MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 22 Februari 2018 13:08
Melihat Geliat Partai Pendatang Baru di Banua

Kantor Masih Menyewa, Tak Menyangka Menjadi Peserta Pileg

MASIH SEADANYA: Kantor DPC Partai Garuda Banjarmasin hanya memakai spanduk kecil sebagai penanda kantor partai.

PROKAL.CO, Empat partai partai politik pendatang baru berhasil lolos verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bagaimana strategi dan ambisi mereka untuk ambil bagian menyongsong laga perpolitikan Pemilu 2019?

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

Dalam pesta demokrasi lima tahunan mendatang,Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Perindo, serta Partai Garuda menjadi partai yang beruntung. Mereka bakal bersaing dengan 12 parpol lainnya.

Ketua DPW PSI Kalsel, Yogi Adhitama mengaku tak menyangka partai kecilnya bisa menjadi peserta Pemilu 2019. "Akan tetapi lolosnya PSI menjadi amanah. Kami sudah melakukan perjuangan panjang sejak tahun 2014. Melewati proses verifikasi Kementerian Hukum dan HAM RI serta KPU," ujarnya.

Partai yang dinakhodai oleh mantan jurnalis, Grace Natalie ini membawa misi yang tak muluk-muluk. Mereka ingin mengubah wajah muram perpolitikan Indonesia. Dengan kader partai yang didominasi oleh wajah-wajah muda. Perilaku korupsi serta praktik intoleransi menjadi dua isu fokus mereka.

"Para pengurus partai kami diisi oleh anak-anak muda. Kisaran usia 20-25. Pengurusnya sudah lengkap dari tingkat provinsi hingga kecamatan," beber Yogi.

Diceritakan Yogi, proses persiapan menghadapi verifikasi faktual KPU dilakukan dengan kerja keras. Mereka sudah menyiapkan kelengkapan pengurus, domisili kantor, serta keterwakilan kader perempuan dalam internal partai politik.

Khusus domisili kantor, pimpinan parpol yang masih berusia 25 tahun ini mengungkapkan markas politik mereka rata-rata masih menyewa dengan pihak ketiga. Para pengurus menyadari, kemampuan dana internal parpol mereka tak cukup memadai untuk memiliki markas tetap.

Ditanya siasat khusus merebut suara masyarakat, Yogi cs mengungkapkan sudah menyiapkannya sejak jauh hari. Lantaran partai anak muda, ia pasti bakal memanfaatkan media sosial untuk melakukan kampanye politik. Dengan program-program yang bisa menyentuh masyarakat, apalagi pemilih muda.

Uniknya, proses pemilihan calon legislatif dalam internal PSI dilakukan dengan tak biasa. Mereka menggunakan bantuan juri independen dari luar partai. Untuk menetapkan calon legislatif yang akan bertanding dalam Pemilu 2019 nanti. "Ini untuk menghindari kepentingan seperti mahar politik," klaimnya.

Soal ambisi PSI ke depan, Yogi menargetkan perolehan kursi sebanyak 10 persen. Ia optimistis bisa menggapai suara masyarakat Banua.

Beda dengan PSI, Partai Perindo sudah yakin sejak jauh hari bahwa mereka bakal lolos verifikasi faktual. Ketua DPW Partai Perindo Kalsel, Syahrani Ambo Oga mengatakan kunci kelolosan mereka adalah tertib administrasi dan tak banyak omong.

"Perindo sudah melakukan gebrakan program partai sejak jauh hari sebelum tahapan verifikasi faktual," ujar Syahrani yang juga akademisi Uniska Banjarmasin. Diantara program kerja, pemberdayaan para petani dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi andalan.

Agar lebih konkret, Syahrani mengatakan akan segera melakukan inventarisasi persoalan secara lebih spesifik. Bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di 13 kabupaten/kota Kalimantan Selatan.

Pembentukan sayap partai politik juga dilakukan. Untuk mempermulus mesin politik Perindo di Kalimantan Selatan. Sampai saat ini, partai pimpinan Hary Tanoesoedibjo ini sudah memiliki sayap yang bergerak di bidang perempuan, kepemudaan, sosial, sera membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Lantas, bagaimana dengan target perolehan suara? Syahrani memasang target menguasai 9 sampai 10 kursi untuk seluruh wilayah Banua. "Bukannya kami terlampau ambisius. Memang sudah target kami seperti itu," pungkasnya.

Bagaimana dengan manuver politik Partai Berkarya di Banua? Partai pimpinan Tommy Soerhato ini terlihat tak ingin jemawa melihat kenyataan bahwa mereka lolos menjadi peserta Pemilu 2019.

Sekretaris DPW Partai Berkarya Kalsel, Panji Harja mengatakan sangat bersyukur atas lolosnya partai yang masih belum berumur ini. "Perjuangan tak sia-sia," ujarnya.

Mengapa dikatakan tak ambisius? Ditanya target perolehan suara, Panji belum bisa menargetkannya. "Belum bisa memprediksi. Fokus mengenalkan ke masyarakat saja dulu," kata dia.

Ditanya apa yang bakal dibawa para pengurus Berkarya ketika menjadi wakil rakyat nanti, Panji belum bisa memberikan komentar yang spesifik. "Fokusnya ke pemberdayaan petani. Namun, kami juga menunggu arahan pusat lebih jelasnya. Tunggu saja," tuntasnya.

Sayangnya, untuk memastikan kesiapan Partai Garuda menyongsong Pemilu 2019, Radar Banjarmasin belum bisa melakukan verifikasi. Dikunjungi ke markas DPW Partai Garuda di Jalan Ahmad Yani Kompleks Veteran, Kota Banjarmasin tak ada tampak bangunan yang menunjukan kantor pengurus partai.

Ketua DPD Garuda Kota Banjarmasin, Abdurrahim Lamsi saat dihubungi penulis mengatakan dirinya sedang berada di luar kota. Ia menjelaskan domisili kantor DPW Garuda Kalsel bersifat sementara. "Iya, memang belum kantor tetap," ujarnya melalui panggilan seluler.

Pakar Branding Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Arif Budiman mencoba melakukan prediksi politik. Dalam analisanya, peluang keberhasilan empat partai pendatang baru untuk merebut suara rakyat masih besar. Meski harus mengakui sudah kalah pamor dengan parpol senior.

"Namun, ini harus menjadi catatan. Para pengurus parpol mesti punya kemampuan komunikasi politik yang mumpuni," terang Arif kepada Radar Banjarmasin, kemarin (21/2) saat ditemui di Kampus ULM.

Menurutnya, strategi komunikasi politik parpol era kekinian harus menyesuaikan dengan perubahan zaman. Melihat perilaku masyarakat sekarang, kampanye politik melalui media sosial menjadi pekerjaan rumah yang harus diperhitungkan para penggerak parpol pendatang baru.

"Jangan diremehkan kampanye politik lewat saluran digital. Penggunaan baliho atau media luar lainnya sudah kurang relevan lagi walaupun masih diperlukan," tuturnya.

Mengapa pemilihan saluran kampanye melalui medsos dianggapnya efektif? Dijelaskan Arif, saluran informasi masyarakat sudah nyata mengalami pergeseran. Dari media konvensional menjadi media digital.

Selain itu, meraup suara masyarakat tak semata-mata bisa berhasil dengan melakukan penataan komunikasi politik oleh internal parpol. Program kerja partai wajib menyentuh kepentingan masyarakat. Digabung dengan kemampuan kampanye yang mumpuni.

Lantas, bagaimana euforia para pengurus parpol pendatang baru menyambut keputusan para komisioner pemilihan umum?  (dom/ay/ran)

 


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 11:26

Ibnu: Lelang Ketiga Proyek RS Sultan Suriansyah Bakal Berhasil

BANJARMASIN - Setelah dua kali proyek lanjutan Rumah Sakit Sultan Suriansyah gagal lelang, Wali Kota…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:09

Kinerja Anggaran Pemko Banjarmasin Tak Memuaskan DPRD, ini Pembelaan Ibnu

DPRD tak puas dengan kinerja pemko. Dibanding tahun 2016, kinerja APBD 2017 jauh menurun. Gara-gara…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:44

Pemkab Batola Beri Perhatian Serius Bagi ASN yang Mangkir Dihari Pertama Masuk Kerja

MARABAHAN - Kendati memiliki kelonggaran dengan tidak memberlakukan absensi,  seperti apa yang…

Jumat, 22 Juni 2018 15:48

Banjir Diangsana, Perusahaan Tambang Jangan hanya Diam

BATULICIN - Musibah banjir di Kecamatan Angsana, Rabu (20/6), menjadi perhatian serius dari Pemprov…

Jumat, 22 Juni 2018 15:42

HADUH! Hari Pertama Masuk, Masih Banyak PNS di Banua Bolos Kerja

BANJARMASIN - Tahun ini Aparatus Sipil Negara mendapat kenyamanan berlipat-lipat. Mereka diberi libur…

Jumat, 22 Juni 2018 15:33
Pemkab Batola

Lensa Foto Pemkab Balangan

SILATURAHMI : Bupati Balangan Ansharuddin (berdiri) saat menggelar open house pada hari raya Idulfitri…

Jumat, 22 Juni 2018 13:56

Arus Balik di Bandara Syamsudin Noor Tembus 14 Ribu Penumpang

BANJARBARU - Jumlah penumpang pada arus balik Lebaran di Bandara Syamsudin Noor mulai mengalami peningkatan…

Jumat, 22 Juni 2018 13:49

Johar Arif, PNS Rajin Membolos Tapi Dapat Gaji Tak Pernah Telat

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah geram bukan main. Saat mengetahui ada PNS di Dinas…

Jumat, 22 Juni 2018 13:30

Melihat PNS Santai di Dispencapil, Hermansyah: Kada Tahu Dibasa!

BANJARMASIN - Setelah liburan panjang Idulfitri, kemarin (21/6), antrean di Dinas Kependudukan dan Catatan…

Jumat, 22 Juni 2018 11:45
Berita Tabalong

Temuan Sidak Pelayanan Luar Biasa

TANJUNG - Semua pelayanan Pemerintah Kabupaten Tabalong yang menyentuh langsung ke masyarakat diinspeksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .