MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 26 Februari 2018 11:45
Kisah Pertamini, Kompetitor Pertamina yang Mulai Marak di Hulu Sungai

Rakit Sendiri, Sehari Bisa Jual Rp500 Liter

IMITASI SPBU: Pertamini milik Suyatno yang berada di Jalan Ahmad Yani Km 5,5 Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. | Foto: Salahuddin / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Pom bensin kecil dinamakan "Pertamini" mulai marak dijumpai di sepanjang jalan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

=======================

SALAHUDDIN, Kandangan

=======================

SUDAH sekitar setahun terakhir ini mulai banyak warga Kabupaten HSS melirik bisnis Pertamini yang menjual BBM eceran. Modal bisnis bensin eceran ini juga tak terlalu besar. Cukup dengan belasan juta saja sudah bisa berjualan.

Keberadaan pom bensin mini atau penjual bensin eceran di tengah masyarakat menjadi salah satu alternatif pembelian BBM yang jauh dari perkotaan.

Salah satunya seperti yang dilakukan Suyitno (65). Warga Jalan Ahmad Yani Km 5,5 Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang ini mulai menjalankan bisnis SPBU skala kecil lengkap dengan alat seperti di SPBU resmi Pertamina, yaitu meteran literan dan tarif serta nozzle.

“Sejak bulan Agustus 2017 lalu jual BBM eceran menggunakan Pertamini ini,” ujarnya saat ditemui Radar Banjarmasin, Kamis (22/2).

Pria kelahiran Jawa Timur ini yang dulunya buruh serabutan ini pergi ke salah satu workshop perakitan Pertamini di wilayah Jawa Barat untuk belajar. “Sekitar satu bulan di Bandung belajar cara merakit Pertamini, setelah bisa, baru pulang,” imbuhnya.

Dengan modal sekitar Rp 10 juta Suyatno pun kemudian mulai merakit pertamini buatannya sendiri.  Mulai dari merakit tangki penampung
BBM sekitar 200 liter sampai merakit mesin digital lengkap dengan nozzle untuk mengalirkan BBM ke tangki kendaraan.
“Sekitar sepuluh hari merakitnya kalau didukung cuaca bagus. Kalau tidak bisa lebih dari 10 hari,” tuturnya.

Pertamini milik Suyatno yang tepat berada dipinggir jalan ini mulai buka dari pukul 07.00 pagi sampai 03.00 Wita dini hari. Dia menjual berbagai jenis BBM mulai dari premium, pertalite, pertamax sampai solar dengan harga eceran.

“Premium per liternya dijual Rp 8.400, pertalite Rp 8.500 dan pertamax Rp 9.500,” tuturnya yang mengatakan dalam sehari bisa menjual sekitar 500 liter BBM.


Dalam sehari, Pertamini dijaga secara bergantian tiga orang. Suyatno mengatakan sudah meminta izin kepada kepala desa (kades) atau pembekal setempat untuk mendirikan bangunan.


Selain berbisnis BBM eceran, Suyatno juga sekarang menjadi salah satu distributor penjualan pertamini digital.

Ada berbagai jenis Pertamini yang dijual Suyatno, mulai dari jenis Pertamini portable sampai yang jenis tangki tanam. Satu unit pertamini dijualnya bervariasi, mulai dari sekitar Rp 14 juta sampai Rp 15 juta lebih.

“Yang sudah beli mulai dari Kabupaten HSS, Tanah Bumbu, Kotabaru sampai wilayah Kalteng dan Kalbar,” ucapnya bangga.

Dia mengatakan mesin pertamini yang dirakitnya memperhatikan kualitas bahan yang digunakan dan ada garansinya apabila mengalami kerusakan.
“Kualitas dijaga, bahan yang digunakan harus standar,” promosinya.
Sementara Wahyu (28) warga Kecamatan Daha yang biasa membeli BBM eceran di Pertamini mengaku hampir setiap hari membeli premium setelah pulang kerja di Kandangan menuju rumahnya di Nagara.

”Di Nagara kadada (tidak ada) SPBU jadi biar tak memikirkan BBM lagi saat akan berangkat kerja. Di isi aja dulu penuh kalau mau pulang,” ujar pria yang bekerja di salah satu toko di Kandangan ini.(by/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .