MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 14 Februari 2018 15:08
Waspada DBD! Sudah Ada Warga Banjarmasin yang Meninggal
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Ini peringatan bagi warga Banjarmasin. Jangan remehkan tumpukan sampah dan genangan air yang menjadi sarang nyamuk di musim hujan. Pasalnya, sudah satu warga yang meninggal dunia karena demam berdarah (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Anis Suroso menyebutkan, sepanjang Januari hingga Februari tercatat empat kasus demam berdarah di kota ini. Seorang remaja dia pastikan meninggal dunia.

"Umurnya baru 14 tahun, masih SMP. Dia meninggal pada Januari tadi," kata Anis, kemarin (13/2). Remaja ini tinggal di Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Rinciannya, tiga kasus ditangani Puskesmas 9 November di Pengambangan. Sementara satu yang meninggal dunia ditangani Puskesmas Pelambuan di Jalan Barito Hulu.

Agak membingungkan karena pihak kecamatan menyebutkan data berbeda yang lebih besar. Bahwa di Banjarmasin Barat sudah muncul enam kasus demam berdarah. Anis menampiknya. Dia menegaskan, positif atau negatif kasus terduga demam berdarah ditentukan uji laboratorium berdasarkan sampel darah milik pasien.

"Kementerian Kesehatan mematok standar, Trombosit kurang dari 100 ribu dan Hematrokrit naik 20 persen di atas batas normal. Makanya pembuluh darah bisa pecah. Selain itu, dipastikan bukan DBD," tegasnya.

Kembali pada si korban demam berdarah. Anis mengaku sudah menelusuri penyebabnya. Kesimpulannya, akibat penanganan medis yang terlambat. Kronologinya, si pasien dibawa ke Rumah Sakit TPT dr Soeharsono di Jalan Sutoyo S.

Karena kondisinya gawat dan TPT tak memiliki ICU, pasien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ansari Saleh di Jalan Brigjen Hasan Basry. Sayangnya di sana sedang penuh. Terpaksa dilarikan lagi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Ahmad Yani kilometer tiga.

"Di Bhayangkara akhirnya meninggal dunia. Lamban. Sebab, pihak keluarga sempat menolak pasien dibawa ke rumah sakit. Jadi penanganan yang terlambat," jelasnya.

Ditambahkan Anis, yang besar justru angka kasus demam dengue (DD). Dari awal tahun 2018 hingga pertengahan bulan ini, tercatat sudah mencapai 90 kasus. "Iya, DD yang besar, bukan DBD," ujarnya.

Ditanya adakah wilayah endemik, alias wilayah yang paling rawan dengan wabah DBD, Anis menggelengkan kepala. Dia menilai ancamannya merata pada pengujung musim hujan seperti sekarang. Terutama bagi Banjarmasin yang berada di dataran rendah dan sebagian besar wilayahnya adalah rawa.

Ditanya solusi, Dinkes berkoordinasi dengan lima kecamatan. Untuk menggalakkan gotong-royong di kampung-kampung. Membersihkan lingkungan dari sarang jentik nyamuk.

Disinggung fogging (pengasapan), Anis mengaku tak bisa sembarangan melakukannya di suatu wilayah. "Fogging bukan berdasar permintaan masyarakat. Prosedurnya, suatu wilayah di-fogging karena muncul penderita DBD. Dengan radius pengasapan antara 100 hingga 200 meter," pungkasnya.

Sebagai data pembanding, Radar Banjarmasin mengunjungi Rumah Sakit Ulin. Rumah sakit rujukan utama di Banjarmasin, bahkan di Kalsel. Kepala Seksi Humas RSUD Ulin, Yan Setiawan menyebutkan pihaknya sudah merawat tujuh pasien demam berdarah selama dua bulan terakhir.

"Nol kasus untuk meninggal dunia. Saya sudah cek ke bagian poli anak dan penyakit dalam, tujuh pasien ini sempat rawat inap, tapi sudah pulang ke rumah semua. Sudah kosong," ungkapnya.

Apakah ketujuh pasien ini warga Banjarmasin atau kota tetangga, Yan juga mengaku tak bisa memastikan. "Saya belum memperoleh data rincinya. Soal umur, tempat tinggal dan kondisi medis terakhir," imbuh Yan. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:25

Karnaval Kemerdekaan, Kapolres Kotabaru Kayuh Becak

KOTABARU - Warga Kotabaru mendadak heboh. Kepala Polisi di pesisir ujung tenggara Kalsel mengayuh becak,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:21

16 Menit yang Bikin Merinding

  Naskah Demang Lehman ditulis Adjim Arijadi pada tahun 1964 di Yogyakarta. 54 tahun berselang,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 13:10

Veteran Masih Menumpang di Pasar

BANJARMASIN - Keadaan Legiun Veteran Banjarmasin semakin membaik. Dari APBD 2018, kini disisihkan dana…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:58

Butuh Perda Lindungi Kontraktor Lokal

BANJARMASIN – Kontraktor lokal di Banua berharap Pemprov dan DPRD Kalsel segera menggodok Raperda…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:54

Lomba Berhubungan dengan Ikan

BANJARMASIN – Ada lomba unik yang digelar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Banjar Raya, Banjarmasin…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:40

Napi Rayakan Kemerdekaan

MARABAHAN - Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Marabahan tampak tak seperti biasa, Jumat…

Jumat, 17 Agustus 2018 17:10
Pemkab Balangan

Momen HUT RI, Pemkab Balangan Terima dan Beri Bantuan

  PARINGIN – Upacara pengibaran bendera Merah Putih pada puncak Hari Kemerdekaan Republik…

Jumat, 17 Agustus 2018 16:05

Minim Museum, Peninggalan-Peninggalan Sejarah Berdebu di Banua

Memiliki sejarah yang kaya, Kalimantan Selatan tak punya museum untuk menyimpannya. Bahkan jika punya,…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:58

Semarak, Tablig Akbar Ustaz Abdul Shomad di Barabai

BARABAI - Ustaz Abdul Shomad menyempurnakan perjalanan tablig akbarnya di banua ke Bumi Murakata Barabai,…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:51
Pemko Banjarbaru

POSBINDU PTM Sumber Sehat Dinilai

BANJARBARU — Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .