MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 23 Februari 2018 11:58
Ada Apa? Tunjangan Kehormatan Ribuan Profesor Disetop
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Sebanyak 3.800 lebih profesor bakal ketar-ketir tak menerima tunjangan kehormatan. Pembayaran tunjangan kehormatan itu dihentikan sementara karena mereka tak merampungkan kewajiban melakukan publikasi ilmiah dalam jurnal internasional.

Kewajiban ini tertuang di Permenristekdikti 20/2017 tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor.

Tunjangan kehormatan yang diperoleh para profesor ditetapkan dua kali gaji. Para profesor juga berhak mendapatkan tunjangan profesi dosen. Sehingga jika ditotal profesor mendapatkan tunjangan tiga kali gaji pokok. Tunjangan kehormatan dan profesi dosen ini juga dihentikan jika yang bersangkutan diangkat menjadi pejabat negara.

Hasil evaluasi Kemenristekdikti total guru besar di Indonesia ada 5.366 orang. Sampai akhir 2017 lalu, ada 4.299 orang profesor yang mengirim dokumen publikasi internasional untuk dievaluasi. Sayangnya hanya 1.551 orang profesor saja yang dinyatakan lolos memenuhi kriteria publikasi internasional. Sisanya tidak terhitung menjalankan kewajiban publikasi internasional.

Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan sanksi penghentian sementara tunjangan kehormatan bagi guru besar itu diterapkan. ’’Tetapi ada modifikasi sedikit,’’ katanya saat dikonfirmasi kemarin (21/2). Hanya saja guru besar UGM Jogjakarta itu tidak bersedia merinci modifikasi sanksi bagi para guru besar yang tidak membuat publikasi internasional itu.

Dia mengatakan persentase usulan publikasi internasional para profesor yang lolos memang sekitar 29 persen. Namun secara keseluruhan, Ghufron mengatakan kebijakan mewajibkan publikasi internasional itu mampu mengatrol jumlah publikasi Indonesia. Sampai Indonesia bisa menduduki peringkat ketiga di bawah Malaysia dan Singapura dan berhasil menyalip Thailand di peringkat keempat. ’’Dari sisi kinerja kualitas masih perlu ditingkatkan,’’ tandasnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat, Rustam Effendi mengimbau agar sanksi jangan langsung diterapkan. Perlu peninjauan kembali atas apa yang dilakukan oleh Kemenristekdikti RI.

"Masuk jurnal internasional itu harus mengantre. Tak bisa langsung. Ada proses panjang. Jadi, ya jangan dulu diterapkan. Ditinjau kembali saja," keluh Rustam saat dikonfrimasi, kemarin (22/2).

Sebagai informasi, untuk memasukan publikasi ilmiah melalui penerbit jurnal internasional yang terakreditasi, para akademisi harus menunggu selama dua bulan sampai dengan dua tahun. Tergantung kualitas penelitian yang mereka cantumkan.

Berbeda dengan Rustam, Guru Besar ULM lainnya, Suratno siap menanggung konsekuensi atas apa yang sudah diatur oleh Kemenristekdikti. "Ya, memang sudah begitu aturannya. Kalau namanya regulasi, kami yang belum melaksanakan harus menaati," bebernya.

Namun, ia membeberkan beragam faktor penghambat mengapa para guru besar belum menunaikan kewajiban publikasi ilmiah. "Pertama, beban administrasi yang harus disandang oleh guru besar. Selain meneliti, kami harus menunaikan tugas-tugas kampus yang bersifat administratif lainnya. Otomatis, waktu meneliti juga berkurang," tuturnya.

Kedua, ia tak menampik banyak profesor yang masih melaksanakan proyek-proyek di luar kampus. "Akan tetapi, kalau masih berhubungan dengan kerja sama kampus, wajar-wajar saja," ujarnya.

Ketiga, soal kualitas publikasi ilmiah yang disodorkan oleh para akademisi. "Acapkali penelitian yang ditawarkan tak menawarkan ide yang inovatif. Kalau sama-sama saja, susah juga buat lolos," kata Suratno.

Dalam pandangannya, untuk menelaah kualitas publikasi ilmiah yang disodorkan akademisi, mestinya kampus sudah banyak membuka jaringan untuk menggandeng mitra luar atau yang disebut dengan mitra bestari.

Terakhir, publikasi ilmiah yang minim terjadi lantaran mahalnya ongkos untuk menunaikan riset.Betapa tidak, dituturkan Suratno untuk muncul di jurnal internasional memerlukan biaya diatas lima juta rupiah.

"Namun, sekarang untungnya ULM punya Pusat Pengelolaan Jurnal dan Penerbitan (PPJP) untuk membantu pendanaan. Ini bentuk upaya kami agar menggenjot para akademisi sampai tingkatan guru besar bisa produktif," tuntas Suratno. (wan/dom/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .