MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 15 Februari 2018 13:02
Dua Pejabatnya Jadi Tersangka, Pemko Kukuh Nyatakan Bukan Korupsi
KASUS: Kasman, satu dari tiga tersangka dugaan korupsi proyek Terminal Induk. Sekarang ia menjabat Kepala Badan Kesbangpol Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dua pejabat pemko ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek Terminal Induk di Jalan Ahmad kilometer enam. Mereka adalah Kasman, Kepala Badan Kesbangpol Banjarmasin dan Mahmudi, Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Banjarmasin.

Dalam upaya konfirmasi, Radar Banjarmasin menyambangi tempat Kasman bekerja di perkantoran belakang Balai Kota, kemarin (14/2) pagi. Sayang, dia tak bisa ditemui. Alasan bawahannya, Kasman sedang berada di luar kantor.

Dikonfirmasi via WhatsApp, Kasman hanya memberikan jawaban singkat. "Mohon maaf, silakan konfirmasi sama Pak Inspektur saja," ujarnya.

Kasman menjabat Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin ketika bangunan terminal Tipe B itu dibangun. Proyek berjalan bertahap dari tahun 2013 sampai 2015. Di atas lahan seluas dua hektare tersebut, dari APBD pemko dikucurkan anggaran Rp24,5 miliar.

Tak sampai setahun dimanfaatkan pemko, terminal di batas kota itu diambil alih Pemprov Kalsel. Sesuai Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengurusi terminal Tipe B bukanlah kewenangan pemko atau pemkab.

Sementara nama kedua, kala itu merupakan sekretaris Kasman di Dinas Perhubungan. Mahmudi dicegat wartawan ketika hendak masuk bekerja di perkantoran sayap kiri Balai Kota. Sama seperti mantan atasannya, Mahmudi juga enggan bicara banyak.

"Saya kira Inspektorat lebih paham mengenai kasus ini. Jadi saya tak berani berkomentar banyak," ujarnya. Namun, Mahmudi mengakui sudah beberapa kali memenuhi panggilan dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

"Tapi sebagai saksi saja, sudah cukup lama. Dan saya tak pernah mangkir untuk memberi keterangan yang diminta penyidik," imbuhnya. Berapa kali pemanggilan, apa saja pertanyaan penyidik dan kondisi terkini terkait status tersangkanya, Mahmudi memilih bungkam.

Mengutip paparan Kejari, dalam proyek itu Kasman bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran. Dalam istilah lain yaitu PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Sementara Mahmudi adalah PPTK (Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan). Tersangka ketiga adalah orang swasta. Yakni kontraktor yang melaksanakan proyek berinisial F.

Kasus ini bermula dari temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) pada Desember 2015. Ada kelebihan pembayaran sebesar Rp1,2 miliar kepada rekanan.

Tahun lalu, pemko sudah membantahnya dengan sengit. Menegaskan kasus ini bukanlah tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara. Melainkan masalah administrasi yang bisa diselesaikan secara internal. Terlepas dari itu, Kejari tetap menaikkan status kasus dari penyidikan menjadi penyelidikan.

Kepala Inspektorat Banjarmasin, James Fudhoil Yamin yang coba dikonfirmasi Selasa (13/2) sore, baru memberi keterangan pada malam harinya. Pertama, Fudhoil cukup terkejut, mengingat belum ada pemberitahuan resmi terkait penetapan tersangka kedua pejabat tinggi itu.

Kedua, Inspektorat tetap kukuh dengan pendapat awalnya. Bahwa ini bukan kasus korupsi. "Kami tetap berpendapat ini bukan tindak pidana korupsi. Sebagaimana juga pendapat BPK. Sehingga penyelesaian kasus mestinya melalui MP-TPTGR," ungkap Fudhoil.

MP-TPTGR adalah singkatan dari Majelis Penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi. Ini mekanisme biasa ketika terjadi kelalaian atau perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan daerah. Bisa melalui pembayaran tunai atau angsuran selama dua tahun.

"Selanjutnya Inspektorat akan menentukan langkah berikutnya. Bersama-sama dengan tim pengacara yang akan ditunjuk," pungkas Fudhoil. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 15:18
BREAKING NEWS

Habis Jumatan, Jago Merah Ngamuk di Palampitan

AMUNTAI - Kurang lebih Pukul 13:39 Wita, terjadi kebakaran di Desa Palampitan atau Jalan Palampitan…

Jumat, 20 Juli 2018 14:24

Ratusan Wakar Penunggu Lahan Sengketa Diamankan

KOTABARU - Lahan di kaki Pegunungan Sebatung perbatasan Desa Sungup dan Desa Selaru Kecamatan Pulau…

Jumat, 20 Juli 2018 10:19

Maling Greget..!! Motor Milik Petugas Dishub Diembat, Pelaku Diduga Wanita

BANJARMASIN - Curanmor tak pandang siapa calon korban dan di mana tempat beraksinya. Ada kesempatan,…

Jumat, 20 Juli 2018 10:06

Dewan Setuju Pemilik 20 Kilogram Sabu Dihukum Mati

BANJARMASIN - Ditemukannya 20 kilogram sabu dari tangan dua pelaku yang ditangkap Direktorat Serse Narkoba…

Jumat, 20 Juli 2018 09:50

Belasan Koli Rokok Ilegal Disita Polsek KPL

BANJARMASIN - Sebanyak 14 koli rokok tanpa pita cukai disita aparat  Polsek Kawasan Pelabuhan Laut…

Jumat, 20 Juli 2018 09:46

Maling Komputer di Kantor Bupati HSU Diciduk

AMUNTAI - Entah apa yang terbenak dipikiran MI (21),  warga Desa Jaran Kuantan Rt 04 Kecamatan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:20

Polda Kalsel Lakukan Penyuluhan Larangan Tangkap Ikan Gunakan Setrum

KANDANGAN – Di daerah perdesaan masih sering didengar masyarakat mencari ikan dengan menggunakan…

Kamis, 19 Juli 2018 09:17
BREAKING NEWS

Malang..! Penumpang Kapal Berusia 60 Tahun, Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

BANJARMASIN - Penumpang Kapal KM Samudera 1 yang sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, ditemukan…

Rabu, 18 Juli 2018 15:34

Mantan Kades Penyeleweng Dana Desa di Balangan Akhirnya Divonis

BANJARMASIN – Rahmansyah diadili lantaran menyelewengkan anggaran dana desa. Mantan Kepala Desa…

Rabu, 18 Juli 2018 15:05

Pasutri Curi Uang Juragan Bawang di Pasar Harum Manis

BANJARMASIN - Pasangan suami istri yang sehari-sehari bekerja sebagai buruh serabutan di Pasar Harum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .