MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 15 Februari 2018 13:02
Dua Pejabatnya Jadi Tersangka, Pemko Kukuh Nyatakan Bukan Korupsi
KASUS: Kasman, satu dari tiga tersangka dugaan korupsi proyek Terminal Induk. Sekarang ia menjabat Kepala Badan Kesbangpol Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dua pejabat pemko ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek Terminal Induk di Jalan Ahmad kilometer enam. Mereka adalah Kasman, Kepala Badan Kesbangpol Banjarmasin dan Mahmudi, Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Banjarmasin.

Dalam upaya konfirmasi, Radar Banjarmasin menyambangi tempat Kasman bekerja di perkantoran belakang Balai Kota, kemarin (14/2) pagi. Sayang, dia tak bisa ditemui. Alasan bawahannya, Kasman sedang berada di luar kantor.

Dikonfirmasi via WhatsApp, Kasman hanya memberikan jawaban singkat. "Mohon maaf, silakan konfirmasi sama Pak Inspektur saja," ujarnya.

Kasman menjabat Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin ketika bangunan terminal Tipe B itu dibangun. Proyek berjalan bertahap dari tahun 2013 sampai 2015. Di atas lahan seluas dua hektare tersebut, dari APBD pemko dikucurkan anggaran Rp24,5 miliar.

Tak sampai setahun dimanfaatkan pemko, terminal di batas kota itu diambil alih Pemprov Kalsel. Sesuai Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengurusi terminal Tipe B bukanlah kewenangan pemko atau pemkab.

Sementara nama kedua, kala itu merupakan sekretaris Kasman di Dinas Perhubungan. Mahmudi dicegat wartawan ketika hendak masuk bekerja di perkantoran sayap kiri Balai Kota. Sama seperti mantan atasannya, Mahmudi juga enggan bicara banyak.

"Saya kira Inspektorat lebih paham mengenai kasus ini. Jadi saya tak berani berkomentar banyak," ujarnya. Namun, Mahmudi mengakui sudah beberapa kali memenuhi panggilan dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

"Tapi sebagai saksi saja, sudah cukup lama. Dan saya tak pernah mangkir untuk memberi keterangan yang diminta penyidik," imbuhnya. Berapa kali pemanggilan, apa saja pertanyaan penyidik dan kondisi terkini terkait status tersangkanya, Mahmudi memilih bungkam.

Mengutip paparan Kejari, dalam proyek itu Kasman bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran. Dalam istilah lain yaitu PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Sementara Mahmudi adalah PPTK (Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan). Tersangka ketiga adalah orang swasta. Yakni kontraktor yang melaksanakan proyek berinisial F.

Kasus ini bermula dari temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) pada Desember 2015. Ada kelebihan pembayaran sebesar Rp1,2 miliar kepada rekanan.

Tahun lalu, pemko sudah membantahnya dengan sengit. Menegaskan kasus ini bukanlah tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara. Melainkan masalah administrasi yang bisa diselesaikan secara internal. Terlepas dari itu, Kejari tetap menaikkan status kasus dari penyidikan menjadi penyelidikan.

Kepala Inspektorat Banjarmasin, James Fudhoil Yamin yang coba dikonfirmasi Selasa (13/2) sore, baru memberi keterangan pada malam harinya. Pertama, Fudhoil cukup terkejut, mengingat belum ada pemberitahuan resmi terkait penetapan tersangka kedua pejabat tinggi itu.

Kedua, Inspektorat tetap kukuh dengan pendapat awalnya. Bahwa ini bukan kasus korupsi. "Kami tetap berpendapat ini bukan tindak pidana korupsi. Sebagaimana juga pendapat BPK. Sehingga penyelesaian kasus mestinya melalui MP-TPTGR," ungkap Fudhoil.

MP-TPTGR adalah singkatan dari Majelis Penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi. Ini mekanisme biasa ketika terjadi kelalaian atau perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan daerah. Bisa melalui pembayaran tunai atau angsuran selama dua tahun.

"Selanjutnya Inspektorat akan menentukan langkah berikutnya. Bersama-sama dengan tim pengacara yang akan ditunjuk," pungkas Fudhoil. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 12:41

Ponpes Ummul Qura HSU Terbakar

AMUNTAI -- - Warga Desa Bayur Khusus di RT 04…

Minggu, 17 Februari 2019 09:34
BREAKING NEWS

Penghuni Kos Ditemukan Jadi Mayat

BANJARBARU --  Warga Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan…

Sabtu, 16 Februari 2019 20:44

Geger!! Seorang Nenek Ditemukan Tak Bernyawa Didalam WC

BANJARMASIN-Warga Kelayan A Gang Papadaan Banjarmasin Selatan geger. Dikabarkan seseorang…

Sabtu, 16 Februari 2019 16:30

Asap Duta Mall Bukan Karena Apar, Tapi Karena ini

BANJARMASIN --  Pihak management Duta Mall Banjarmasin, angkat bicara terkait…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:00
Breaking News

Ini Penyebab Kepulan Asap di Duta Mall Banjarmasin

BANJARMASIN - Telah terjadi konsleting listrik di ruang AHU mall…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:31

Kepergok Warga, Spesialis Curanmor Banjarbaru Digaruk Polisi

BANJARBARU - Polsek Banjarbaru Barat berhasil mengungkapkan kasus pencurian kendaraan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:34

Panik dan Terdesak, Napi Coba Membuang Barang Bukti

BANJARBARU - Kondisi terdesak. Berbagai cara dihalalkan beberapa Napi untuk…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:11

Ditinggal Makan, Pikup Najib Raib Dibawa Pria Misterius

BANJARMASIN - Ditinggal makan, sebuah pikup berplat KH 8595 NP…

Jumat, 15 Februari 2019 14:51

Ternyata Faktor Ini yang Membuat Tren Perceraian di Batola Meningkat

MARABAHAN - Memasuki tahun 2019, tren perceraian di Kabupaten Barito…

Jumat, 15 Februari 2019 11:10

Driver Taksi Online Dikeroyok Driver Taksi Bandara

BANJARBARU - Perselisihan antara sopir taksi online dan konvensional di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*