MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 26 Februari 2018 11:45
Kisah Pertamini, Kompetitor Pertamina yang Mulai Marak di Hulu Sungai

Rakit Sendiri, Sehari Bisa Jual Rp500 Liter

IMITASI SPBU: Pertamini milik Suyatno yang berada di Jalan Ahmad Yani Km 5,5 Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. | Foto: Salahuddin / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Pom bensin kecil dinamakan "Pertamini" mulai marak dijumpai di sepanjang jalan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

=======================

SALAHUDDIN, Kandangan

=======================

SUDAH sekitar setahun terakhir ini mulai banyak warga Kabupaten HSS melirik bisnis Pertamini yang menjual BBM eceran. Modal bisnis bensin eceran ini juga tak terlalu besar. Cukup dengan belasan juta saja sudah bisa berjualan.

Keberadaan pom bensin mini atau penjual bensin eceran di tengah masyarakat menjadi salah satu alternatif pembelian BBM yang jauh dari perkotaan.

Salah satunya seperti yang dilakukan Suyitno (65). Warga Jalan Ahmad Yani Km 5,5 Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang ini mulai menjalankan bisnis SPBU skala kecil lengkap dengan alat seperti di SPBU resmi Pertamina, yaitu meteran literan dan tarif serta nozzle.

“Sejak bulan Agustus 2017 lalu jual BBM eceran menggunakan Pertamini ini,” ujarnya saat ditemui Radar Banjarmasin, Kamis (22/2).

Pria kelahiran Jawa Timur ini yang dulunya buruh serabutan ini pergi ke salah satu workshop perakitan Pertamini di wilayah Jawa Barat untuk belajar. “Sekitar satu bulan di Bandung belajar cara merakit Pertamini, setelah bisa, baru pulang,” imbuhnya.

Dengan modal sekitar Rp 10 juta Suyatno pun kemudian mulai merakit pertamini buatannya sendiri.  Mulai dari merakit tangki penampung
BBM sekitar 200 liter sampai merakit mesin digital lengkap dengan nozzle untuk mengalirkan BBM ke tangki kendaraan.
“Sekitar sepuluh hari merakitnya kalau didukung cuaca bagus. Kalau tidak bisa lebih dari 10 hari,” tuturnya.

Pertamini milik Suyatno yang tepat berada dipinggir jalan ini mulai buka dari pukul 07.00 pagi sampai 03.00 Wita dini hari. Dia menjual berbagai jenis BBM mulai dari premium, pertalite, pertamax sampai solar dengan harga eceran.

“Premium per liternya dijual Rp 8.400, pertalite Rp 8.500 dan pertamax Rp 9.500,” tuturnya yang mengatakan dalam sehari bisa menjual sekitar 500 liter BBM.


Dalam sehari, Pertamini dijaga secara bergantian tiga orang. Suyatno mengatakan sudah meminta izin kepada kepala desa (kades) atau pembekal setempat untuk mendirikan bangunan.


Selain berbisnis BBM eceran, Suyatno juga sekarang menjadi salah satu distributor penjualan pertamini digital.

Ada berbagai jenis Pertamini yang dijual Suyatno, mulai dari jenis Pertamini portable sampai yang jenis tangki tanam. Satu unit pertamini dijualnya bervariasi, mulai dari sekitar Rp 14 juta sampai Rp 15 juta lebih.

“Yang sudah beli mulai dari Kabupaten HSS, Tanah Bumbu, Kotabaru sampai wilayah Kalteng dan Kalbar,” ucapnya bangga.

Dia mengatakan mesin pertamini yang dirakitnya memperhatikan kualitas bahan yang digunakan dan ada garansinya apabila mengalami kerusakan.
“Kualitas dijaga, bahan yang digunakan harus standar,” promosinya.
Sementara Wahyu (28) warga Kecamatan Daha yang biasa membeli BBM eceran di Pertamini mengaku hampir setiap hari membeli premium setelah pulang kerja di Kandangan menuju rumahnya di Nagara.

”Di Nagara kadada (tidak ada) SPBU jadi biar tak memikirkan BBM lagi saat akan berangkat kerja. Di isi aja dulu penuh kalau mau pulang,” ujar pria yang bekerja di salah satu toko di Kandangan ini.(by/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .