MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

LIFESTYLE

Rabu, 28 Februari 2018 11:19
Kisah Rahmawati Srikandi yang Memelihara Delapan Ekor Musang
JINAK: Rahmawati memeluk musang yang telah dipeliharanya selama lima tahun.

PROKAL.CO, Tren memelihara hewan liar kian marak. Bikin jinak hewan liar mempunyai tantangan tersendiri. Begitupun dengan menjinakkan musang. Bagaimana menjinakkan musang manjadi hewan yang lucu dan menggemaskan, berikut kisahnya.

WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin.

Selain liar, musang juga terkenal sebagai hewan pemangsa. Bila ia merasa terancam, musang bisa saja mencakar atau menggigit. Namun, hal itu tak berlaku bagi Rahmawati. Perempuan kelahiran 31 Maret ini, bahkan nekat memelihara delapan ekor musang di rumahnya.

Salah satunya adalah Omen. Omen, tampak nyaman berada di pelukan Rahmawati. Sesekali, perempuan yang gemar berburu kuliner ini, tampak mengelus-elus Omen. Yang dielus-elus, asyik menggerak-gerakkan ekornya. Pertanda nyaman, berada di pelukan sang majikan.

Omen, merupakan nama musang peliharaan Rahma, yang dibeli di pasar hewan pada tahun 2013 lalu. Seperti perempuan pada umumnya, Awalnya, Rahma mengaku ketakutan ketika melihat hewan liar itu. Dalam pikirannya, musang adalah hewan yang galak, liar dan suka menggigit.

"Ketika dikenalin, semua pemikiran tentang itu pupus. Yang ada, musang malah kelihatan unyu, lucu dan imut," ungkapnya, kepada Radar Banjarmasin, Selasa (27/2) siang.

Perlahan tapi pasti. Rahma pun tertarik mengadopsi seekor musang berjenis musang pandan yang ia berinama Omen. Untuk menambah pengetahuannya tentang musang, Rahma juga bergabung dengan Komunitas Sahabat Musang (Samba) di Banjarmasin.

"Sejak itu, musang peliharaanku mulai bertambah. Selain mengadopsi, ada pula musang yang kudapatkan dari pemberian teman. Dari yang liar, semi jinak hingga yang jinak," tuturnya. 

Merawat musang, tak sesulit yang dibayangkan. Bagi Rahma, yang terpenting adalah menjaga kebersihan kandang, serta rajin memandikannya. Sementara, bila soal makanan, seperti pada umumnya makanan musang, Rahma memberikan musang peliharaannya dengan buah-buahan serta kepala ayam yang sudah direbus.

"Menangani musang yang sakit juga cukup gampang. Biasanya, musang yang sakit kelihatan dari warna kotoran yang dikeluarkan serta nafsu makannya yang berkurang. Kalau sudah begitu, biasanya kutangani sendiri dengan memberikan obat-obatan herbal seperti kunyit, gula merah, madu serta daun sirih. Bila perlu cepat dan sakitnya perlu perawatan khusus, baru kuserahkan ke dokter hewan," ucapnya.

Memelihara hewan liar, tentu ada suka maupun duka. Rahma mengaku, sudah tak terhitung berapa kali cakaran dan gigitan dirasakannya. Bahkan, tak hanya ia saja yang merasakan, tapi juga semua penghuni rumahnya. Beruntung, hingga sejauh ini tak pernah sampai cedera serius.

"Aku sempat tegang ketika melihat musang peliharaan pertamaku jatuh sakit dan tiba-tiba lumpuh. Karena waktu itu enggak tau apa-apa soal musang. Aku cuma berusaha memijit-mijit saja. Alhamdulillah, ternyata sembuh sampai sekarang," ungkapnya, seraya tersenyum.

Lantas, bagaimana cara membuat musang agar jinak? Rahma memgungkapkan bahwa ia tak pernah dengan sengaja melatih musang peliharaannya agar jinak. Yang ia lakukan, hanya sering mengajak musang-musangnya bermain.

"Makin banyak berinteraksi makin bagus. Makin cepat membuat musang akrab dengan kita dan terbiasa dengan lingkungan sekitar," ungkapnya.

Sementara itu, kabar yang santer terdengar di masyarakat sekarang, musang sering mengganggu ternak warga. Oleh karena itu, keberadaan musang pun tak ayal kerap diburu. Namun, bagi Rahma, hal itu tidak sepenuhnya benar. 

"Musang, makanan pokoknya buah-buahan. Yang paling memungkinkan, yakni mengganggu perkebunan. Bukan ternak. Selain itu, ada alasan tersendiri mengapa musang mengganggu perkebunan. Yakni, kerena hutan yang menjadi tempat musang mencari makan sudah semakin sempit," ujarnya seraya menambahkan bahwa banyak lahan yang dibuka untuk perumahan atau perkebunan secara tak langsung membuat persediaan makanan musang semakin sedikit dan akhirnya musang turun ke kebun, perkampungan, mencari ternak untuk dimangsa. Sehingga, musang dicap sebagai hewan pengganggu.

Terlepas dari hal itu, Rahma juga menuturkan, bahwa sebenarnya, musang juga turut andil dalam menyebarkan bibit tanaman. Banyak dari biji buah-buahan yang dikonsumsi, juga ditebar oleh musang. Namun sayangnya, sebagian masyarakat hanya memandang sisi buruk dari musang saja. Hal itu pula yang menjadikan perburuan musang semakin gencar dilakukan oleh sebagian masyarakat.

"Untuk menjaga agar musang tetap ada, kami di komunitas juga sedang berusaha menernakkan sendiri musang-musang yang kami pelihara. Selain agar musang tetap ada, juga agar stop mengadopsi musang hasil buruan," harapnya. (war)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 13:10

Fenomena Menjamurnya Makanan dengan Cita rasa Pedas di Banua

Jika diamati, beberapa waktu belakangan dunia kuliner Banua disesaki dengan menu makanan yang menjual…

Jumat, 25 Mei 2018 15:04

Ngabuburit Dengan Earphone

Setiap orang punya kegemaran dan aktivitasnya masing-masing untuk mengisi waktu. Ada yang berolahraga,…

Jumat, 25 Mei 2018 15:02

Gak Tahan Liat Iklan di TV, Eh Puasa Batal

Bulan Ramadan ibarat menjadi momen bagi produsen makanan atau minuman untuk membuat iklan menarik serta…

Kamis, 24 Mei 2018 13:09

Tak Sekadar Menjaga Pola Makan

Biasanya bagi beberapa orang apalagi yang masih muda, menjalankan ibadah puasa di pekan-pekan pertama…

Rabu, 23 Mei 2018 15:20

Latihan Silat Meski Puasa, Siapa Takut!

Walaupun aktif di dunia model, Anita Maulida Farmawati atau yang akrab disapa Anita ini juga begitu…

Rabu, 23 Mei 2018 15:16

Punya Menu Masakan Favorit

Bagi kaum hawa, kegiatan masak-memasak menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Apalagi memasuki bulan…

Rabu, 23 Mei 2018 15:12

Bikin Kesal, Tren Upload Foto Makanan di Medsos Saat Lagi Puasa

Bulan Ramadan mengharuskan kita menahan nafsu makan dan minum. Seharian penuh kita mencoba menghindarkan…

Minggu, 20 Mei 2018 12:23

Balerina Hijab Banjarmasin: Doyan Merombak Pakaian Ibu

Selain sibuk belajar balet, Dindawati Khadijah juga seorang model. Tergabung dalam Jihan Hijab Agency,…

Minggu, 20 Mei 2018 12:22

Balerina Hijab Banjarmasin, Terinspirasi dari Film Barbie

Ada kelas biasa digelar tiap Senin sore. Bukan bimbel bahasa Inggris, apalagi Matematika. Tapi kelas…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:38

Tak Pernah Puas untuk Belajar

Smart and Beautiful. Dua kata yang pantas ditujukan kepada Rina Febriana. Dia adalah dosen Politeknik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .