MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 15 Februari 2018 13:02
Dua Pejabatnya Jadi Tersangka, Pemko Kukuh Nyatakan Bukan Korupsi
KASUS: Kasman, satu dari tiga tersangka dugaan korupsi proyek Terminal Induk. Sekarang ia menjabat Kepala Badan Kesbangpol Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dua pejabat pemko ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek Terminal Induk di Jalan Ahmad kilometer enam. Mereka adalah Kasman, Kepala Badan Kesbangpol Banjarmasin dan Mahmudi, Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Banjarmasin.

Dalam upaya konfirmasi, Radar Banjarmasin menyambangi tempat Kasman bekerja di perkantoran belakang Balai Kota, kemarin (14/2) pagi. Sayang, dia tak bisa ditemui. Alasan bawahannya, Kasman sedang berada di luar kantor.

Dikonfirmasi via WhatsApp, Kasman hanya memberikan jawaban singkat. "Mohon maaf, silakan konfirmasi sama Pak Inspektur saja," ujarnya.

Kasman menjabat Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin ketika bangunan terminal Tipe B itu dibangun. Proyek berjalan bertahap dari tahun 2013 sampai 2015. Di atas lahan seluas dua hektare tersebut, dari APBD pemko dikucurkan anggaran Rp24,5 miliar.

Tak sampai setahun dimanfaatkan pemko, terminal di batas kota itu diambil alih Pemprov Kalsel. Sesuai Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengurusi terminal Tipe B bukanlah kewenangan pemko atau pemkab.

Sementara nama kedua, kala itu merupakan sekretaris Kasman di Dinas Perhubungan. Mahmudi dicegat wartawan ketika hendak masuk bekerja di perkantoran sayap kiri Balai Kota. Sama seperti mantan atasannya, Mahmudi juga enggan bicara banyak.

"Saya kira Inspektorat lebih paham mengenai kasus ini. Jadi saya tak berani berkomentar banyak," ujarnya. Namun, Mahmudi mengakui sudah beberapa kali memenuhi panggilan dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

"Tapi sebagai saksi saja, sudah cukup lama. Dan saya tak pernah mangkir untuk memberi keterangan yang diminta penyidik," imbuhnya. Berapa kali pemanggilan, apa saja pertanyaan penyidik dan kondisi terkini terkait status tersangkanya, Mahmudi memilih bungkam.

Mengutip paparan Kejari, dalam proyek itu Kasman bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran. Dalam istilah lain yaitu PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Sementara Mahmudi adalah PPTK (Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan). Tersangka ketiga adalah orang swasta. Yakni kontraktor yang melaksanakan proyek berinisial F.

Kasus ini bermula dari temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) pada Desember 2015. Ada kelebihan pembayaran sebesar Rp1,2 miliar kepada rekanan.

Tahun lalu, pemko sudah membantahnya dengan sengit. Menegaskan kasus ini bukanlah tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara. Melainkan masalah administrasi yang bisa diselesaikan secara internal. Terlepas dari itu, Kejari tetap menaikkan status kasus dari penyidikan menjadi penyelidikan.

Kepala Inspektorat Banjarmasin, James Fudhoil Yamin yang coba dikonfirmasi Selasa (13/2) sore, baru memberi keterangan pada malam harinya. Pertama, Fudhoil cukup terkejut, mengingat belum ada pemberitahuan resmi terkait penetapan tersangka kedua pejabat tinggi itu.

Kedua, Inspektorat tetap kukuh dengan pendapat awalnya. Bahwa ini bukan kasus korupsi. "Kami tetap berpendapat ini bukan tindak pidana korupsi. Sebagaimana juga pendapat BPK. Sehingga penyelesaian kasus mestinya melalui MP-TPTGR," ungkap Fudhoil.

MP-TPTGR adalah singkatan dari Majelis Penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi. Ini mekanisme biasa ketika terjadi kelalaian atau perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan daerah. Bisa melalui pembayaran tunai atau angsuran selama dua tahun.

"Selanjutnya Inspektorat akan menentukan langkah berikutnya. Bersama-sama dengan tim pengacara yang akan ditunjuk," pungkas Fudhoil. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:04

Sempat Kelabui Petugas, Barang Bukti Akhirnya Ditemukan

BANJARBARU - Isur (32), warga Jalan Perjuangan Rt.11 Rw.03 Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka…

Sabtu, 17 November 2018 10:44

Asyik Ngelem, Dua Remaja Ini Diamankan Petugas

BANJARBARU - Dua remaja berinisial B, 14,  dan Y, 15, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian…

Sabtu, 17 November 2018 10:17

Bukannya Menolong, Setelah Tabrak Tukang Parkir Ibu Ini Malah Larikan Diri

BANJARMASIN – Brakkk, tukang parkir di Jalan Kuripan Banjarmasin Timur ditabrak mobil Datsun warna…

Sabtu, 17 November 2018 09:42

Pengguna Narkoba Hanya Direhabilitasi Saja!!, Ini Jelas Wisnu Widarto

BANJARMASIN – Tiga hari dilantik, Direktur Serse Narkoba Polda Kalsel yang baru, Komisaris Besar…

Sabtu, 17 November 2018 09:26

Medsos Banyak Pornografi, Awasi Anak-Anak Pemakai Gadget

BANJARMASIN - Media sosial (Medsos) sering disalahgunakan untuk menyebarkan berbagai macam informasi…

Jumat, 16 November 2018 10:31

Tiidak Jera, Pria ini Kembali Lakukan Tindak Kriminal

BANJARMASIN - Untuk kali kedua Azdhar Azyari alias Azhar (36) bakal menjalani hari-harinya dibalik jeruji…

Jumat, 16 November 2018 10:25

AKHIRNYA Spesialis Pencuri Celengan Masjid Dibekuk

BANJARMASIN - Pencuri celengan yang kerap beraksi di beberapa masjid di Banjarmasin akhirnya terungkap.…

Jumat, 16 November 2018 10:16

JANGAN Sembarang Parkir Bisa-Bisa Roda Mobil di Gembok Petugas

BANJARMASIN - Rentetan aksi penggembokan dan penggembosan roda mobil yang parkir di bahu Jalan Veteran…

Jumat, 16 November 2018 10:03

Satpol PP Ungkap Protitusi Online di Martapura

MARTAPURA – SP menutup booking order (BO) malam itu. Pada layar handphonenya, percakapan pada…

Kamis, 15 November 2018 13:30

Operasi Zebra 2018 Berakhir, Ini Yang Terjadi Selama Operasi

KANDANGAN – Operasi Zebra 2018 resmi berakhir di seluruh Indoensia, Senin (12/11) tadi. Selama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .