MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 19 Februari 2018 14:06
Waduh! Harga Eceran Gas Elpiji 3 Kg di Banjarmasin Sudah Rp38 Ribu
KOSONG: Kelangkaan gas 3 kilogram disebabkan karena cuaca ekstrem. Sehingga pengirimannya tertunda.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kelangkaan pasokan gas 3 Kilogram di wilayah Kota Banjarmasin belakangan ini menyulitkan warga. Kalaupun ada harganya mahal.

Seperti yang dirasakan Laila, warga Jalan Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Dia mengeluhkan keberadaan gas bersubsidi yang kini susah didapatkan. “Padahal saya perlu untuk keperluan memasak di dapur setiap hari,” katanya.

Dia menyebut, kalaupun ada harga gas yang bisa disebut gas melon itu sudah mencapai Rp38 ribu. “Mungkin karena lagi langka seperti ini jadi mahal harganya,” ucapnya sedih.

Meski begitu, dia mengaku pasrah. Seberapapun harganya, yang terpenting bisa memasak di dapur. “Saya hanya berharap harga kembali normal dan gas tidak sulit dicari. Hari ini saja sulit mancari,” ungkapnya.

Tak jauh berbeda dengan Laila, Iyan juga begitu. Warga Jalan Ahmad Yani Km 3, Banjarmasin Timur itu juga merasa kesulitan. Lantaran susah dicari, dia pun harus membeli gas dengan harga Rp30. “Namanya juga buat usaha, biar pun mahal tetap saya beli. Tapi hari ini sulit karena banyak yang kosong,” katanya.

Ketua DPD Hiswana Migas Kalimantanm, H Saibani menyebut kelangkaan gas 3 Kg lantaran ada kendala dalam pendistribusiannya. Penyebabnya karena cuaca ekstrem. Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin pun menerbitkan larangan berlayar. “Makanya kapal pengakut gas elpiji 3 kilogram dari Situbondo ke Banjarmasin belum bisa berlayar,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Hiswana Migas Kalsel dan Pertamin sudah menemukan solusi. Yakni menggunakan sistem Set To Set (STS). Semula kapal pengangkut masuk sampai depot Banjarmasin, berubah, cukup di muara Sungai Barito. Kemudian dipindahkan ke kapal yang akan mengantar sampai ke depot. Kemudian dilanjutkan ke SPBE hingga dapat disalurkan ke masyarakat. “Nanti kalau sudah normal ya kembali seperti biasa,” ujarnya.

Dikatakan, suplai gas elpiji subsidi minimal 350 Metrik Ton per hari. Namun dengan sistem STS hanya 245 Metrik Ton. Karena itu, dia mengimbau kepada seluruh agen gas elpiji agar menjual sesuai harga

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan distribusi lancer kembali,” pungkasnya. (gmp/ma/nur)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .