MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 24 Februari 2018 11:27
Pembelian Tertutup Bisa Jadi Solusi Kelangkaan Gas Elpiji
KUMAT TERUS: Kelangkaan dan meroketnya harga tabung melon adalah masalah terus berulang tiap tahun. Pemko mengusulkan sistem pembelian tertutup untuk mengendalikan penjualannya. Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Asisten II Setdako Banjarmasin Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Hamdi menyebut pemerintah pusat bergerak lamban. Tak menangkap keresahan di daerah. Akibat kelangkaan dan lonjakan harga tabung gas elpiji tiga kilogram yang terus terulang.

"Menunggu-nunggu solusi dari pusat sampai kapan? Daerah harus bertindak sendiri! Kasihan masyarakat terus dipusingkan masalah yang masih itu-itu juga," ungkap Hamdi, kemarin (23/2) di Balai Kota.

Saban tahun tabung melon itu jadi biang inflasi. Awalnya, belum meratanya konversi dari minyak tanah ke gas dituding jadi penyebab masalah. Sekarang, semua kabupaten dan kota di Kalsel sudah menikmati gas, kelangkaan toh tetap terjadi. Bahkan sudah menembus angka Rp40 ribu per tabung.

Kemudian, giliran pasokan yang kurang dituding sebagai penyebab. Namun, Hamdi merasa sangsi setelah mengecek data Pertamina melalui TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah). "Ternyata, pasokan konversi kita sudah hampir empat kali lipat dari angka kebutuhan," ujarnya.

Meski melimpah, Hamdi tetap tak puas dengan distribusi Pertamina. Bukan alurnya, melainkan penjadwalan pasokan. Pasokan yang dikirim ke pangkalan hanya cukup untuk waktu tiga hari. Dia meminta agar ditambah, minimal cukup untuk sepekan. "Tiga hari terlalu rentan. Ada gangguan atau keterlambatan sedikit saja pada angkutan, misal gara-gara cuaca buruk, pasti ribut lagi," imbuhnya.

Menurutnya, solusi terbaik adalah menerapkan sistem pembelian tertutup. Seperti yang sudah diterapkan Samarinda. Di ibukota Provinsi Kaltim tersebut, hanya pemilik kartu PKH (Program Keluarga Harapan) yang bisa membeli tabung melon.

Tujuannya agar tepat sasaran. Tidak dibeli oleh kalangan kaya dan menengah. "Nah, kalau Samarinda saja bisa, kenapa Banjarmasin tidak? Jangan tunggu pemerintah pusat. Tirulah dan belajarlah dari kota tetangga," tegasnya.

Jika Samarinda punya perda atau perwali sebagai payung hukum untuk menerapkan sistem itu, Banjarmasin juga bisa membuatnya. Sekali lagi, menunggu instruksi dari pemerintah pusat bakal membuat daya kesabaran masyarakat keburu habis.

Walaupun, diakuinya ada masalah lain seperti aksi sejumlah pangkalan nakal. Modusnya, pangkalan sudah menjalin janji dengan para pedagang besar. Ketika suplai tiba di pangkalan, pikap dan truk berdatangan mengangkut tabung gas. Akhirnya, warga sekitar yang lebih berhak tidak kebagian jatah.

Rembesan jatah tabung gas dari Banjarmasin ke kota atau kabupaten tetangga ini terjadi lantaran adanya kesenjangan harga. Misal, jika tabung gas di sini Rp35 ribu dan di luar sudah Rp38 ribu, maka ada selisih yang lumayan. "Disparitas harga ini jadi celah bagi pangkalan yang ingin mereguk laba lebih besar," tukasnya.

Dari koordinasi terakhir antara TIPD dengan Polresta Banjarmasin, ada delapan pangkalan yang diduga kuat nakal. Mereka bukan hanya dinanti sanksi dari Pertamina, tapi juga ancaman pidana dari penyidik.

Hamdi meminta Pertamina memberikan sanksi lebih keras. Dia menilai sanksi yang diterapkan sekarang belum memberi efek jera. Seperti sanksi penyetopan jatah tabung selama satu bulan penuh. "Kalau cuma disetop sementara, kurang keras. Putus saja sekalian kerjasama usahanya," pintanya.

Dia memuji gerak cepat kepolisian. Namun, sekali lagi Hamdi tak yakin ancaman pidana sebagai solusi terbaik. Sebab, penegak hukum mustahil bisa mengawasi siang dan malam semua pangkalan gas di kota ini. "Kan tidak mungkin nongkrong 24 jam mengawasi di depan pangkalan. Saya belum melihat ada solusi yang lebih baik ketimbang sistem pembelian tertutup," pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 19:36

Batulicin Digelar Minggu

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) Batulicin, kembali digelar Minggu (23/9), pagi.…

Sabtu, 22 September 2018 19:32

Memperbaiki Kesejahteraan Penyandang Disabilitas

BATULICIN - Pemkab Tanbu bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Kalsel menggelar pertemuan Unit Pelayanan…

Sabtu, 22 September 2018 19:30
Pemkab Tanah Bumbu

Tahun Introspeksi Diri

BATULICIN - Peringatan Tahun Baru Islam di Kabupaten Tanah Bumbu turut disemarakkan dengan Tablik Akbar…

Sabtu, 22 September 2018 12:34

Pembebasan Tugas Banjarmasin dan Banjar

BANJARMASIN - Lama terkatung-katung dan jadi biang kemacetan, nasib Jembatan Sungai Lulut mulai cerah.…

Sabtu, 22 September 2018 11:58

Bisa Bermanfaat Bagi Masyarakat

BANJARMASIN – Puluhan alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Cahaya Bangsa tampak sumringah,…

Sabtu, 22 September 2018 11:18

Asesor LSP Kementan Berikan Apresiasi Pelaksanaan Uji Kompetensi di SMKPP Banjarbaru

Banjarbaru, (21/9/2018) – Setelah dilaksanakan pembukaan uji sertifikasi bidang pengolahan hasil…

Jumat, 21 September 2018 09:09

Raih Predikat Kota Pintar Tapi Masih Banyak yang Buta Huruf

BANJARMASIN - Menyandang predikat kota pintar, penduduk Kota Banjarmasin masih ada yang buta huruf.…

Jumat, 21 September 2018 09:05

Anang: Pemko Memancing Kami Memasuki Zona Perang

BANJARMASIN - Sidang sengketa informasi publik antara Pemko Banjarmasin versus warga berlanjut. Komisi…

Jumat, 21 September 2018 09:01

Baru Dibangun 2017, Siring dan Jalan Beton di Desa Dalam Pagar Ulu Ambruk

MARTAPURA – Jalan cor beton dan siring di Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten…

Jumat, 21 September 2018 08:36
Pemko Banjarbaru

Gelar Pawai Budaya Islami Menyambut Tahun Baru Islam

BANJARBARU – Masih dalam momen menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1440 H, Pemerintah Kota Banjarbaru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .