MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 28 Februari 2018 14:22
60 Orang Bersaing Jadi Komisi Pemilihan Umum Kalsel

Samahudin Pede, Mahyuni Berbekal Award, Norhalis Modal Pengala

JANJIKAN OBYEKTIFITAS: Tim seleksi KPUD Kalsel berfoto bersama Direktur Radar Banjarmasin Suriansyah Achmad saat kunjungan ke Gedung Biru Radar Banjarmasin, (5/2). Foto: DONNY MUSLIM/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Tahapan penjaringan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel memasuki tahapan pengumuman kelolosan tahapan administrasi. Dari 72 pelamar, tim panitia seleksi yang diketuai Andi Tenri Sompa akhirnya meloloskan 60 peserta, Selasa (27/2) kemarin.

Nanti tanggal tanggal 7 Maret mendatang 60 peserta yang dinyatakan lolos akan melakukan tahapan Computer Assisted Test (CAT). “Sudah ditetapkan 60 orang peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi,” beber Andi kemarin.

Usai ditetapkan 60 peserta yang lolos ke tahapan selanjutnya, Timsel juga menunggu tanggapan dari masyarakat terkait nama-nama yang bakal menjadi komisioner KPU Kalsel. “Usai nama-nama kami umumkan besok (hari ini), timsel menunggu tanggapan masyarakat soal kredibilitas calon hingga 3 April nanti,” terangnya.

Untuk diketahui, setelah 60 peserta yang dinyatakan lolos hari ini. Peserta akan kembali dikerucutkan menjadi 30 orang melalui CAT. “Pada 7 Maret nanti, usai tes, nama-nama yang lolos 30 besar langsung diumumkan,” tambahnya.

Andi Tenri membeberkan, dari sejumlah nama yang lolos di tahapan ini, ada sejumlah nama yang malang melintang di lembaga kepemiluan. Ada yang berasal dari jebolan Badan Pengawas Pemilu, hingga mantan komisioner KPU. “Diantaranya ada nama Samahuddin Muharram (Ketua KPU Kalsel, Mahyuni (mantan Ketua Bawaslu Kalsel) dan Noorhalis Majid (Ketua Ombudsman Kalsel),” sebutnya.

Lalu bagaimana tanggapan ketiga orang ini? Samahuddin Muharram mengatakan, majunya kembali untuk bersaing menjadi komisioner KPU Kalsel adalah, untuk meneruskan pekerjaannya.

Dia beralasan, tantangan KPU semakin menarik karena ada sesuatu yang baru di kepemiluan. Salah satunya adalah dilakukannya secara serentak pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

Samahuddin tak ingin disebut ambisius dengan majunya kembali dirinya sebagai komisioner KPU. Menurutnya, semua warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi komisioner KPU karena diatur oleh Undang-Undang. “Disebut ambisius adalah ketika tak lolos, namun memaksakan lolos dengan cara tak fair,” ujar Samahuddin.

Samahuddin mengaku tak gentar bersaing dengan calon lain. Pasalnya, berbicara kompetensi dan pengalaman, pria yang juga seorang akademis ini yakin, dirinya dapat mengemban amanah kepemiluan. “Pengalaman dan disiplin ilmu yang dimiliki saat ini, saya pede aja, tapi tak over confident. Kalau tak terpilih, kembali ke kampus,” tukasnya.

Sebagai ketua KPU saat ini, dia berharap Komisioner yang lolos nanti dapat bekerja langsung dan tak perlu belajar lagi tentang kepemiluan. “Tantangan kepemiluan semakin kompleks, Komisioner terpilih nanti harus betul-betul memahami kepemiluan,” tandasnya.

Sementara, Mahyuni tak ingin sesumbar, mantan Ketua Bawaslu Kalsel ini mengatakan, dirinya memilih ikut seleksi komisioner KPU didasari keinginannya untuk terus memperbaiki kinerja KPU. Dia juga ingin membuat KPU Kalsel seperti Bawaslu yang meraih award secara nasional. “Saya ingin KPU nanti seperti Bawaslu yang saya pimpin sebelumnya,” kata Mahyuni.

Noorhalis Majid lain lagi, Ketua Ombudsman Kalsel ini mengabdi di lembaga kepemiluan karena ingin memperbaiki lembaga ini dari hulu agar kepemiluan di daerah berjalan semakin baik lagi. “Pemilu tahun ini adalah pemilu bersejarah karena dilakukan serentak. Perlu dikawal dengan baik agar tak berbahaya,” kata Majid.

Majid sendiri bukan orang baru di kepemiluan, dia sempat menjadi Ketua KPU Kota Banjarmasin periode 2003-2008. Tentunya sudah banyak pengalaman yang dirasanya. “Salah satu tantangan pula adalah, ada beberapa komisioner KPU di daerah yang hanya tiga orang. Ini menjadi tantangan bagi KPU,” tandasnya. (mof/yn/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .