MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 24 Februari 2018 11:27
Pembelian Tertutup Bisa Jadi Solusi Kelangkaan Gas Elpiji
KUMAT TERUS: Kelangkaan dan meroketnya harga tabung melon adalah masalah terus berulang tiap tahun. Pemko mengusulkan sistem pembelian tertutup untuk mengendalikan penjualannya. Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Asisten II Setdako Banjarmasin Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Hamdi menyebut pemerintah pusat bergerak lamban. Tak menangkap keresahan di daerah. Akibat kelangkaan dan lonjakan harga tabung gas elpiji tiga kilogram yang terus terulang.

"Menunggu-nunggu solusi dari pusat sampai kapan? Daerah harus bertindak sendiri! Kasihan masyarakat terus dipusingkan masalah yang masih itu-itu juga," ungkap Hamdi, kemarin (23/2) di Balai Kota.

Saban tahun tabung melon itu jadi biang inflasi. Awalnya, belum meratanya konversi dari minyak tanah ke gas dituding jadi penyebab masalah. Sekarang, semua kabupaten dan kota di Kalsel sudah menikmati gas, kelangkaan toh tetap terjadi. Bahkan sudah menembus angka Rp40 ribu per tabung.

Kemudian, giliran pasokan yang kurang dituding sebagai penyebab. Namun, Hamdi merasa sangsi setelah mengecek data Pertamina melalui TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah). "Ternyata, pasokan konversi kita sudah hampir empat kali lipat dari angka kebutuhan," ujarnya.

Meski melimpah, Hamdi tetap tak puas dengan distribusi Pertamina. Bukan alurnya, melainkan penjadwalan pasokan. Pasokan yang dikirim ke pangkalan hanya cukup untuk waktu tiga hari. Dia meminta agar ditambah, minimal cukup untuk sepekan. "Tiga hari terlalu rentan. Ada gangguan atau keterlambatan sedikit saja pada angkutan, misal gara-gara cuaca buruk, pasti ribut lagi," imbuhnya.

Menurutnya, solusi terbaik adalah menerapkan sistem pembelian tertutup. Seperti yang sudah diterapkan Samarinda. Di ibukota Provinsi Kaltim tersebut, hanya pemilik kartu PKH (Program Keluarga Harapan) yang bisa membeli tabung melon.

Tujuannya agar tepat sasaran. Tidak dibeli oleh kalangan kaya dan menengah. "Nah, kalau Samarinda saja bisa, kenapa Banjarmasin tidak? Jangan tunggu pemerintah pusat. Tirulah dan belajarlah dari kota tetangga," tegasnya.

Jika Samarinda punya perda atau perwali sebagai payung hukum untuk menerapkan sistem itu, Banjarmasin juga bisa membuatnya. Sekali lagi, menunggu instruksi dari pemerintah pusat bakal membuat daya kesabaran masyarakat keburu habis.

Walaupun, diakuinya ada masalah lain seperti aksi sejumlah pangkalan nakal. Modusnya, pangkalan sudah menjalin janji dengan para pedagang besar. Ketika suplai tiba di pangkalan, pikap dan truk berdatangan mengangkut tabung gas. Akhirnya, warga sekitar yang lebih berhak tidak kebagian jatah.

Rembesan jatah tabung gas dari Banjarmasin ke kota atau kabupaten tetangga ini terjadi lantaran adanya kesenjangan harga. Misal, jika tabung gas di sini Rp35 ribu dan di luar sudah Rp38 ribu, maka ada selisih yang lumayan. "Disparitas harga ini jadi celah bagi pangkalan yang ingin mereguk laba lebih besar," tukasnya.

Dari koordinasi terakhir antara TIPD dengan Polresta Banjarmasin, ada delapan pangkalan yang diduga kuat nakal. Mereka bukan hanya dinanti sanksi dari Pertamina, tapi juga ancaman pidana dari penyidik.

Hamdi meminta Pertamina memberikan sanksi lebih keras. Dia menilai sanksi yang diterapkan sekarang belum memberi efek jera. Seperti sanksi penyetopan jatah tabung selama satu bulan penuh. "Kalau cuma disetop sementara, kurang keras. Putus saja sekalian kerjasama usahanya," pintanya.

Dia memuji gerak cepat kepolisian. Namun, sekali lagi Hamdi tak yakin ancaman pidana sebagai solusi terbaik. Sebab, penegak hukum mustahil bisa mengawasi siang dan malam semua pangkalan gas di kota ini. "Kan tidak mungkin nongkrong 24 jam mengawasi di depan pangkalan. Saya belum melihat ada solusi yang lebih baik ketimbang sistem pembelian tertutup," pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .