MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 24 Februari 2018 18:15
Kala Para Guru Honorer di Balangan Harus Mengabdi di Tengah Keterbatasan

Norjanah Terbantu Mengajar Les, Irma Akhirnya Menyerah

JADI GURU: Norjanah memberikan pelajaran di SDN Paringin 1.

PROKAL.CO, Tampil di depan kelas sebagai penyelamat sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik. Namun, penghasilan bulanan para guru honorer selama ini jauh dari kata selamat.

WAHYUDI, Balangan.

Rutinitas Norjanah (33) tak ada beda dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebagai seorang guru honorer di SDN Paringin 1, di hari kerja harus sudah tiba di sekolah pada pukul 07.30 Wita. Tak jarang datang lebih awal dari pegawai lain.

Tempat tinggalnya berjarak sekitar 10 kilometer dari sekolah. Waktu tempuh 15 menit naik motor. Namun, Norjanah terlebih dahulu harus mengantar anaknya yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak.

Sarjana Matematika STIKIP PGRI ini guru kelas dua. Mendidik semua mata pelajaran hingga pukul 11.00 Wita. Norjanah begitu menikmati setiap materi pembelajaran yang diajarkan.

Padahal, honornya hanya cukup untuk membayar sewa rumah sebulan Rp550 ribu. Keuangan rumah tangganya tentu penuh dengan beban. Terlebih suami pekerjaannya tidak tetap.

Ibu dari satu anak yang sudah mengabdikan diri sebagai guru honorer sebelas tahun lebih sejak 17 Mei 2006. Norjanah pernah merasakan hanya dihonor sebesar Rp150 ribu pada masa awal berkarir. Itu dialami hingga tiga tahun lamanya.

Apakah tidak berminat bekerja di lain? Baginya tidak. Kuliah dulu tujuannya memang untuk menjadi tenaga pendidik.

Meskipun honornya jauh dari layak, ia tetap mensyukurinya. Setidaknya sedikit membantu ekonomi keluarga. “Untuk menambah penghasilan, saya nyambi ngajar les bagi anak-anak yang ingin mendapat pelajaran tambahan di luar kelas. Alhamdulillah ada lima anak yang saya les, biaya les Rp100 ribu perbulan. Lumayan lah membantu memenuhi keperluan sehari-hari,” ungkapnya.

Ikut tes CPNS pernah tiga kali dicoba Norjanah. Namun, nasibnya belum berubah.

Kabar rencana pengangkatan guru honorer menjadi PNS tidak langsung membuat Norjanah semringah. Ia sadar itu tidak perkara mudah. Kalau terlalu berharap, ia khawatir akan menyerah lantaran kecewa dengan pemerintah.

Terlalu banyak cerita yang dilewati Norjanah selama sebelas tahun menjadi guru honorer. “Banyak sukanya sih dari pada duka, karena saya bekerja dengan hati. Kalau masalah duka cuma satu, ya karena gaji,” selorohnya.

Kisah heroik tak melulu menyertai perjalanan para guru honorer. Irma, kawan seprofesi Norjanah yang sudah mengabdi sebagai honorer sejak 2005, baru saja memutuskan untuk berhenti. Irma menyerah menunggu kepastian dari pemerintah terkait pengangkatan guru honorer yang masuk dalam Kategori II. Sementara pendapatannya tak seberuntung Norjanah.

Domisilinya yang berada di daerah pinggiran, Kecamatan Juai, menutup peluang membuka tempat les seperti yang dilakukan Norjanah. Irma memutuskan menjadi ibu rumah tangga sambil sesekali pergi ke kebun untuk membantu suaminya menyadap karet untuk menghidupi keluarga.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Suwarso mengungkapkan pihaknya selalu berupaya mencarikan jalan terbaik bagi para guru honorer.

Seperti mengupayakan mengangkat status para guru honorer menjadi honor daerah. Namun, tentu saja sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.(ma/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…

Senin, 03 Desember 2018 12:33

Dianggap Terlalu Cepat, DE Walhi Khawatirkan Muncul Masalah Baru

BANJARMASIN – Pegunungan Meratus sudah resmi menjadi Geopark Nasional. Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .