MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 23 Februari 2018 11:58
Ada Apa? Tunjangan Kehormatan Ribuan Profesor Disetop
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Sebanyak 3.800 lebih profesor bakal ketar-ketir tak menerima tunjangan kehormatan. Pembayaran tunjangan kehormatan itu dihentikan sementara karena mereka tak merampungkan kewajiban melakukan publikasi ilmiah dalam jurnal internasional.

Kewajiban ini tertuang di Permenristekdikti 20/2017 tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor.

Tunjangan kehormatan yang diperoleh para profesor ditetapkan dua kali gaji. Para profesor juga berhak mendapatkan tunjangan profesi dosen. Sehingga jika ditotal profesor mendapatkan tunjangan tiga kali gaji pokok. Tunjangan kehormatan dan profesi dosen ini juga dihentikan jika yang bersangkutan diangkat menjadi pejabat negara.

Hasil evaluasi Kemenristekdikti total guru besar di Indonesia ada 5.366 orang. Sampai akhir 2017 lalu, ada 4.299 orang profesor yang mengirim dokumen publikasi internasional untuk dievaluasi. Sayangnya hanya 1.551 orang profesor saja yang dinyatakan lolos memenuhi kriteria publikasi internasional. Sisanya tidak terhitung menjalankan kewajiban publikasi internasional.

Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan sanksi penghentian sementara tunjangan kehormatan bagi guru besar itu diterapkan. ’’Tetapi ada modifikasi sedikit,’’ katanya saat dikonfirmasi kemarin (21/2). Hanya saja guru besar UGM Jogjakarta itu tidak bersedia merinci modifikasi sanksi bagi para guru besar yang tidak membuat publikasi internasional itu.

Dia mengatakan persentase usulan publikasi internasional para profesor yang lolos memang sekitar 29 persen. Namun secara keseluruhan, Ghufron mengatakan kebijakan mewajibkan publikasi internasional itu mampu mengatrol jumlah publikasi Indonesia. Sampai Indonesia bisa menduduki peringkat ketiga di bawah Malaysia dan Singapura dan berhasil menyalip Thailand di peringkat keempat. ’’Dari sisi kinerja kualitas masih perlu ditingkatkan,’’ tandasnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat, Rustam Effendi mengimbau agar sanksi jangan langsung diterapkan. Perlu peninjauan kembali atas apa yang dilakukan oleh Kemenristekdikti RI.

"Masuk jurnal internasional itu harus mengantre. Tak bisa langsung. Ada proses panjang. Jadi, ya jangan dulu diterapkan. Ditinjau kembali saja," keluh Rustam saat dikonfrimasi, kemarin (22/2).

Sebagai informasi, untuk memasukan publikasi ilmiah melalui penerbit jurnal internasional yang terakreditasi, para akademisi harus menunggu selama dua bulan sampai dengan dua tahun. Tergantung kualitas penelitian yang mereka cantumkan.

Berbeda dengan Rustam, Guru Besar ULM lainnya, Suratno siap menanggung konsekuensi atas apa yang sudah diatur oleh Kemenristekdikti. "Ya, memang sudah begitu aturannya. Kalau namanya regulasi, kami yang belum melaksanakan harus menaati," bebernya.

Namun, ia membeberkan beragam faktor penghambat mengapa para guru besar belum menunaikan kewajiban publikasi ilmiah. "Pertama, beban administrasi yang harus disandang oleh guru besar. Selain meneliti, kami harus menunaikan tugas-tugas kampus yang bersifat administratif lainnya. Otomatis, waktu meneliti juga berkurang," tuturnya.

Kedua, ia tak menampik banyak profesor yang masih melaksanakan proyek-proyek di luar kampus. "Akan tetapi, kalau masih berhubungan dengan kerja sama kampus, wajar-wajar saja," ujarnya.

Ketiga, soal kualitas publikasi ilmiah yang disodorkan oleh para akademisi. "Acapkali penelitian yang ditawarkan tak menawarkan ide yang inovatif. Kalau sama-sama saja, susah juga buat lolos," kata Suratno.

Dalam pandangannya, untuk menelaah kualitas publikasi ilmiah yang disodorkan akademisi, mestinya kampus sudah banyak membuka jaringan untuk menggandeng mitra luar atau yang disebut dengan mitra bestari.

Terakhir, publikasi ilmiah yang minim terjadi lantaran mahalnya ongkos untuk menunaikan riset.Betapa tidak, dituturkan Suratno untuk muncul di jurnal internasional memerlukan biaya diatas lima juta rupiah.

"Namun, sekarang untungnya ULM punya Pusat Pengelolaan Jurnal dan Penerbitan (PPJP) untuk membantu pendanaan. Ini bentuk upaya kami agar menggenjot para akademisi sampai tingkatan guru besar bisa produktif," tuntas Suratno. (wan/dom/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 13:26

Diduga Money Politik, Paslon Nomor Satu di Tanah Laut Dilaporkan ke Bawaslu

PELAIHARI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menerima aduan dari Badrul…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:26

Ibnu: Lelang Ketiga Proyek RS Sultan Suriansyah Bakal Berhasil

BANJARMASIN - Setelah dua kali proyek lanjutan Rumah Sakit Sultan Suriansyah gagal lelang, Wali Kota…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:09

Kinerja Anggaran Pemko Banjarmasin Tak Memuaskan DPRD, ini Pembelaan Ibnu

DPRD tak puas dengan kinerja pemko. Dibanding tahun 2016, kinerja APBD 2017 jauh menurun. Gara-gara…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:44

Pemkab Batola Beri Perhatian Serius Bagi ASN yang Mangkir Dihari Pertama Masuk Kerja

MARABAHAN - Kendati memiliki kelonggaran dengan tidak memberlakukan absensi,  seperti apa yang…

Jumat, 22 Juni 2018 15:48

Banjir Diangsana, Perusahaan Tambang Jangan hanya Diam

BATULICIN - Musibah banjir di Kecamatan Angsana, Rabu (20/6), menjadi perhatian serius dari Pemprov…

Jumat, 22 Juni 2018 15:42

HADUH! Hari Pertama Masuk, Masih Banyak PNS di Banua Bolos Kerja

BANJARMASIN - Tahun ini Aparatus Sipil Negara mendapat kenyamanan berlipat-lipat. Mereka diberi libur…

Jumat, 22 Juni 2018 15:33
Pemkab Batola

Lensa Foto Pemkab Balangan

SILATURAHMI : Bupati Balangan Ansharuddin (berdiri) saat menggelar open house pada hari raya Idulfitri…

Jumat, 22 Juni 2018 14:42

Jaring Bacaleg, DPD PDI-P Kalsel Gelar Psikotes Online

BANJARMASIN - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Selatan,…

Jumat, 22 Juni 2018 13:56

Arus Balik di Bandara Syamsudin Noor Tembus 14 Ribu Penumpang

BANJARBARU - Jumlah penumpang pada arus balik Lebaran di Bandara Syamsudin Noor mulai mengalami peningkatan…

Jumat, 22 Juni 2018 13:49

Johar Arif, PNS Rajin Membolos Tapi Dapat Gaji Tak Pernah Telat

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah geram bukan main. Saat mengetahui ada PNS di Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .