MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 24 Februari 2018 11:27
Pembelian Tertutup Bisa Jadi Solusi Kelangkaan Gas Elpiji
KUMAT TERUS: Kelangkaan dan meroketnya harga tabung melon adalah masalah terus berulang tiap tahun. Pemko mengusulkan sistem pembelian tertutup untuk mengendalikan penjualannya. Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Asisten II Setdako Banjarmasin Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Hamdi menyebut pemerintah pusat bergerak lamban. Tak menangkap keresahan di daerah. Akibat kelangkaan dan lonjakan harga tabung gas elpiji tiga kilogram yang terus terulang.

"Menunggu-nunggu solusi dari pusat sampai kapan? Daerah harus bertindak sendiri! Kasihan masyarakat terus dipusingkan masalah yang masih itu-itu juga," ungkap Hamdi, kemarin (23/2) di Balai Kota.

Saban tahun tabung melon itu jadi biang inflasi. Awalnya, belum meratanya konversi dari minyak tanah ke gas dituding jadi penyebab masalah. Sekarang, semua kabupaten dan kota di Kalsel sudah menikmati gas, kelangkaan toh tetap terjadi. Bahkan sudah menembus angka Rp40 ribu per tabung.

Kemudian, giliran pasokan yang kurang dituding sebagai penyebab. Namun, Hamdi merasa sangsi setelah mengecek data Pertamina melalui TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah). "Ternyata, pasokan konversi kita sudah hampir empat kali lipat dari angka kebutuhan," ujarnya.

Meski melimpah, Hamdi tetap tak puas dengan distribusi Pertamina. Bukan alurnya, melainkan penjadwalan pasokan. Pasokan yang dikirim ke pangkalan hanya cukup untuk waktu tiga hari. Dia meminta agar ditambah, minimal cukup untuk sepekan. "Tiga hari terlalu rentan. Ada gangguan atau keterlambatan sedikit saja pada angkutan, misal gara-gara cuaca buruk, pasti ribut lagi," imbuhnya.

Menurutnya, solusi terbaik adalah menerapkan sistem pembelian tertutup. Seperti yang sudah diterapkan Samarinda. Di ibukota Provinsi Kaltim tersebut, hanya pemilik kartu PKH (Program Keluarga Harapan) yang bisa membeli tabung melon.

Tujuannya agar tepat sasaran. Tidak dibeli oleh kalangan kaya dan menengah. "Nah, kalau Samarinda saja bisa, kenapa Banjarmasin tidak? Jangan tunggu pemerintah pusat. Tirulah dan belajarlah dari kota tetangga," tegasnya.

Jika Samarinda punya perda atau perwali sebagai payung hukum untuk menerapkan sistem itu, Banjarmasin juga bisa membuatnya. Sekali lagi, menunggu instruksi dari pemerintah pusat bakal membuat daya kesabaran masyarakat keburu habis.

Walaupun, diakuinya ada masalah lain seperti aksi sejumlah pangkalan nakal. Modusnya, pangkalan sudah menjalin janji dengan para pedagang besar. Ketika suplai tiba di pangkalan, pikap dan truk berdatangan mengangkut tabung gas. Akhirnya, warga sekitar yang lebih berhak tidak kebagian jatah.

Rembesan jatah tabung gas dari Banjarmasin ke kota atau kabupaten tetangga ini terjadi lantaran adanya kesenjangan harga. Misal, jika tabung gas di sini Rp35 ribu dan di luar sudah Rp38 ribu, maka ada selisih yang lumayan. "Disparitas harga ini jadi celah bagi pangkalan yang ingin mereguk laba lebih besar," tukasnya.

Dari koordinasi terakhir antara TIPD dengan Polresta Banjarmasin, ada delapan pangkalan yang diduga kuat nakal. Mereka bukan hanya dinanti sanksi dari Pertamina, tapi juga ancaman pidana dari penyidik.

Hamdi meminta Pertamina memberikan sanksi lebih keras. Dia menilai sanksi yang diterapkan sekarang belum memberi efek jera. Seperti sanksi penyetopan jatah tabung selama satu bulan penuh. "Kalau cuma disetop sementara, kurang keras. Putus saja sekalian kerjasama usahanya," pintanya.

Dia memuji gerak cepat kepolisian. Namun, sekali lagi Hamdi tak yakin ancaman pidana sebagai solusi terbaik. Sebab, penegak hukum mustahil bisa mengawasi siang dan malam semua pangkalan gas di kota ini. "Kan tidak mungkin nongkrong 24 jam mengawasi di depan pangkalan. Saya belum melihat ada solusi yang lebih baik ketimbang sistem pembelian tertutup," pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 13:35

Lapas Teluk Dalam Diserbu Keluarga Warga Binaan

BANJARMASIN – Hari Raya Idulfitri dijadikan seluruh umat muslim untuk saling bersilaturahmi dan…

Senin, 18 Juni 2018 11:00

Danau Seran Ternyata Masih Diminati Pengunjung

BANJARBARU - Meski sepi pada hari-hari biasa, Danau Seran ternyata masih menjadi pilihan para wisatawan…

Senin, 18 Juni 2018 10:58
Parlementaria

DPRD Banjarbaru: Jangan Terlena Dengan Cuti Panjang

BANJARBARU - Hari Raya Idulfitri tahun ini, para aparatur sipil negara (ASN) mendapatkan jatah libur…

Senin, 18 Juni 2018 10:49
Pemko Banjarbaru

Ketua TP PKK Banjarbaru Tutup Pelatihan TTG 2018

BANJARBARU - Ketua TP PKK Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani didampingi Sekretaris Dinas Koperasi UMKM…

Senin, 18 Juni 2018 10:25

Mardani Gelar Open House Terakhir Sebagai Bupati

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming menggelar open house di kediamannya di Jalan Manggis…

Senin, 18 Juni 2018 10:01

Festival Pawai Tanglong di Tanbu Berhadiah Ratusan Juta

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor melepas secara resmi Festival Pawai Tanglong Malam…

Senin, 18 Juni 2018 09:50

Dinsos Tanbu Pulangkan Anak Telantar

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Sosial mengawal pemulangan anak telantar atas nama Angga (14)…

Minggu, 17 Juni 2018 12:21

Alumni IMM Sulsel Mohon Maaf Ke Menteri Pertanian RI

MAKASSAR - Presidium Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Selatan (KAMI IMM SULSEL)…

Sabtu, 16 Juni 2018 09:50

Ketua MUI: Pemimpin yang bekerja untuk umat seperti Mentan Jangan Dizalimi

Jakarta- Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Ma’ruf Amin mengatakan, kasus hoax dan fitnah…

Kamis, 14 Juni 2018 14:46
Berita Balangan

Ribuan Masyarakat Jadi Saksi Pelantikan Dewan Kesenian Balangan

PARINGIN - Dewan Kesenian Balangan (DKB) resmi memiliki badan kepengurusan baru yang dilantik secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .