MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 19 Februari 2018 14:01
Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean
MULAI MENJAJAKAN: Inilah kegiatan Syarlie (35) saat ini. Menjajakan jasa foto dan cetak kilat di Siring Pierre Tendean, kemarin.

PROKAL.CO, Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit? Datang saja ke Siring Pierre Tendean, dan buktikan sendiri.

EKA PERTIWI, Banjarmasin.

Namanya Syarlie, berusia 35 tahun. Dia lah yang menekuni bisnis foto sekaligus cetak kilat di Siring Tendean.

Syarlie memulainya sejak enam bulan lalu. Dia mengaku mendapat ide membuka jasa tersebut melalui Google. Modalnya sekitar Rp9 juta. Rp6,5 juta membeli kamera, Rp2 juta printer dan Rp500 ribu untuk baterai printer.

“Ini tanpa listrik. Pasang baterai langsung jadi. Ukurannya khusus 4R saja,” sebutnya.

Selain perlengkapan utama, Syarlie juga menyediakan aksesori tambahan. 12 buah kacamatan, tiga topi, serta 11 tulisan ungkapan dalam Bahasa Banjar. Di antaranya, "halalin ulun bang", "bungas dari lahir", "ngumpulkan duit", hingga "jomblo berkualitas". “Itu untuk menarik minat pengunjung,” katanya.

Warga Landasan Ulin ini biasanya membuka lapak tiap akhir pekan. Tepatnya Minggu. Mulai pukul 07.00 Wita hingga 17.00 Wita. Dia biasanya mangkal dekat Menara Pandang dan Rumah Anno.

Bagi yang tertarik menggunakan jasanya, Syarlie menyiapkan konsep foto dengan latar keren, asli tanpa rekayasa. Yakni Sungai Martapura, Menara Pandang dan Pasar Terapung.

Soal harga, jangan khawatir. Untuk satu foto dicetak dengan ukuran 4R cuma Rp15 ribu. Proses cetaknya, tentu saja kilat. Tak lebih dari lima menit.

Syarlie mengklaim kalau harga yang ditawarkannya sangat murah. Dia membandingkan dengan jasa serupa di Kota Tua, Jakarta, yakni Rp20 ribu. “Bahkan Bali lebih mahal lagi," sebutnya.

Harga Rp15 ribu sudah dihitung Syarlie dengan matang. Meski murah, dia harus tetap medapat untung.

“Kalau 10 ribu tidak saya kasih. Modalnya saja sudah setengahnya. Rp5 ribu kertas, Rp1 ribu frame, sisanya proferti dan penyusutan kamera. Frame kertas juga harus saya pesan dari Jakarta. Tentu ada ongkos kirim,” rincinya.

Pengguna jasa Syarlie kebanyakan wisatawan dari luar kota dan provinsi. Bahkan dia pernah melayani pelancong dari Belanda. “Warga Banjar sering menolak. Alasannya cukup berfoto dengan hape,” ujarnya.

Tiap kali membuka lapak, rata-rata Syarlie mampu mencetak hingga 20 buah frame foto. Tergantung momen dan cuaca.

Contohnya kemarin. Hingga pukul 15.00 Wita, Syarlie baru memperoleh orderan 12 cetak kilat. Kebetulan cuaca tidak begitu bersahabat. Banjarmasin baru saja diguyur hujan. “Ini mau saya buka lagi," tuturnya kala itu.

Syarlie punya target. Ke depan, dia berencana membuat boneka besar berbentuk bekantan. “Kalau boneka animasi lainnya banyak di Banjarmasin. Kalau bekantan tidak ada, saya ingin itu untuk menarik minat pengunjung,” pungkasnya. (ma/nur)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .