MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 17 Februari 2018 18:00
HEBOH! Aktivis Kotabaru Diserang, Pelaku Diduga Sudah Lama Mengintai
KORBAN KEKERASAN: Usman Pahero dijenguk keluarga dan sahabatnya di RSUD Kotabaru, kemarin pagi.

PROKAL.CO, KOTABARU – Warga Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, mendadak geger, Jumat (16/2) pagi. Aktivis terkenal sekaligus dosen di tiga perguruan tinggi, Usman Pahero, diserang dan dibacok orang tak dikenal. Kejadiannya berlangsung saat Usman naik motor matic bersama anaknya menuju masjid untuk salat Subuh berjemaah. 

Seperti biasanya, Usman pergi ke Masjid As Salam sekitar 300 meter dari rumahnya di Desa Hilir Muara. Usman memakai baju muslim warna merah dan sarung cokelat. Anak Usman duduk di depan Ayahnya.

Di perjalanan, Usman merasa dipukul orang dari belakang. Si pelaku usai memukul terus saja melaju naik motor. Karena jarak masjid tinggal 50 meter, Usman meneruskan masuk. Apalagi orang sudah salat sunat. "Aku dipukul orang tadi di jalan," kata Mulyani, guru di SD Dirgahayu menirukan ucapan Usman.

Alangkah kagetnya Mul, begitu si guru akrab disapa, melihat baju belakang dan punggung Usman bersimbah darah. "Kamu luka itu..!," pekik Mul. Sementara itu, di dalam masjid jemaah juga sedang kasak-kusuk. Imam tidak datang.

Biasanya Usman yang didaulat jadi imam jika imam sepuh berhalangan datang. "Itu yang di luar saja (Usman) yang jadi imam. Tapi lama kami tunggu kok Usman tidak masuk-masuk. Tiba-tiba di luar suara ribut," kata Samsul, pedagang ikan yang rumahnya berjarak sekitar 70 meter dari masjid.

Melihat darah mengalir, Mul lantas memerintahkan anaknya, Febry, dan menantunya membawa Ketua KAPAK (Komite Aksi Penyelamat Kotabaru) itu ke rumah sakit. Jarak rumah sakit dari masjid sekitar 4 kilometer. "Parah lukanya. Di dalam mobil itu darahnya keluar terus," kata Febry ketika ditemui di Masjid As Salam usai Magrib petang kemarin.

Kabar dibacoknya aktivis yang dikenal vokal itu menyebar cepat. Keluarga, kerabat, dan sahabatnya berdatangan. Hadir pula mantan Bupati Kotabaru yang sekarang merupakan anggota DPR RI Sjachrani Mataja. Begitu juga dengan Dirut STKIP Paris Barantai, Zulkipli AR yang hadir tak kuasa menahan sedih. "Usman itu sangat baik sama orang. Dia belum pernah saya dengar ada masalah pribadi sama orang lain," ujar Zulkipli yang juga Ketua DPC PDIP Kotabaru ini.

Beberapa warga menyaksikan dua kali subuh sebelumnya ada pria tinggi besar tidak dikenal duduk memakai helm dan main hape di pinggir jalan, tidak jauh dari rumah Usman. Jemaah salat Subuh juga banyak yang melihat pria tidak dikenal itu.

Pria tak dikenal itu, Kamis (15/2) dini hari memakai celana jeans pendek dan baju kaos warna hitam. Namun pada subuh Kamis itu, Usman memang tidak pergi ke masjid seperti biasanya. Sedangkan subuh saat kejadian, saksi mata melihat dua pria tinggi besar tidak dikenal menggunakan kendaraan jenis bebek. Mereka menduga kuat dua pria itu yang membuntuti Usman dari belakang.

"Dia kalau ada di rumah dan tidak sibuk, pasti ke masjid," ujar Rohaya. Tetangganya itu membenarkan keseharian Usman sangat sederhana. "Baik dia orangnya. Suka bantu. Kalau ada orang sakit, dia yang biasa antar ke rumah sakit," kata Maimunah, warga Desa Hilir Muara.

Warga yang sudah lama tinggal di Hilir Muara mayoritas kenal Usman. Dari beberapa warga yang ditemui, semua menyebut Usman tidak ada masalah pribadi di sana. Mereka hanya tahu Usman itu dosen, juga aktivis yang sering berdemo. "Dia yang demo waktu nelayan di sini kesusahan karena tidak bisa melaut," kata Maman.

Karena luka di kepalanya parah dan tengkorak belakangnya retak, Usman dirujuk ke Banjarmasin sekitar pukul 09.30. Dari informasi yang Radar Banjarmasin dapatkan, luka di belakang kepala panjangnya 10 sentimeter dan dalamnya 3 senti.

Siang harinya keluarga Usman di Hilir Muara geger. Beredar kabar pria yang suka memakai baju muslim saat demo itu meninggal. "Nangis semua tadi," ucap Maimunah warga di sana. Tapi jelang sore salah satu keluarga bisa kontak dengan istri Usman. Pria itu kabarnya sudah sampai di Banjarmasin dengan kondisi yang mulai membaik.

Sebelum kejadian ini, Usman cukup gencar melakukan aksi demo bersama warga Pulau Laut menyuarakan penolakan rencana aktivitas pertambangan di Pulau Laut. Aksi demo menolak tambang ini tak hanya sekali, tapi beberapa kali dengan melibatkan massa dalam jumlah yang cukup besar. Meski sebelumnya sering melakukan aksi demo, namun baru kali ini Usman mengalami penyerangan oleh orang tak dikenal.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk melacak jejak pelaku. Suhasto belum bisa memastikan motif dan latar belakang penyerangan yang dialami Usman. "Kami masih mendalami. Untuk sementara motifnya belum diketahui. Kami akan terus bekerja mengungkap kasus ini," tegasnya.

Dikatakannya, apapun motif yang melatarbelakangi pelaku melakukan penyerangan terhadap Usman, pihaknya akan terus mengusut sampai tuntas. "Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengusut kasus ini dan menangkap pelaku. Mohon doa dan dukungan," kata Suhasto.

Pembacokan Usman menimbulkan banyak tanggapan dari tokoh-tokoh di Banua. Dirut Walhi Kalsel, Kisworo Dwicahyono meminta Polda Kalsel turun tangan. "Dia vokal memang. Hal yang dia angkat memang rawan mendapat kriminalisasi. Negara harus menjamin keselamatan dia dan keluarga. Gubernur harus jamin, untuk keselamatan rakyat dan aktivis," pesannya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Parlemen Jalanan Kalsel, Badrul Ain Sanusi al Afif. "Ini aktivis, kami menyesalkan kejadian ini. Jangan lagi ada aktivis mendapat perlakuan serupa. Kami mendesak polisi segera menemukan pelakunya. Dengan jaringan mereka, mestinya bisa ketemu," tegasnya.

Bagaimana sepak terjang Usman Pahero di Kotabaru? Dirut STKIP Paris Barantai, Zulkipli AR berteman dengan Usman sejak 1999. Saat masih sama-sama jadi anggota DPRD. "Dia tidak pernah saya dengar ada masalah pribadi sama orang lain. Tapi dia memang vokal, dari dulu. Teman sendiri pun dia kritik. Maka wajar saya khawatir kasus pembacokan itu karena kevokalan dia," tambahnya.

Usman selalu menyuarakan aspirasi masyarakat. "Siapa saja dia kritik. Dia tidak kritik membabi buta. Sejak saya berteman, sudah tiga masa kepemimpinan bupati, semuanya dia kritik kalau memang dinilai ada kebijakan yang tidak tepat," ujarnya.

Ketua Presidium MD KAHMI Kotabaru, Akhmad Gafuri menilai Usman punya jiwa sosial yang tinggi. Selain dosen dia juga anggota presedium MD KAHMI Kotabaru. “Kami KAHMI Kotabaru meminta polisi menangkap pelaku dan menyelidiki apa motif pembacokan ini," ujarnya.

Sekadar diketahui, dalam kurun setahun ini Usman getol menyuarakan masalah nelayan, dugaan ijazah palsu Bupati Kotabaru, masalah ASN, sampai penolakan tambang Pulau Laut. Usman selain dikenal sebagai Ketua KAPAK, juga dosen di STIT Darul Ulum, Politeknik Kotabaru, dan STKIP Paris Barantai. Usman juga aktif di kepengurusan parpol, sekarang menjadi Ketua Balitbang PDIP Kotabaru.

"Semoga cepat ketemu pelakunya. Kami sangat prihatin dengan kasus ini," kata Dosen STIT Darul Ulum, Nur Zazin. Sekretaris KAPAK, Syahriansyah tidak mampu menyembunyikan rasa sedih dan marahnya. "Ini preseden buruk bagi aktivis di Kotabaru. Apapun itu kami tetap berjuang. Tidak akan kendor," ucapnya.

Usman Pahero tiba di Rumah Sakit Sari Mulia sekitar pukul lima sore. Perjalanan ditempuh dari RSUD Kotabaru cukup lama karena ambulans tak bisa melaju kencang. Kondisi Usman tak bisa mengalami getaran. Saat sampai di Sari Mulia, dia langsung diberi tindakan oleh petugas medis di IGD.

Lantas, pukul 21.00 tadi malam, Usman langsung dibawa ke ruang operasi. Didampingi saudara dan istrinya yang menangis. "Kondisi beliau masih sadar. Rencananya mau dioperasi malam ini juga, lukanya kira-kira 16 cm. Infonya senjata tajamnya jenis parang panjang yang digunakan pelaku," ucap sepupu Usman yang enggan menyebut namanya.

Selain keluarga mendampingi, aparat dari Polres Kotabaru menjaga ketat korban yang sedang menjalani penanganan medis. Bahkan pihak keluarga yang saat itu berbincang dengan wartawan diarahkan salah satu petugas untuk menjauh.(zal/ma/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 10:47

Apes Salah Target!! Aksi Jambret Gagal Setelah Korbannya Menerjang Pelaku

BANJARMASIN - Noor Rahman alias Rahman  (46), tertangkap setelah mengambil…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:38

Korsleting Listrik Hanguskan Salah Satu Rumah Warga Sarang Halang

KANDANGAN – Warga Desa Sarang Halang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:28

Disidang, Bos Miras Ungkap Alasannya Menjual Minuman Keras

BANJARBARU - Teka teki pemilik dari 485 botol minuman keras…

Jumat, 14 Desember 2018 10:33

Warga Tala Dibuat Geger, Penjaga Warung Akhiri Hidup Dengan Gantung DiriĀ 

PELAIHARI - Warga Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut…

Jumat, 14 Desember 2018 10:27

Hidup Lagi, Satpol PP Amankan Dua PSK di Eks Lokalisasi Pal 18

BANJARBARU - Usai ditutup Pemko Banjarbaru sekitar dua tahun yang…

Jumat, 14 Desember 2018 09:42

Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

BANJARMASIN - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai…

Jumat, 14 Desember 2018 09:21

Begini Kronologi Penemuan Mayat Elsa Siswi AKPER Kesdam

BANJARMASIN – Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1 AKPER…

Jumat, 14 Desember 2018 09:12

Karyawan Curi ATM Bos, Tarik Uang Hingga Rp 76 Juta

BANJARMASIN – Kartu ATM hilang. Tapi, isinya terus berkurang hingga…

Kamis, 13 Desember 2018 13:47

Tak Ingin Gegabah, Kejati Tunggu Hasil Audit BPKP

BANJARMASIN – Tahun 2019 hampir berakhir tapi beberapa kasus korupsi…

Kamis, 13 Desember 2018 12:28
Breaking News

Geger Mahasiswi AKPER Ditemukan Tak Bernyawa

BANJARMASIN --- Warga di Jalan Cempaka Raya Simpang Kenanga RT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .