MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 24 Februari 2018 18:15
Kala Para Guru Honorer di Balangan Harus Mengabdi di Tengah Keterbatasan

Norjanah Terbantu Mengajar Les, Irma Akhirnya Menyerah

JADI GURU: Norjanah memberikan pelajaran di SDN Paringin 1.

PROKAL.CO, Tampil di depan kelas sebagai penyelamat sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik. Namun, penghasilan bulanan para guru honorer selama ini jauh dari kata selamat.

WAHYUDI, Balangan.

Rutinitas Norjanah (33) tak ada beda dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebagai seorang guru honorer di SDN Paringin 1, di hari kerja harus sudah tiba di sekolah pada pukul 07.30 Wita. Tak jarang datang lebih awal dari pegawai lain.

Tempat tinggalnya berjarak sekitar 10 kilometer dari sekolah. Waktu tempuh 15 menit naik motor. Namun, Norjanah terlebih dahulu harus mengantar anaknya yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak.

Sarjana Matematika STIKIP PGRI ini guru kelas dua. Mendidik semua mata pelajaran hingga pukul 11.00 Wita. Norjanah begitu menikmati setiap materi pembelajaran yang diajarkan.

Padahal, honornya hanya cukup untuk membayar sewa rumah sebulan Rp550 ribu. Keuangan rumah tangganya tentu penuh dengan beban. Terlebih suami pekerjaannya tidak tetap.

Ibu dari satu anak yang sudah mengabdikan diri sebagai guru honorer sebelas tahun lebih sejak 17 Mei 2006. Norjanah pernah merasakan hanya dihonor sebesar Rp150 ribu pada masa awal berkarir. Itu dialami hingga tiga tahun lamanya.

Apakah tidak berminat bekerja di lain? Baginya tidak. Kuliah dulu tujuannya memang untuk menjadi tenaga pendidik.

Meskipun honornya jauh dari layak, ia tetap mensyukurinya. Setidaknya sedikit membantu ekonomi keluarga. “Untuk menambah penghasilan, saya nyambi ngajar les bagi anak-anak yang ingin mendapat pelajaran tambahan di luar kelas. Alhamdulillah ada lima anak yang saya les, biaya les Rp100 ribu perbulan. Lumayan lah membantu memenuhi keperluan sehari-hari,” ungkapnya.

Ikut tes CPNS pernah tiga kali dicoba Norjanah. Namun, nasibnya belum berubah.

Kabar rencana pengangkatan guru honorer menjadi PNS tidak langsung membuat Norjanah semringah. Ia sadar itu tidak perkara mudah. Kalau terlalu berharap, ia khawatir akan menyerah lantaran kecewa dengan pemerintah.

Terlalu banyak cerita yang dilewati Norjanah selama sebelas tahun menjadi guru honorer. “Banyak sukanya sih dari pada duka, karena saya bekerja dengan hati. Kalau masalah duka cuma satu, ya karena gaji,” selorohnya.

Kisah heroik tak melulu menyertai perjalanan para guru honorer. Irma, kawan seprofesi Norjanah yang sudah mengabdi sebagai honorer sejak 2005, baru saja memutuskan untuk berhenti. Irma menyerah menunggu kepastian dari pemerintah terkait pengangkatan guru honorer yang masuk dalam Kategori II. Sementara pendapatannya tak seberuntung Norjanah.

Domisilinya yang berada di daerah pinggiran, Kecamatan Juai, menutup peluang membuka tempat les seperti yang dilakukan Norjanah. Irma memutuskan menjadi ibu rumah tangga sambil sesekali pergi ke kebun untuk membantu suaminya menyadap karet untuk menghidupi keluarga.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Suwarso mengungkapkan pihaknya selalu berupaya mencarikan jalan terbaik bagi para guru honorer.

Seperti mengupayakan mengangkat status para guru honorer menjadi honor daerah. Namun, tentu saja sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.(ma/dye)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .