MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 20 Februari 2018 14:35
Semula Jatuh di Depan Rumah, Kini Kondisi Rizi Memprihatinkan

Keluarga Butuh Uluran Tangan Dermawan

MALANG: Rizi bersama sang nenek saat ditemui di rumahnya, kemarin sore. Dia membutuhkan uluran tangan dermawan untuk mengobati patah tulang yang dideritanya sejak lama.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Salman Al Farizi harus menjalani hidup yang tak biasa. Bocah berumur 4 tahun itu mengalami patah tulang belakang setelah jatuh di depan rumah beberapa tahun silam.

Rizi, begitulah panggilan Salman Al Farizi. Dia tinggal bersama nenek Ramlah dan ayahnya Heru Salmani (30). Di sebuah rumah bedakan, di Jalan Lingkar Basirih, Gang Flamboyan 3 Ujung, RT 7 RW 1, Banjarmasin Barat.

Ketika dijumpai kemarin (19/2) sore, Rizi tengah rebahan di kasur. Dia ditemani neneknya. “Rizi tadi mau istirahat, habis ikut pulang jualan sama saya,” kata sang nenek. Sejak kecil Rizi memang sudah dekatnya.

Bapak Rizi sudah beberapa tahun berhenti bekerja. Lantaran terkena penyakit Tuberkulosis. Sehingga untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari Ramlah harus berjualan kue dan sayur masak keliling.

Menurut Ramlah, kondisi sang cucu sebelumnya normal. Dia tumbuh seperti kebanyakan anak lainnya. Namun suatu hari, Rizi yang saat itu masih berusia 1,5 tahun tiba-tiba jatuh. Ketika sedang bermain di teras rumah ditemani oleh kakaknya.

Semula tak ada yang terlihat aneh dengan Rizi. Namun setelah usianya 2 tahun, mulai ada tanda-tanda yang kurang baik. Ada benjolan muncul di bagian tengah dada dan punggungnya.

Ramlah kemudian memeriksakan kesehatan Rizi ke puskesmas terdekat. Kemudia dirujuk ke rumah sakit lantaran perlu melihat bagian dalam menggunakan rontgen. Hasilnya ternyata ada tulang yang patah.

Kala itu Rizi sempat mendapat perawatan. Tapi karena terkendala biaya akhirnya pengobatannya terhenti. Bahkan sekarang kondisinya terlihat makin parah.

Kata neneknya, Rizi memang tidak terlalu banyak bicara. Kecuali dengan orang-orang terdekatnya. Kalau diajak bicara orang lain, bocah itu terlihat malu-malu dan hanya menjawab seperlunya.

Ketika wartawan menanyai apakah Rizi merasa sakit ketika menarik nafas, jawabnya singkat. “Iya sakit,”. Derita itu sudah dia rasakan lebih dari dua tahun. Ramlah berharap ada uluran tangan dari pemerintah untuk membantu pengobatan cucunya. Karena hingga sekarang belum ada bantuan sama sekali. “Tidak ada, saya tidak tahu caranya,” ungkapnya. (gmp/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .