MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 16 Februari 2018 15:31
Masa Depan Ekonomi Kalsel di Tahun Anjing Tanah

Peluang Seksi Dunia Industri

Tiyono Hosien

PROKAL.CO, Tahun Ayam Api dipenuhi tantangan dan ujian. Memasuki Tahun Anjing Tanah, harus lebih bersabar. Warga Tionghoa meyakininya sebagai masa sulit. Lantas, bagaimana Kalsel menghadapinya?

Mendengar ramalan soal Anjing Tanah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Nafarin mengangguk sepakat. Tapi bukan berarti Kalsel tak punya peluang memperbaiki perekonomian.

Nafarin punya hitungan sendiri. "Kondisi perbaikan ekonomi dibuktikan dengan Indeks Pertumbuhan Ekonomi Kalsel yang mulai tumbuh kembali," sebutnya.

Tren pertumbuhannya memang sudah terlihat dalam dua tahun terakhir. Sejak merosot hingga 3,84 persen 2015, angkanya terus meningkat mencapai 4,38 persen pada tahun 2016. Sempat sulit pada 2017, tapi nyatanya tetap naik hingga 5,29 persen. Kenaikan tersebut dipicu tiga faktor. Yakni, harga jual sawit, karet, dan hasil pertambangan.

Normalnya, angka pertumbuhan ekonomi mencapai angka lima persen. Mengikuti tingkat pertumbuhan ekonomi secara nasional yang juga berada pada angka serupa.

Bagaimana pemerintah mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil? "Ya, kami berupaya terus-terusan memperbaiki iklim penanaman modal. Potensi investasi strategis sedang gencar kami promosikan," katanya optiomis.

Sebagai modal, pemprov sudah mencanangkan sepuluh potensi investasi strategis untuk dijajakan kepada para investor. Baik itu asing maupun dalam negeri.

Konkretnya, akhir bulan November 2017 lalu pemprov menggelar agenda Forum Investasi Kalsel di Jakarta. Pertemuan itu dihadiri oleh ratusan pemodal.

Lalu, apa saja potensi investasi yang ditawarkan? Nafarin menyebut dua wilayah. Yakni kawasan Jorong dan Batulicin. Keduanya bakal menjadi andalan pertumbuhan perekonomian Kalsel. Bahkan digadang-gadang untuk menyokong kesejahteraan masyarakat.

Batulicin memiliki luas wilayah industri 2.955 hektare. Di sana mampu menampung berbagai jenis usaha. "Yang paling memungkinkan industri pengolahan minerba, kimia, agro, pangan dan mesin. Usaha kecil menengah juga bisa," sebutnya.

Mengapa wilayah yang terletak di Tanah Bumbu itu menjadi strategis? Pertama, menurut Nafarin berdekatan dengan kawasan pelabuhan serta bandara. Jaraknya cuma sekitar tiga kilometer. Kedua, zona industri Batulicin sudah memiliki izin menjadi kawasan industri.

Jorong juga tak kalah potensial. Di sana berpotensi jadi kawasan industri agro dan bijih besi. Selain itu, juga ada potensi lainnya. Yakni pengolah mebel dan kertas. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang berinvestasi di sana.

Nafarin menyimpulkan, dua kawasan tersebut nantinya menjadi kawasan pengembangan hilirisasi industri. Sederhananya bisa disebut dengan kawasan yang mengolah bahan mentah menjadi siap pakai.

"Jadi, misalnya, izin pertambangan dan upaya ekspansi lahan sawit bakal ditangkal. Cukup maksimalkan lahan yang sudah ada saja. Lalu kita kembangkan," tandasnya.

Pengoperasian dua kawasan ini tentunya bakal menyumbang kontribusi penuh terhadap peningkatan lapangan kerja di Kalsel.

Sebenarnya tak cuma kawasan industri Batulicin dan Jorong. Kalsel masih punya beragam potensi investasi strategis lainnya. Yakni, Aero City Syamsudin Noor, pembangunan pembangkit listrik di Tapin dan Kusan, Sport City, Geopark Pegunungan Meratus, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Loksado.

Jika melihat peluang investasi, potensinya tentu menjanjikan. Tapi tak sesederhana itu. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalsel, Edi Suryadi menyebut, perlu ditunjang dengan infrastruktur yang memadai. "Seperti ketersediaan dan mudahnya akses jalan," ujarnya.

Sebagai contoh, untuk menjaja objek pariwisata Kalsel agar terus dilirik investor, mesti harus ada akses jalan yang memadai. "Terutama soal waktu tempuhnya. Di Thailand, objek pariwisata yang jaraknya 150 kilometer dari pusat kota bisa ditempuh dengan dua jam saja," pungkasnya. (dom/ma/nur)

 

 

Berbisnis Harus Cerdas

 

Tantangan bisnis di tahun anjing tanah diprediksi bakal lebih ketat. Apalagi arus informasi dan teknologi sekarang ini semakin canggih. Hal itu menuntut para pebisnis untuk bekerja cerdas, efisien, dan efektif. Sebab, persaingan bisnis tak lagi sekadar beradu kualitas, tapi kreatifitas.

 

Perjuangan di tengah ketatnya persaingan bisnis dirasakan Ferdyanto. Dia warga Tionghoa di Banjarmasin yang nyaris terpuruk tahun lalu.

 

“Saya usaha dagang onderdil sepeda motor. Tahu sendiri bagaimana ketatnya persaingan bisnis ini. Soalnya banyak yang menjalankan bisnis seperti ini. Tahun lalu, sangat susah melakukan penjualan,” tutur pria yang akrab disapa Ferdy itu.

 

Tantangan untuk membuat dagangannya laku memang sulit. Apalagi, onderdil sepeda motor mudah didapatkan di pasaran. “Mau tak mau, untuk mengatasi tantangan tersebut, saya harus jemput bola. Berinisiatif turun langsung ke konsumen untuk menjual barang dagangan. Melelahkan, tapi efektif,” katanya.

 

Tak hanya itu, Ferdy juga harus bersaing dengan pedagang onderdil online. Agar mampu mengimbangi persaingan, dia juga melakukan cara yang sama. Berdagang melalui media sosial, website, hingga memasang jualannya di lapak transaksi jual beli online.

 

“Tak dipungkiri, trik jualan online ini juga harus dikuasai pedagang saat ini. Dengan kata lain, pebisnis zaman now kalau gagap teknologi, maka akan tenggelam dalam persaingan,” sambungnya.

 

Cerita serupa juga dituturkan oleh Awang Sumargo. Pedagang sepatu yang membuka toko di kawasan Pasar Sudimampir Banjarmasin. Dia menyebut, konsumen sekarang jauh lebih selektif untuk membeli barang. “Yang namanya konsumen, tentu saja mau barang bagus tapi harga murah. Ini tantangan berat bagi pedagang sepatu seperti saya. Tak ada trik khusus selain tak mengambil untung banyak, yang penting barang laku, konsumen puas,” kata pria 20 tahun itu.

 

Awang tak menampik tantangan bisnis tahun anjing tanah bakal lebih hebat ketimbang ayam api. Meski tahun peruntungan, bukan berarti bisa santai. “Harus kuat mental, kuat modal, dan harus kreatif. Yang paling penting berdaganglah dengan jujur dan jangan sampai menipu konsumen. Saya berharap, tahun ini perekonomian akan semakin membaik dan penuh keberkahan. Sehingga bisa mengangkat kesejahteraan semua orang,” harapnya.

 

Tiyono Hosien, pakar Feng Shui menilai tantangan bisnis anjing tanah sebenarnya tak jauh berbeda dengan ayam api. Bukan cuma soal kesabaran, tapi harus kerja cerdas. “Artinya, kalau dagang jangan hanya mengandalkan cara lama. Usaha harus dikemas dengan kreatif supaya pembeli atau pelanggan jadi tertarik,” katanya.

 

Selain itu, Yung Fa juga memprediksi situasi ekonomi di tahun anjing tanah akan mudah bergejolak. Terutama berkaitan dengan serbuan barang-barang impor.”Lihat saja sekarang, barang impor sudah semakin mudah masuk Indonesia. Pebisnis lokal kalau tak kreatif, akan redup bahkan mungkin mati karena tak mampu bersaing,” tandasnya.(oza/ma/nur)

 

 

Bisnis Percetakan Juga Oke

BANJARMASIN – Analis pasar modal, Yuniar Fariza Darmawan yakin pertumbuhan ekonomi di tahun Anjing Tanah bakal lebih baik ketimbang tahun lalu. Keyakinan itu didasari naiknya harga minyak dunia. Sehingga menjadi katalis positif. Terutama di sektor pertambangan, harganya juga bakal naik.

“Harga batubara diperkirakan akan terus stabil di level lebih dari US$80-an per ton. Ini menjadi nilai positif pertumbuhan ekonomi di negeri ini, khususnya Kalsel,” katanya.

Optimisme pertumbuhan ekonomi tahun ini akan semakin membesar ketika kepercayaan masyarakat dan investor terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi semakin tinggi. “Jika pemerintah terus serius dalam melakukan pembangunan infrastruktur dasar dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, saya yakin ekonomi negeri ini akan terus membaik,” yakinnya.

Disisi lain, tahun Anjing Tanah 2018 dapat dikatakan tahun sibuk bagi masyarakat Indonesia. Banyak event yang dihelat tahun ini. Salah satunya perhelatan pilkada di beberapa daerah, termasuk di empat kabupaten di Kalsel.

Di tahun politik ini, belanja iklan dari partai politik maupun calon pemimpin kepala daerah bakal meningkat. Menguntungkan bagi industri percetakan. Ini juga memicu pertumbuhan ekonomi daerah.

Tak hanya perhelatan akbar pilkada. Tahun ini juga akan dihelat beberapa event besar yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi. Seperti pertandingan akbar Piala Dunia. Dan menjelang akhir tahun, berlanjut perhelatan olahraga akbar tingkat ASEAN di Indonesia.

Fariza meyakini, gelaran-gelaran tersebut menjadi peluang besar untuk berinvestasi. "Tinggal keberuntungan dan kejelian pelaku usaha,” sebut pria yang juga menjabat sebagai Branch Manager PT. BNI Sekuritas Banjarmasin itu.

Pakar Ekonomi ULM, Prof Ahmad Alim Bachri juga punya pandangan serupa. Bisnis percetakan sangat potensial tahun ini. “Ada dua agenda besar perhelatan pemilu, yakni pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif tahun depan. Ini salah satu potensi usaha yang baik,” ujar Alim.

Peluang lain yang memberikan harapan, adalah sektor kuliner. Ini didukung oleh budaya konsumsi masyarakat yang cukup tinggi. Demikian pula halnya dengan home industri untuk mendukung kegiatan pariwisata daerah. “Potensi lain yang layak dipertimbangkan adalah pengembangan usaha di sektor agribisnis, terutama untuk suplai kebutuhan konsumsi sayur-mayur di daerah,” cetusnya. (mof/at/nur)

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:49

Ramah Tamah, Paman Biri Sambut Hangat Kedatangan Unsur Forkopimda

BANJAR - Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto terkesan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:35

Karyawan 15 Bulan Belum Terima Gaji, PT BIM Juga Diincar Kejaksaan Banjar

MARTAPURA – Perseroan Terbatas Banjar Intan Mandiri atau PT BIM…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Dulunya Fan, Sekarang Dia Menjadi Bagian Penting Dalam Tim Barito

Berkat ilmunya, Dayan tak lagi menyaksikan laga Barito Putera dari…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:43

Serius, Atlet Dayung PODSI Ketika Jalani Sesi Latihan Jelang POPDA

BANJARMASIN – Atlet dayung Persatuan Olahraga Dayung seluruh Indonesia (PODSI)…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:16

Pastikan Tidak Ganggu Masyarakat, Polsek Banjarbaru Datangi Peternakan

BANJARBARU – Memasuki musim hujan, anggota Polsek Banjarbaru Timur gencar…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:05

Nadjmi Kukuhkan Brigade Bebas Nafza Cempaka

BANJARBARU - Sadar akan maraknya peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:28

Target Retribusi Sampah Naik, DLH Jamin Retribusi Sampah Tidak Dinaikkan

BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin menaikkan target PAD (Pendapatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .