MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 27 Februari 2018 14:56
Mengenal Arif Rahayuni Si Pemenang Festival Pengamen Jalanan
Arif menunjukan tv yang dibelinya dari hasil jerih payahnya yang akan diberikannya kepada ibunya.

PROKAL.CO, Profesi pengamen kebanyakan masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Namun, Arif Rahayuni bertekad ingin mematahkan anggapan itu. Dia ingin membuktikan pengamen juga bisa berprestasi.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.

Arif Rahayuni kaget saat namanya disebut sebagai pemenang Festival Pengamen Jalanan se-Kalimantan Selatan Tahun 2018 yang digelar Korem 101/Antasari di Duta Mall Banjarmasin, Sabtu (24/2) malam. Dengan membawakan lagu Kolam Susu dari Koes Plus, Arif menang di kategori perorangan. “Tidak menyangka kalau bisa menang. Semua pesertanya bagus-bagus,” ucapnya.

Siapa sesungguhnya Arif? Untuk mengenalnya lebih jauh, dia coba ditemui besoknya. Arif ternyata sore itu sedang di kampus Uniska Banjarmasin. Pemuda kelahiran Nagara, 14 Desember 1995 Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ini ternyata tercatat sebagai mahasiswa semester 9 di program studi Pendidikan Seni, Tari, Drama, dan Musik (Sendratasik).

Namun, Arif tidak sedang kuliah karena sedang terminal. Walau tak aktif kuliah, Arif memilih tidur di kampus yang berlokasi di Jalan Adhiyaksa Banjarmasin tersebut. Arif memilih bermalam di Sekretariat UKM Sanggar Titian Barantai Uniska Banjarmasin.

Bakat musik sudah dirasakannya sejak sekolah di SD Kuin Selatan 5. Ditambah ketika duduk di bangku kelas dua SMPN 21 Banjarmasin, dia mulai mempelajari alat musik gitar. Kemahirannya bergitar disalurkan dengan cara mengamen. "Cari tambahan uang untuk jajan saja," katanya.

Sekarang sudah beda, Arif ingin terjun total di bidang musik. Apalagi kesempatan itu ada. Dia bersama pemenang pertama kategori grup mendapat kesempatan untuk masuk dapur rekaman. “Tapi lagunya masih dibikinkan. Nanti menunggu kabar dari penciptanya,” ujarnya.

Arif sebenarnya juga pintar di bidang akademik. Sejak SD sampai SMAN 6 Banjarmasin selalu mendapat ranking lima besar. Dia pun berhasil mendapatkan beasiswa untuk kuliah. “Tapi, beasiswanya sudah habis. Rencananya akan melanjutkan kuliah dengan biaya sendiri, sementara cuti kuliah dulu sambil kerja kumpulkan uang,” ujarnya.

Putra semata wayang pasangan Arifin R Sandan dan Rahmah ini sebenarnya selalu dilarang menggeluti profesi sebagai pengamen. Namun, melalui ajang seperti ini dia ingin menunjukkan kepada ibunda tercintanya bisa berprestasi di jalur musik. “Sebelum tampil saya sudah nazar, kalau menang mau membelikan televisi buat ibu. Biar di rumah ada hiburan, karena tv lama sudah rusak,” katanya. Meskipun untuk sementara baru bisa membelikan televisi bekas.

Orang tua Arif sekarang yang ada hanya ibu. Sementara ayahnya tidak diketahui keberadaannya. Terakhir bertemu ketika kelas empat SD.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibunya berdagang pakaian di Pasar Kalindo. Meski ibunya mempunyai usaha, Arif sejak kecil ingin hidup mandiri tak mau merepotkan.

Cita-citanya bukan hanya menjadi pemusik, juga ingin membahagiakan dan mengangkat derajat orang tua. "Saya hanya mau membahagiakan ibu saja," ucapnya.(at/dye)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .