MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 15 Februari 2018 13:02
Dua Pejabatnya Jadi Tersangka, Pemko Kukuh Nyatakan Bukan Korupsi
KASUS: Kasman, satu dari tiga tersangka dugaan korupsi proyek Terminal Induk. Sekarang ia menjabat Kepala Badan Kesbangpol Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dua pejabat pemko ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek Terminal Induk di Jalan Ahmad kilometer enam. Mereka adalah Kasman, Kepala Badan Kesbangpol Banjarmasin dan Mahmudi, Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Banjarmasin.

Dalam upaya konfirmasi, Radar Banjarmasin menyambangi tempat Kasman bekerja di perkantoran belakang Balai Kota, kemarin (14/2) pagi. Sayang, dia tak bisa ditemui. Alasan bawahannya, Kasman sedang berada di luar kantor.

Dikonfirmasi via WhatsApp, Kasman hanya memberikan jawaban singkat. "Mohon maaf, silakan konfirmasi sama Pak Inspektur saja," ujarnya.

Kasman menjabat Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin ketika bangunan terminal Tipe B itu dibangun. Proyek berjalan bertahap dari tahun 2013 sampai 2015. Di atas lahan seluas dua hektare tersebut, dari APBD pemko dikucurkan anggaran Rp24,5 miliar.

Tak sampai setahun dimanfaatkan pemko, terminal di batas kota itu diambil alih Pemprov Kalsel. Sesuai Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengurusi terminal Tipe B bukanlah kewenangan pemko atau pemkab.

Sementara nama kedua, kala itu merupakan sekretaris Kasman di Dinas Perhubungan. Mahmudi dicegat wartawan ketika hendak masuk bekerja di perkantoran sayap kiri Balai Kota. Sama seperti mantan atasannya, Mahmudi juga enggan bicara banyak.

"Saya kira Inspektorat lebih paham mengenai kasus ini. Jadi saya tak berani berkomentar banyak," ujarnya. Namun, Mahmudi mengakui sudah beberapa kali memenuhi panggilan dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

"Tapi sebagai saksi saja, sudah cukup lama. Dan saya tak pernah mangkir untuk memberi keterangan yang diminta penyidik," imbuhnya. Berapa kali pemanggilan, apa saja pertanyaan penyidik dan kondisi terkini terkait status tersangkanya, Mahmudi memilih bungkam.

Mengutip paparan Kejari, dalam proyek itu Kasman bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran. Dalam istilah lain yaitu PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Sementara Mahmudi adalah PPTK (Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan). Tersangka ketiga adalah orang swasta. Yakni kontraktor yang melaksanakan proyek berinisial F.

Kasus ini bermula dari temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) pada Desember 2015. Ada kelebihan pembayaran sebesar Rp1,2 miliar kepada rekanan.

Tahun lalu, pemko sudah membantahnya dengan sengit. Menegaskan kasus ini bukanlah tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara. Melainkan masalah administrasi yang bisa diselesaikan secara internal. Terlepas dari itu, Kejari tetap menaikkan status kasus dari penyidikan menjadi penyelidikan.

Kepala Inspektorat Banjarmasin, James Fudhoil Yamin yang coba dikonfirmasi Selasa (13/2) sore, baru memberi keterangan pada malam harinya. Pertama, Fudhoil cukup terkejut, mengingat belum ada pemberitahuan resmi terkait penetapan tersangka kedua pejabat tinggi itu.

Kedua, Inspektorat tetap kukuh dengan pendapat awalnya. Bahwa ini bukan kasus korupsi. "Kami tetap berpendapat ini bukan tindak pidana korupsi. Sebagaimana juga pendapat BPK. Sehingga penyelesaian kasus mestinya melalui MP-TPTGR," ungkap Fudhoil.

MP-TPTGR adalah singkatan dari Majelis Penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi. Ini mekanisme biasa ketika terjadi kelalaian atau perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan daerah. Bisa melalui pembayaran tunai atau angsuran selama dua tahun.

"Selanjutnya Inspektorat akan menentukan langkah berikutnya. Bersama-sama dengan tim pengacara yang akan ditunjuk," pungkas Fudhoil. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:40

Lapas Kelebihan Kapasitas, Dewan: Pisahkan Bandar Narkoba dan Pengguna

BANJARMASIN - Persoalan kelebihan kapasitas di dalam Lembaga Pemasyarakat (Lapas) tak kunjung bisa diselesaikan.…

Selasa, 18 September 2018 15:52

Duel Adu Kuat dengan Adik Ipar, Ilyas Akhirnya Terkapar Bersimbah Darah

BANJARMASIN-M Ilyas (40) akhirnya meregang nyawa setelah duel satu lawan satu dengan Fazri (43) warga…

Selasa, 18 September 2018 10:53

Ibnu Minta Satpol PP Back Up BNN Berantas Narkoba

SATUAN polisi pamong praja dituntut untuk membantu aparat. Apakah itu kepolisian atau BNN (Badan Narkotika…

Selasa, 18 September 2018 10:08

Pencari Barang Bekas Temukan Mayat Tinggal Tengkorak di Bibir Pantai

PELAIHARI - Tak Disangka, berniat ingin mencari barang bekas di sekitar bibir pantai, Jamal alias Rambo…

Selasa, 18 September 2018 10:05

Sebulan Diburu, Jambret ini Akhirnya Berhasil Diringkus

BANJARMASIN - Kerja keras selama sebulan, akhirnya berbuah manis. Personel Opsnal Polsekta Banjarmasin…

Selasa, 18 September 2018 09:58

Hery Sasmita Peluk Erat H Jainuri Saat Pemeriksaan

MARABAHAN - Pengadilan Negeri Marabahan menggelar Pemeriksaan Setempat (PS) kasus pemukulan yang dilakukan…

Senin, 17 September 2018 13:03

NGERII..!! Orang Gila Mengamuk di PAUD, Begini Kejadiannya

BATULICIN - Warga sekitar lingkungan PAUD Ikhlas Membangun di Desa Sungai Danau Kecamatan Satui, mendadak…

Senin, 17 September 2018 12:59

Dibom 31 Kali Setiap Hari, Pilot Heli Sampai Geleng-Geleng

Guntung Damar, Landasan Ulin, Banjarbaru selalu menjadi medan perang antara api dan pemadam. Api tak…

Senin, 17 September 2018 11:53

Asik Mabuk, Tiga Remaja Diamankan

BANJARBARU - Meski masih tergolong anak di bawah umur, ironisnya tiga remaja berinisial AH, 14, NIR,…

Senin, 17 September 2018 10:05

Sisir Jalan Dianggap Rawan, Belasan Pemuda Mabuk Dijaring

BANJARMASIN - Belasan pemuda terjaring operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar jajaran Polsekta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .