MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 24 Februari 2018 18:15
Kala Para Guru Honorer di Balangan Harus Mengabdi di Tengah Keterbatasan

Norjanah Terbantu Mengajar Les, Irma Akhirnya Menyerah

JADI GURU: Norjanah memberikan pelajaran di SDN Paringin 1.

PROKAL.CO, Tampil di depan kelas sebagai penyelamat sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik. Namun, penghasilan bulanan para guru honorer selama ini jauh dari kata selamat.

WAHYUDI, Balangan.

Rutinitas Norjanah (33) tak ada beda dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebagai seorang guru honorer di SDN Paringin 1, di hari kerja harus sudah tiba di sekolah pada pukul 07.30 Wita. Tak jarang datang lebih awal dari pegawai lain.

Tempat tinggalnya berjarak sekitar 10 kilometer dari sekolah. Waktu tempuh 15 menit naik motor. Namun, Norjanah terlebih dahulu harus mengantar anaknya yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak.

Sarjana Matematika STIKIP PGRI ini guru kelas dua. Mendidik semua mata pelajaran hingga pukul 11.00 Wita. Norjanah begitu menikmati setiap materi pembelajaran yang diajarkan.

Padahal, honornya hanya cukup untuk membayar sewa rumah sebulan Rp550 ribu. Keuangan rumah tangganya tentu penuh dengan beban. Terlebih suami pekerjaannya tidak tetap.

Ibu dari satu anak yang sudah mengabdikan diri sebagai guru honorer sebelas tahun lebih sejak 17 Mei 2006. Norjanah pernah merasakan hanya dihonor sebesar Rp150 ribu pada masa awal berkarir. Itu dialami hingga tiga tahun lamanya.

Apakah tidak berminat bekerja di lain? Baginya tidak. Kuliah dulu tujuannya memang untuk menjadi tenaga pendidik.

Meskipun honornya jauh dari layak, ia tetap mensyukurinya. Setidaknya sedikit membantu ekonomi keluarga. “Untuk menambah penghasilan, saya nyambi ngajar les bagi anak-anak yang ingin mendapat pelajaran tambahan di luar kelas. Alhamdulillah ada lima anak yang saya les, biaya les Rp100 ribu perbulan. Lumayan lah membantu memenuhi keperluan sehari-hari,” ungkapnya.

Ikut tes CPNS pernah tiga kali dicoba Norjanah. Namun, nasibnya belum berubah.

Kabar rencana pengangkatan guru honorer menjadi PNS tidak langsung membuat Norjanah semringah. Ia sadar itu tidak perkara mudah. Kalau terlalu berharap, ia khawatir akan menyerah lantaran kecewa dengan pemerintah.

Terlalu banyak cerita yang dilewati Norjanah selama sebelas tahun menjadi guru honorer. “Banyak sukanya sih dari pada duka, karena saya bekerja dengan hati. Kalau masalah duka cuma satu, ya karena gaji,” selorohnya.

Kisah heroik tak melulu menyertai perjalanan para guru honorer. Irma, kawan seprofesi Norjanah yang sudah mengabdi sebagai honorer sejak 2005, baru saja memutuskan untuk berhenti. Irma menyerah menunggu kepastian dari pemerintah terkait pengangkatan guru honorer yang masuk dalam Kategori II. Sementara pendapatannya tak seberuntung Norjanah.

Domisilinya yang berada di daerah pinggiran, Kecamatan Juai, menutup peluang membuka tempat les seperti yang dilakukan Norjanah. Irma memutuskan menjadi ibu rumah tangga sambil sesekali pergi ke kebun untuk membantu suaminya menyadap karet untuk menghidupi keluarga.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Suwarso mengungkapkan pihaknya selalu berupaya mencarikan jalan terbaik bagi para guru honorer.

Seperti mengupayakan mengangkat status para guru honorer menjadi honor daerah. Namun, tentu saja sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.(ma/dye)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .