warga Banjarmasin. Jangan remehkan tumpukan sampah dan genangan air yang menjadi sarang nyamuk di musim hujan. Pasalnya, sudah satu warga yang meninggal dunia karena demam berdarah (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Anis Suroso menyebutkan, sepanjang Januari hingga Februari tercatat empat kasus demam berdarah di kota ini. Seorang remaja dia pastikan meninggal dunia.

"Umurnya baru 14 tahun, masih SMP. Dia meninggal pada Januari tadi," kata Anis, kemarin (13/2). Remaja ini tinggal di Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Rinciannya, tiga kasus ditangani Puskesmas 9 November di Pengambangan. Sementara satu yang meninggal dunia ditangani Puskesmas Pelambuan di Jalan Barito Hulu.

Agak membingungkan karena pihak kecamatan menyebutkan data berbeda yang lebih besar. Bahwa di Banjarmasin Barat sudah muncul enam kasus demam berdarah. Anis menampiknya. Dia menegaskan, positif atau negatif kasus terduga demam berdarah ditentukan uji laboratorium berdasarkan sampel darah milik pasien.

"Kementerian Kesehatan mematok standar, Trombosit kurang dari 100 ribu dan Hematrokrit naik 20 persen di atas batas normal. Makanya pembuluh darah bisa pecah. Selain itu, dipastikan bukan DBD," tegasnya.

Kembali pada si korban demam berdarah. Anis mengaku sudah menelusuri penyebabnya. Kesimpulannya, akibat penanganan medis yang terlambat. Kronologinya, si pasien dibawa ke Rumah Sakit TPT dr Soeharsono di Jalan Sutoyo S.

Karena kondisinya gawat dan TPT tak memiliki ICU, pasien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ansari Saleh di Jalan Brigjen Hasan Basry. Sayangnya di sana sedang penuh. Terpaksa dilarikan lagi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Ahmad Yani kilometer tiga.

"Di Bhayangkara akhirnya meninggal dunia. Lamban. Sebab, pihak keluarga sempat menolak pasien dibawa ke rumah sakit. Jadi penanganan yang terlambat," jelasnya.

Ditambahkan Anis, yang besar justru angka kasus demam dengue (DD). Dari awal tahun 2018 hingga pertengahan bulan ini, tercatat sudah mencapai 90 kasus. "Iya, DD yang besar, bukan DBD," ujarnya.

Ditanya adakah wilayah endemik, alias wilayah yang paling rawan dengan wabah DBD, Anis menggelengkan kepala. Dia menilai ancamannya merata pada pengujung musim hujan seperti sekarang. Terutama bagi Banjarmasin yang berada di dataran rendah dan sebagian besar wilayahnya adalah rawa.

Ditanya solusi, Dinkes berkoordinasi dengan lima kecamatan. Untuk menggalakkan gotong-royong di kampung-kampung. Membersihkan lingkungan dari sarang jentik nyamuk.

Disinggung fogging (pengasapan), Anis mengaku tak bisa sembarangan melakukannya di suatu wilayah. "Fogging bukan berdasar permintaan masyarakat. Prosedurnya, suatu wilayah di-fogging karena muncul penderita DBD. Dengan radius pengasapan antara 100 hingga 200 meter," pungkasnya.

Sebagai data pembanding, Radar Banjarmasin mengunjungi Rumah Sakit Ulin. Rumah sakit rujukan utama di Banjarmasin, bahkan di Kalsel. Kepala Seksi Humas RSUD Ulin, Yan Setiawan menyebutkan pihaknya sudah merawat tujuh pasien demam berdarah selama dua bulan terakhir.

"Nol kasus untuk meninggal dunia. Saya sudah cek ke bagian poli anak dan penyakit dalam, tujuh pasien ini sempat rawat inap, tapi sudah pulang ke rumah semua. Sudah kosong," ungkapnya.

Apakah ketujuh pasien ini warga Banjarmasin atau kota tetangga, Yan juga mengaku tak bisa memastikan. "Saya belum memperoleh data rincinya. Soal umur, tempat tinggal dan kondisi medis terakhir," imbuh Yan. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:34

Meninggalnya Salah Satu Peserta HPS DIduga Karena Kelelahan Berjalan Jauh

Duka menyelimuti rombongan peserta dari Kabupaten Merauke, Papua. Merze Adrian Tadeus Mahuze (38), Kepala…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:28

Jangan Jadi Euforia Sesaat, Mimpi Besar dari Jejangkit Harus Terwujud

BATOLA – Pemerintah pusat dan daerah harus bahu membahu membangun kekuatan lahan rawa di Kalsel…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:12
HPS 2018

GM Hotel Pun Sampai "Mengungsi", Tukang Ojek Dadakan Bermunculan

Event besar selalu berdampak secara ekonomi meski hanya jangka pendek. Dua tiga hari terakhir, bisnis…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:01

Pemko Banjarmasin Cemas Menanti Adipura Kencana

BANJARMASIN - Pemko masih harap-harap cemas. Belum ada kabar sama sekali terkait Adipura. Apakah Banjarmasin…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:42

APBD Seret, Bakal Ada Program yang Dihapus

BANJARMASIN - Belum sampai tiga tahun berjalan, pemko merevisi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:08

Rencana Pemindahan Pasar Bauntung Jadi Pro Kontra di Dewan

BANJARBARU – Meski pihak eksekutif menganggap sudah ada lampu hijau dari pihak legislatif, untuk…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:05

Hebat..!! Kepala BPKAD Banjarbaru Masuk 50 Besar Pejabat Teladan Nasional

BANJARBARU - Hal membanggakan ditorehkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Banjarbaru…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:55

Resmi, Ini Pejabat Polres di Polda Kalsel yang Bakal Dimutasi

BANJARMASIN – Gerbong mutasi kembali bergulir di Polda Kalsel dan jajaran.  Sejumlah pejabat…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:40

Jangan Coba-Coba Posting Konten Negatif, Ini Ancaman Kominfo

BANJARMASIN - Jangan sembarangan posting konten-konten negatif di media sosial (Medsos) kalau tidak…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:12
Pemko Banjarbaru

Terima Kunjungan TP PKK Kabupaten Agam

BANJARBARU - Ketua TP PKK Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Wakil Ketua I TP PKK Banjarbaru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .