MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 23 Februari 2018 11:39
Susahnya Menyembuhkan Pecandu Narkoba, Hanya Pulih, Bisa Kambuh Lagi
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Menyembuhkan pecandu narkoba memang tidak mudah. Banyak kasus mantan pecandu yang sudah direhabilitasi lagi-lagi kedapatan memakai barang haram tersebut.

Kabid Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan (Kalsel), dr Sandra mengungkapkan yang bisa dilakukan hanyalah memulihkan saja. Menurutnya, zat-zat narkotika memang meninggalkan jejak di otak si pengguna. Jadi, sulit untuk dihilangkan. Inilah yang menyebabkan pecandu bisa kambuh lagi.

Penyebab lainnya juga karena program rehabilitasi yang dijalani tidak tuntas. Rehabilitasi untuk pulih mempunyai proses yang cukup panjang. Bahkan berkelanjutan.

Tahap awal screening. Proses penyaringan awal ini dilakukan sebelum pecandu, penyalahguna, dan korban penyalahgunaan narkotika menjalani program rehabilitasi. Fungsinya untuk mengidentifikasi jenis penyalahgunaan, gangguan fisik, dan psikis yang diakibatkannya.

Screening harus dilakukan menggunakan instrumen singkat yang valid dan cepat untuk mendapatkan informasi ada tidaknya suatu faktor risiko atau masalah yang terkait dengan penggunaan narkotika.

Selanjutnya assessment atau rangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh tentang keadaan klien terkait pemakaian narkotika dan dampaknya terhadap diri serta lingkungannya. “Assessment dilakukan untuk mendapatkan informasi gambaran klinis dan masalah yang lebih mendalam dari seorang klien secara komprehensif,” terang Sandra.

Kemudian dilanjutkan pada pelayanan rehabilitasi. Bentuknya berupa upaya terapi (intervensi) berbasis bukti yang mencakup intervensi singkat, perawatan medis, baik perawatan inap (jangka pendek dan jangka panjang) maupun rawat jalan.

Intervensi singkat merupakan praktek berbasis bukti didesain untuk memotivasi individu yang berisiko. Pada penyalahguna narkotika tingkatan A (ringan), bertujuan memperbaiki perilaku dengan memahami upaya mengurangi atau menghentikan penggunaan narkotika.

Rehabilitasi rawat jalan diberikan kepada pecandu, penyalahguna, dan korban penyalahgunaan narkotika dengan kriteria tingkat penggunaan ringan (A) dan tingkat penggunaan sedang (B). Sedangkan rehabilitasi rawat inap dilaksanakan secara berkelanjutan dan komprehensif.

Layanan rehabilitasi rawat inap diberikan kepada pecandu dan korban penyalahguna narkotika dengan tingkat penggunaan sedang sampai berat berdasarkan rencana terapi dan sesuai dengan diagnosis yang telah ditetapkan.

Layanan rawat inap ada dua. Rawat inap jangka pendek dan jangka panjang. Rawat inap jangka pendek dilaksanakan 2-3 bulan di balai rehabilitasi. Sedangkan rawat inap jangka panjang untuk kriteria pengguna tingkat berat. “Layanan rawat inap jangka panjang dilaksanakan paling sedikit 6 bulan di Balai Rehabilitasi,” katanya.

Penyalahguna atau pecandu tahun 2017 yang ditangani BNNP Kalsel masih banyak. Jumlahnya 345 orang. Terdiri dari laki-laki 336, perempuan 9. Berdasarkan kelompok usia, kategori pengguna yang paling banyak adalah usia 16-19 tahun. Jumlahnya 193 orang. Kemudian 25-40 tahun sebanyak 58 orang dan usia 0-15 tahun sebanyak 41 orang.

Berbeda di BNNK Banjarmasin yang menjalani rehabilitasi sebanyak 61 orang. Terdiri dari 54 laki-laki, 7 perempuan. Untuk wilayah Banjarmasin usia 0-15 tahun 12 orang, 16-19 tahun 14 orang, 20-24 tahun ada 10 orang, 25-40 tahun 18 orang, dan 41-59 tahun 7 orang. Paling banyak 25-40 tahun. (gmp/at/dye)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .